Share

Bab 256

Author: Hazel
"Aku ... sudahlah. Aku akan ikut besok. Kalian sudah boleh pulang." Tirta akhirnya menyetujui dengan pasrah karena para polisi ini terus membujuknya.

"Haha! Kalau begitu, kami akan kembali untuk menyusun strategi besok." Kedua polisi tua itu pun membawa Danto dan Joko pergi.

"Jangan-jangan polisi wanita itu menyukaiku? Sepertinya nggak mungkin. Soalnya aku dan dia jarang berhubungan," gumam Tirta yang menggaruk kepala dengan heran saat teringat keanehan Susanti.

"Tirta, kenapa para polisi itu be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** seru ceritanya lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2980

    Tirta tentu memperhatikan beberapa orang yang mengikutinya di belakang. Orang-orang itu hanya mengikuti dari jauh dan sama sekali tidak berniat untuk bertindak.Selain itu, kultivasi orang-orang itu rendah. Mereka hanya mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua sehingga tidak bisa mengancam keselamatan Tirta. Jadi, Tirta tidak memedulikan mereka.Anjing hitam yang duduk di labu ungu mengamati Nova dengan serius seraya meledek Tirta, "Pemuda sialan, kamu cukup hebat ya. Kamu taklukkan wanita cantik lagi begitu cepat. Sebelumnya kamu bilang nggak berniat macam-macam. Sekarang kamu sudah beraksi. Apa kamu mau berdebat lagi?"Sebelumnya anjing hitam mencium wangi tubuh wanita di hutan lebat. Tentu saja itu adalah wangi tubuh Nova dan lainnya.Anjing hitam yang sudah terlepas dari kejaran langsung menunjukkan ekspresi licik. Tirta mengomel, "Anjing sialan, jangan bicara sembarangan. Kalau bukan karena kamu bersikeras mengganggu lebah nirwana dan membuatku makan anggrek ular

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2979

    Setelah itu, Tirta berkata kepada Shanaya, "Tolong Tetua Shanaya pimpin jalan. Nanti kita berhenti di dekat sana saja.""Oke. Kamu ikut aku saja," timpal Shanaya. Selesai bicara, dia mengeluarkan labu ungu. Sesudah diperbesar, labu itu menjadi perahu yang melayang di langit.Sementara itu, Tirta menggendong Nova dan mengikuti Shanaya dengan menaiki Pedang Terbang.Tiba-tiba, terdengar teriakan anjing hitam dari bawah. "Pemuda sialan, aku dikejar orang. Kenapa kamu kabur? Cepat kemari dan bantu aku bunuh beberapa orang tolol ini!"Anjing hitam sudah berlari ribuan kilometer, bahkan kakinya hampir berasap. Di belakang anjing hitam, puluhan murid tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua terus mengejarnya. Tubuh mereka dibasahi keringat, tetapi mereka tetap tidak menyerah.Dua murid yang berada di paling depan berteriak marah. Mereka merasa sangat sial mengalami hal buruk seperti ini."Anjing sialan, cepat menyerah!""Kamu melahap obat spiritual yang sekte kami siapkan untuk pengua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2978

    Anca mendengus dan menegaskan, "Kamu benar-benar cari mati! Sekarang kamu sudah melakukan kesalahan yang fatal. Aku pasti akan melaporkan hal ini kepada penguasa agung. Tiga utusan lainnya juga akan bekerja sama untuk mengulitimu dan mencincangmu."Anca menambahkan, "Tapi, kamu sudah menghinaku. Sebelum menyerahkanmu kepada mereka, aku tentu nggak akan melepaskanmu!"Anca tentu tidak tahu apa yang dilakukan Tirta. Dia hanya menganggap kemampuan Tirta sedikit lebih hebat darinya. Jadi, Anca tidak kabur dan ingin bertarung dengan Tirta.Saat menerjang Tirta lagi, kekuatan tempur Anca sangat intens dan kekuatan spiritualnya bergejolak. Serangan yang dilancarkannya sangat dahsyat sehingga membuat langit dan bumi berguncang. Kekuatan Anca jauh lebih kuat berkali-kali lipat daripada Rafif yang menggunakan teknik rahasia secara paksa untuk meningkatkan kekuatannya.Tirta membalas, "Kamu kira energiku terkuras setelah aku menghancurkan formasi dan membunuh Rafif? Makanya kamu mau menggertakku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2977

    Sudah jelas, Shanaya lebih takut kepada Anca daripada Rafif.Nova yang berdiri di samping juga sangat gugup. Ekspresinya berubah drastis dan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya bersirkulasi. Dia terlihat seperti kelinci kecil yang ketakutan.Hanya Tirta yang bersikap tenang di tempat itu. Dia memandangi Anca dengan tatapan sinis yang tidak terlalu kentara.Anca menanggapi dengan ekspresi masam, "Oh? Kamu nggak tahu? Masalah ini sangat penting. Aku baru bisa melapor kepada penguasa agung setelah menyelidiki masalah ini. Kamu yang bantu aku untuk beberapa waktu ini."Sebelum Shanaya sempat menyetujui, tiba-tiba Anca memandang Tirta dan berkata lagi dengan perasaan tidak puas, "Oh iya. Siapa pemuda ini? Aku baru pertama kali melihatnya."Hal ini karena Anca menyadari Tirta sama sekali tidak takut setelah melihatnya. Hal ini membuat Anca tidak senang.Shanaya melihat Tirta sekilas, lalu menyahut dengan ragu-ragu, "Pak Anca, ini murid pria yang baru kurekrut. Hanya saja, kultivasinya terla

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2976

    Shanaya berkata dengan ekspresi ragu, "Lokasi penguasa agung sekitar 450 kilometer dari sini. Aku bisa tunjukkan jalan padamu. Demi keamanan, aku sarankan ... kamu pergi sendiri saja. Tinggalkan Nova di sini biar dia nggak terancam bahaya."Tirta tahu Shanaya tidak terlalu percaya dengan kemampuannya, jadi dia langsung menyetujui, "Tentu saja aku nggak keberatan."Shanaya dan Tirta tidak menyangka Nova malah berbicara dengan tegas, "Nggak .... Tetua Shanaya, sekarang aku sudah jadi ... kekasih Tirta. Aku ini calon istrinya. Sekalipun harus mendatangi tempat yang sangat berbahaya, aku tetap mau pergi bersamanya. Kalau terjadi sesuatu pada Tirta, aku nggak ingin hidup lagi."Ucapan Nova membuat Tirta tersentuh.Shanaya menyarankan dengan serius, "Nova, kamu harus pikirkan baik-baik. Jangan main-main dengan nyawa."Nova menyahut dengan yakin, "Tetua Shanaya, aku tahu kamu berniat baik. Tapi, kamu juga tahu sifatku. Setelah aku membuat keputusan, siapa pun nggak bisa membujukku. Bahkan gur

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2975

    Selesai bicara, air mata Nova mengalir lagi. Tirta ingin menghibur Nova, tetapi sekarang mereka tidak saling mencintai. Jadi, tidak ada gunanya Tirta menghibur Nova. Lebih baik Tirta diam saja.Shanaya menghibur Nova lagi, "Nova, kamu harus menjaga dirimu baik-baik. Ke depannya jalanmu masih panjang. Kalau gurumu tahu di alam baka, dia juga nggak ingin lihat kamu menangis setiap hari."Shanaya yang teringat sesuatu memberi tahu Nova tentang kehidupan Nayara sebelumnya di dunia fana, "Oh iya. Sebelum Tetua Nayara datang ke Sekte Hala, dia itu istri seorang pedagang di dunia fana. Dia juga punya seorang putra. Waktu bertahun-tahun sudah berlalu, kalau keturunan Tetua Nayara masih hidup, mungkin kamu bisa menjaga mereka.""Sebelum meninggal, Tetua Nayara sering diam-diam menceritakan masalah ini padaku. Dia sangat menyesal nggak bisa melihat putranya tumbuh sehat, lalu menikah dan punya anak. Dia juga nggak bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri," lanjut Shanaya.Shanaya me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1936

    Gadis harimau putih menyeka air matanya dan menjawab dengan ekspresi sedih, "Itu giok berisi banyak teknik yang ditinggalkan pemurni energi ras manusia. Nggak ada barang lain lagi ...." "Mengenai batu spiritual, obat spiritual, dan artefak yang kamu bilang, semua itu ada di tempat terlarang Sekte A

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1877

    Setelah diingatkan, 4 pria Negara Martim yang lain baru tersadar. Mereka menanggapi."Benar! Tirta terlalu kuat, kita nggak akan mampu melawannya!""Kita harus menangkap keluarganya biar bisa kembali ke Negara Martim hidup-hidup!"Kemudian, mereka langsung menerobos kerumunan dan menghampiri keluarg

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1871

    Orion masih ingin menolak. Bella menghampirinya dan membujuk, "Paman, mereka yang bersikeras memberikan uang ini. Paman terima saja. Orang lain yang menginginkan uang ini juga nggak punya kesempatan."Saat bicara, Bella melihat Tirta sekilas dengan mata berbinar-binar. Mata Bella sangat jernih bagai

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1849

    Kelima anggota pasukan khusus Negara Raigorou makin takut ketika memandangi pupil mata orang Negara Martim yang merah. Lima orang itu bahkan tidak bisa menggerakkan tubuh mereka untuk menghindar.Mereka tidak tahu alasannya karena ada darah dari Leluhur Darah di dalam tubuh 3 orang Negara Martim. Ja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status