Home / Young Adult / From Bully to Love Me / 40. Tamparan keras

Share

40. Tamparan keras

last update publish date: 2026-04-02 11:00:48

Pagi-pagi pukul tujuh Gavriel sudah  sampai di rumah Elang. Saat ia sampai di sana, suara Elang yang sedang membujuk Leander untuk sarapan adalah hal yang bisa ia dengar pertama kali.

"Le, kamu harus makan. Katanya mau ikut Ayah sama Bunda ke Lembang."

Gavriel segera menghentikan langkah kakinya ketika mendengar kata Bunda. Baikla

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • From Bully to Love Me   93. Pillow Talk

    "Minggir, Lang... minggir," kata Gavriel sambil mendorong-dorong tubuh Elang untuk mengambil bantal kesayangannya yang sudah ada sejak ia masih balita. Tidak peduli usia Gavriel sudah kepala tiga namun bantal ini tidak pernah jauh dari dirinya. Rasanya pergi tanpa bantal ini kala menemani Gadis ke Lembang benar-benar menyiksa Gavriel. Karena tidurnya tidak pernah merasa nyenyak.Setelah berhasil mengambil bantal ini, Gavriel segera membawanya turun bersama bantal yang ia ambil untuk Gadis. Saat Gavriel sampai di ruang keluarga, tempat di mana karpet yang akan digunakan Gadis untuk tidur, perempuan itu sudah merebahkan dirinya di sana sambil bermain handphone."Dis, ini bantal kamu," kata Gavriel sambil mengulurkan sebuah bantal untuk Gadis."Thanks, Gav..."

  • From Bully to Love Me   92. Berbagi Cerita Masa Lalu

    Sesekali Gadis menguap karena rasa kantuk yang sudah ia tahan sejak tadi. Andai bisa, ia ingin pamit undur diri dari ruang keluarga ini untuk tidur, tapi ia masih memiliki rasa sopan santun di dalam dirinya. Tidak mungkin ia pergi dari ruang keluarga ini meskipun ia lelah menemani ke empat pria ini bermain karambol lalu kini brmain kartu. Diantara empat pria ini hanya Gavriel dan Aditya yang masih terjaga kewarasannya untuk tidak meminum banyak alkohol. Bahkan mereka berdua belum menghabiskan segelas wine yang sejak awal dituangkan ke gelas. Baik Aditya maupun Gavriel lebih banyak meminun air putih dingin malam ini."Sudah jam empat pagi, kita selesai di sini aja," ucap Aditya mencoba menyudahi acara ini."Nanggung, Dit... gue baru menang sekali," ucap Wilson yang sudah mabuk berat.

  • From Bully to Love Me   91. Divorce Party

    Malam ini Gadis duduk di kursi penumpang depan mobil. Di sampingnya ada sosok Gavriel yang sedang menyetir sedangkan di belakang ada Aditya, Wilson dan Elang. Sesekali Gadis melirik ke arah Gavriel yang tampak tenang saat mendengar Wilson sudah bernyanyi dengan suara sumbangnya.Dahulu terasa indah...Tak ingin lupakan...Bermesraan s'lalu jadi...Satu kenangan manis..."Itu lyrics lagu awal Ada Band cocok banget buat Adit kayanya.""Maksud lo apa?""Ya 'kan dahulu memang terasa indah sebelum Tuhan kasih musibah," ucap Elang yang membuat Adit sudah menatapnya dengan tatapan nyureng. Hal ini sukses membuat Elang meralat ucapannya. "Eh, salah-salah, maksudnya

  • From Bully to Love Me   90. Ada yang ketahuan

    "Son, coba lo cek deh ke depan. Si Gavriel sudah sampai apa belum?" Minta Aditya pada Wilson yang berjalan di sampingnya setelah mereka keluar dari studio music."Kalo lo sendiri bisa, kenapa harus gue?""Karena gue harus susulin teman lo yang lagi di dapur itu."Setelah mengatakan itu, Aditya memilih menyusul Elang ke dapur sedangkan Wilson segera berjalan menuju ke arah ruang tamu. Ia buka pintu utama dan mengedarkan pandangannya di sekitar halaman depan. Kosong. Tidak ada mobil Gavriel di tempat ini. Ia kembali masuk ke rumah dan menunggu di ruang tamu sambil bermain game hingga beberapa menit kemudian ia mendengar suara mobil memasuki halaman rumah. Wilson menunggu Gavriel memasuki rumah, sayangnya beberapa menit menunggu sosok Gavriel tak kunjung terlihat juga. Akhi

  • From Bully to Love Me   89. Demi Kalian Aku Coba Mengalah

    Aditya : Si Elang lagi uring-uringan perkara susu Lean. Gue akan minta ke dia untuk minta maaf ke Gadis. Tolong kondisikan si Gadis buat enggak banyak ngomel nanti. Tahu sendiri gimana temen lo yang satu itu.Gavriel : Ok, beberapa menit lagi gue sampai sana.Setelah menjawab chat dari Aditya, Gavriel menoleh ke arah Gadis yang duduk di sampingnya sambil memangku Leander. Sejak tadi Gavriel sudah meminta kepada Gadis untuk berhenti menyuapi camilan untuk Leander namun diabaikan oleh perempuan itu. Tentu saja Gadis menolak karena Lean juga tidak mau berhenti mengkonsumsi camilan manis yang satu ini."Dis?""Hmm?""Sudah

  • From Bully to Love Me   88. Pemintaan Gila Gadis

    Lean yang menyadari jika Gadis tampak lebih banyak diam daripada sebelum Elang datang ke rumah memilih lebih banyak memeluk Gadis saat mereka berada di dalam taxi online. Melihat perilaku Lean yang tergolong cukup pintar memahami kondisi orang-orang disekitarnya membuat Gadis terseyum lalu memeluk anak itu balik dengan kedua tangannya. Seharusnya Elang bisa berperilaku lebih baik daripada tadi karena Lean semenggemaskan ini. Bukannya justru meneriaki bocah ini hanya karena Lean tidak menuruti perkataannya. Gadis takut jika Lean sering mendapatkan perlakuan yang demikian dari Elang kala di rumah serta tidak ada Gavriel atau dirinya akan berdampak pada perkembanngan kepribadian Lean di kemudian hari."Le...," panggil Gadis pelan yang membuat Lean menarik kepalanya yang awalnya ia sandarkan di bahu Gadis. Kini bocah itu bahkan sudah menatap Gadis lurus tepat di kedua matanya

  • From Bully to Love Me   46. Ternyata ada sang sutradara

    Group Lapak DosaElang : Dari kemarin gue nunggu update kabar anak gue. Kok lo malah ngilang gitu, Gav?

  • From Bully to Love Me   41. First Meet with Leander

    Tanpa Rachel dan Gadis sadari, sejak tadi Gavriel sudah mengamati mereka di dekat pintu lift. Ia bahkan mengajak Leander untuk bersembunyi. Gavriel masih mempertajam mata serta pendengarannya dan kini ia mulai mengeluarkan ponselnya untuk m

  • From Bully to Love Me   39. Enggak mau berdua

    Pagi-pagi buta seperti ini memang jalanan Jakarta cukup ramah untuk dilewati karena tidak ada macet di mana-mana. Sepanjang perjalanan juga Gadis lebih banyak diam dan menatap jalanan dari jendela mobil.

  • From Bully to Love Me   38. First Meet with Aditya

    Suasana di dalam mobil yang hanya berisi Gavriel dan Gadis sudah sesepi kuburan pada malam hari. Tidak ada yang berniat membuka percakapan lebih dulu sepanjang perjalanan menuju ke daerah Jakarta Selatan ini. Deringan telepon Gadis membuat Gavriel m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status