Share

14. Galau

last update publish date: 2026-03-16 09:00:42

Pradipta menatap martabak manis yang ada di atas meja dengan tatapan penuh keheranan. Tumben sekali Gadis mengiriminya makanan seperti ini. Biasanya juga Gadis melarang dirinya untuk makan serta ngemil ketika jam sudah lebih dari pukul tujuh malam.

"Kamu kenapa sih, Dip?"

"Aneh aja, Hel. Enggak biasanya Gadis kirimin aku kaya beginian.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • From Bully to Love Me   103. Sepertinya Dia cemburu

    Saya mau tamasyaBerkeliling keliling kotaHendak melihat lihat keramaian yang adaSaya panggilkan becakKereta tak berkudaBecak becak coba bawa sayaSuara Elang yang bernyanyi di kursi penumpang belakang mobil membuat empat orang yang ada di mobil ini harus sabar. Lagu anak-anak ini sudah berkali-kali Elang nyanyikan sejak mobil yang mereka tumpangi keluar dari parkiran rumah sakit."Coba lirik becaknya diganti pakai mobil. Biar lebih realistis," kata Wilson yang duduk di samping Elang."Susah bego'. Masa jadi gini liriknya 'saya panggilkan mobil, gerobak tak bermesin', mobil-mobil tolong bawa saya'. Asli enggak realistis."Adi

  • From Bully to Love Me   102. Butuh didengarkan

    Gadis mengangkat pandangannya lalu menolehkan kepalanya saat merasa ada orang yang duduk di sampingnya. Ternyata itu adalah sosok Gavriel. Cepat-cepat Gadis kembali menundukkan kepalanya dan menghapus air mata yang berlinangan di wajahnya."Lanjutin aja, Dis. Aku temani di sini."Gadis menghentikan aktivitas menghapus air matanya karena tertegun saat mendengar perkataan Gavriel."Aku malu, Gav.""Why?""Aku yang sudah sakit hati level akut sama kelakuan Mas Dipta sampai memilih bercerai, tapi melihat kondisi orangtuanya ini, aku enggak tega. Rasanya hatiku sakit banget. Seperti lihat orangtua sendiri sakit tapi kita enggak bisa bantu apa-apa u

  • From Bully to Love Me   101. Pamit

    Gadis memasuki sebuah lorong yang sepi diikuti Gavriel di belakangnya. Kala Gadis melihat sosok Pradipta, ada sedikit rasa canggung yang ia rasakan. Entah apa yang pantas untuk ia ucapkan saat berhadapan dengan mantan suaminya ini. Terlebih ia datang bersama Gavriel. Kala Pradipta sudah menyadari kedatangannya dan berdiri, mau tidak mau Gadis harus menghadapi situasi ini dengan tenang dan jangan sampai terlihat canggung. Ia berusaha menyingkirkan semua rasa yang pernah ia rasakan kepada Pradipta mulai dari cinta, sayang sampai benci. Meskipun berat, dirinya pasti bisa melakukannya.Kala ia sampai di hadapan pradipta, Gadis menyalami laki-laki itu. Tidak lupa juga ia memperkenalkan Gavriel secara resmi kepada mantan suaminya ini. Meskipun ada kemungkinan jika Gavriel dan Pradipta sudah saling mengenal, namun Gadis merasa bodo amat. Toh kalopun mereka saling mengenal juga pasti kare

  • From Bully to Love Me   100. Membuat Gavriel Cemburu

    "Satu jam lagi kita akan jemput kamu di lobby hotel ya, Dis. Kamu bisa siap-siap dari sekarang. Nanti kita sarapan dulu sebelum ke rumah sakit."Perkataan Gavriel kala menelepon Gadis ini membuat Gadis yang sebenarnya masih mengantuk pagi ini segera menuju ke kamar mandi. Kenapa sih Gavriel begitu mendadak memberikan informasi kapan mereka akan menjemputnya di lobby. Dengan seperti ini, mau tidak mau Gadis hanya mandi secepat yang ia bisa. Tidak sampai lima belas menit di dalam kamar mandi, Gadis segera keluar dari sana untuk menuju ke arah cermin serta hairdryer berada. Ia mengeringkan rambutnya yang basah. Selesai melakukan itu, Gadis segera memakai pakaiannya.Menyadari jika ia akan pergi bersama banyak laki-laki, Gadis memilih menggunakan pakaian yang sopan dan jauh dari kata seksi. Semua yang i

  • From Bully to Love Me   99. Banyu akhirnya tahu

    Pukul dua belas malam Gadis sudah sampai di stasiun Balapan untuk menunggu kereta Turangga yang akan membawanya menuju ke Surabaya. Jam keberangkatan masih satu jam lagi. Sengaja Gadis mengambil kereta malam agar pagi hari pukul empat dirinya telah sampai di Stasiun Gubeng. Tentu saja pilihan Gadis kali ini adalah menginap di hotel yang ada di sekitaran stasiun Gubeng saja. Toh pagi hari ia juga harus menjemput Gavriel dan teman-temannya di Bandara. Ada rasa syukur di dalam diri Gadis karena selama tinggal di Surabaya, ia juga memiliki teman meskipun tidak banyak dan terlalu dekat.Sambil menunggu kereta datang, Gadis mencoba membuka gadget miliknya untuk mengecek data-data yang sudah diemail Papanya untuk dirinya. Meskipun ia akan melakukan travelling bulan depan, orangtuanya tetap memintanya ikut membantu pekerjaan mereka. Karena dirinya juga membutuhkan penghasilan, Ga

  • From Bully to Love Me   98. Kita Kawal Gadis ke Surabaya

    Elang menatap kostum serta atribut yang akan digunakan Gavriel besok pagi ini dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Setelah dua hari mencari, akhirnya ia menemukan persewaan costum ini di salah satu tempat persewaan yang ada di daerah Jakarta Utara. Tentu saja tanpa bantuan Aditya dan Wilson, ia tak akan menemukannya."Lo beneran laknat jadi manusia, Lang. Tega-teganya lo lakuin hal ini ke teman lo sendiri."Elang yang sudah pernah merasakan punishment gila di hidupnya tidak terima dikatakan seperti itu oleh Wilson."Lo enak banget ngomong begitu karena lo yang paling beruntung belum pernah kalah dalam taruhan kita selama ini. Coba lo jadi gue, beneran bukan lagi cuma tukar nasib tapi kaya ngerasain neraka dunia yang sebenarnya."

  • From Bully to Love Me   8. Saran Alena

    Gadis membolak-balikan tubuhnya di atas ranjang sejak semalam. Ingin rasanya ia marah namun tidak bisa setiap kali mengingat permintaan suaminya padanya. Benar dugaannya, Pradipta memintanya untuk merawat kedua orangtuanya di Surabaya. Meksipun awalnya Gadis menolak, namun kala Pradipta mengungkit-

  • From Bully to Love Me   46. Ternyata ada sang sutradara

    Group Lapak DosaElang : Dari kemarin gue nunggu update kabar anak gue. Kok lo malah ngilang gitu, Gav?

  • From Bully to Love Me   35. Berakhir di kamarmu

    Gavriel duduk di ruang kerjanya yang ada di lantai satu. Ia tinggalkan Gadis di kamarnya seorang diri. Pikirannya terus memikirkan sikap gila yang Gadis ambil malam ini. Sepanjang dirinya mengenal Gadis, Gavriel tahu bahwa Gadis adalah sosok wanita

  • From Bully to Love Me   28. Dia Punya Rasa Sama Kamu

    Gavriel yang melihat Alena diam saja hanya bisa menghela napas panjang. Sejak tadi temannya itu tampak sedang berpikir keras. Entah apa yang Alena pikirkan, tapi Gavriel mengira jika itu karena ia kecewa dengan penerbangan kelas ekonomi yang dirinya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status