LOGINTerjepit utang nyawa demi operasi ibunya, Helena terpaksa menukar kehormatannya dengan koin emas dari sang Duke yang haus belaian. Di balik kemegahan kastil, Arthur yang dingin dan diabaikan istrinya menuntut Helena bukan sekadar menjadi pelayan, melainkan pelampiasan gairah rahasianya. Satu tanda tangan pada kontrak gelap itu menjerat Helena dalam pusaran nikmat dan pengkhianatan yang tak memiliki jalan pulang.
View MoreFajar berikutnya menyingsing dengan warna keemasan yang paling megah di atas langit wilayah barat. Sinar matahari pagi menembus jendela kaca besar kamar tidur utama, menyiram ranjang sutra tempat Helena bersandar dengan kehangatan yang murni.Di dalam dekapannya, sang bayi mungil telah terlelap dengan tenang setelah tangisan pertamanya yang memecah malam.Arthur duduk di tepi ranjang, mengenakan kemeja linen longgar tanpa lencana militer yang kaku. Tatapan mata kelabunya tidak lagi memancarkan kegilaan otoritas perang, melainkan kedamaian sejati yang begitu penuh. Tangannya yang besar bergerak perlahan, mengelus jemari mungil anaknya yang menggenggam erat ujung kain selimut."Kael Alexander Grosvenor," bisik Arthur rendah. "Itu adalah nama yang kuat untuk seorang penerus tanah barat. Kael, sang pejuang yang murni, dan Alexander, sang pelindung umat manusia."Helena menyunggingkan senyuman manisnya yang teramat tulus, mengecup puncak kepala bayinya yang mulai ditumbuhi rambut hitam hal
Malam pun jatuh dengan keheningan yang teramat mencekam di atas langit wilayah barat, bintang-bintang bertaburan dengan sangat indah tanpa terhalang awan sedikit pun.Tepat pada jam dua dini hari, sebuah erangan keras dan sarat akan rasa sakit yang nyata memecah kesunyian kamar tidur utama Kastil Grosvenor. Helena terbangun dengan sentakan hebat, cairan ketuban yang hangat seketika pecah membasahi permukaan ranjang sutra hitam mereka."Arthur... ahh! Sakit... ini waktunya! Bayinya... bayinya akan keluar!" jerit Helena dengan tangan yang mencengkeram erat lengan baju seragam Arthur hingga kainnya robek beberapa inci.Arthur seketika melompat dari tempat tidur dengan aksi taktis yang teramat cepat laksana kilat badai, deg-degan di dadanya bergemuruh hebat namun fokus kepemimpinannya tetap terjaga kokoh di tempatnya.Dia membuka pintu kamar dengan bantingan keras, berteriak lantang memecah keheningan koridor sepi untuk memanggil seluruh tim bidan dan pengawal yang telah bersiap selama be
Bulan demi bulan berlalu dengan kesibukan domestik yang kian masif di dalam Kastil Grosvenor. Usia kandungan Helena kini telah menginjak angka sembilan bulan penuh, perutnya sudah tampak sangat besar dan bulat sempurna, menandakan waktu kelahiran sang pewaris takhta sudah berada di ambang pintu fajar.Seluruh aktivitas klinik kota bawah terpaksa dihentikan total oleh Arthur; dia memindahkan seluruh peralatan medis terbaik dan tiga bidan senior paling berpengalaman di kerajaan untuk tinggal menetap di paviliun sayap timur kastil.Bella memimpin barisan pelayan baru dengan kesibukan yang teramat luar biasa setiap harinya, menyiapkan kain-kain linen bersih, air hangat, dan pakaian bayi berbahan sutra lembut yang disulam khusus dengan lambang singa emas Grosvenor."Pastikan semua lampu minyak di koridor sayap barat tetap menyala sepanjang malam!" perintah Bella dengan berkacak pinggang di depan para pelayan di selasar tengah."Kita tidak boleh membiarkan ada satu pun jalur yang gelap jika
Dua bulan telah berlalu sejak badai pemberontakan di perbatasan utara berhasil dipadamkan dengan tangan besi. Kastil Grosvenor kini dilingkupi oleh kedamaian industri yang stabil, namun pagi itu, sebuah riak domestik yang jauh lebih dahsyat mengguncang ketenangan sang Duke.Di dalam kamar tidur utama yang masih remang-remang, Helena terbangun dengan rasa mual yang teramat hebat menekan dadanya. Dia bergegas bangkit dari ranjang sutra, berlari kecil menuju wastafel porselen di sudut kamar untuk memuntahkan cairan bening dari perutnya yang mendadak bergolak.Arthur seketika terjaga dari tidurnya dengan aksi taktis yang sigap. Dia melompat dari tempat tidur, menghampiri istrinya dengan raut wajah penuh kepanikan, lalu menangkup bahu mungil Helena sembari memijat tengkuk lehernya yang sensitif dengan sisa-sisa kelembutan malam mereka."Helena, ada apa? Apakah kau keracunan obat dari klinik?" tanya Arthur, suaranya bariton rendah penuh kecemasan protektif saat menyeka sudut bibir istrinya
Badai di luar kastil Grosvenor tidak sebanding dengan kemelut yang menghantam dada Helena. Bayangan wajah ibunya yang pucat di ranjang rumah sakit, dikelilingi bau karbol dan suara mesin medis yang dingin, terus menghantuinya.Seratus koin emas. Harga yang mustahil digapai oleh seorang pelayan, nam
“T-Tuan Arthur ….”Tubuh Helena menggigil hebat. Meski uap panas masih mengepul di ruangan itu, ia merasa seolah disiram air es. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya, menyatu dengan sisa uap yang menempel di wajahnya yang kini merah padam.“Kenapa kau berlagak terkejut?” sahut Arthur dengan nad
Gagang pintu kuningan itu berputar dengan suara klik yang tajam. Selene kemudian melangkah masuk ke dalam ruang pemandian yang masih dipenuhi kepulan uap putih tebal.Sepatu hak tingginya berdenting ritmis di atas lantai marmer, memecah keheningan yang sejak tadi mencekik Helena. Di balik lemari ha
“Jangan hanya berdiri di sana, Helena. Kemari.”Helena yang sedang berdiri kaku di sana lantas tersentak usai mendengar perintah sang Duke untuk mendekat.Pria itu sudah berada di dalam air, menyandarkan punggung kokohnya pada tepian bak. Bahunya yang lebar terpampang jelas, kecokelatan dan berkila












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore