LOGINTanpa Rachel dan Gadis sadari, sejak tadi Gavriel sudah mengamati mereka di dekat pintu lift. Ia bahkan mengajak Leander untuk bersembunyi. Gavriel masih mempertajam mata serta pendengarannya dan kini ia mulai mengeluarkan ponselnya untuk merekam apa yang Rachel lakukan. Perempuan itu kini sedang menghubungi seseorang yang Gavriel yakin adalah Pradipta.
"Hallo, Dip. Aku sudah datan
Tok.... Tok.... Tok.... Ketukan di pintu utama rumahnya membuat Alena keluar dari kamarnya. Ia segera berjalan ke depan. Sebenarnya dirinya cukup heran saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tetapi ada tamu yang mengetuk pintu rumahnya. Sebelum membukanya, Alena mengintip dari jendela. Ia cukup terkejut kala melihat sosok Gadis sedang berdiri di teras rumahnya bersama sebuah koper. Segera saja Alena membukanya."Gadis? Kok lo malam-malam ada di sini?""Sorry, Len gue enggak hubungi lo dulu tadi. Malam ini gue boleh nginap di sini enggak?" Tanya Gadis yang membuat Alena cukup terkejut.
Group Lapak DosaElang : Dari kemarin gue nunggu update kabar anak gue. Kok lo malah ngilang gitu, Gav?Wilson : lebih tepatnya si Gavriel lagi enggak mau diganggu, gitu aja masa lo enggak peka.Elang : gue penasaran sama sikap Gadis ke Lean doang. Apakah dia termasuk wanita yang suka sama anak kecil atau justru sebaliknya?Aditya : semua perempuan suka anak kecil. Bagi mereka itu lebih lucu daripada lo yang kebanyakan modus.Wilson : Wah, Adit kalo jujur bikin ancur hati dan perasaan.
"Bunda sama Ayah lagi ngapain?"Sebuah suara yang sangat mereka kenal membuat aktivitas saling memakan bibir satu sama lain diantara Gavriel dan Gadis berakhir. Seakan tersengat aliran listrik tegangan tinggi, mereka langsung melepaskan satu sama lain dan berdiri mematung. Gadis merasa malu bukan main karena ia telah memberikan pemandangan yang tidak ramah anak di hadapan Leander, terlepas ia melakukan itu secara tidak sengaja."Oh, Bunda sama Ayah lagi ciuman."Fucking Gavriel...Bagaimana bisa Gavriel mengatakan hal ini secara gamblang pada bocah berusia 3 tahunan ini. Seharusnya ia mencari penjelasan yang lebih ramah di telinga dan di hati anak.Gav
Mengingat dirinya malam ini harus puas untuk tidur di kursi, Gavriel segera menyingkir dan menuju ke arah ruang depan. Baru setengah perjalanan menuju ke ruang depan, Gavriel menghentikan langkah kakinya karna melihat pemandangan di depannya. Gavriel tahu bahwa kini tubuhnya sudah mengkhianati jiwanya. Bagaimana tidak, karena kini jiwanya menginginkan mengalihkan pemandangan dari sosok Gadis yang sedang membuka jaket jeans sedangkan matanya justru fokus pada semua itu. Kelakuannya benar-benar seperti laki-laki yang tidak pernah melihat perempuan seumur hidupnya saja.Tak pernah Gavriel sangka jika wanita bisa terlihat sebegini seksinya saat melepas jaket. Melihat punggung Gadis yang tertutup rambut panjangnya, pinggangnya yang ramping dan bokongnya yang berisi membuat junior Gavriel bangun. Sebelum Gadis menyadari jika ia sudah menonton semua adegan itu tanpa ijin, Gavriel memilih
Pukul tujuh malam, Gadis baru berhasil memarkirkan mobil Gavriel di tempat parkir sebuah resort yang ada di Lembang. Baru pertama kali ini Gadis mencoba menginap di tempat ini, tapi ia yakin jika ini bukan yang pertama kalinya bagi Gavriel karena tempat ini adalah rekomendasi dari Alena."Kita menginap di sini," Ucap Gadis sambil mematikan mesin mobil."Okay. Kamu pesan kamar tipe apa?" Tanya Gavriel mencoba tenang meksipun ia berharap Gadis tidak menyewa tipe tenda karena mereka sedang pergi bersama Leander. Jangan sampai Leander masuk angin karena udara malam ini di Lembang cukup dingin."Village house."Deg'Apa Gadis bila
Entah Gavriel harus bahagia atau iri dengan kebersamaan Leander dengan Gadis hari ini. Sepertinya ia benar-benar hanya dijadikan supir oleh Gadis serta Leander. Apalagi sejak mobilnya meninggalkan parkiran basemen hotel tempat Gadis menginap ini. Gavriel harus puas duduk sendirian di depan sedangkan Gadis dan Leander duduk di kursi penumpang belakang mobil."Kalo gue tahu cuma mau dijadiin supir lo berdua, mending gue minta bantuan supirnya Adit aja.""Enggak usah banyak protes, Gav. Fokus aja sama jalan di depan," Ucap Gadis sambil menyuapi Leander dengan camilan yang sudah dibawakan oleh Elang."Ngantuk tahu, Dis.""Nanti kalo ada rest area gantian sama gue nyetirnya."







