Share

Bab 62

Author: Just Mommy
last update publish date: 2026-10-26 23:55:19

Clove mengepalkan tangannya rapat-rapat. Ucapan Dewa barusan benar-benar menusuk ulu hatinya.

Pria ini bertindak seolah-olah mereka akan menggelar pernikahan sungguhan yang dilandasi rasa cinta. Padahal, segalanya tak lebih dari sekadar transaksi bisnis penuh paksaan.

Clove melangkah enggan, mengitari deretan gaun pengantin yang terpajang di manekin kaca. Hatinya mencibir.

‘Nikah sama laki-laki arogan kayak dia aja udah musibah, buat apa pakai gaun mewah?’ batin Clove getir.

Trauma atas kegagal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 64

    Mendengar pertanyaan itu, Dewa justru menyeringai sinis. Lipatan tipis di sudut bibirnya memancarkan keangkuhan."Setuju atau tidak, mereka tidak punya hak sedikit pun untuk melarang saya," ujar Dewa dingin dengan nada meremehkan.Dia menyandarkan kembali punggungnya di kursi mobil. "Saya bukan anak kecil yang hidupnya bisa diatur-atur oleh orang lain."Clove mengalihkan pandangannya kembali ke luar jendela, menarik napas dalam-dalam.Di dalam hatinya, dia membenarkan ucapan pria itu. Ia tahu betul siapa sosok di sampingnya ini.‘Gak aneh kalau seorang Dewangga Clinton Davidson gak mau diatur oleh siapa pun, termasuk orang tuanya sendiri. Rasanya, emang seluruh dunia ini yang harus tunduk dan diatur sama lelaki arogan itu.’Mobil sedan mewah yang dikendarai Liam akhirnya berhenti di pelataran sebuah hotel luxury bintang lima di pusat kota. Bangunan itu berdiri megah dengan arsitektur klasik modern yang memancarkan kemewahan.Dewa melangkah keluar lebih dulu, disusul oleh Clove yang me

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 63

    Clove kaget bukan main. Jantungnya serasa melompat ke tenggorokan saat merasakan lingkaran lengan kekar itu mengunci pinggangnya.Ia berusaha menghindar dan memutar tubuhnya. Namun Dewa justru mempererat pelukannya tanpa ampun. Dada tegap pria itu menempel sempurna di punggung Clove."Pak Dewa, lepas!" protes wanita itu dengan suara sepelan mungkin, takut terdengar hingga ke luar. "Saya cuma tidak mau merepotkan Bapak. Saya pikir Anda juga tidak berminat melihat saya memakai gaun ini!"Dewa mendesis halus tepat di dekat telinga wanita itu, tidak peduli dengan alasan yang baru saja ia dengar."Kamu ini selalu saja punya seribu alasan untuk menentang saya," bisiknya dingin, sarat akan kekesalan yang menumpuk. "Kenapa sih kamu tidak pernah mau patuh sekali saja?"Clove meringis menahan sesak di dadanya, berusaha menyiku lengan Dewa meski sia-sia."Bagian mana dari diri saya yang tidak patuh, Pak?!" protesnya lagi dengan nada geram. "Sejak awal pun Bapak tidak pernah memberi saya kesem

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 62

    Clove mengepalkan tangannya rapat-rapat. Ucapan Dewa barusan benar-benar menusuk ulu hatinya.Pria ini bertindak seolah-olah mereka akan menggelar pernikahan sungguhan yang dilandasi rasa cinta. Padahal, segalanya tak lebih dari sekadar transaksi bisnis penuh paksaan.Clove melangkah enggan, mengitari deretan gaun pengantin yang terpajang di manekin kaca. Hatinya mencibir.‘Nikah sama laki-laki arogan kayak dia aja udah musibah, buat apa pakai gaun mewah?’ batin Clove getir.Trauma atas kegagalan rumah tangganya bersama Reno masih berbekas sangat dalam. Jangankan pesta mewah, membayangkan berdiri di pelaminan saja sudah membuat dadanya sesak.Akhirnya, Clove memilih gaun bersiluet A-line paling sederhana tanpa banyak payet atau renda. Potongannya polos, tetapi tampak elegan. Ia hanya ingin urusan konyol ini cepat selesai."Kalau begitu saya mau yang ini saja, Pak," ujarnya seraya menunjuk gaun pilihannya.Dewa yang sedang bersedekap di sofa VIP langsung menoleh. Dahinya berkerut dalam

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 61

    Clove terkejut setengah mati. Ia menatap kertas di tangannya dengan pandangan tidak percaya. Ia benar-benar tidak menyangka Dewa akan berbuat sejauh itu hanya karena ucapan kekesalannya semalam.Padahal semalam ia bicara asal menembak hanya karena emosi yang membuncah. Suasana di meja makan mendadak berubah menjadi sangat canggung.Dengan jemari bergetar gugup, Clove memasukkan kembali lembaran hasil tes kesehatan itu ke dalam map. Ia menaruhnya pelan-pelan di atas meja, seolah takut merusak kertas tersebut."Saya percaya Bapak sehat," ucap wanita itu pelan seraya menundukkan kepala. "Sebenarnya Bapak tidak perlu sampai melakukan hal semacam ini."Dewa menatapnya dengan raut wajah sangat sinis. Pria itu menyandarkan punggungnya di kursi dengan gaya dominan."Lain kali hati-hati kalau bicara di depan saya," tegas Dewa dingin dan tajam. "Karena saya selalu punya cara untuk memberikan bukti."Clove hanya bisa mengangguk patuh tanpa berani memprotes lagi. Ia menganggap ucapan pria di h

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 60

    Liam yang berdiri tidak jauh dari sana, terbelalak kaget setengah mati. Wajah asisten itu memerah menahan malu yang luar biasa atas permintaan absurd bosnya.Namun, dokter spesialis itu tetap menjalankan tugasnya dengan profesional meski sempat terperangah. Seluruh sampel darah pun diambil dan diproses secara kilat di laboratorium.Hingga akhirnya, menjelang pukul tiga dini hari, seluruh rangkaian pemeriksaan medis itu selesai dilakukan dengan hasil yang sempurna.“Kapan hasilnya selesai?” tanya Dewa, sambil berjalan ke arah lobby.Dokter Mulyono yang berjalan di sampingnya itu menjawab, “Paling cepat tiga hari, Pak.”“Terlalu lama! Saya mau pagi ini hasil tes itu dikirim ke rumah saya! Semuanya, tanpa terkecuali!” tegas pria tersebut. Dia pun langsung berlalu begitu saja.Sang dokter sampai oleng dibuatnya. Baginya itu sangat mustahil. Namun, jika Dewa yang meminta, mana mungkin ia bisa menolak.Saat Dewa dan Liam melangkah keluar menuju mobil, suasana kasak-kusuk penuh rasa kagum me

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 59

    Petugas wanita di balik meja tersenyum sopan. "Iya, Pak? Ada yang bisa saya bantu?"Liam memijat pelipisnya seraya berbisik pelan. "Begini, atasan saya ingin melakukan tes kesehatan menyeluruh malam ini."Resepsionis itu tertegun sejenak sebelum akhirnya terkekeh halus. "Maaf, Pak. Untuk tes kesehatan menyeluruh pendaftarannya hanya sampai jam dua siang."Petugas itu menambahkan penjelasan dengan sangat ramah. "Prosedurnya cukup panjang dan laboratorium untuk pemeriksaan rutin sudah tutup. Jika berkenan, saya bisa daftarkan untuk besok pagi jam delapan."Liam mengangguk paham dan berbalik hendak memberi tahu bosnya. "Tuh kan," gumamnya.Namun belum sempat ia melangkah, Dewa yang mendengar percakapan itu dari kursi tunggu sudah berdiri. Pria itu menghampiri meja pendaftaran dengan langkah santai tetapi mengintimidasi."Liam," panggilnya dengan suara datar yang berat.Asistennya menjawab cepat. "Iya, Pak?""Hubungi Direktur Rumah Sakit ini sekarang juga!" perintah Dewa tanpa memedulika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status