Home / Fantasi / Elang, si Dewa Medis / 67. Gunakan Otakmu Sedikit Saja!

Share

67. Gunakan Otakmu Sedikit Saja!

Author: Zila Aicha
last update Last Updated: 2026-01-04 20:57:04

Gilang terkejut mendengar nada suara yang dipenuhi oleh ejekan yang dilontarkan oleh Arman.

Dia seperti sedang dihantam oleh pukulan yang besar yang sulit untuk dihadapi dan dia tangkis. Semuanya terjadi secara tiba-tiba tanpa sebuah peringatan.

Sekalipun dia tidak pernah mengira bahwa Arman akan mengkhianatinya seperti itu. Dia berpikir bahwa dia dan Arman akan menjadi teman sejati yang hanya akan dipisahkan oleh kematian.

Namun, rupanya uang telah membutakan hati Arman sepenuhnya. Pria muda itu bahkan tidak lagi menganggapnya sebagai seorang teman melainkan seorang lawan yang telah membuatnya rugi.

“Kenapa kau diam saja, Gilang?” Arman kembali bertanya pada Gilang yang terlihat agak linglung.

Melihat ekspresi Gilang, Arman sontak tertawa sinis, “Oh, sepertinya kau masih mengira bahwa dirimu itu adalah seorang pemimpin kelompok The Black Knight yang akan didengarkan oleh semua anggota kelompok ini.”

Gilang hanya menatap kosong ke arah temannya itu, tidak lagi mengenali Arman. Dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Elang, si Dewa Medis   78. Sekarang?

    Leonardo benar-benar tidak mengerti.Dia begitu sangat heran mengapa wanita cantik seperti Lora mau menjadi kekasih seorang pemuda miskin itu.Namun, dari perkataan Lora, dia jelas tidak mungkin salah bila pemuda itu sungguh-sungguh ingin membeli salah satu gedung di Green Rose.Akan tetapi, sebuah pertanyaan pun langsung timbul di benaknya.Apa benar dia memiliki uang? Atau jangan-jangan wanita cantik ini ditipu oleh pria ini? pikir Leonardo.Oh, Leonardo benar-benar bingung sekarang.Tapi, tiba-tiba saja dia teringat akan perkataan seseorang yang cukup dia kenal.Seorang manajer senior berpesan kepadanya untuk tidak melihat seseorang dari penampilan luarnya saja.Kadangkala penampilan luar itu bisa sangat menipu.Ada banyak orang yang terlihat begitu keren dari penampilan luarnya dan bahkan terbilang memiliki aura kuat serta didukung dengan semua pakaian branded.Tapi, penampilan luar itu

  • Elang, si Dewa Medis   77. Apa Ini Tidak Salah?

    Sarah hanya termangu, terlalu bingung menanggapi ucapan Lora.Gadis muda itu pun mencoba untuk memproses semua hal yang baru saja terjadi.Pertama-tama tadi dia melihat mantan kekasihnya yang tiba-tiba saja ada di kawasan elit yang di dalamnya terdapat gedung-gedung dengan harga yang begitu mahal hingga membuatnya sakit perut saat memikirkan harganya.Selanjutnya dia juga melihat mantan kekasihnya yang dulunya dia tahu adalah seorang pria muda miskin yang tidak memiliki apapun kini malah memiliki seorang gadis cantik di sampingnya.Gadis itu pun juga sangat elegan dan bahkan dia harus mengakui bahwa dia jauh lebih cantik daripada dirinya.Selain itu, Elang Viscala bahkan mengatakan pada dirinya ingin membeli sebuah gedung mewah di Green Rose itu.Tidak hanya sampai di situ saja, Elang juga bahkan mentraktir dirinya makan di sebuah restoran yang ketika dia melihat harga menunya saja dia hanya bisa melotot kaget.&

  • Elang, si Dewa Medis   76. Sudah Percaya?

    Sarah yang tidak mau kalah pun langsung mengangguk tanpa ragu, “Ya, tentu saja. Kita lihat … seberapa kompeten agen yang kau maksud itu, Nona.”“Jika dia buruk maka aku tidak akan berikan tip sedikitpun untuk dia,” lanjut Sarah kejam.Lora tertawa kecil menanggapinya, “Oh, Nona. Sungguh itu sesuatu yang tidak diperlukan sebab kami sudah membayar penuh berikut dengan tip untuk agen itu. Jadi, bersantailah!”Sarah membalasnya dengan senyuman sinis.“Mari! Kita akan bertemu dengan agen tersebut di sana!” Lora menuju ke arah bagian sebuah tempat yang mirip dengan restoran terbuka.Bryan mengerutkan kening, sedikit agak cemas.Tetapi pria muda itu tetap berjalan dengan menggandeng kekasihnya. Keduanya sama-sama sedang berpikir serius. Sarah sebetulnya ingin mengetahui apakah mantan kekasihnya itu benar-benar telah berubah menjadi orang kaya dan memiliki kekayaan yang banyak. Dan karena jika itu terjadi maka dia berpikir untuk memikirkan kembali hubungannya dengan Elang. Apalagi jika ke

  • Elang, si Dewa Medis   75. Ide Lora

    Bryan mendecakkan lidah mendengar perkataan Sarah. Pria itu menaikkan alis kanannya lalu berkata, “Sarah, apa maksudmu berbicara seperti itu kepadaku? Kau … meragukan kekayaannya aku miliki ya?”Sarah mengangkat bahunya, tanda dia tidak mengerti, “Yah, kau tadi mengatakan ingin membeli gedung di sini, tapi … setelah kita berkeliling selama hampir 2 jam lamanya, nyatanya kamu tidak membeli satu pun dari gedung di sini.”“Itu karena tidak ada yang cocok dan tidak ada yang sesuai seleraku,” jawab Bryan.Sarah mengernyitkan dahi, “Kau bilang kalau gedung-gedung di kawasan Green Rose ini adalah gedung-gedung terbaik. Lalu kenapa kamu bilang tidak ada yang membuatmu tertarik, Bryan?”“Bukannya kamu itu pergi ke sini karena kamu sangat tertarik dengan desain-nya ya?” Sarah menambahkan dengan alis mengerut.Bryan mendesah jengkel dan dengan cepat menanggapi ucapan kekasihnya itu, “Yah, di dalam website mereka gedung-gedung ini terlihat begitu menawan dan berkilau. Tapi … siapa yang menyangka

  • Elang, si Dewa Medis   74. Berubah Menjadi Kaya?

    Gadis cantik yang mengenakan blazer berwarna merah dan juga sepatu yang warnanya sama itu tertawa keci menanggapi semua perkataan sepasang kekasih itu.Lora Armani yang berusia 23 tahun itu pun kemudian menanggapi dengan senyuman yang merekah di bibirnya, “Tapi … sayangnya itu benar, Nona. Mobil itu merupakan salah satu mobil yang dimiliki oleh Elang. Dia … baru membelinya beberapa hari yang lalu.”Elang mengernyitkan dahi.Yasa baru membeli mobil itu dan sekarang meminjamkannya kepadaku? Apa dia tidak salah? pikir Elang bingung.Tapi rupanya Yasa memang tidak meminjamkan mobil itu kepadanya.Lora dengan santai menjelaskan, “Kalau kalian tidak percaya. Aku bisa menunjukkan dokumen resmi mobil ini yang atas nama kekasihku yang tercinta ini.”Elang terkejut luar biasa dan kini memahami bahwa Yasa memang sengaja membelikan mobil itu untuknya.“Itu … bagaimana bisa?” Bryan menata tak percaya sembari mengagumi betapa mewah dan kerennya mobil itu.Bahkan setelah dia melihat seorang sopir pr

  • Elang, si Dewa Medis   73. Tidak Mungkin!

    “Oh, Sayang. Kamu ini … benar-benar sangat baik sekali.” Lora berkata dengan penuh kelembutan dan sedikit nada manja. “Aku benar-benar beruntung sekali memilikimu, Sayang,” lanjut Lora dengan senyuman manis menghiasi bibir mungilnya yang merah merona.Bryan yang melihatnya menjadi begitu sangat iri. Terlebih lagi gadis yang berdiri dekat Elang itu benar terlihat begitu sangat mulus seperti seorang artis yang memiliki perawatan yang bagus. Sarah jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan wanita itu. Bryan benar-benar merasa kesal.Dia bahkan mulai terheran-heran mengapa gadis secantik dan semudah itu bisa dekat dengan Elang.“Nona, kau ini ….”Lora sontak memutar arah pandangnya dan menatap dengan tatapan penuh tanya ke arah Bryan yang telah terpesona kepadanya dan juga Sarah yang wajahnya sudah tertekuk karena kesal.“Sayang, siapa mereka ini? Apa … mereka teman-temanmu, Sayang?” Lora bertanya tanpa melepaskan tangannya dari tangan Elang.Bryan melirik ke arah tangan putih Lora dan s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status