Share

Bab 473

Author: Hazel
Ponsel Tirta tiba-tiba berdering. Ternyata Ayu yang meneleponnya. Tirta sudah meninggalkan rumah selama dua hari. Ayu merasa khawatir terhadap keadaan Tirta, sehingga dia menelepon untuk menanyakan kabarnya.

"Tirta, kamu sudah dua hari nggak pulang, semuanya baik-baik saja, 'kan?"

Tirta menjawab, "Jangan khawatir, Bibi. Aku cuma sibuk kerja, hari ini aku pulang."

"Baiklah, aku tunggu di rumah." Terdengar nada kekhawatiran dan sedikit kecewa dalam suara Ayu.

Tirta memutuskan untuk kembali ke Desa Persik malam ini. Dia sudah mendapatkan obat untuk mengobati mata Ayu, tetapi masih belum sempat kembali sampai sekarang. Setelah beberapa hari tidak bertemu, Tirta juga memang sudah merindukan beberapa wanita itu.

Saat Tirta hendak pergi, dia membawa beberapa kotak Pil Kecantikan dan berkata kepada Agatha, "Kak Agatha, kamu pulang saja dulu untuk istirahat. Malam ini aku mau pulang ke desa."

Agatha mengangguk seraya menatap Tirta dengan sedikit rasa enggan. Namun, dia tentu tahu bahwa Tirta ha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Hans Silalahi
***** mantap tirta Lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1497

    Pada saat yang sama, di kawasan elite ibu kota. Puluhan mobil Jeep antipeluru yang sudah dimodifikasi tidak berhenti berpatroli mengelilingi area 200 meter di depan deretan vila.Selain itu, terdapat tim berjumlah ribuan orang di dalam dan luar vila. Mereka terus mengawasi setiap bagian vila.Bahkan, mereka langsung berwaspada dan bersiap-siap sewaktu seekor lalat terbang masuk ke vila. Setelah memastikan hanya seekor lalat, mereka lanjut berpatroli menurut jalur yang sudah tersedia.Tentu saja tempat yang dijaga dengan ketat ini adalah Nagamas yang unik di dalam negeri. Semua penguasa berpengaruh di Negara Darsia berkumpul di tempat ini.Bahkan konglomerat yang memiliki kekayaan triliunan juga tidak berhak masuk ke daerah ini jika tidak diundang. Apalagi membeli vila di daerah ini. Hal ini benar-benar sulit.Kala ini, di kolam renang yang terletak di lantai paling atas sebuah vila mewah di dekat bagian tengah. Dua wanita yang memakai pakaian renang sedang duduk di tepi kolam renang. L

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1496

    Jika jawaban Tirta bisa membuat Bella puas, tentu saja Bella akan menelepon Darwan untuk memberitahunya kabar ini."Tentu saja bukan begitu. Bella, bukan itu maksudku. Aku cuma nggak ingin Paman Darwan khawatir," ucap Tirta.Tirta yang tidak mengetahui kebenaran seketika merasa gugup setelah mendengar ucapan Bella. Dia tidak mengerti kenapa Bella bisa berbicara seperti ini jika sudah memaafkannya.Hanya saja, jika Bella tidak memaafkan Tirta, kenapa Bella tidak memberontak? Perasaan sedih menyelimuti hati Tirta lagi.Melihat Tirta sedih, hati Bella juga terasa sakit. Namun, Bella tidak menunjukkan perasaannya. Dia malah bertanya lagi, "Ada lagi?"Tirta menyahut, "Selain itu ... nggak ada lagi. Bella, aku nggak pernah berpikiran kamu akan kembali ke sisiku setelah tidur denganku. Aku cuma merasa aku nggak bisa hidup tanpamu. Kalau kamu benar-benar mencampakkanku, aku bahkan nggak tahu apa artinya hidup ...."Melihat sikap Bella yang "kejam", ekspresi Tirta menjadi murung. Dia juga berbi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1495

    Yasmin merasa bosan saat melihat Nabila lanjut menguping. Dia juga ikut menempelkan telinganya di dinding untuk mendengar suara di ruang sebelah.Pada saat bersamaan, Yasmin teringat entah Tirta memahami isyaratnya kemarin atau tidak. Dia merasa gugup.Yasmin membatin, 'Kalau Kakak Guru paham, apa dia akan langsung menaklukkanku? Kakak Guru begitu hebat, mungkin aku nggak tahan. Tapi, kalau Kakak Guru nggak paham, apa aku harus lanjut memberi isyarat kepadanya?''Sudahlah. Sebaiknya aku lanjut pertahankan situasi sebelumnya. Sudah cukup Kakak Guru bantu aku pijat tubuhku. Kalau aku nggak tahan, mungkin bisa memengaruhi suasana hati Kakak Guru,' lanjut Yasmin.....Sementara itu, di ruang privat Tirta. Ketika Tirta dan Bella sedang bercinta dengan intens hingga kehilangan kendali, tiba-tiba ponsel Bella berdering. Ternyata Darwan yang menelepon.Bella tahu Darwan yang sudah pulang pasti mendengar kabar dia keluar untuk mencari Yasmin. Darwan mengkhawatirkan Bella, jadi dia meneleponnya.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1494

    Sayangnya, peredam suara dinding lebih bagus daripada pintu. Kecuali suara Bella terlalu keras. Kalau tidak, Nabila dan Yasmin sama sekali tidak bisa mendengar suara di ruang sebelah.Nabila mengabaikan semua ini dan mendengar beberapa saat lagi. Akhirnya, dia merasa bosan dan kembali duduk di sofa.Nabila bergumam, "Apa wanita yang bernama Bella itu punya daya tahan yang kuat? Waktu sudah berlalu setengah jam, tapi dia baru bersuara beberapa kali. Kalau aku jadi dia, mungkin aku mau berhenti setelah 5 menit untuk istirahat sebentar.""Tunggu dulu. Biasanya respons wanita itu tergantung pada performa pria. Apa hari ini kondisi Tirta kurang prima makanya dia nggak mengerahkan kekuatannya yang sebenarnya?" lanjut Nabila.Entah bagaimana reaksi Tirta jika mendengar ucapan Nabila. Padahal Tirta yang berada di ruang sebelah sudah mengerahkan seluruh tenaganya.Namun, Yasmin yang fokus mendengar suara di ruang sebelah menceletuk setelah mendengar ucapan Nabila, "Bukan begitu, Kak Nabila. Kek

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1493

    Tirta merasakan Bella menggigit lidahnya terlebih dahulu, lalu mengisap lidahnya dengan lembut. Jantung Tirta berdegup kencang. Dia tahu Bella sudah mulai menerimanya.Sekarang Tirta harus menunjukkan performanya dan mengembangkan kemampuannya yang sebenarnya. Dengan begitu, Bella bisa merasakan cintanya yang membara."Bella, kamu tahan, ya. Aku mau mulai menambah kecepatanku," ujar Tirta. Dia memegang pinggang Bella yang ramping sambil mengerahkan seluruh tenaganya untuk memuaskan Bella ....Namun, tubuh Bella yang lemah tidak tahan menghadapi kekuatan Tirta yang luar biasa. Tak lama kemudian, Bella mulai meminta ampun ........Bella yang berada di dalam ruang privat tidak mampu mengendalikan dirinya lagi. Dia mengeluarkan suara desahan.Suara Bella didengar oleh ketiga wanita yang berjaga di luar. Seketika wajah ketiganya memerah dan mereka terus menghela napas.Jantung Kimmy berdegup kencang. Hatinya bergejolak dan dadanya bergetar. Dia bergumam, "Mereka sudah mulai, aku mendengar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1492

    "Ayo, kita pergi," kata Chiko. Dia, Tina, Laras, Kimmy, dan Mauri yang tahu diri meninggalkan ruang privat setelah melihat situasinya. Mereka juga tidak lupa mengunci pintu ruangan.Di depan pintu, Mauri yang merasa tidak pantas berujar kepada Chiko, "Sobat, sepertinya kurang pantas kalau kita berjaga di sini. Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang lebih jauh untuk menghindar?""Benar. Kak, ucapanmu masuk akal. Sebaiknya kita pergi ke tempat yang lebih jauh," timpal Chiko. Selesai bicara, dia langsung pergi."Pak Tirta mau melakukan hal itu dengan Bu Bella. Astaga, apa kita akan mendengar suara di dalam ruangan?" gumam Tina.Wajah Tina, Laras, dan Kimmy memerah. Mereka bertiga merasa malu, tetapi mereka juga ingin memahami situasinya. Bagaimanapun, ketiganya juga merupakan kekasih Tirta. Cepat atau lambat, mereka akan berhubungan intim dengan Tirta.....Sementara itu, di dalam ruang privat. Setelah merasakan Mauri dan lainnya sudah pergi, Tirta berpikir seharusnya sebentar lagi Bel

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1491

    Kemudian, Tina dan Laras juga merasa aneh. Salah satu dari mereka bertanya dengan ekspresi bingung, "Benar. Jelas-jelas Pak Tirta punya banyak kekasih. Kenapa mereka nggak datang untuk menyelamatkan Pak Tirta?"Mereka berdua masih muda dan pengalaman mereka di dunia misterius terlalu sedikit. Kalau tidak, mereka tidak akan melontarkan pertanyaan seperti itu.Kimmy yang lebih dewasa langsung tahu alasannya. Hanya saja, dia tidak berani mengatakannya. Kimmy hanya berkata dalam hati, 'Jangan-jangan Pak Tirta memang hanya pura-pura ....''Gawat ... kenapa aku melupakan hal ini?' batin Tirta. Dia juga panik melihat situasinya. Namun, sekarang Tirta hanya bisa terus berpura-pura. Kalau niat Tirta terekspos, Bella pasti akan langsung pergi.Melihat Mauri tidak bicara, Bella menyeka air matanya dan bertanya lagi, "Pak Mauri, apa kamu bisa menjawab pertanyaanku tadi?"Mauri terkejut. Dia merasa Bella mulai curiga. Mauri yang gugup berusaha tenang saat menjelaskan, "Ini .... Bu Bella, aku juga n

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1490

    Kalau tidak, matanya tidak akan semerah dan sebengkak itu.Tirta mendengarnya dengan sangat jelas. Bahkan saat melihat Bella menangis begitu sedih, dia hampir tak tahan untuk langsung bangkit dan memeluknya.Namun, Tirta tidak bisa melakukan itu. Jika dia bergerak sekarang, semua rencananya akan gagal total!Bahkan, bisa jadi setelah tahu kebenarannya, Bella malah makin marah. Maka dari itu, Tirta hanya bisa terus menahan diri, menunggu waktu yang tepat!"Kok bisa Pak Tirta .... Beliau begitu hebat, masa bisa keracunan? Ini nggak masuk akal!""Pasti nggak benar! Dasar bajingan cabul, racun praktisi ilmu mistis dari Negara Yumai saja bisa dia netralisasi. Dia nggak mungkin mati keracunan begini ... huhuhu ...."Sementara itu, Tina, Laras, dan Kimmy, yang terlalu khawatir, tidak menyadari bahwa Tirta hanya berpura-pura. Tangisan mereka pecah, penuh ketidakpercayaan.'Ini nggak beres. Walau napas Pak Tirta lemah, detak jantungnya kuat banget, nggak mirip orang keracunan. Seperti yang aku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1489

    "Tirta, katanya perempuan umur 30 seperti serigala, umur 40 seperti harimau, umur 50 semakin ngeri. Istriku sekarang di usia 40 sampai 50. Kamu yakin satu resep saja bisa bikin aku memuaskan dia? Sejak umur 40-an, aku makin merasa nggak punya tenaga ...."Mauri tentu berharap resep itu manjur. Namun, begitu ingat tatapan haus dan penuh kekecewaan dari istrinya, dia langsung merasa ragu."Tentu saja bisa. Resep ini bahkan pernah dipakai ayah Kak Nabila. Dulu ayahnya juga sudah nggak kuat, nggak bisa puasin istrinya.""Tapi setelah pakai resep dariku, hubungan mereka langsung harmonis! Dia setiap saat bisa unjuk kegagahan laki-laki! Kalau bukan karena hubungan baik kita, resep sebagus ini nggak akan kubagi kasih kamu!"Tirta menepuk dadanya dengan percaya diri, lalu meminta ponsel Mauri dan menulis resepnya di sana."Hahaha, mantap! Kalau ini benaran manjur, berarti kamu membantuku selesaiin masalah besar dalam hidupku! Nanti aku kasih hadiah besar buat kamu!"Mauri menyimpan ponselnya d

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status