Share

Bab 49

Author: Lavendulaaa
last update Last Updated: 2025-12-18 22:04:55

Ardi menunggu dengan tenang di dalam mobil, hingga pintu mobilnya terbuka. Wajahnya ldengan cepat langsung memunculkan senyum yang otomatis keluar saat melihat gadis yang saat ini duduk di sampingnya. Pria itu membawa Naya ke dalam pelukannya sebelum menjalankan mobilnya.

“Sudah nggak marah, kan?” tanya Ardi.

“Bukan marah. Cuma kesal aja kemarin. Terus gimana semalam waktu Bapak ngobrol sama Bu Miya?” balas Naya.

“Dia ternyata masih sama, saya kira setelah lama saya jarang pulang tepat waktu, dia bakal berubah. Nyatanya, malah sama. Saya telepon dia baru, dia mau pulang,” kata Ardi.

“Hubungan Bapak sam Bu Miya memang nggak selancar itu kah?” Naya mulai penasaran dengan pikirannya sendiri.

“Iya, bisa dibilang gitu. Saya dulu kayak kecintaan banget sama dia. Sampai-sampai dia kasih syarat buat bisa dekat dan nikahin dia, saya terima aja.” Ardi mulai menceritakannya.

“Emang apa syaratnya, Pak?” tanya Naya penasaran.

“Lanjut S2, dan bayarin dia S2. Sekarang juga dia lagi S3 dan kalau s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 64

    Kebersamaan yang Naya dan Xera lakukan sungguh menghapuskan rasa rindu mereka satu sama lain. Sejak meninggalnya Reski, tidak ada waktu mereka untuk bersama seperti ini. Kali ini, mereka benar-benar ingin menghabiskan waktu bersama, meski hanya sesingkat mungkin. Langkah kedua wanita itu berhenti di sebuah toko mainan. Keduanya saling menoleh dan secara bersamaan. Lalu, mereka mengangguk bersama dan berjalan memasuki toko mainan tersebut. Seolah melakukan nostalgia, keduanya tertawa bersama saat mengingat bagaimana dulu Naya sering bertengkar dengan Reski hanya untuk membeli mainan. Naya tertawa saat Xera memeragakan apa yang selalu Naya lakukan pada Reski. Wajahnya memerah saat Xera terus menggodanya."Aunty, jangan terus menggodaku. Takutnya, kamu malah kangen Ores, bukan kangen aku kecil," kata Naya yang balik menggoda Xera.Mendengar hal itu, Xera hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya. Tawa mereka terhenti, saat terdengar suara yang memanggil nama Naya. Keduanya menoleh ke a

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 63

    Di makam Reski, Miya menatap heran buket bunga yang ada di makam Reski. Namun, saat menatap ke arah wanita yang baru saja pergi, Miya malah mengerutkan dahinya heran. Dia menatap saat kedua orang itu berjalan menjauh dari area pemakaman. Miya menaruh buketnya di makam Reski, berdampingan dengan buket yang sudah ada di sana. Dia menatap buket lily yang masih sangat fresh itu. Ada rasa penasaran dengan apa yang sebelumnya dia lihat. “Cewekmu datang, ya. Pada akhirnya, meski kamu membawa cintanya pergi, kakakmu masih sangat menyukainya dan tetap membenciku,” gumam Miya menatap makam pria yang dulu dia inginkan sepenuh hatinya.Sementara itu, di pojokan kafe, Naya duduk menatap Xera, sembari menunggu pesanan mereka datang. Naya menunggu wanita di depannya itu menjelaskan apa yang dia lihat di makam tadi. Xera tersenyum miris sebentar dan menghela napasnya erlahan.“Dia mantan Reski. Sebelum pacaran sama aku, dia pacaran sama cewek tadi, Nay. Apa kamu nggak pernah dikenalkan sama cewek t

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 62

    Seperti yang Naya janjikan pada Xera, setelah kelas, gadis itu berjalan bersama Sari seperti biasanya. Namun, Naya sibuk dengan ponselnya. Sari menatap heran sahabatnya itu.“Nay, kenapa sih? Sibuk banget.” Sari mulai mengeluarkan pertanyaannya. “Pak Ardi?” tanya Sari pelan sekali.“Bukan dong. Orang penting lainnya. Orang paling lama aku dambakan kedatangannya,” kata Naya dengan semangat.“Siapa sih? Jadi penasaran,” balas Sari.“Sstt.” Naya meminta Sari untuk diam terlebih dahulu, karena panggilan masuk ke ponselnya. Naya langsung mengangkatnya. “Ni Hao, Aunty! Tunggu di hotel, aku akan jemput Aunty sekarang, tunggu bentar, mau pesan taksi online buat kita,” kata Naya. Setelah mematikan sambungannya, Naya menoleh ke arah Sari. “Sar, kelas udah selesai, aku mau ketemu orang penting dulu. Kalau kamu ketemu Ranga atau anak basket yang lain, tolong bilangin, ya, aku izin latihan kali ini. Bye-bye!” Naya langsung berlari meninggalkan Sari yang tercengang melihat tingkahnya.Naya langsun

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 61

    Ardi segera mengantar Naya pulang, saat gadis itu mengatakan harus segera pulang untuk menemui seseorang. Dia masih menyimpan banyak pertanyaan di dalam benaknya. Naya turun dari mobil Ardi, begitu mereka sampai di tempat biasanya.“Pak, saya duluan, ya. Daah!” Naya langsung berlari meninggalkan mobil Ardi. Ardi menganggukkan kepalanya dengan cepat. Dia hanya berdiam di kemudi dan menatap Naya yang berlari dengan sangat semangat. Wajah ceria Naya terlihat jauh lebih cerah dari sebelumnya.“Penasaran, siapa yang bisa buat Naya sebahagia itu? Kayaknya sangat berarti banget,” kata Ardi yang langsung menjalankan mobilnya meninggalkan area perumahan Naya.Sementara itu, Naya berlari ke rumahnya dengan cepat. Dia mencari Bi Ida. Mendengar namanya dipanggil, Bi Ida langsung menghampiri Naya.“Kenapa, Mbak?” tanya Bi Ida.“Bibi ingat pacarnya Ores dulu nggak?” Naya dengan antusias.“Iya, Mbak. Kenapa?” tanya Bi Ida lagi.“Aunty Xera mau datang jenguk aku, Bi Ida. Jadi, nanti tolong buat hida

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 60

    Miya turun dari mobil. Dia berjalan menyusuri parkiran menuju ke sebuah jalan setapak yang telah lama tidak dia lewati. Langkahnya terus membawanya ke tempat yang sunyi.Miya berdiri menatap batu nisan bertuliskan nama mantan kekasihnya yang telah pergi meninggalkannya. Dia menaruh buket bunga yang dia bawa dan memejamkan matanya. Sejenak otaknya mengingat banyak memori tentang mereka.“Kenapa kamu masih datang ke sini?” tanya seseorang dari balik badan Miya.Miya membalikkan badannya dan melihat jelas siapa yang ada di depannya. Terlihat pria yang cukup dia kenal. Hal itu membuat dia menundukkan kepalanya.“Aku masih menyimpan rasa untuknya,” kata Miya.“Menyimpan rasa? Untuk siapa? Untuk adikku? Setelah kamu mencoba mengambil keuntungan darinya?” Kakak Reski mengatakannya. “Kak, aku tahu, aku salah, tapi aku memang sangat mencintai Reski, Kak. Aku malu, kalau aku nggak begitu cocok bersanding dengan Reski, Kak. Aku terlalu menyuk—”“Stop membual! Kamu kira aku akan percaya dengan a

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 59

    Ardi mencengkram botol air mineral yang sebelumnya dia minum. Ingatan masa lalu membuat emosinya bergejolak di dalam dirinya. Kepala terasa pening dan Ardi pun memejamkan matanya kembali. “Kalau Reski nggak meninggal, sampai sekarang mungkin aku nggak akan punya Daffa.” Ardi bergumam pada dirinya sendiri. “Ternyata rasa cintaku sekarang benar-benar pindah ke Naya,” lanjut Ardi. Setelah merasa istirahatnya cukup, Ardi kembali melanjutkan olahraganya untuk berlari ke rumah. Ardi segera pulang dan saat sampai rumah, dia melihat istrinya terlelap di sofa. Tanpa keinginan mengganggu, dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi, dia melihat Daffa belajar bersama dengan pengasuhnya di kamar. Ardi mengetuk pintu kamar tersebut dan Daffa berlari memeluk ayahnya. Ardi pun mengusap lembut rambut anaknya“Lagi apa nih?” tanya Ardi basa-basi pada anaknya. “Belajar membaca. Sekarang aku sudah jauh lebih baik, Ayah.” Daffa mengatakannya dengan sangat yakin dengan apa yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status