Share

Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta
Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta
Penulis: Darlene

Bab 1

Penulis: Darlene
"Clara, kamu sudah pikirkan baik-baik? Kamu sungguh mau dipindahkan ke Rumah Sakit Joria?"

Martin Johanus, kepala rumah sakit, memegang surat permohonan mutasi Clara Sengadi dan menatapnya dengan heran.

Bulu mata Clara sedikit bergetar. Dia tersenyum pahit. "Aku sudah memikirkannya."

Melihat Clara telah mengambil keputusan, Pak Martin pun menghela napas dan menandatangani permohonan mutasi itu.

Clara keluar dari kantor kepala rumah sakit. Di koridor, dia bertemu Jason Horman, Sindy Wongso yang mengenakan jas putih, beserta anak laki-lakinya.

Langkahnya terhenti sejenak.

Yang terlihat adalah pemandangan indah keluarga beranggotakan tiga orang.

Sindy menggandeng tangan anak laki-laki itu dan berjalan berdampingan dengan Jason. Anak laki-laki itu menggenggamnya dengan tangan satunya dan tersenyum ceria.

Adegan ini pastinya membuat Clara tidak nyaman.

Jason memperlakukan Sindy dan anak laki-laki itu dengan kesabaran dan kelembutan yang belum pernah dialami Clara sebelumnya.

Clara tahu Jason membencinya.

Sindy adalah cinta pertama Jason. Dulu sewaktu Clara membuat kesepakatan dengan Nenek Ratna Yuniar dan menikahi Jason sesuai keinginannya, dia baru tahu kalau mereka berdua putus.

Bagi Jason, Clara adalah wanita kejam yang memanfaatkan situasinya dan menggunakan berbagai cara untuk menjadi Nyonya Horman.

Namun, Jason tidak tahu.

Clara mengenal Jason lebih awal dari Sindy. Hanya saja, pria itu tidak mengingatnya lagi...

Clara berpikir asalkan dia menikah dengan Jason, pria itu akan mengingatnya.

Dia juga mengira bisa menghangatkan hati Jason yang dingin.

Namun, Clara sepenuhnya salah.

Jason membencinya.

Bagaimana mungkin pria itu akan mencintainya?

Kalau tidak, setelah enam tahun menikah, kenapa Jason mengatakan kepada publik bahwa dirinya masih lajang? Dia juga berpura-pura tidak mengenal Clara.

"Dokter Clara?" Sindy melihatnya.

Jason mengerutkan kening dan menatapnya.

Seolah-olah takut Clara akan mengungkapkan hubungan mereka.

Penghindaran Jason membuat hati Clara sakit sesaat, tetapi dia segera menenangkan diri. "Bu Sindy, Pak Jason."

Jason baru-baru ini berinvestasi di Rumah Sakit Pusat dan sekarang menjadi pemegang saham rumah sakit.

Namun, Clara tahu pria itu berinvestasi di rumah sakit bukan karena dirinya, tetapi demi Sindy.

Sejak Sindy kembali ke tanah air, Jason-lah yang mengatur agar wanita itu bekerja di sana. Begitu tiba di rumah sakit, Jason langsung memberinya posisi direktur bedah.

Semua orang di rumah sakit tahu Sindy mendapat dukungan dari Jason. Namun, Jason sendiri tidak pernah menjelaskan tentang rumor yang beredar di rumah sakit, yang mana menyebutnya sebagai pacar Sindy.

Sindy tidak segan menggenggam lengan Jason dan berkata, "Dokter Clara, kamu terlalu sungkan. Di rumah sakit ini, kamu adalah seniorku. Aku baru saja bergabung, jadi masih butuh arahan dari Dokter Clara."

Sebelum Clara sempat bicara, anak laki-laki di samping memeluk Jason dan berkata, "Ayah, aku capek. Ayah gendong aku ya?"

Ekspresi Clara tiba-tiba berubah.

Anak itu memanggilnya ayah?

Sindy berpura-pura marah. "Stefan, kok asal panggil begitu?" Sembari berbicara, dia juga menatap Jason dengan ekspresi bersalah. "Maaf, Jason. Anak-anak nggak ngerti."

Jason melirik Clara sekilas. Ekspresi wajah pria itu tidak menunjukkan emosi. Dia hanya menggendong Stefan Wongso dan berkata, "Nggak apa-apa."

"Aku suka Ayah Jason!"

Stefan memeluk lehernya dan berkata dengan manja, "Alangkah baiknya kalau Ayah Jason adalah ayahku!"

"Kamu benar-benar, deh." Sindy mengetuk pelan kepala anaknya.

Clara mengepalkan tangannya.

Dia belum pernah melihat Jason yang begitu lembut dan penuh perhatian seperti ini.

Sudahlah.

Lagi pula, Clara tidak bisa menghangatkan hati pria itu.

Begini juga bagus.

Clara memaksakan diri untuk menahan kesedihan di hatinya. Dia berjalan melewati mereka bertiga dan memasuki lift.

Kenyataan bahwa Clara mengajukan permohonan pindah belum dipublikasikan. Dia juga tidak memberi tahu hal itu pada Jason karena merasa tidak perlu.

Toh, pria itu mungkin juga tidak tertarik.

Clara menyetir ke rumah lama Keluarga Horman. Dia berdiri di luar pintu dan membunyikan bel.

Tak lama kemudian, pengasuh, Lina Suadi keluar dan membukakan pintu. "Nyonya Clara, kamu sudah kembali?"

"Nenek ada di rumah?"

"Nyonya Ratna ada di rumah. Silakan masuk." Bi Lina sangat sopan pada Clara.

Nyonya Ratna adalah tetua yang sangat dihormati di Keluarga Horman. Setelah kakeknya Jason meninggal, urusan Keluarga Horman, baik besar maupun kecil, semuanya ditangani oleh Nyonya Ratna.

Nyonya Ratna berasal dari wilayah Selatan. Keluarganya adalah seorang konglomerat bisnis di wilayah Selatan. Semasa mudanya, dia adalah wanita yang kuat dan teguh. Meskipun ibu mertua tidak menyukainya, juga tidak berani mempersulitnya di depan Nyonya Ratna.

Bi Lina membawanya ke ruang sembhayang. Nyonya Ratna sedang berlutut di atas bantal sambil menggerakkan gelang Bodhi di tangannya.

"Nyonya Ratna, Nyonya Clara datang."

Nyonya Ratna perlahan membuka matanya dan menoleh, "Ayo duduk di sini."

Setelah Bi Lina pergi, Clara ikut berlutut di samping Nyonya Ratna dan memuja patung Buddha dengan khusyuk.

Nyonya Ratna percaya pada ajaran Buddha. Dia sering pergi ke kuil untuk membakar dupa. Apalagi, sekali pergi bisa sampai setengah bulan.

"Nenek, aku mau cerai sama Jason."
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 444

    Clara tiba-tiba berhenti. Dia perlahan berbalik dan menatapnya. Ekspresi pria itu tetap tenang. Sikapnya yang sulit dipahami tetap misterius seperti biasanya.Sebelum dia sempat berbicara, Nyonya Hanifa yang kebetulan lewat di koridor luar, mengintip ke dalam dengan penasaran. "Pak Jason, Nyonya Horman, kenapa kalian berada di sini?"Sebelum dia sempat menjawab, Jason berkata dengan nada bercanda, "Istriku lama sekali di kamar mandi. Aku khawatir dia tersesat."Kata-kata itu membuat Nyonya Hanifa tertawa. "Pak Jason, jangan bercanda. Keluarga kami nggak sebesar itu. Tapi aku merasa Pak Jason sangatlah perhatian sama istri."Jason menoleh dan memandang Clara. Senyumnya penuh kasih sayang. "Memang benar."Clara memelototinya, lalu berjalan mendekati Nyonya Hanifa. "Maaf, sudah membuat lelucon di depan Nyonya.""Nggak kok. Suami istri memang seharusnya harmonis dan saling mencintai. Lagian, kalian masih muda."Clara hanya tersenyum dan tidak menanggapi perkataan itu lagi.Keduanya mengiku

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 443

    Nyonya Hanifa tersenyum dan berdiri. "Kebetulan sekali. Pak Jason juga datang." Selesai berbicara, dia kembali menatapnya. "Nyonya Horman yakin nggak datang bersama Pak Jason?"Clara memalingkan muka, lalu tersenyum canggung. "Hanya kebetulan saja.""Rupanya Nyonya Horman juga datang. Kebetulan sekali. Bagaimana kalau Pak Jason dan Nyonya Horman makan di rumah kami hari ini? Rumah kami sudah lama nggak seramai ini!" kata Pak Petra pada Nyonya Hanifa.Nyonya Hanifa tersenyum dan menjawab, "Kalau begitu, aku beri tahu orang dapur untuk menyiapkan makanan."Jason duduk di sebelah Pak Petra dan kebetulan posisinya berhadapan dengan Clara. Clara memalingkan muka, lalu mengambil cangkir teh di atas meja, dan menyesapnya."Nyonya Horman dan putriku sangat dekat. Kali ini kamu datang untuk putriku, 'kan?" Pak Petra tiba-tiba menatapnya.Clara terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Kupikir dia ada di rumah, jadi aku datang mencarinya.""Dia nggak di rumah, tapi Nyonya Horman bisa menghadiri pesta p

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 442

    Samuel terdiam sejenak, lalu tiba-tiba mencengkeram dagunya dengan satu tangan. "Sayang sekali, tapi aku benar-benar nggak tahu bagaimana cara bersikap lembut pada wanita.""Aku akan bekerja sama dalam pernikahan nanti, jadi kembalikan ponselku!" Inara menahan air matanya. Matanya tampak berkaca-kaca, seolah akan hancur hanya dengan sentuhan ringan.Samuel menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Inara bukanlah wanita yang sangat cantik. Dibandingkan dengan wanita-wanita yang pernah bersamanya, Inara masih kurang menarik, tetapi penampilannya juga tidak buruk. Setidaknya, dia enak dipandang. Apalagi, sifatnya yang cerdik dan sedikit nakal yang dimilikinya merupakan sesuatu yang belum pernah dia temui sebelumnya.Setidaknya tidak ada sanjungan, tidak ada perasaan palsu ataupun sikap yang dibuat-buat.Untuk pertama kalinya, dia punya pemikiran tidak masuk akal seperti ini.Jika dia bisa melabuhkan hatinya dan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya dengan Inara, itu juga aka

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 441

    "Kita sudah kenal begitu lama. Aku paling memahamimu. Bukankah kamu ingin menggunakan anak Samuel untuk mengendalikanku?" Heru perlahan berdiri dan berjalan ke arahnya. "Samuel nggak peduli sama anak itu, tapi aku berbeda. Bagaimanapun, dia satu-satunya keturunan Keluarga Ferdinand. Dia adalah cucu kandungku. Mungkin kelak belum tentu ada lagi."Julia berjalan ke samping dan duduk tanpa mengubah ekspresinya. "Putri Keluarga Sucipto bisa melahirkan cucu untukmu. Kenapa aku harus menggunakan anak itu untuk mengendalikanmu?""Bisa menunggu sampai dia melahirkan cucu untukku itu masalah lain." Heru berhenti di depannya, lalu tiba-tiba mencondongkan tubuh lebih dekat, dan mencibir. "Kalau nggak, bagaimana kalau kamu melahirkan putra untukku lagi? Di usiamu sekarang ini, seharusnya bukan hal mustahil, 'kan?""Kamu gila!" teriak Julia dengan marah.Dia sangat menolak dan enggan mengungkit masalah 'anak', karena akan mengingatkannya pada bayi yang lahir mati waktu itu.Heru menegakkan tubuhnya

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 440

    Polisi wanita itu dengan cepat menjatuhkan Sindy, lalu dua polisi lainnya tiba, menangkapnya, dan membawanya pergi secara paksa.Raungan histeris Sindy menjadi serak dan tidak nyaman didengar. Ternyata di saat emosi seseorang runtuh hingga ekstrem, raut wajah mereka akan menjadi ganas dan menakutkan seperti iblis.Setidaknya, matanya yang merah itu benar-benar membuat Clara ketakutan."Pak Jason, sudah waktunya pergi."Pengawal di belakangnya mengingatkannya.Jason tidak menjawab. Dia melirik orang yang ada di pelukannya, lalu tiba-tiba mengendongnya, dan melangkah pergi.Tempat parkir."Jason, kamu sudah boleh turunkan aku."Clara yang masih dalam gendongan pria itu, berbicara sambil menghindari tatapan orang-orang yang lewat. Pria itu tidak mengatakan apa pun dan menurunkannya.Peristiwa hari ini memang di luar dugaan Clara. Bahkan, bukti yang dimilikinya pun belum dipublikasikan. Sejak Sindy terluka dan dirawat di rumah sakit, semuanya telah diatur oleh tangan tersembunyi, bahkan me

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 439

    "Pengacara Leo, walau aku nggak tahu dari mana asal kekeliruanmu, tapi kalau kamu nggak bisa memberikan bukti, masalah ini akan memengaruhi reputasimu." Pengacara Shinta memutuskan untuk mengambil risiko dan bertaruh bahwa Pengacara Leo tidak punya bukti yang substansial.Lagi pula, jika manipulasi hasil tes terungkap, banyak orang yang akan terlibat. Dia tidak percaya bahwa orang-orang di Biro Kehakiman akan sebodoh itu hingga mempertaruhkan reputasi dan masa depan mereka sendiri.Menghadapi sikapnya yang agresif, Pengacara Leo tetap tenang. Tak lama kemudian, seorang menteri dari Biro Kehakiman muncul di pengadilan sebagai saksi.Begitu melihat wajah orang itu dengan jelas, Julia tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.Pengacara Shinta baru menyadari sesuatu saat ini. Ketenangannya perlahan menghilang, digantikan oleh rasa panik dan kekhawatiran bahwa kebenaran akan segera terungkap.Hakim bertanya kepada saksi, "Dari dua hasil tes di layar, mana yang asli?"Menteri Kehakiman menelan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status