Share

Bab 99

Author: Hazel
Dalam video tersebut, bukan hanya ada adegan Boris yang membuat keributan, tetapi juga ada adegan di mana warga desa sekitar berdiri bersama untuk membela Tirta.

Setelah Susanti dan sekelompok polisi menonton video itu, mereka pun percaya pada ucapan Tirta. Susanti segera mengayunkan tangannya. Dua polisi pria yang berbadan kekar langsung mendekati Boris.

Susanti berucap, "Kamu diduga melanggar hukum dan mengganggu ketertiban umum. Sekarang, kami harus menahanmu untuk diinterogasi selama lebih d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantab lanjut
goodnovel comment avatar
Aria Alfatih
iklan mulu
goodnovel comment avatar
Mulyono Arema
ok sip... bikin ketagihan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3362

    Mengenai apa yang terjadi di dalam reruntuhan surgawi, Tirta dan yang lainnya tentu saja tidak mengetahuinya. Saat ini, mereka baru saja keluar dari lorong dan kembali ke dunia luar. Mereka bahkan belum sempat menikmati udara segar di dunia luar.Sret sret sret!Tiba-tiba terdengar beberapa suara benda tajam yang membelah udara. Bagaikan ular berbisa yang telah lama bersembunyi dan langsung melancarkan serangan mematikan begitu mangsanya lewat."Hm? Siapa yang berani lakukan penyergapan di sini?" kata Selvi sambil mendengus sebelum Tirta sempat melihat dengan jelas apa yang datang menyerang. Dengan telapak tangannya yang putih dan halus, dia melayangkan satu pukulan dan puluhan belati merah langsung menjadi serbuk besi.Plak plak plak plak!"Mampu hancurkan serangan gabungan dari sebelas kultivator tingkat semi pencapaian agung hanya dengan satu telapak tangan saja. Reputasi Jangkrik Suci yang menduduki peringkat kedelapan belas di Kota Suci dunia awani memang benar," kata Bakrie denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3361

    "Aduh ... pinggangku," keluh Tabib Suci yang terjatuh tepat di samping Tirta. Dia telungkup di tanah cukup lama juga tidak bangkit kembali."Uhuk uhuk .... Kak, karena Kakak sudah keluar dari jalan ujian, aku rasa sudah waktunya kita tinggalkan tempat ini. Aku masih punya beberapa urusan penting yang harus diselesaikan," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa canggung, melainkan segera membantu Tabib Suci berdiri. Saat Tabib Suci sedang tidak memperhatikan, dia diam-diam menyelipkan puluhan Cincin Penyimpanan ke pakaian Tabib Suci."Baik. Kalau begitu, ayo kita tinggalkan tempat ini," kata Tabib Suci sambil menyeringai dan menganggukkan kepala. Tubuhnya jelas tidak setangguh Tirta yang tahan dipukul.Setelah kejadian itu, keduanya menjadi jauh lebih sopan saat kembali ke hadapan Selvi.Setelah Tirta menjelaskan keadaannya, Priya juga setuju sepenuhnya untuk segera meninggalkan tempat itu. Bagaimanapun juga, kali ini mereka juga sudah mendapatkan hasil yang sangat besar. Satu-satunya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3360

    "Kakak baru saja keluar dari jalan ujian, tapi sudah bisa tahu langit dan bumi di tempat ini nggak sempurna. Sepertinya hasil yang Kakak dapat kali ini benar-benar luar biasa," kata Tirta sambil tersenyum."Tirta, sejujurnya ini nggak bisa dibilang dapat hasil yang besar. Aku hanya dapat pemahaman yang lebih mendalam soal alam dan segala kehidupan," jawab Tabib Suci dengan sangat rendah hati.Sebenarnya, pengalaman yang dialami Tabib Suci di jalan ujian hampir sama dengan Tirta. Dia melihat pohon purba menjulang tinggi dan planet-planet di setiap helai daunnya. Dia juga merasakan siklus kejayaan serta kemunduran segala makhluk dan pergantian tiada henti antara hidup dan mati. Dari sana, dia paham pertumbuhan segala sesuatu memiliki hukum kehidupan yang tak pernah terputus."Selamat, Tabib Suci.""Selamat, Tabib Suci ...."Setelah melihat Selvi menerobos ke tingkat pencapaian agung dan kini mendengar Tabib Suci juga hampir berhasil menerobos kapan pun, perasaan ketiga Orang Suci dunia a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3359

    Boom!Saat kepalan tangan Selvi dan telapak tangan itu bertabrakan, kekuatan dahsyat meledak dari titik benturan dan menyapu ke segala arah bagaikan gelombang raksasa.Krak!Dalam radius seratus mil, pepohonan berubah menjadi abu, pegunungan runtuh, dan bebatuan beterbangan menembus awan.Pada saat yang bersamaan, telapak tangan keriput itu juga dihancurkan oleh kepalan mungilnya Selvi hingga meledak berkeping-keping."Aargh ... mana mungkin kekuatanmu bisa meningkat begitu drastis. Ini bukan kekuatan seorang kultivator tingkat pencapaian agung," jerit makhluk itu dengan marah dan terkejut dari balik kabut hitam pekat. Tanpa ragu sedikit pun, dia langsung berbalik dan melarikan diri.Selvi yang saat ini benar-benar berbeda dibandingkan sebelumnya dan perbedaannya itu bagaikan langit dan bumi. Meskipun roh ganas era surgawi itu telah menyerap darah dan esensi banyak kultivator tingkat penebas dewa, roh itu tetap tidak mampu menahan satu pukulan Selvi."Huh. Teknik kultivasiku sudah semp

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3358

    "Nenek iblis, apa maksudmu ini? Suamiku sudah susah payah melindungimu selama kamu menerobos tingkatan, tapi kamu malah langsung pukul suamiku setelah berhasil. Keterlaluan sekali. Aku akan melawanmu," kata Irena yang tidak tahu situasi sebenarnya dan langsung dipenuhi amarah. Dia menghunus Pedang Haus Darah dan menusukkannya ke arah arah jantung Selvi dari belakang.Namun, saat Selvi tidak berjaga-jaga pun, Irena sudah tidak mampu melukai Selvi yang kini kekuatannya meningkat pesat."Kenapa Senior Selvi tiba-tiba pukul Tirta? Jangan-jangan dia kesurupan?"Yumika dan Priya juga hendak menghentikan Selvi. Namun, mereka melihat Selvi tidak menyerang dengan sungguh-sungguh dan tidak menggunakan kekuatan spiritual sedikit pun, bahkan hanya mengandalkan kekuatan fisik untuk memukuli Tirta. Oleh karena itu, mereka akhirnya memilih untuk diam. Meskipun begitu, mereka tetap merasa heran."Selvi, Tuan Tirta sudah melindungimu selama kamu menerobos tingkatan dan bahkan selamatkan nyawa kita semu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3357

    Cahaya hijau muda mulai muncul bagaikan tunas yang baru saja tumbuh. Hijau itu begitu cerah hingga mengalahkan cahaya emas sebelumnya dan dipenuhi aura kehidupan yang melimpah."Begitu jangkrik emas itu berubah jadi hijau sepenuhnya, Senior Selvi juga akan berhasil tembus tingkat pencapaian agung," kata Tirta.Namun pada saat itu, Tirta sama sekali tidak lengah. Karena selain ada tiga roh ganas dari era surgawi yang mengintai dalam kegelapan, Sodam juga entah bersembunyi di mana. Begitu Selvi berhasil menerobos tingkatan, bencana langit akan turun untuk memusnahkan orang yang menentang langit itu hingga menjadi abu."Salah. Obat spiritual di tempat ini nggak pernah mengalami bencana langit. Kalau wilayah ini memang nggak ada bencana langit, apa Senior Selvi masih termasuk berhasil menembus tingkatan?" kata Tirta saat sebuah pemikiran lain tiba-tiba muncul di benaknya. Tentu saja, dia belum pernah menemui keadaan seperti ini sebelumnya. Oleh karena itu, dia hanya bisa terus mengamati ap

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1687

    Melihat situasi ini, Nabila, Tina, dan lainnya berseru kaget, "Yasmin, hati-hati!"Mereka berkeringat saking takutnya. Mulut anjing hitam yang besar itu seperti hendak menelan lengan Yasmin. Anjing hitam meraung.Namun, Yasmin sama sekali tidak panik. Dia mengitari anjing hitam setengah putaran deng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1769

    Kali ini, giliran Devika yang menghindari tatapan Marila. Dia menyahut dengan ragu, "Ha? Aku ... karena aku teringat dengan apa yang dilakukan pria berengsek padaku malam itu. Itulah sebabnya aku tahu.""Masalahnya ... biarpun begitu, bukannya kamu sangat membenci Pak Tirta? Kenapa kamu menanyakan m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1587

    "Oke. Seharusnya aku memang nggak ganggu Tirta waktu dia mengobati ayahnya," ucap Bella. Dia tidak jadi mengikuti Tirta masuk. Bella menunggu di depan pintu kamar bersama Marila dan Shinta.Tirta yang sudah masuk ke kamar berusaha menahan kesedihannya agar bisa fokus mengobati Orion. Sewaktu berdiri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1573

    Sekarang Bella sudah mengetahuinya. Kelak jika Tirta memperhatikan wanita lain, Bella pasti akan curiga Tirta menggunakan mata tembus pandang."Siapa tahu kamu melihat atau nggak? Nggak ada gunanya kamu bilang begitu," balas Bella. Tentu saja dia tidak percaya.Sekarang Marila dan Shinta sudah berhe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status