Share

Bab 341

Author: Hazel
Tidak ada wanita yang bisa menerima penghinaan seperti ini. Ucapan Aina sungguh keterlaluan! Melati sampai mengepalkan tangannya dan menatap Aina dengan penuh amarah.

"Sebenarnya kalimat itu lebih cocok untukmu. Aku nggak sepertimu yang murahan dan kotor," ujar Melati.

"Apa katamu?" Aina minum cukup banyak sehingga agak kesulitan mengendalikan emosinya. Dia mengangkat tangan dan ingin memukul Melati.

Saat ini, seorang pria berkaus hitam dan bertato menghampiri. Ada bekas luka yang mengerikan di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantrap Lae jut
goodnovel comment avatar
Renaldy Cristian
dasar ngarang ini penulis, kalau ktv exclusive itu pasti punya privat toilet.....kehabisan bahan nih penulis, apa biar panjang ga habis2 judul ini.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3170

    Melihat Irena yang penuh percaya diri, Tirta pun tertawa dan berkata, "Jangan di sini. Kita cari tempat yang nggak ada orang.""Oh ya, aku ingatkan dulu. Di dunia ini, kamu nggak boleh mengeluarkan kekuatan di atas tingkat pembentukan dewa. Kalau nekat, nanti kamu memicu bencana besar.""Apa?! Jangan-jangan di dunia ini pernah ada ahli tertinggi yang meninggalkan warisan belenggu yang nggak bisa dipatahkan?"Mendengar itu, Irena menunjukkan ekspresi terkejut, jelas tidak percaya. Bahkan Yumika juga merasa hal itu sulit diterima.Harus diketahui, bahkan di dunia awani yang energi spiritualnya belasan kali lebih kaya daripada bumi, belum pernah ada ahli tertinggi seperti itu. Bagaimana mungkin di wilayah yang begitu tandus ini muncul sosok semacam itu?"Dunia ini luas, nggak ada yang nggak mungkin. Faktanya memang begitu. Nggak usah diperdebatkan. Ayo ikut."Setelah berkata demikian, Tirta menginjak pedangnya dan melesat ke angkasa.Irena masih tidak percaya. Dia mengeluarkan sedikit kek

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3169

    Tirta lalu berkata, "Tapi, dalam waktu dekat ini aku tetap harus ke Istana Samara. Jadi sebaiknya kamu ikut saja. Masih ada urusan yang perlu bantuanmu."'Urusan apa? Tirta, dengan keadaanku sekarang, apa aku masih bisa kembali ke Istana Samara?'Yumika takut Yunda sudah memakai tipu daya untuk membuatnya kehilangan posisi di Istana Samara. Dia pun diam-diam menyampaikan kekhawatirannya kepada Tirta melalui transmisi suara."Huh, Yunda si bajingan itu berani mencelakaimu seperti ini. Aku nggak akan membiarkan dia begitu saja.""Nggak perlu khawatir. Racun naga purba jahat bisa menghalangi kesadaran spiritual. Lagian, sebelum kabut racun itu hilang, aku sudah bawa kalian ke dunia ini.""Aku berani jamin, Yunda nggak akan tahu apa pun soal kita." Tirta menenangkannya."Yang benar?" Emosi Yumika tampak sedikit bergejolak."Iya." Tirta mengangguk."Ini benar-benar bagus. Tirta, aku akan ikut kamu. Aku harus bunuh Yunda dengan tanganku sendiri untuk balas dendam!" kata Yumika tegas, seolah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3168

    "Kalau begitu, mulai sekarang kita benar-benar sudah jadi keluarga. Ayo masuk dulu, kita ngobrol di dalam."Baru saja mereka memasuki halaman tengah, Orion juga datang menyambut. "Tirta, sudah lama banget nggak ada kabar. Sebenarnya kamu pergi ke mana?"Sebelum Tirta sempat menjawab, Shazana sudah lebih dahulu berkata, "Jangan cuma perhatikan anak kesayanganmu itu. Lihat, banyak juga menantumu yang datang, cepat siapkan makanan sama hadiah. Jangan sampai mereka merasa diabaikan."Orion buru-buru menjawab, "Ya, ya, aku segera siapkan.""Nggak usah, Bu. Kami baru saja makan. Kami lebih senang kalau Ayah sama Ibu mau menemani jalan-jalan keliling ibu kota," kata Tirta."Benar, Bibi. Kami semua baru selesai makan, jadi masih kenyang. Daripada makan, mending kita jalan-jalan bareng." Setelah tadi dicium habis-habisan di mobil, sikap Devika menjadi lebih manis."Ya sudah." Shazana dan Orion saling memandang sejenak, lalu mengangguk setuju.Tak lama kemudian, mereka mulai berkeliling ibu kota

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3167

    Irena mengirim transmisi suara kepada Yumika.'Yumika, tadi aku sudah ajak kamu, tapi kamu nggak mau. Sekarang lihat sendiri, kamu yang rugi, 'kan?''Aku sudah bilang, Devika itu mau belain kita, Tirta nggak akan berani macam-macam.'Yumika berkata dengan tenang, 'Dia nggak bertindak sekarang bukan berarti nanti dia nggak bakal cari alasan buat kasih kamu pelajaran. Irena, kamu jangan senang dulu.'Irena sempat tertegun, lalu membalas, 'Nggak masalah. Aku cuma perlu bisa lebih dekat lagi sama wanita-wanita di sekelilingnya. Dia pasti nggak bakal hukum aku seperti sebelumnya.'Yumika menghela napas pelan, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi.Sejam kemudian, mereka tiba di rumah Keluarga Hadiraja. Mobil berhenti dan mereka pun turun, lalu berjalan masuk.Sama seperti sebelumnya, selain formasi besar yang dahulu dipasang Tirta, Keluarga Hadiraja juga dijaga berlapis-lapis oleh anggota Badan Perlindungan Negara.Bisa dibilang, di ibu kota, tingkat keamanan tempat ini bahkan sedikit lebih

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3166

    Akhirnya, setelah lebih dari sepuluh menit lagi, disertai suara "cup", Tirta mengakhiri ciuman panjang itu. Jelas terlihat bahwa bibir Febri memerah dan sedikit bengkak."Haa ... haa ...." Pada saat yang sama, Febri merasa seperti orang yang hampir tenggelam. Dia seolah sudah lama menahan napas di dalam air dan akhirnya bisa muncul ke permukaan untuk bernapas.Tentu saja, bedanya adalah saat dicium tadi, Febri merasa sangat nyaman. Sampai-sampai sekarang pikirannya masih melayang dan belum sepenuhnya sadar."Bajingan!""Manusia sampah!""Kami sudah menahan diri dari tadi!"Tepat pada saat itu, kesempatan yang sudah lama ditunggu Devika dan Irena akhirnya tiba. Mereka tidak bisa menahan diri lagi dan langsung bergerak bersamaan.Devika memanfaatkan momen yang tepat untuk menjewer telinga Tirta, sedangkan Irena tanpa ampun melayangkan satu telapak tangan ke punggung Tirta.Tentu saja, dia tidak berani menggunakan kekuatan penuh, hanya memakai sekitar 10%."Buset! Kalian berdua mau beront

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3165

    Tirta menyeringai lebar, lalu berdiri dan duduk di samping Febri."Aku ... aku ...." Jantung Febri berdebar kencang. Sebelum sempat mengatakan apa pun, Tirta sudah lebih dahulu menciumnya."Mm ...." Febri memejamkan mata. Dia merasakan campuran gugup dan panik, sekaligus sensasi hangat yang membuat dadanya berdebar."Bajingan!""Manusia sampah!"Dua suara penuh amarah terdengar bersamaan. Ternyata Devika dan Irena sama-sama melontarkan makian.Devika tertegun sesaat, lalu menghampiri Irena dan bertanya, "Menurutmu dia juga keterlaluan, 'kan?""Iya! Kalau ini nggak keterlaluan, apa lagi yang bisa disebut keterlaluan?" sahut Irena cepat. Dia diam-diam mengagumi sikap Devika yang terus terang."Kalau begitu, setelah dia selesai, kita hajar dia sama-sama!" kata Devika sambil mengayunkan tinju kecilnya."Aku ... aku nggak berani. Bocah itu punya sesuatu yang bisa dipakai buat menekanku. Kalau aku berani melawan, dia pasti akan menghukumku."Awalnya Irena sangat bersemangat, bahkan hampir sa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1467

    "Baik, artefak itu bisa aku kembalikan padamu. Tapi, apa kamu punya cara untuk membuat Bibi Betari kembali normal?" Melihat Alicia tidak seperti sedang berbohong, Tirta pun mengeluarkan Tungku Pemangsa Jiwa bersama dengan topeng dari dalam cincin penyimpanan dan mengembalikannya kepada Alicia.Lagi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1514

    "Nanti kalian jangan jijik dengan air liurku," ujar Naura. Melihat kedua wanita itu saling menolak, Naura memberanikan diri untuk menghampiri Tirta, lalu ....Alhasil, para wanita itu tidak menyangka Naura langsung melahapnya. Hanya dalam waktu singkat, madunya hampir habis. Mereka mulai gelisah dan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1522

    Ayu yang digoda Tirta memang tidak mengantuk lagi, tapi dia tidak bisa fokus. Ayu tanpa sadar hanya memikirkan hal itu. Wajahnya memerah saat bicara."Tentu saja bukan. Bi Ayu, sekarang kamu nggak mengantuk lagi, 'kan?" tanya Tirta. Dia tidak peduli Ayu menyetujuinya atau tidak. Lagi pula, dia meras

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1471

    "Ada apa, Kak Nabila? Apa Paman Agus atau Bibi Betari merasa nggak enak badan lagi?" tanya Tirta bertanya sambil mengernyitkan dahi.Nabila tidak langsung menjawab, tetapi raut wajahnya terlihat sangat muram. Dia menarik Tirta keluar dari ruang rawat dan menuju sudut koridor rumah sakit. Di sanalah,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status