Share

Bab 651

Penulis: Hazel
"Kak Nabila, kamu sembunyi dulu di belakang. Jaga dirimu, nggak usah khawatirkan aku!" ucap Tirta kepada Nabila melihat situasi seperti ini. Dengan kecepatan tinggi, dia menerobos ke dalam kerumunan dengan ekspresi marah.

"Hahaha ... dasar bodoh! Kamu kira bisa hadapi orang sebanyak ini dengan tangan kosong? Ayo hajar saja. Lebih bagus lagi kalau hajar sampai mati di tempat!" seru Aaris seraya tertawa dingin saat melihat Tirta menerobos ke kerumunan.

Pandangan itu melampaui kerumunan, jatuh pada
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus lanjut
goodnovel comment avatar
yusri yusri
mana bab selanjutnya
goodnovel comment avatar
yusri yusri
ditunggu bab selanjuynya minmal 20 bab perhari
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2976

    Shanaya berkata dengan ekspresi ragu, "Lokasi penguasa agung sekitar 450 kilometer dari sini. Aku bisa tunjukkan jalan padamu. Demi keamanan, aku sarankan ... kamu pergi sendiri saja. Tinggalkan Nova di sini biar dia nggak terancam bahaya."Tirta tahu Shanaya tidak terlalu percaya dengan kemampuannya, jadi dia langsung menyetujui, "Tentu saja aku nggak keberatan."Shanaya dan Tirta tidak menyangka Nova malah berbicara dengan tegas, "Nggak .... Tetua Shanaya, sekarang aku sudah jadi ... kekasih Tirta. Aku ini calon istrinya. Sekalipun harus mendatangi tempat yang sangat berbahaya, aku tetap mau pergi bersamanya. Kalau terjadi sesuatu pada Tirta, aku nggak ingin hidup lagi."Ucapan Nova membuat Tirta tersentuh.Shanaya menyarankan dengan serius, "Nova, kamu harus pikirkan baik-baik. Jangan main-main dengan nyawa."Nova menyahut dengan yakin, "Tetua Shanaya, aku tahu kamu berniat baik. Tapi, kamu juga tahu sifatku. Setelah aku membuat keputusan, siapa pun nggak bisa membujukku. Bahkan gur

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2975

    Selesai bicara, air mata Nova mengalir lagi. Tirta ingin menghibur Nova, tetapi sekarang mereka tidak saling mencintai. Jadi, tidak ada gunanya Tirta menghibur Nova. Lebih baik Tirta diam saja.Shanaya menghibur Nova lagi, "Nova, kamu harus menjaga dirimu baik-baik. Ke depannya jalanmu masih panjang. Kalau gurumu tahu di alam baka, dia juga nggak ingin lihat kamu menangis setiap hari."Shanaya yang teringat sesuatu memberi tahu Nova tentang kehidupan Nayara sebelumnya di dunia fana, "Oh iya. Sebelum Tetua Nayara datang ke Sekte Hala, dia itu istri seorang pedagang di dunia fana. Dia juga punya seorang putra. Waktu bertahun-tahun sudah berlalu, kalau keturunan Tetua Nayara masih hidup, mungkin kamu bisa menjaga mereka.""Sebelum meninggal, Tetua Nayara sering diam-diam menceritakan masalah ini padaku. Dia sangat menyesal nggak bisa melihat putranya tumbuh sehat, lalu menikah dan punya anak. Dia juga nggak bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri," lanjut Shanaya.Shanaya me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2974

    Krek! Pria licik itu mengepalkan tangannya. Kekuatan spiritual yang pekat bersirkulasi di antara jari-jari tangannya.Akhirnya, pria itu perlahan membuka kepalan tangannya dan tertawa sinis. Dia berkata, "Memangnya kenapa kalau kalian merasa nggak rela? Kultivasi kalian memang nggak dibatasi di istana ini, tapi kalian tetap nggak mampu membunuhku."Pria itu meneruskan, "Kalian harus tunduk padaku dan kenyataan ini nggak bisa diubah lagi. Cepat atau lambat, aku akan membuat kalian melayaniku dengan sukarela. Seperti orang-orang sebelumnya. Cepat pergi!"Pria licik itu adalah penguasa agung. Dia memang terlihat muda, tetapi sebenarnya dia sudah berusia 2 ribu tahun lebih. Kultivasinya masih belum mencapai tingkat pemurnian dewa.Di dunia awani, bisa dibilang bakat pria itu sangat buruk. Dia hanya mengandalkan statusnya yang tidak biasa. Itulah sebabnya dia bisa bertindak semena-mena.Terdapat banyak kamar di dalam istana yang disiapkan untuk para wanita itu. Saat mereka yang lemah hendak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2973

    Awalnya mereka tidak menemukan keberadaan anjing hitam. Tiba-tiba, anjing hitam bersin dua kali dan mengomel, "Sialan, bisa-bisanya pemuda berengsek itu diam-diam menjelek-jelekkanku pada saat-saat seperti ini! Kalau aku bertemu dengannya, aku pasti nggak akan melepaskannya!"Saat anjing hitam menutup mulut dan hidungnya, belasan murid itu menemukan keberadaannya. Semua murid itu menaiki Pedang Terbang untuk buru-buru menghampiri anjing hitam. Mereka berseru."Berhenti!""Siapa yang cari mati? Beraninya kamu mencuri obat spiritual Sekte Gemintang!""Huh! Ternyata anjing liar yang datang karena tertarik dengan aroma obat!""Tapi, anjing hitam ini gemuk dan kekar. Kalau kita tangkap anjing ini dan memanggang dagingnya, rasanya pasti sangat puas!"Setelah melihat jelas tampang anjing hitam, mereka tertawa. Semuanya tidak menganggap anjing hitam sebagai musuh besar.Anjing hitam meraung dan marah-marah, "Kalian mau makan dagingku? Nyali kalian besar sekali! Hari ini, aku akan merebut semua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2972

    Shanaya yang berada di belakang tidak bisa berkutik, tetapi dia tetap bisa berbicara dengan tegas, "Benar. Aku nggak peduli dengan identitasmu aslimu dan tujuanmu. Kalau kamu berani mengecewakan Nova, aku ... juga nggak akan melepaskanmu biarpun harus bertarung mati-matian denganmu!""Tetua Shanaya, kamu tenang saja. Aku memang bukan orang baik, tapi aku selalu menepati janjiku pada wanita. Kalau aku mengecewakan Nova, aku pasti akan dihukum Tuhan!" balas Tirta. Dia mengulurkan tangannya dan bersumpah.Selain itu, Tirta juga membuka segel di tubuh Shanaya dan Nova."Oke. Kalau begitu, mulai sekarang aku sudah jadi kekasihmu. Aku percaya padamu ...," kata Nova sambil memandangi Tirta.Sepertinya Nova ingin melihat Tirta berbohong atau tidak, tetapi Tirta sama sekali tidak menghindar. Tirta juga tidak mundur atau merasa bersalah. Dia tidak takut sedikit pun."Kalau begitu, kita makamkan Tetua Nayara," usul Tirta. Dia tersenyum, lalu tiba-tiba teringat sesuatu. Tirta melanjutkan, "Tunggu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2971

    Rafif adalah seorang pemimpin sekte, tetapi malah diremehkan Tirta. Dia merasa dipermalukan. Rafif menunjukkan ekspresi geram. Namun, dia hanya bisa berteriak dengan perasaan tidak berdaya, "Pesan terakhir .... Hei, jangan terlalu sombong! Aku lebih baik bunuh diri daripada dibunuh olehmu! Kamu akan mati bersamaku!"Kemudian, Rafif mengerahkan kekuatannya secara paksa untuk menghancurkan jiwa dan pusat energinya.Bam! Cahaya yang menyilaukan terpancar bagaikan matahari kecil yang meledak. Kekuatan yang dipancarkannya sangat mengerikan seperti hendak menghancurkan segala sesuatu dalam jarak ratusan kilometer.Kekuatan ini tidak boleh diremehkan. Bukan hanya bisa membuat orang terluka parah, bahkan bisa melukai jiwa orang. Jika Tirta tidak beruntung, mungkin dia benar-benar akan mati bersama Rafif.Jika Tirta membiarkan kekuatan ini terus menyebar, Shanaya dan Nova juga akan mati. Namun, Tirta tidak khawatir. Dia langsung berencana membuka gerbang ketiga dari Teknik Rahasia Delapan Gerb

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1432

    Irene dan Agatha sudah menduga Naura dan Aiko akan bergabung dengan mereka. Jadi, Irene dan Agatha tidak terkejut saat melihat Naura dan Aiko mengikuti mereka mengganti lingeri. Sebaliknya, mereka membantu Naura dan Aiko untuk mencari model lingeri yang cocok.Susanti yang penasaran bertanya, "Bu Na

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1468

    Namun, demi bisa merasakan tubuh Yasmin, si sopir tetap memaksakan senyum palsu sambil berbohong. Saat berbicara, dia bahkan langsung turun dari mobil dan membuka pintu belakang, lalu berusaha memaksa Yasmin keluar serta menyeretnya masuk ke rumah kecil reyot itu!"Nggak! Aku nggak mau! Paman pasti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1417

    Wajah Bella seketika memucat. Sorot matanya penuh dengan rasa kecewa saat memandang Tirta. Dia benar-benar sulit percaya, lebih tepatnya tidak ingin memercayai hal ini.Segera setelah itu, Bella bertanya pada Tirta dengan suara gemetar, "Tirta, jangan-jangan yang barusan kubilang benar ya? Jangan-ja

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1456

    Di depan Betari, dia juga tidak berani menggenggam tangan Tirta.Melihat ini, Tirta pun mengernyit. Dia langsung melindungi Nabila di belakangnya, lalu berbicara dengan suara lembut kepada Betari, "Bibi Betari, aku mengerti perasaanmu sebagai seorang ibu. Kamu pasti nggak ingin putrimu hidup bersama

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status