Share

Bab 933

Author: Hazel
Tirta berpikir sejenak, lalu tersenyum licik dan berucap, "Kalau kamu benar-benar merasa bersalah, kamu kabulkan satu keinginanku saja. Anggap sebagai kompensasi."

Agatha segera mengangguk seraya menyahut, "Apa keinginanmu? Kamu bilang saja. Asalkan aku bisa melakukannya, aku pasti kabulkan keinginanmu."

Tirta mengedipkan matanya, lalu menimpali, "Nanti kita baru bicarakan di mobil. Sekarang kita bicarakan masalah bibit pohon buah dengan bos toko dulu."

"Oh. Kalau begitu, nanti kita baru bicarak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2914

    Tiba-tiba, Devika maju dan berkata dengan ekspresi dingin, "Tunggu dulu!"Abrisam menyipitkan matanya sambil bertanya, "Kamu siapa?"Devika menjawab dengan dingin, "Kamu nggak berhak tahu aku siapa. Tapi, aku beri tahu kamu biar kamu bisa mati dengan tenang. Margaku Lakeswara dan namaku Devika. Apa kalian pernah mendengarnya?"Mendengar perkataan Devika, semua pejabat Kota Yugala langsung tertegun. Mereka bergidik. Para pejabat itu berseru."Apa?""Devika ... Lakeswara? Bukannya itu nama putri presiden?""Astaga! Jangan-jangan Pak Edgar mau kita sambut dia?"Bukan hanya itu, bahkan Yasser dan kedua putranya terkesiap. Mereka memandang Tirta dengan ekspresi terkejut. Ketiganya ketakutan.Yasser berucap dengan suara bergetar, "Kalau dia ini putri presiden, jangan-jangan ... pemuda ini Tirta yang legendaris?"Gluk! Begitu memikirkan hal ini, Yasser dan kedua putranya menelan ludah. Buk! Mereka langsung berlutut di tanah.Biarpun tinggal di Kota Yugala, mereka sudah sering mendengar tentan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2913

    Pemimpin orang-orang yang turun dari mobil yang melaju dari arah barat adalah wali kota. Dia bernama Abrisam. Dia sangat marah begitu melihat mayat Reivan.Tentu saja sekelompok orang yang turun dari arah timur adalah penguasa Kota Yugala. Yasser adalah kepala Keluarga Sultan. Ghaisan adalah putra pertama Yasser dan Daffin adalah putra keduanya. Zharif yang mati adalah putra ketiga Yasser.Selain Abrisam, kepala kepolisian dan semua pejabat Kota Yugala juga termasuk dalam rombongan mobil dari arah barat.Mereka takut dan juga marah saat memandangi mayat-mayat yang bergelimpangan di tanah. Kebencian mereka sangat mendalam dan tidak dihilangkan begitu saja.Bagaimanapun, para tamu yang mati adalah orang kaya di Kota Yugala. Kerugiannya yang dialami para pejabat dan Keluarga Sultan sangat besar setelah mereka mati.Kepala Keluarga Sultan yang bernama Yasser hampir berusia 60 tahun. Tatapannya sangat galak. Dia memelototi Tirta dan bertanya dengan geram, "Hei, sebenarnya kamu siapa? Apa ka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2912

    Tirta membunuh Vino hanya untuk menggertak semua orang.Reivan menahan rasa takut sembari maju dan berkata, "Tunggu sebentar. Dewa, orang mati nggak akan bisa hidup kembali. Aku yakin semua orang di tempat juga sedih setelah tahu masalah ini. Kami memang nggak perlu bertanggung jawab, tapi kami kasihan melihat apa yang dialami orang tua mahasiswi itu."Reivan meneruskan, "Menurutku, begini saja. Masing-masing dari kami bersedia mengeluarkan 2 miliar sebagai kompensasi untuk trauma yang dialami orang tua mahasiswi itu. Menurutmu bagaimana?"Mata para tamu di tempat berbinar-binar. Mereka menimpali."Benar, masalah ini memang nggak ada hubungannya dengan kami. Tapi, kami semua tetap bersedia mengeluarkan 2 miliar sebagai kompensasi.""Dewa, lihatlah. Kami begitu baik hati. Tolong biarkan kami pergi!""Kalau 2 miliar nggak cukup, kami juga bisa memberi mereka 4 miliar."Sekarang ini satu-satunya kesempatan mereka untuk hidup. Jadi, mereka berebutan bicara. Mereka takut mati jika terlambat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2911

    Mendengar perkataan Tirta, seketika jantung para tamu berdegup kencang. Mereka bisa merasakan niat membunuh intens yang terpancar dari tubuh Tirta.Jadi, Tirta pasti memegang omongannya dan tidak membual. Alhasil, para tamu tidak berani bersuara.Vino ketakutan setengah mati setelah didorong Reivan dan Zharif. Dia sangat lemas sampai-sampai tidak bisa berdiri.Vino berteriak dengan panik, "Memangnya kenapa kalau kami melakukan hal itu? Atas dasar apa ... kamu mengadili kami? Sekalipun kamu sangat hebat, kamu bukan polisi! Kamu cuma rakyat biasa, jadi kamu melanggar hukum kalau membunuh orang!"Wanita itu juga berteriak dengan suara bergetar, "Benar, kamu nggak berhak mengadili kami! Kalau kamu berani menyentuh kami, aku langsung lapor polisi untuk menangkapmu!"Saat mereka berdua bicara, Zharif sudah diam-diam menelepon kakak dan ayahnya. Hal ini karena masalah ini sudah di luar kendali Zharif.Tirta tentu melihat tindakan Zharif, tetapi dia tidak peduli. Justru lebih baik jika Zharif

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2910

    Pria paruh baya menyeka air matanya. Dia kembali ke sisi istrinya sambil menangis tersedu-sedu.Semua orang kaget. Mereka berseru sembari memelotot."Apa yang terjadi?""Kenapa orang itu tiba-tiba menghilang?"Vino yang tidak percaya mencubit dirinya sendiri untuk memastikan dia tidak bermimpi. Dia bergumam, "Mana mungkin .... Apa tubuh pengawal itu meledak setelah ditinju?"Wanita yang berada di samping Vino tidak berani bicara lagi. Dia sangat ketakutan sampai kedua kakinya gemetaran.Ekspresi Zharif berubah drastis. Dia segera memerintah pengawal yang tersisa, "Kenapa kalian diam saja? Semuanya maju. Pakai semua jurus kalian, nggak usah ragu!"Pada saat yang sama, Zharif juga mengamati Tirta dengan saksama. Sepertinya dia ingin melihat teknik yang digunakan Tirta.Reivan juga kepikiran sesuatu. Dia bertanya dengan ekspresi terkejut, "Zharif, jangan-jangan pemuda ini pemurni energi yang kamu bilang tadi?"Ekspresi Zharif menjadi sangat masam. Dia menjawab, "Aku nggak yakin. Kita akan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2909

    Kemudian, para pengawal itu mengikuti Zharif. Mereka semua bertubuh kekar dan tampak garang saat berjalan. Sudah jelas mereka tidak mudah dihadapi.Vino tahu jelas kehebatan para pengawal ini. Dia mendengus dan bergumam, "Begitu banyak orang yang turun. Pemuda itu pasti akan dihajar habis-habisan!"Vino sudah membayangkan momen Tirta dihajar sampai meminta ampun.Reivan mengikuti di paling belakang. Ekspresinya tampak datar. Dia hanya memedulikan para wanita cantik itu. Sebenarnya Reivan juga ikut menyiksa mahasiswi itu beberapa hari yang lalu.Setelah beberapa saat, Zharif dan lainnya keluar dari Artemis Tower dengan garang. Di perjalanan, banyak tamu sudah mendengar kabar Vino dipukul dan Tirta yang sok pahlawan. Mereka ikut keluar karena ingin menyaksikan pertunjukan menarik.Sementara itu, Tirta sudah kehilangan kesabaran karena menunggu terlalu lama. Melihat segerombolan orang datang, dia bertanya dengan suara keras, "Mana Zharif?"Banyak tamu mentertawakan Tirta."Hahaha, nyali p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1048

    "Tirta" yang puas mengangguk dan menyahut, "Bagus, kamu pergi saja. Ingat, aku nggak mau diganggu."Setelah "Tirta" masuk ke kamar, entah bagaimana caranya pintu kamar tertutup sendiri. Bella yang berdiri di depan pintu kamar bergumam, "Ada apa dengan Tirta?"Bella merasa resah, tetapi dia juga tida

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1102

    Tak lama kemudian, Jadid segera memerintahkan orang-orangnya untuk mengangkut Fasahat dan Lior yang sudah sekarat untuk keluar dari rumah sakit. Sesuai instruksi Tirta, dia juga pergi menemui kepala polisi yang baru, Mauri.Menyebut nama Mauri membuat Tirta berpikir sejenak."Sekarang aku sudah bera

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1018

    Tiba-tiba, ponsel Saba berdering. Begitu melihat Tirta menelepon, mata Saba berbinar-binar. Saba segera memanggil Yahsva, "Yahsva, tunggu sebentar. Tirta yang telepon, aku bantu kamu tanya kapan dia punya waktu datang ke ibu kota. Nanti kamu baru bereskan urusanmu.""Kebetulan sekali! Saba, cepat b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1114

    Batu spiritual yang diperoleh Tirta dari Yusril pada siang hari juga entah sejak kapan sudah diserap oleh Genta. Tirta bahkan tidak sempat untuk melihatnya lebih lama.Karena merasa bosan, Tirta naik ke ranjang dan duduk bersila di samping Bella, lalu mulai melakukan latihan kultivasi diam-diam. Tir

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status