Share

Bab 23

Penulis: Darlene
Sore harinya, Clara baru saja selesai bekerja dan hendak meninggalkan kantor. Dia melihat Sindy muncul di luar pintu ruangannya dan mengetuk pelan. "Dokter Clara."

Clara mengangkat kepalanya. Tatapannya terlihat tenang. "Ada apa?"

"Rumah sakit sedang menegosiasikan proyek pembangunan pusat pengobatan tidur. Ada acara makan dengan pemerintah malam ini. Kamu yang pergi saja."

Sindy meletakkan sebuah dokumen di mejanya.

Clara melirik dokumen di atas meja dan tiba-tiba tertawa. "Bu Sindy nggak pergi bahas proyek sendiri, tapi malah menyerahkannya kepadaku?"

"Dokter Clara, kamu masih marah dengan kejadian sebelumnya?" Sindy menjawab sambil tersenyum, "Bagaimanapun juga, kita ini rekan kerja. Aku sangat yakin dengan kemampuanmu. Aku tenang menyerahkan proyek ini kepadamu."

Khawatir Clara akan menolak, Sindy menambahkan, "Lagian, ini juga maksud Jason. Jason bilang, mulai sekarang, aku yang bertanggung jawab atas pekerjaanmu. Jadi, aku memintamu untuk membahas proyek ini. Kamu nggak bisa meno
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Suryani Yan
lg tolol bgt bukan nya udh pindah aja celara nya tjor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 250

    Sore harinya, ada sekitar belasan pasien yang mengantre untuk janji temu di departemen neurologi. Semuanya telah membuat janji temu dengan Niel. Bahkan, beberapa di antaranya adalah pasien lamanya.Clara bertugas mencatat, sementara Niel meninjau hasil tes lainnya untuk mendiagnosis tingkat keparahan penyakit, cocok untuk operasi atau tidak, dan jenis operasi apa yang tepat.Di saat itu, seorang pria berusia enam puluhan dengan hemiplegia, duduk di kursi roda, dan didorong masuk oleh keluarganya. "Dokter Niel."Niel mengenali pasien beserta keluarganya. "Keluarganya Pak Indra?""Benar, kami keluarganya," kata wanita paruh baya itu dengan nada menyesal. "Suamiku dirawat di departemen neurologi tahun lalu. Waktu itu, direktur departemen minta Dokter Niel untuk membuat rencana perawatan buat kami .... Kalau saja kami mengikuti saranmu untuk operasi waktu itu, suamiku sekarang juga nggak akan ...."Wanita paruh baya itu dipenuhi penyesalan. Suaranya bergetar karena terisak.Sepasang anak w

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 249

    Clara tertegun.Jason tersenyum. "Kamu suka rasa yang lebih ringan, 'kan? Aku buatkan yang baru untukmu."Pria itu berjalan ke dapur.Clara mengepalkan tangannya, lalu bangkit, dan berteriak, "Jason, aku nggak mau makan sarapan buatanmu. Kamu nggak perlu buat untukku!"Pria itu berhenti sejenak, seolah-olah tidak mendengar perkataan Clara barusan. "Sarapan dulu baru pergi kerja."Clara membanting peralatan makan di atas meja.Jason segera keluar dari dapur. Melihat pecahan-pecahan di lantai, pria itu mendekati Clara dan membuka telapak tangannya. "Nggak terluka, 'kan?"Suara itu juga mengejutkan Anna dan pengawalnya. Saat mereka memasuki ruangan dan melihat kekacauan di lantai, Anna ragu untuk berbicara.Lantaran tidak ada masalah serius, mereka pun keluar.Clara menggigit bibirnya. Dia menarik tangannya dan tidak menatap pria itu.Jason tahu Clara sedang melampiaskan emosinya. Suaranya serak. "Kalau ada masalah, lampiaskan saja padaku. Jangan lukai dirimu sendiri."Clara tidak lagi be

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 248

    Orang di samping yang mendengar hal itu tampak canggung.Jika kata-kata ini diucapkan secara pribadi, pasti akan menjadi gosip yang dibicarakan semua orang. Lagi pula, siapa di kalangan atas yang tidak punya skandal?Khususnya, mereka yang punya wanita di luar sana, bahkan punya anak haram. Para istri dari keluarga kaya sudah terbiasa dengan hal ini.Namun, tidak ada orang yang akan membicarakan hal-hal seperti itu secara terbuka. Sekalipun suami mereka berselingkuh, para istri ini akan memilih untuk menutup sebelah mata demi melindungi reputasi keluarga mereka dan keluarga suami mereka.Di luar dugaan, Nyonya Horman cukup tidak biasa. Dia mengatakan hal-hal seperti itu di depan umum. Bukankah dia sengaja mempermalukan Pak Jason?Mereka tidak mampu menyinggung Keluarga Horman, jadi mereka tidak berani berkomentar.Hanya Pak Petra yang maju untuk mencairkan suasana, sambil berkata dengan nada bercanda, "Nyonya Horman cukup humoris. Dia hanya bercanda dengan semua orang."Entah itu leluc

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 247

    Clara berjalan melewati mobil Jason dan menghampiri mobil Elma. Elma menjulurkan kepalanya keluar dan bertanya, "Kenapa kamu bisa datang ke pusat pemulihan?""Adikku dirawat di sini."Elma mau mengatakan sesuatu, tetapi pandangannya tertuju pada mobil yang diparkir di seberang jalan, di mana dia melihat seorang pria keluar dari mobil itu.Dia terkejut. Samar-samar merasa bahwa sosok pria itu tampak familier.Tak lama kemudian, dia teringat bahwa dia pernah melihat pria itu dari kejauhan di antara para tamu yang datang ke perjamuan keluarganya.Lagi pula, pria itu paling menonjol di antara semua orang, sehingga sulit untuk tidak meninggalkan kesan yang mendalam.Jason berhenti di samping Clara, lalu merangkul pinggangnya. "Teman baru?"Elma terdiam sejenak dan menatap Clara.Clara tersenyum tipis. "Ya, dia adalah teman pertama yang kukenal di Kota Joria." Usai mengatakan itu, dia melepaskan tangan pria itu dan menghadap ke arahnya. "Aku dan temanku searah, jadi Pak Jason nggak perlu men

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 246

    "Bagaimana kamu tahu tentang adikku ...." Clara tertegun sejenak. "Kamu dengar semuanya kemarin?""Mulanya nggak mau dengar," kata Niel sambil melipat tangannya. "Nggak disangka, suamimu ternyata Jason."Clara tidak berbicara."Aku bisa membantumu.""Membantuku?" Clara balas bertanya, "Kamu bisa membantuku sekali, tapi apa kamu bisa membantuku untuk kedua kalinya? Selain murid kakekmu, aku juga nggak punya hubungan apa pun denganmu. Mengapa kamu mau menyinggung Keluarga Horman demi aku?"Niel mengerutkan kening. "Aku nggak suka sama Jason. Alasan ini sudah cukup?""Itu masalah kalian. Aku bisa mengurus masalahku sendiri." Clara menarik gagang kopernya dan menatapnya lagi. "Terima kasih sudah bilang semua ini padaku, tapi pikiranku sekarang jauh lebih jernih dari sebelumnya."Dia menyeret kopernya ke dalam lift.Anna berdiri di depan mobil sambil menunggu. Saat melihat Clara keluar, dia menghampirinya dan mengambil kopernya.Clara tidak mengatakan apa pun. Dia membuka pintu dan masuk ke

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 245

    Niel menyadari kesulitannya Clara dan berkata, "Dia nggak akan menyalahkanmu.""Aku tahu." Clara menatap Niel dan tersenyum. "Aku bisa tangani sendiri masalahku."Jason mengangkat alisnya sedikit."Baiklah." Niel pun meninggalkan ruangan itu.Bibir Jason sedikit melengkung. Dia menggenggam tangan Clara yang lembut. "Kamu mau bagaimana menyelesaikan masalah kita?"Dia menarik tangannya dari genggaman pria itu dan tersenyum tipis. "Coba tebak?"Jason tidak menjawab."Jason, apa kamu nggak menafsirkan tingkah lakumu hari ini sebagai akibat dari jatuh cinta padaku?" Clara merapikan jasnya. Senyumannya tampak palsu. "Kamu nggak ingin bercerai karena jatuh cinta padaku?"Jason menyipitkan matanya. "Nurut kamu?"Clara berhenti tersenyum dan menusuk dada pria itu dengan jarinya. "Apa Pak Jason yang begitu terhormat nggak berani mengakui perasaan?"Punggung Jason menegang tanpa disadari. Tatapannya berubah lembut."Sayangnya, sudah terlambat." Clara menarik tangan dan juga senyumannya. Dia mela

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status