MasukSiapa bilang jika setelah piknik itu semua menjadi terasa fresh saat masuk kantor kembali di hari Senin? Kenyataannya Gavriel tidak merasa begitu. Yang ada pagi ini ia merasa ngantuk berat ditambah badannya yang terasa remuk redam seperti baru saja dipukuli beramai-ramai. Ia baru sampai di Jakarta kembali pukul tiga dini hari. Dan sekarang pukul setengah delapan pagi ia sudah ada di kantor. Andai saja bisa, ia ingin meminta ijin tidak b
Setelah Gadis pamit untuk pergi lebih dulu, kini Gavriel harus menghadapi ketiga temannya seorang diri. Memang saat Gadis bersama dirinya, ketiga temannya ini sama sekali tidak menyinggung apa-apa termasuk cincin yang tersemat di jari manis Gadis tapi begitu Gavriel kembali masuk ke dalam, ketiga temannya sudah menunggunya dengan membawa kostum yang harus ia pakai hari ini."Ayo, bang.... kita lanjut pakai make-up," kata Elang dengan suara ngondek sambil menaik turunkan alisnya, sedangkan tangan kanannya membawa kostum yang harus Gavriel kenakan."Lo beneran tega ya, Lang sama gue?""Muka memelas lo enggak akan bisa membuat gue luluh. Sekarang buruan kita makeup takut keburu siang."Kini Elang sege
"Lang, buruan sini, ah...," panggil Wilson yang pagi ini sengajak mengajak Aditya dan Elang untuk joging di sekitar villa milik Aditya.Kini setelah Elang duduk di samping Aditya, ia langsung mendaratkan kepalanya di bahu sebelah kanan Adit. Tanpa mempedulikan reaksi Adit, Elang sudah menutup kedua matanya yang mengantuk parah. Bagaimana tidak, semalaman ia tidak tidur hanya karena mendengar beberapa kali suara wanita."Mau makan apa lo, Dit?" tanya Wilson yang sedang melihat menu sarapan pagi di tempat ini."Nasi campur aja.""Si Burung mau makan apa?"Aditya menoleh untuk melihat Elang yang ternyata benar-benar tertidur dan terlihat
Lenguhan panjang berkali-kali terdengar dari bibir Gadis malam ini. Gavriel benar-benar membuatnya hanya bisa pasrah dan menerima semua ini tanpa perlawanan sama sekali. Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi panas hingga lidah mereka bermain di sana. Puas mengeksplorasi bibir Gadis, Gavriel sudah merubah posisinya. Ia mengungkung tubuh Gadis dengan menaruh tangan kanan dan kirinya di samping kepala Gadis yang berada di bawahnya. Kini Gavriel mulai menurunkan kepalanya dan menyusuri setip inci tubuh Gadis menggunakan lidahnya. Di mulai dari kulit leher lalu pelan-pelan turun hingga akhirnya bibir Gavriel berhenti di atas kedua gunung kembar Gadis yang berukuran medium. Cukup lama Gavriel bermain di sana dengan bibirnya yang mulai menghisap puncak gunung kembar Gadis sebelah kiri sedangkan tangan satunya mulai meremas-remas gunung kembar Gadis sebelah kanan.Kelakuan Gavriel in
Setelah berlutut dan menurunkan celana yang Gavriel kenakan hingga ke lutut, Gadis segera membebaskan junior Gavriel dari celana dalam warna hitam yang Gavriel kenakan. Gadis tak menyangka jika milik Gavriel bahkan lebih besar dan panjang dari apa yang ia bayangkan tadi. Dengan kegilaan yang menyelimuti hatinya, Gadis segera mencium milik Gavriel dari pangkal hingga ke ujung. Meksipun ini bukan yang pertama kali ia lakukan di hidupnya namun ini pertama kalinya ia melakukannya dengan Gavriel dan Gadis tidak tahu apakah laki-laki itu menyukai setiap sentuhan hingga jilatan yang akan ia lakukan saat ini.Tanpa menanyakan apa yang Gavriel inginkan dari dirinya, Gadis langsung menjulurkan lidahnya dan kali pertama lidahnya bersentuhan dengan junior Gaviel, suara erangan bisa ia dengar dari bibir Gavriel. Sepertinya Gavriel tak keberatan dengan apa yang ia lakukan ini. Dengan keyakinan
Gavriel mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar ini. Begitu ia membuka pintu kamar mandi, tangan Gadis sudah langsung meraba untuk mencari tombol lampu berada. Sudah cukup dua hal ini yang membuat Gavriel yakin jika Gadis juga sama menginginkan dirinya seperti apa yang ia rasakan. Apapun yang terjadi malam hari ini, Gavriel pastikan bahwa ia dan Gadis akan sama-sama menikmatinya tanpa adanya rasa penyesalan setelahnya.Gadis tahu jika kali ini dirinya sudah melewati batas aturan yang selama ini ia pegang teguh bahwa ia tidak akan pernah melakukan sex jika belum sah secara agama maupun negara. Sayangnya ia sudah tidak bisa mundur. Ia menyadari jika dirinya tidak bisa berhenti merasakan sentuhan-sentuhan yang Gavriel berikan kepadanya. Mulai dari bibir, leher hingga kulit di atas gunung kembarnya. Tanpa ia sadari bahkan kini Gavriel sudah berha
Ceklek...Gavriel membuka pintu kamar yang akan ia tempati malam ini bersama Gadis. Setelah menghidupkan lampu, kedua matanya langsung membelalak lebar ketika melihat isi kamar itu. Kamar ini terlalu luas dan mewah untuk ukuran sebuah kamar tamu. Sebuah ranjang king size tampak berada di tengah ruangan ini. Di atas ranjang itu terdapat lampu hias besar dan mewah yang menambah kesan romantis. Dari sudut manapun jelas sekali kamar ini di desain untuk kamar suami istri bukan tamu lagi. Semua ini dipertegas dengan adanya sebuah kursi bercinta yang ada di dekat jendela besar di sudut sebelah kiri. Gadis yang melihat kamar ini hanya bisa menelan salivanya. Ia yakin jika dirinya dan Gavriel kembali menjadi objek keusilan teman-teman Gavriel."Duh, Gusti... kenapa harus seperti ini cobaan yang hadir di hid
Hampir dua jam ini Gadis terus menerus berdoa dan berharap jika Gavriel akan berhasil mendapatkan bukti rekaman CCTV di rumahnya. Terlebih ia lupa memberi Gavriel kunci utama rumah. Semoga saja Gavriel dapat masuk ke rumah.
Alena memilih menyembunyikan wajahnya dibalik koran yang pura-pura sedang ia baca. Ia memilih memperhatikan Rachel dari jauh sejak ia akan memasuki kamar hotel setelah cek-in. Tidak ia sangka jika selingkuhan suami Gadis ini akan menginap d
Wilson, Aditya dan Elang menatap Gavriel yang sedang sibuk berjalan mondar mandir di depan mereka bertiga. Sejak dua jam yang lalu, Wilson sudah memanggil mereka bertiga untuk datang ke ruang kerjanya yang ada di club ini. Andai saja Wilson
Pradipta menatap martabak manis yang ada di atas meja dengan tatapan penuh keheranan. Tumben sekali Gadis mengiriminya makanan seperti ini. Biasanya juga Gadis melarang dirinya untuk makan serta ngemil ketika jam sudah lebih dari pukul tujuh malam.







