LOGINMengenai apa yang terjadi di dalam reruntuhan surgawi, Tirta dan yang lainnya tentu saja tidak mengetahuinya. Saat ini, mereka baru saja keluar dari lorong dan kembali ke dunia luar. Mereka bahkan belum sempat menikmati udara segar di dunia luar.Sret sret sret!Tiba-tiba terdengar beberapa suara benda tajam yang membelah udara. Bagaikan ular berbisa yang telah lama bersembunyi dan langsung melancarkan serangan mematikan begitu mangsanya lewat."Hm? Siapa yang berani lakukan penyergapan di sini?" kata Selvi sambil mendengus sebelum Tirta sempat melihat dengan jelas apa yang datang menyerang. Dengan telapak tangannya yang putih dan halus, dia melayangkan satu pukulan dan puluhan belati merah langsung menjadi serbuk besi.Plak plak plak plak!"Mampu hancurkan serangan gabungan dari sebelas kultivator tingkat semi pencapaian agung hanya dengan satu telapak tangan saja. Reputasi Jangkrik Suci yang menduduki peringkat kedelapan belas di Kota Suci dunia awani memang benar," kata Bakrie denga
"Aduh ... pinggangku," keluh Tabib Suci yang terjatuh tepat di samping Tirta. Dia telungkup di tanah cukup lama juga tidak bangkit kembali."Uhuk uhuk .... Kak, karena Kakak sudah keluar dari jalan ujian, aku rasa sudah waktunya kita tinggalkan tempat ini. Aku masih punya beberapa urusan penting yang harus diselesaikan," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa canggung, melainkan segera membantu Tabib Suci berdiri. Saat Tabib Suci sedang tidak memperhatikan, dia diam-diam menyelipkan puluhan Cincin Penyimpanan ke pakaian Tabib Suci."Baik. Kalau begitu, ayo kita tinggalkan tempat ini," kata Tabib Suci sambil menyeringai dan menganggukkan kepala. Tubuhnya jelas tidak setangguh Tirta yang tahan dipukul.Setelah kejadian itu, keduanya menjadi jauh lebih sopan saat kembali ke hadapan Selvi.Setelah Tirta menjelaskan keadaannya, Priya juga setuju sepenuhnya untuk segera meninggalkan tempat itu. Bagaimanapun juga, kali ini mereka juga sudah mendapatkan hasil yang sangat besar. Satu-satunya
"Kakak baru saja keluar dari jalan ujian, tapi sudah bisa tahu langit dan bumi di tempat ini nggak sempurna. Sepertinya hasil yang Kakak dapat kali ini benar-benar luar biasa," kata Tirta sambil tersenyum."Tirta, sejujurnya ini nggak bisa dibilang dapat hasil yang besar. Aku hanya dapat pemahaman yang lebih mendalam soal alam dan segala kehidupan," jawab Tabib Suci dengan sangat rendah hati.Sebenarnya, pengalaman yang dialami Tabib Suci di jalan ujian hampir sama dengan Tirta. Dia melihat pohon purba menjulang tinggi dan planet-planet di setiap helai daunnya. Dia juga merasakan siklus kejayaan serta kemunduran segala makhluk dan pergantian tiada henti antara hidup dan mati. Dari sana, dia paham pertumbuhan segala sesuatu memiliki hukum kehidupan yang tak pernah terputus."Selamat, Tabib Suci.""Selamat, Tabib Suci ...."Setelah melihat Selvi menerobos ke tingkat pencapaian agung dan kini mendengar Tabib Suci juga hampir berhasil menerobos kapan pun, perasaan ketiga Orang Suci dunia a
Boom!Saat kepalan tangan Selvi dan telapak tangan itu bertabrakan, kekuatan dahsyat meledak dari titik benturan dan menyapu ke segala arah bagaikan gelombang raksasa.Krak!Dalam radius seratus mil, pepohonan berubah menjadi abu, pegunungan runtuh, dan bebatuan beterbangan menembus awan.Pada saat yang bersamaan, telapak tangan keriput itu juga dihancurkan oleh kepalan mungilnya Selvi hingga meledak berkeping-keping."Aargh ... mana mungkin kekuatanmu bisa meningkat begitu drastis. Ini bukan kekuatan seorang kultivator tingkat pencapaian agung," jerit makhluk itu dengan marah dan terkejut dari balik kabut hitam pekat. Tanpa ragu sedikit pun, dia langsung berbalik dan melarikan diri.Selvi yang saat ini benar-benar berbeda dibandingkan sebelumnya dan perbedaannya itu bagaikan langit dan bumi. Meskipun roh ganas era surgawi itu telah menyerap darah dan esensi banyak kultivator tingkat penebas dewa, roh itu tetap tidak mampu menahan satu pukulan Selvi."Huh. Teknik kultivasiku sudah semp
"Nenek iblis, apa maksudmu ini? Suamiku sudah susah payah melindungimu selama kamu menerobos tingkatan, tapi kamu malah langsung pukul suamiku setelah berhasil. Keterlaluan sekali. Aku akan melawanmu," kata Irena yang tidak tahu situasi sebenarnya dan langsung dipenuhi amarah. Dia menghunus Pedang Haus Darah dan menusukkannya ke arah arah jantung Selvi dari belakang.Namun, saat Selvi tidak berjaga-jaga pun, Irena sudah tidak mampu melukai Selvi yang kini kekuatannya meningkat pesat."Kenapa Senior Selvi tiba-tiba pukul Tirta? Jangan-jangan dia kesurupan?"Yumika dan Priya juga hendak menghentikan Selvi. Namun, mereka melihat Selvi tidak menyerang dengan sungguh-sungguh dan tidak menggunakan kekuatan spiritual sedikit pun, bahkan hanya mengandalkan kekuatan fisik untuk memukuli Tirta. Oleh karena itu, mereka akhirnya memilih untuk diam. Meskipun begitu, mereka tetap merasa heran."Selvi, Tuan Tirta sudah melindungimu selama kamu menerobos tingkatan dan bahkan selamatkan nyawa kita semu
Cahaya hijau muda mulai muncul bagaikan tunas yang baru saja tumbuh. Hijau itu begitu cerah hingga mengalahkan cahaya emas sebelumnya dan dipenuhi aura kehidupan yang melimpah."Begitu jangkrik emas itu berubah jadi hijau sepenuhnya, Senior Selvi juga akan berhasil tembus tingkat pencapaian agung," kata Tirta.Namun pada saat itu, Tirta sama sekali tidak lengah. Karena selain ada tiga roh ganas dari era surgawi yang mengintai dalam kegelapan, Sodam juga entah bersembunyi di mana. Begitu Selvi berhasil menerobos tingkatan, bencana langit akan turun untuk memusnahkan orang yang menentang langit itu hingga menjadi abu."Salah. Obat spiritual di tempat ini nggak pernah mengalami bencana langit. Kalau wilayah ini memang nggak ada bencana langit, apa Senior Selvi masih termasuk berhasil menembus tingkatan?" kata Tirta saat sebuah pemikiran lain tiba-tiba muncul di benaknya. Tentu saja, dia belum pernah menemui keadaan seperti ini sebelumnya. Oleh karena itu, dia hanya bisa terus mengamati ap
Seperti yang diduga, pemandangan penuh dengan mayat yang tewas dalam kondisi mengenaskan."Sepertinya mereka semua adalah orang dari Negara Yumai. Bagus kalau mereka mati! Eh, nggak, maksudku ini terlalu kejam!""Kenapa pelakunya kejam sekali?""Mereka nggak sepantasnya dibantai dengan begitu sadis
Duar!Mendengar itu, Hafiz langsung merasa jantungnya seperti ditusuk, seakan-akan petir menyambar di siang bolong, menggema dalam benaknya. Bahkan, napasnya pun tertahan sejenak!'Petinggi ibu kota .... Aku bersusah payah selama seluruh hidupku, tapi hanya bisa menjadi bawahan kelas menengah di Pro
Pedang Terbang yang bergerak sangat cepat menebas belasan kepala ahli serangga dalam sekejap. Para ahli serangga dari Desa Hiradi dan Desa Tayur tidak mampu menangkis serangan Tirta. Serangga guna-guna yang mereka banggakan sangat lemah di hadapan Pedang Terbang, seperti anak kecil 3 tahun yang meng
Ternyata setelah Shinta kembali ke ibu kota, Marila mulai menyadari ada yang aneh dengan perubahan di tubuh adiknya itu, khususnya di area payudara.Meskipun biasanya tertutupi pakaian dan tidak mudah terlihat oleh orang luar, Marila dan Shinta adalah kakak beradik. Tentu saja mereka kerap bersentuh







