Share

Bab 934

Penulis: Hazel
Tirta menegaskan, "Bu, sudah kubilang kamu nggak usah sungkan. Kebetulan aku ada di sini, jadi aku bisa menyelamatkan anakmu. Untuk urusan bisnis, semuanya tetap harus diperhitungkan dengan jelas. Kalau aku kurang bayar 1 miliar, takutnya kamu nggak dapat keuntungan. Kalau kamu nggak mau terima, aku nggak beli lagi."

Bos toko bersikeras berkata, "Jangan begitu. Aku juga nggak marah biarpun kamu nggak beli. Aku cuma punya 1 anak, dia lebih berharga dari nyawaku. Kamu menyelamatkan anakku dan meme
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
goodnovel comment avatar
aditiyasr1801
lanjutkan semangat
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2914

    Tiba-tiba, Devika maju dan berkata dengan ekspresi dingin, "Tunggu dulu!"Abrisam menyipitkan matanya sambil bertanya, "Kamu siapa?"Devika menjawab dengan dingin, "Kamu nggak berhak tahu aku siapa. Tapi, aku beri tahu kamu biar kamu bisa mati dengan tenang. Margaku Lakeswara dan namaku Devika. Apa kalian pernah mendengarnya?"Mendengar perkataan Devika, semua pejabat Kota Yugala langsung tertegun. Mereka bergidik. Para pejabat itu berseru."Apa?""Devika ... Lakeswara? Bukannya itu nama putri presiden?""Astaga! Jangan-jangan Pak Edgar mau kita sambut dia?"Bukan hanya itu, bahkan Yasser dan kedua putranya terkesiap. Mereka memandang Tirta dengan ekspresi terkejut. Ketiganya ketakutan.Yasser berucap dengan suara bergetar, "Kalau dia ini putri presiden, jangan-jangan ... pemuda ini Tirta yang legendaris?"Gluk! Begitu memikirkan hal ini, Yasser dan kedua putranya menelan ludah. Buk! Mereka langsung berlutut di tanah.Biarpun tinggal di Kota Yugala, mereka sudah sering mendengar tentan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2913

    Pemimpin orang-orang yang turun dari mobil yang melaju dari arah barat adalah wali kota. Dia bernama Abrisam. Dia sangat marah begitu melihat mayat Reivan.Tentu saja sekelompok orang yang turun dari arah timur adalah penguasa Kota Yugala. Yasser adalah kepala Keluarga Sultan. Ghaisan adalah putra pertama Yasser dan Daffin adalah putra keduanya. Zharif yang mati adalah putra ketiga Yasser.Selain Abrisam, kepala kepolisian dan semua pejabat Kota Yugala juga termasuk dalam rombongan mobil dari arah barat.Mereka takut dan juga marah saat memandangi mayat-mayat yang bergelimpangan di tanah. Kebencian mereka sangat mendalam dan tidak dihilangkan begitu saja.Bagaimanapun, para tamu yang mati adalah orang kaya di Kota Yugala. Kerugiannya yang dialami para pejabat dan Keluarga Sultan sangat besar setelah mereka mati.Kepala Keluarga Sultan yang bernama Yasser hampir berusia 60 tahun. Tatapannya sangat galak. Dia memelototi Tirta dan bertanya dengan geram, "Hei, sebenarnya kamu siapa? Apa ka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2912

    Tirta membunuh Vino hanya untuk menggertak semua orang.Reivan menahan rasa takut sembari maju dan berkata, "Tunggu sebentar. Dewa, orang mati nggak akan bisa hidup kembali. Aku yakin semua orang di tempat juga sedih setelah tahu masalah ini. Kami memang nggak perlu bertanggung jawab, tapi kami kasihan melihat apa yang dialami orang tua mahasiswi itu."Reivan meneruskan, "Menurutku, begini saja. Masing-masing dari kami bersedia mengeluarkan 2 miliar sebagai kompensasi untuk trauma yang dialami orang tua mahasiswi itu. Menurutmu bagaimana?"Mata para tamu di tempat berbinar-binar. Mereka menimpali."Benar, masalah ini memang nggak ada hubungannya dengan kami. Tapi, kami semua tetap bersedia mengeluarkan 2 miliar sebagai kompensasi.""Dewa, lihatlah. Kami begitu baik hati. Tolong biarkan kami pergi!""Kalau 2 miliar nggak cukup, kami juga bisa memberi mereka 4 miliar."Sekarang ini satu-satunya kesempatan mereka untuk hidup. Jadi, mereka berebutan bicara. Mereka takut mati jika terlambat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2911

    Mendengar perkataan Tirta, seketika jantung para tamu berdegup kencang. Mereka bisa merasakan niat membunuh intens yang terpancar dari tubuh Tirta.Jadi, Tirta pasti memegang omongannya dan tidak membual. Alhasil, para tamu tidak berani bersuara.Vino ketakutan setengah mati setelah didorong Reivan dan Zharif. Dia sangat lemas sampai-sampai tidak bisa berdiri.Vino berteriak dengan panik, "Memangnya kenapa kalau kami melakukan hal itu? Atas dasar apa ... kamu mengadili kami? Sekalipun kamu sangat hebat, kamu bukan polisi! Kamu cuma rakyat biasa, jadi kamu melanggar hukum kalau membunuh orang!"Wanita itu juga berteriak dengan suara bergetar, "Benar, kamu nggak berhak mengadili kami! Kalau kamu berani menyentuh kami, aku langsung lapor polisi untuk menangkapmu!"Saat mereka berdua bicara, Zharif sudah diam-diam menelepon kakak dan ayahnya. Hal ini karena masalah ini sudah di luar kendali Zharif.Tirta tentu melihat tindakan Zharif, tetapi dia tidak peduli. Justru lebih baik jika Zharif

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2910

    Pria paruh baya menyeka air matanya. Dia kembali ke sisi istrinya sambil menangis tersedu-sedu.Semua orang kaget. Mereka berseru sembari memelotot."Apa yang terjadi?""Kenapa orang itu tiba-tiba menghilang?"Vino yang tidak percaya mencubit dirinya sendiri untuk memastikan dia tidak bermimpi. Dia bergumam, "Mana mungkin .... Apa tubuh pengawal itu meledak setelah ditinju?"Wanita yang berada di samping Vino tidak berani bicara lagi. Dia sangat ketakutan sampai kedua kakinya gemetaran.Ekspresi Zharif berubah drastis. Dia segera memerintah pengawal yang tersisa, "Kenapa kalian diam saja? Semuanya maju. Pakai semua jurus kalian, nggak usah ragu!"Pada saat yang sama, Zharif juga mengamati Tirta dengan saksama. Sepertinya dia ingin melihat teknik yang digunakan Tirta.Reivan juga kepikiran sesuatu. Dia bertanya dengan ekspresi terkejut, "Zharif, jangan-jangan pemuda ini pemurni energi yang kamu bilang tadi?"Ekspresi Zharif menjadi sangat masam. Dia menjawab, "Aku nggak yakin. Kita akan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2909

    Kemudian, para pengawal itu mengikuti Zharif. Mereka semua bertubuh kekar dan tampak garang saat berjalan. Sudah jelas mereka tidak mudah dihadapi.Vino tahu jelas kehebatan para pengawal ini. Dia mendengus dan bergumam, "Begitu banyak orang yang turun. Pemuda itu pasti akan dihajar habis-habisan!"Vino sudah membayangkan momen Tirta dihajar sampai meminta ampun.Reivan mengikuti di paling belakang. Ekspresinya tampak datar. Dia hanya memedulikan para wanita cantik itu. Sebenarnya Reivan juga ikut menyiksa mahasiswi itu beberapa hari yang lalu.Setelah beberapa saat, Zharif dan lainnya keluar dari Artemis Tower dengan garang. Di perjalanan, banyak tamu sudah mendengar kabar Vino dipukul dan Tirta yang sok pahlawan. Mereka ikut keluar karena ingin menyaksikan pertunjukan menarik.Sementara itu, Tirta sudah kehilangan kesabaran karena menunggu terlalu lama. Melihat segerombolan orang datang, dia bertanya dengan suara keras, "Mana Zharif?"Banyak tamu mentertawakan Tirta."Hahaha, nyali p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2545

    Dizhwar benar-benar takut mati dan juga ambisius. Namun, dia tidak menyangka dirinya yang egois dan penakut hampir membuat seluruh rakyat Negara Darsia mengalami bencana besar. Dizhwar adalah penjahat keji yang mencelakai semua rakyat Negara Darsia.Ketika Dizhwar buru-buru mencari keberadaan orang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2532

    Yonatan menambahkan, "Sebentar lagi mereka akan menyampaikan kabar itu di Negara Darsia dan rencana keji kalian nggak akan berhasil."Sebenarnya Yonatan ingin memperdaya para polisi Negara Martim ini, lalu mencari kesempatan untuk menyuruh cucunya kabur. Namun, para polisi Negara Martim tidak memerc

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2575

    Serena memang sudah menduga Benika akan berbicara seperti ini, tetapi dia tetap merasa kecewa saat mendengar Benika melontarkan kata-kata itu tanpa ragu.Serena menggigit bibirnya. Air matanya hampir mengalir. Dia bertanya, "Kak Benika ... apa benar-benar nggak ada cara lain lagi?"Benika yang tidak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2610

    Satrio menolak, "Nggak bisa. Aku harus menyimpan uang ini. Bagaimana aku mencari pacar kalau nggak punya uang?"Satrio yang juga serakah berebutan dengan ibunya. Mereka berdua benar-benar berkelahi demi uang itu. Akhirnya, mereka pingsan di atas uang-uang itu karena kehabisan tenaga.....Pada saat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status