Share

Bab 27

Author: Penadiary
last update Last Updated: 2025-12-16 23:59:52

Grey mengerutkan kening, jelas tidak percaya pada apa yang baru saja ia dengar. Selama ini, Neilson sama sekali tak pernah mencampuri urusan bisnis perusahaan. Ia selalu menjaga jarak, seolah dunia bisnis, kontrak, dan negosiasi bukan bagian dari hidupnya.

Namun kini, pria itu justru datang sendiri ke kantor dan meminta satu hal yang sangat spesifik—memutus seluruh kerja sama dengan Sebastian Group. Permintaan itu terlalu serius untuk dianggap sepele.

Meski heran, sudut bibir Grey justru terangkat tipis. Jika ada satu hal yang membuatnya senang, itu adalah melihat Neilson akhirnya ingin terlibat, walau hanya setitik, dalam urusan perusahaan.

“Secara teknis, aku bisa melakukannya,” jawab Grey. “Akan ada konsekuensi, tentu saja. Tapi masih dalam batas yang bisa aku tangani.”

Ia mendorong kursinya ke belakang lalu berdiri. Ia melangkah mendekat beberapa langkah. “Tapi aku penasaran,” lanjut Grey, nada suaranya merendah namun tajam. “Apa yang membuatmu tiba-tiba datang ke sini, Kak?”

Ia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 70

    MC ikut menoleh ke arah tirai dengan raut bingung. Ia kembali mengangkat mikrofon dan mengulang pengumuman."Mahasiswa terakhir, nomor urut lima puluh, Lyra Florency.”Deretan tamu mulai saling berpandangan, beberapa di antaranya berbisik pelan karena tak ada satu pun sosok yang muncul. Suasana yang semula penuh antisipasi perlahan berubah menjadi canggung dan tegang.Di depan panggung, Neilson melirik jam tangannya sekilas. “Sepertinya kamu gagal,” katanya singkat.Tak adanya kehadiran Lyra membuat Neilson menarik kesimpulan sementara. Dalam benaknya, gadis itu mungkin tak sempat bertindak atau tak berhasil menciptakan karya baru tepat waktu.Saat MC hendak membuka suara kembali, tirai panggung tiba-tiba tersibak. Sosok Lyra muncul dari baliknya, berdiri tegak dengan langkah mantap yang langsung menyedot perhatian seluruh ruangan.Lyra melangkah masuk dengan anggun. Gaun yang semula tampak polos kini berubah menjadi karya baru, garis-garis biru tua menjalar teratur, membentuk motif y

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 69

    Lyra memasangkan gaunnya ke manekin, lalu segera bergerak cepat. Matanya menelusuri setiap robekan dengan cermat, menyadari potongannya ternyata bersih dan rapi, jelas dipotong menggunakan gunting.Kesadaran itu membuat pikirannya mulai bekerja dan mulai mencari celah.Ia teringat kain biru tua yang dibawanya tadi pagi. Lyra meraih tasnya, mengeluarkan kain itu bersama benang dan manik-manik, lalu menatanya di meja.Di tengah napas yang masih belum sepenuhnya tenang, tekadnya perlahan kembali menguat. Jika gaun ini dirusak, maka ia akan mengubahnya menjadi sesuatu yang baru.Lyra mengangkat kain biru tua itu dan menyandingkannya dengan gaunnya. Perpaduan warnanya masih serasi, bahkan memberi kesan kontras yang elegan. Ia menatapnya beberapa detik, menimbang kemungkinan ide yang terbentuk di kepalanya.Ide itu datang begitu saja. Kain biru tua itu bisa dijahit mengikuti garis sobekan, ditempelkan dengan sengaja seolah menjadi bagian dari desain. Dengan begitu, robekan itu tak lagi tamp

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 68

    Lyra berlari menghampiri gaun itu lalu meraihnya dengan tangan gemetar. Kainnya robek di beberapa bagian, bahkan terlihat jelas bekas guntingan yang kasar dan disengaja. Dadanya terasa sesak saat matanya menelusuri setiap kerusakan itu. Ia mendongak menatap seluruh mahasiswa di ruangan dengan mata berair. “Kenapa ... kenapa gaunku bisa seperti ini?” tanyanya dengan suara bergetar, hampir pecah. Seorang mahasiswa melangkah sedikit ke depan dan menjawab dengan hati-hati. “Waktu kami masuk, keadaannya sudah begitu.” Nada suaranya terdengar ragu, seolah takut disalahkan atas apa yang terjadi. “Ruang busana dari tadi masih terkunci,” lanjutnya lagi. “Baru saja dibuka, dan kami langsung melihat gaun itu sudah rusak.” Ia menoleh singkat ke arah yang lain, meminta dukungan tanpa kata. Beberapa mahasiswa mengangguk pelan sebagai saksi. Tidak ada yang berani menatap Lyra terlalu lama, seakan kerusakan gaun itu juga meninggalkan rasa bersalah di wajah mereka. Lyra terduduk kaku sambil memel

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 67

    Neilson menyapu pandangannya ke seluruh kelas. Para mahasiswa menahan napas, sebagian melipat tangan di depan dada, sebagian lain menunduk sambil berdoa dalam hati. Lyra menggenggam kedua tangannya di atas meja, jantungnya berdebar tak karuan menunggu keputusan.Melihat raut wajah penuh ketegangan itu, Neilson menunduk sejenak lalu mengangkat wajahnya kembali. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya sebelum ia membuka suara.“Semua karya yang ada di ruangan ini,” katanya tenang, “akan tampil di runway show saya.”Beberapa detik kelas sunyi, seolah semua orang mencerna kata-kata itu. Lalu suasana mendadak pecah oleh sorak bahagia yang memenuhi ruangan. Beberapa mahasiswa bertepuk tangan, sebagian lain saling berpelukan, lega karena kerja keras mereka tak berakhir sia-sia, semua karya benar-benar mendapatkan kesempatan yang sama untuk ditampilkan.Wina spontan memeluk Lyra erat. Lyra membalas pelukan itu dengan senyum lebar, matanya berbinar. Akhirnya, karya yang mereka kerjakan dengan s

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 66

    Lyra segera menarik diri dari pelukan Neilson, mundur satu langkah dengan gerakan canggung. Pandangannya tanpa sadar beralih ke dada pria itu yang kini ternodai cairan telur, membuat rasa bersalahnya semakin menekan.“A-aku minta maaf,” ucapnya gugup. Dengan spontan Lyra mengulurkan tangan, berniat membersihkan telur itu tanpa berpikir panjang. Namun, sebelum jemarinya menyentuh dada Neilson lagi, pria itu lebih dulu menangkap pergelangan tangannya.Genggamannya tidak kasar, tetapi cukup kuat untuk menghentikan pergerakan gadis itu. Neilson menatapnya dingin, sorot matanya datar namun tajam.“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanyanya rendah, membuat Lyra kembali membeku di tempatnya.Lyra segera menarik tangannya kembali, jantungnya berdegup tak karuan. “M–maaf … maaf karena bersikap lancang,” ucapnya terbata-bata. Ia menunduk, tak berani menatap Neilson.Pandangannya kemudian beralih ke sekeliling dapur, lalu berhenti pada gulungan tisu di dekat wastafel. Ia segera meraihnya dan menyod

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 65

    Lyra melirik layar ponselnya sekali lagi. Aplikasi taksi daring itu masih menampilkan status pencarian, tak ada perubahan meski waktu terus berjalan. Ia menghela napas pelan, lalu menurunkan ponselnya seolah sudah mengambil keputusan.Tanpa berkata apa pun, Lyra melangkah mendekati Neilson. Pria itu sudah membukakan pintu mobil untuknya, berdiri di samping dengan sikap tenang. Ia masuk ke dalam mobil dengan gerakan hati-hati.Dari balik kaca jendela, pandangan Lyra mengikuti langkah Neilson yang memutar ke sisi pengemudi. Pandangannya tak lepas sampai pria itu membuka pintu dan masuk ke dalam mobil dengan gerakan tenang.Begitu suara pintu tertutup terdengar, Lyra tanpa sadar melirik sekilas ke arah tubuh Neilson, lalu segera mengalihkan pandangannya kembali ke depan. Ia buru-buru menarik sabuk pengaman dan mengaitkannya sendiri. Tangannya sedikit gemetar saat mengaitkannya. Ingatan tentang kejadian kemarin masih terlalu jelas di kepalanya, membuat dadanya terasa kacau. Ia tak ingin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status