MasukBAB: 3
KECELAKAAN Bagas pulang dari rumah Sherli dan terlihat Sherli dihinggapi rasa gelisah. Dia teringat Shankar tunangannya itu yang begitu tulus mencintai dan setia terhadapnya. Sherli berpikir mengapa dia begitu tega mengkhianati hubungan yang sudah dia bina bersama Shankar lelaki keturunan India tersebut. Mata Sherli berembun mengenang kebaikan Shankar selama ini dan juga anak dari Shankar yang begitu tulus menyayanginya. "Tante, harus sayang sama Papa, karena pun sayang sama Tante Sherli," seakan terngiang ucapan tersebut dari bibir mungil Jeevika anak semata wayang dari Shankar. Dalam hati kecil Sherli sebenarnya masih ingin menjalin hubungan dengan Shankar dan ingin minta maaf. Jika dibandingkan dengan Bagas yang notabene mata keranjang dan tidak cukup dengan satu orang wanita di sisinya. Sherli pun berpikir seribu kali kalau harus bisa menjalin hubungan dengan lelaki tersebut. Sherli terlihat menelepon Shankar namun dengan cepat Shankar mematikannya. Sherli terkesiap dibuatnya. Dia menghela napas panjang. Dia pun sangat paham dan mengerti dengan keadaan Shankar saat ini. Hati Shankar tengah dihinggapi rasa kecewa dan emosi terhadap dirinya. °°° Sementara Shankar yang tengah duduk di kursi sofa bersama Jee anak kesayangan itu. Terlihat menikmati momen tersebut. Dia tidak mau menyia-nyiakan waktu kebersamaannya. "Papa sudah menelepon Tante Sherli?" Jee menatap lekat sempurna ke arah sang Papa. "Tidak Sayang, kita pergi berdua saja," dengan cepat Shankar berucap sambil membelai rambut panjang dan halus Jee. Jee terlihat wajahnya dihinggapi rasa penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh Shankar. Karena selama ini sang Papa tidak pernah secuek itu tatkala membicarakan Sherli. "There is a problem with aunt Sherli?" Jee mendongakkan kepalanya Shankar menggelengkan kepalanya dan berusaha tersenyum. Walau senyuman yang diberikan Shankar terlihat tipis dan palsu. "Nothing, everything is fine," Shankar berusaha tegar di hadapan sang anak dan berucap bahwa semua baik-baik saja bersama Sherli. Sejenak Jee berpikir kalau sang Papa pasti sedang dalam keadaan tidak baik dengan Sherli. Karena Jee tahu sifat dari Papanya tersebut. Terlihat dari mata sang Papa yang terlihat berembun seakan ada air mata yang akan keluar disana. "Sayang, Papa mau keluar sebentar ya, ada perlu dulu," ucap Shankar sambil mengecup kening sang anak. Mungkin rencana Shankar untuk keluar rumah tidak dia rencanakan. Tapi setelah Shankar mendengar kembali nama Sherli di sebut oleh anaknya, hatinya merasa di remas dan tercabik. Shankar pun berpamitan dan menitipkan Jee kepada sang ART yang bernama Lastri. "Mbok, aku keluar bentar dan mungkin pulang agak larut malam," ucap Shankar kepada Lastri. "Tuan mau pergi bersama Non Sherli?" tanya Lastri dengan tawaan yang terkekeh. "Nggak Mbok, sendiri."dengan tegas Shankar berucap. Nampak Lastri terlihat tertegun dan seakan malu dengan tingkahnya barusan, karena dia baru saja menggoda majikannya. Dan sang majikan terlihat cuek dibuatnya. "Apakah sedang ada masalah antara Tuan Shankar dan Nona Sherli." batin Lastri. ••• Shankar mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya bercabang antara memikirkan Sherli yang sudah mengkhianatinya dan Jee anak semata wayangnya yang terus menerus merengek menanyakan kabar Sherli. Shankar belum siap berbicara kepada Jee kalau hubungan dirinya sudah kandas dengan Sherli. "Betapa hati anakku sangat terluka tatkala mendengar hubunganku sudah kandas dengan Sherli yang notabene dia sudah di anggap wanita sempurna pengganti Mamanya," batin Shankar. Perpisahan Shankar dengan istrinya terdahulu juga karena sebuah pengkhianatan. Jee anak semata wayangnya jadi rebutan mereka. Tapi sang anak akhirnya jatuh hak asuhnya ke pelukan Shankar, karena sang mantan istri dari Shankar berselingkuh dan Jee pun seakan tahu kalau dirinya tidak layak untuk hidup bersama seorang Mama yang berkhianat. Bayangan Sherli dan juga mantan istrinya terdahulu bernama Veronica yang tengah ketahuan bermain api di ranjang terlihat jelas hinggap di bayangannya. Dan kedua wanita tersebut seakan meledek Shankar dan mentertawakan dirinya. "Lelaki bodoh! Kamu sudah di khianati wanita," bayangan Veronica dan juga Sherli seakan tertawa puas. Sharkan meremas rambutnya dengan kasar dan nampak berteriak di dalam mobilnya sambil menyetir. Dia pun tidak tahu arah tujuannya mau kemana. "You are traitors! I hate-" Sementara di belakang sana ada mobil yang terlihat melaju dengan kecepatan tinggi. Sharkan yang tengah melamun, pikirannya melayang jauh memikirkan masalahnya. Dia pun terkejut dan pandangan matanya tidak fokus. BRUK--- Mobil Shankar tersenggol mobil lain yang kecepatannya tinggi dan terlihat mobil yang tengah di kendarai oleh lelaki keturunan India tersebut menubruk pohon besar. Dan mobil yang di tumpangi oleh seseorang yang melaju dengan kecepatan cepat tersebut dengan kencang mobilnya dia lajukan, untuk menghindari kerumunan masa yang akan datang. Beberapa menit kemudian kerumunan orang pun datang berhamburan kesana. Dan anehnya Shankar tertolong dengan selamat hanya mobilnya saja yang tergores di bagian depan. Nampak Shankar terkesiap, detak jantungnya seakan di pompa lebih cepat. "Bang, tidak apa-apa?" celetuk seorang lelaki yang tiba-tiba menghampiri. Terlihat kaca mobil depan Sharkan terbuka. Shankar meringis karena kepalanya sedikit berdenyut dan merasa sakit. Shankar mencoba tersenyum ke arah seseorang tersebut. Dia adalah seorang lelaki yang tengah mengendarai mobilnya dan keberadaannya tepat di belakang mobil yang tadi menubruk mobilnya Shankar. Shankar mendongakkan kepalanya dan menatap lekat ke arah lelaki tersebut. Sontak Shankar tersenyum lebar ke arah lelaki tersebut. "Frans---!" Seseorang yang di panggil oleh Shankar dengan sebutan Frans terlihat menyipitkan matanya. Terlihat dalam dirinya dihinggapinya rasa heran. Mengapa orang tersebut tahu namanya. Namun setelah dia lekat menatap wajah Sharkan. Akhirnya lelaki tersebut menepuk pundak Sharkan dengan lembut. "Kamu Shankar kan, temen SMP kita dulu," ucap lelaki tersebut. Lelaki tersebut adalah Frans teman SMP Shankar dulu. Dan Shankar pun merasa beruntung karena keberadaan Frans sangat menolong dia. Di saat Shankar tengah mengalami kecelakaan dan dia ingin mengecek kondisi kepalanya yang terasa sakit untuk pergi ke rumah sakit. °°°° Tiba di rumah sakit. Shankar pun dibawa oleh Frans ke rumah sakit terdekat. Shankar merasa kepalanya sangat pusing dan badannya terasa ngilu. Shankar meminta kepada Frans agar dia di rawat saja agar badannya lebih sehat keadaannya. Tiba di ruangan pasien Shankar pun di rebahkan di ranjang dan sepertinya dia ingin cepat menghubungi Mamanya, untuk mengabarkan kalau dia sedang berada di rumah sakit. "Mam, Shankar sekarang berada di rumah sakit dan tolong kasih tahu Jee, kalau Shankar sedang berada di rumah sakit saat ini. Tapi keadaan Shankar baik-baik saja kok, Mama jangan khawatir. Shankar hanya memberikan kabar pada Mama dan juga Jee agar tidak khawatir," ucap Shankar di sambungan teleponnya. "Shankar, kamu sedang berada di rumah sakit mana, biar Mama dan Papa segera kesana," ucap sang Mama terdengar khawatir. Kebetulan sang Mama sedang berada di rumah adiknya Shankar yang berjarak sekitar 10 menit dari rumah Shankar. BersambungKESAL DAN CEMBURU Shenna terlihat berjalan dengan cepat dan ingin menjauh dari sosok Sherli yang mencoba untuk memaksa dirinya agar masuk ke dalam mobilnya. Entah mengapa terasa berdebar dada Shenna saat ini dan sepertinya dia ketakutan dibuatnya. BRUKBadan Shenna bertabrakan dengan Bagas dan Shenna pun nampak terkejut dengan sosok lelaki yang tengah berada di hadapannya itu, karena lelaki tersebut adalah Bagas. Lelaki yang sudah menjebaknya di dalam kamar hotel. Sementara Bagas hanya tersenyum n4kal ke arah Shenna dan nampak dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Shenna namun terlihat Shenna seakan tidak peduli dan menolaknya."Shenna apa kabar, kamu kok ada di sini?" ucap Bagas terdengar mendekat ke arah Shenna."Jangan mendekat!" Shenna secara perlahan memundurkan langkah kakinya."Kamu jangan sombong, Shenna Sayang," Bagas tertawa terkekeh dan hal tersebut buat Shenna semakin mu4k dibuatnya."Kalau kamu berani macam-macam aku akan teriak," ancam Shenna. "Jangan begi
SHENNA BERTEMU SHERLI Shenna nampak sedang berada di dalam mobil travel dan kebetulan mobil yang dia tumpangi kosong, hanya ada tiga orang di sana. Shenna nampak matanya menyusuri perjalanan, sepanjang jalan yang dia tempuh. Shenna tidak mau menyia-nyiakan kesempatan perjalanan ke kota metropolitan itu. Gedung dan apartemen yang menjulang tinggi seakan takjub mata memandang dan perjalanan yang macet menambah suasana jemu, tapi mungkin seru. Karena selama dia tinggal di kota kelahirannya yaitu kota Bandung, di setiap jalan jarang terjadi kemacetan dan suasana terasa sejuk dengan pepohonan berwarna hijau. Beda ketika dia sekarang tengah berada di kota yang panas dan kemacetan lalu lintas terjadi di setiap sudut jalan yang dia lalui. "Neng, udah sampai," ucap sang supir. Mobil yang di tumpangi oleh Shenna pun akhirnya berhenti di seberang sebuah Mall. Shenna terlihat tersenyum ramah ke arah sang supir karena sudah memberitahu dirinya dengan sampainya di tempat tujuan. Shenna terlihat
AKAL LICIKJeevika anak dari Shankar terlihat mengernyitkan dahinya karena dia tengah membaca isi pesan chat dari ponselnya dengan nomor yang tidak dikenal. Sang Papa yaitu Shankar terlihat seperti dihinggapi rasa heran dengan sang anak yang terlihat gelisah dari raut wajahnya. Kemudian Shankar pun menghampiri sang anak yang sedang duduk di teras halaman rumah."Anak Papa lagi ngapain?" Shankar mencium lembut kening sang anak. Terlihat Jee memberikan ponselnya kepada sang Papa lalu memperlihatkan isi pesan chat yang ditulis oleh nomor yang tidak di kenal. Nampak Shankar terlihat kesal dengan pesan yang tertulis di sana. "Jee anak manis dan juga cantik. Jee harus hati-hati karena Papa sekarang sedang dekat dengan wanita dan siapa tahu wanita tersebut merebut hati Papa sepenuhnya dan akhirnya Jee tidak diberikan kasih sayang lagi oleh Papa," terlihat pesan tersebut dibaca oleh Shankar dari ponsel Jee. Terasa mendidih darah Shankar saat membaca isi pesan tersebut karena isi pesan terse
PERTEMUAN SHANKAR DAN SHENNA Shankar mendekap tubuh Shenna begitu erat tatkala berada di rumah Tante Jessi. Rasa rindu yang membuncah yang mereka pendam selama ini akhirnya tertumpahkan juga. Tante Jessi yang tengah melihat kedua sepasang kekasih yang sedang meluapkan kerinduannya seakan haru dibuatnya. Sang Tante seakan merasakan kegundahan hati dari kedua orang yang tengah berada di hadapannya itu. Kemudian Tante Jessi pun melengos ke belakang untuk menyiapkan minuman dan makanan untuk tamu spesialnya. Walaupun ada ART, tapi sang Tante seakan ingin memperlakukan tamunya dengan sambutan dia yang istimewa.Shankar dan juga Shenna terlihat duduk di atas kursi sofa. Keduanya nampak tersenyum dan terharu karena sudah lama tidak bertemu. Shankar memandang lekat ke arah sang kekasih dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sementara Shenna pandangan matanya menunduk dan terlihat tersipu malu. Pikiran Shenna sepertinya sedang berkecamuk tidak karuan karena dia tengah memikirkan para lelaki hid
SHENNA DI JEBAK"Oke, baiklah saya akan datang," ucap Shenna di sambungan teleponnya, ketika Bagas meneleponnya dan menjanjikan akan kembali memberikan Shenna kerjaan, yaitu menjadi model gaun pengantin produk temannya yang seorang desainer.Terlihat Shenna dandan begitu cantik karena akan bertemu dengan relasi bisnisnya dan dia tidak mau mengecewakan rekan bisnisnya tersebut. Singkat cerita tatkala sudah tiba di lokasi yaitu sebuah restoran nampak Bagas sudah duduk. Bagas pun terlihat begitu tampan dan berpakaian rapi. Shenna duduk di hadapan Bagas dan Bagas pun terlihat memanggil pelayan restoran untuk memesan minuman dan makanan. Bagas pamit dan terlihat melengos ke belakang dengan mengikuti pelayan tersebut. Sebelum pamit Bagas tersenyum lebar ke arah Shenna dan berkata. "Temanku akan datang sekitar 1 jam lagi karena perjalanan macet," ucap Bagas berbohong. Shenna hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. °°°°"Silahkan!" Sang pelayan menyimpan pesanan di atas meja.
SHERLI KESALShankar di sambungan teleponnya menghujani berbagai pertanyaan kepada Shenna dan sepertinya Shenna pun dibuat bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Shankar, karena kekasihnya tersebut seakan cemburu dan mengulangi pertanyaan yang sama. Padahal Shenna sudah berkata jujur kalau dirinya sudah memperagakan baju rancangan Elizabeth."Sayang, kamu tidak bohong kan sama aku?" tanya Shankar.Mungkin dalam hati yang paling dalam, sejujurnya Shankar sangat cemburu dengan foto gambar yang di kirim oleh nomor yang tidak dikenal. Tapi dia pun seakan menyadari kalau nomor tersebut adalah nomor Sherli. Foto Shenna yang terlihat mesra dan Bagas yang tengah menyenderkan kepalanya ke arah bahu Shenna. Tapi Shankar pun sepertinya akan lebih hati-hati, dia tidak mau gegabah untuk menuduh Shenna karena dia tahu sifat dari mantan tunangannya seperti apa. Sherli sosok yang licik dan Shankar sudah berpikir kalau ini hanya sebuah jebakan. Shankar berpikir Bagas dan Sherli punya rencana







