Share

197. Croquet.

Author: Raisaa
last update publish date: 2026-06-13 18:43:37

Siera tertegun dan ia baru menyadari apa yang sebenarnya sedang dipersiapkan ketika para pelayan mulai menyingkir dari lapangan rumput di tepi danau.

Sejak tadi ia mengira rangka-rangka kayu yang berdiri di sana hanyalah bagian dari dekorasi pesta. Namun sekarang, setelah melihat puluhan balon yang tergantung pada tali-tali panjang dan tongkat kayu yang mulai dibagikan kepada para bangsawan muda, ia langsung mengenali permainan itu.

Croquet, permainan yang cukup populer di kalangan bangsawan mu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
gina nurwulan
takut sierra di jadikan permainan oleh c Erick
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   583. Hukum sebab akibat.

    Dior mengangguk sekali.Elois dan Celia akhirnya berjalan keluar dari ruangan. Sebelum benar-benar meninggalkan pintu, Celia sempat menoleh sekali lagi. Dior sudah kembali berdiri di depan meja, memeriksa peta dan dokumen wilayah utara dengan wajah datar seperti sebelumnya.Ia bahkan tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja menjadi Kaisar, ia hanya terlihat seperti Dior.Kakaknya.Celia tersenyum kecil sebelum akhirnya pergi bersama Elois.Sementara itu, Dior tetap berdiri di dalam ruangan. Matanya tertuju pada wilayah utara yang terbentang luas di atas peta. Seluruh wilayah tersebut sekarang berada dalam lingkup kekuasaan Rurich, dan semuanya harus ditata kembali agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari....Sementara itu, di Kastil Elvorn, Dregory berdiri di hadapan seorang gadis yang terus menundukkan kepala. Yelian berdiri di sampingnya dengan tatapan curiga, sementara Siera berada di dekat Zelka untuk menunjukkan bahwa gadis itu datang bersamanya dan berada dalam pe

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   582. Memang seperti itu.

    Erick terdiam.“Dan Anda tentu mengetahui hukuman bagi orang yang memberontak terhadap Kaisar.” Lanjut Gerald dengan tenang tanpa ancaman sedikitpun.Erick tidak menjawab.“Takhta tidak melihat apakah seseorang seorang pangeran atau rakyat biasa ketika menjatuhkan hukuman.”Tatapan Gerald menjadi lebih tajam.“Hukuman untuk pemberontakan adalah kematian.”Wajah Erick seketika menegang. Lorong yang tadi dipenuhi suaranya mendadak terasa begitu sunyi. Erick menatap Gerald dengan rahang mengeras. Ia masih terlihat tidak terima, tetapi untuk pertama kalinya sejak menerima perintah tadi, ia tidak lagi berteriak. Ia tahu Gerald tidak sedang menggertaknya.Tidak ada seorang pun yang dapat menganggap titah seorang Kaisar sebagai sesuatu yang boleh ditolak sesuka hati. Terlebih lagi Dior baru saja naik takhta dan sedang berusaha memperkuat kekuasaannya.Erick mengepalkan tangannya.“Aku hanya tidak mengerti,” gumamnya akhirnya. “Kenapa dia melakukan ini kepadaku?”Gerald tidak menjawab pertany

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   581. Sama saja memberontak.

    Kenangan itu berakhir. Dior perlahan membuka mata dan kembali melihat ruangan di hadapannya. Wajahnya tetap datar meskipun ingatan masa kecilnya masih terlintas di pikirannya.Tidak jauh darinya, Gerald berdiri menunggu. Begitu melihat Dior sudah sadar, ia segera mendekat.“Yang Mulia.”Dior menatapnya.“Apa yang terjadi?”Gerald menundukkan kepala lebih dalam.“Pangeran Erick tidak mau pergi. Beliau masih menunggu Anda dan meminta penjelasan mengenai wanita itu.”Dior tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tenang, tetapi pikirannya sudah memahami persoalan yang dimaksud Gerald. Erick datang bukan untuk sekadar menunggu. Ia ingin jawaban, seolah dirinya masih memiliki hak untuk menuntut sesuatu dari Dior hanya karena pernah menjadi bagian dari masa lalunya.Namun bagi Dior, itu sudah selesai. Ia tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskannya kepada siapa pun.“Lemparkan dia ke penjara tempat ayahnya berada.”Gerald yang semula sudah siap menerima perintah lain langsung tertegun. Ia

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   580. Tidak bisa menangis

    Pemakaman Isla berlangsung sederhana. Tidak ada upacara besar atau banyak tamu, hanya peti, beberapa bunga putih, dan orang-orang terdekat.Grand Duke Luca berdiri diam di dekat makam. Sesekali tatapannya beralih kepada Dior yang berdiri beberapa langkah darinya dengan pakaian hitam. Anak itu tidak menangis dan hanya menatap makam ibunya.Dior tahu Isla sudah meninggal dan tidak akan kembali. Baginya, itu adalah kenyataan yang harus diterima. Namun bagi Luca, melihat putranya berdiri tanpa menunjukkan kesedihan justru terasa sangat berat. Ia tahu Dior tidak memilih keadaannya dan tidak bersalah atas apa yang terjadi.Sementara pemakaman berlangsung, beberapa bisikan mulai terdengar dari orang-orang yang melihat Dior.“Dia bahkan tidak menangis.”“Bukankah ibunya baru saja meninggal?”“Lihat wajahnya.”“Tidak ada perubahan sama sekali.”“Anak itu benar-benar tidak memiliki perasaan.”“Bagaimana bisa seorang anak tetap setenang itu setelah melihat ibunya mati?”“Tatapannya bahkan tidak

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   579. Hukuman mati.

    Luca seperti tersentak mendengar ucapan Kaisar, ia hanya berdiri di tempatnya, menatap keadaan di hadapannya dengan napas yang tertahan. Namun semakin lama Luca memperhatikan keadaan itu, semakin jelas sesuatu terasa tidak masuk akal baginya."Tidak mungkin." Suara Luca terdengar berat.Ia segera mendekati ranjang dan memeriksa keadaan Isla dengan tangannya sendiri. Ia menyentuh leher wanita itu, kemudian mencoba merasakan napasnya. Tidak ada respons."Isla..."Tidak ada jawaban dan Luca langsung berbalik."Dokter!" Suara kerasnya mengguncang lorong di luar kamar. "Panggil dokter sekarang!"Beberapa pelayan yang berada di luar segera berlari. Kaisar masih berdiri di dekat pintu, sementara beberapa pengawal dan pelayan yang mendengar keributan mulai berkumpul di luar kamar. Tidak seorang pun berani masuk tanpa perintah.Dior masih berdiri di tempatnya, ia hanya menatap ayahnya. Wajahnya tetap datar seperti biasa. Luca kemudian menatapnya."Dior."Dior mengangkat wajah."Kenapa kau mela

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   578. Dia membunuhnya.

    Erick melangkah mendekati meja kecil yang berada tidak jauh dari ranjang. Ia meletakkan sesuatu di atas meja dengan gerakan tenang, seolah benda itu sama sekali tidak penting."Ayah bilang kau seharusnya mati."Isla yang sejak tadi menundukkan wajah perlahan mengangkat kepalanya. Matanya sudah penuh air mata. Ia memandang Erick dengan tatapan kosong, seolah tidak lagi memiliki tenaga untuk memahami mengapa anak kecil di hadapannya bisa mengatakan sesuatu sekejam itu.Erick tidak menunjukkan keraguan sedikit pun."Matilah agar semuanya berjalan lancar."Setelah mengatakannya, ia berbalik dan berjalan keluar dari kamar.Suasana kembali sunyi.Namun tangisan Isla tidak berhenti.Suara isaknya terdengar begitu menyedihkan di dalam kamar yang luas itu. Tidak ada seorang pun di sana yang menjawabnya. Tidak ada tangan yang mengusap kepalanya. Tidak ada suara yang mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.Dior masih berada di bawah ranjang.Ia mendengar semuanya. Ia mendengar langkah Eri

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   2. Mengapa harus kembali?

    Siera membuka mulut, tetapi kata-kata terasa sulit keluar. Tenggorokannya kering, pikirannya masih kacau oleh apa yang baru saja ia alami.“A-aku…”“Apa karena Putra Mahkota Erick?” potong Dregory tiba-tiba.Nada suaranya rendah, namun justru terasa lebih menekan. Tidak ada kemarahan yang meledak, t

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   1. Kembali hidup

    “Hah… hah…”Napas Siera memburu setelah berlari tanpa henti. Keringat mengalir di pelipisnya, sementara tangannya mencengkeram pinggir pintu balkon untuk menahan tubuhnya tetap berdiri.Sang ratu kekaisaran itu berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Semuanya terasa begitu cepat… begitu kacau

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   5. Kabur sebelum dibunuh!

    Siera meneguk ludah. Ia memang merasa malu karena tertangkap basah, namun ia tetap berdiri tenang, berusaha tidak menunjukkan kegelisahannya.“Maaf… saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan Anda berdua.” Siera membungkuk, menjaga sopan santunnya.Saat ia mengangkat kepala, ia bisa melihat pandanga

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   4. Pernikahan atau pembunuhan

    Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status