Home / Romansa / From Your Eyes Only / Nggak Semua Ibu Bisa Tegas Tanpa Jadi Dingin dan Lembut Tanpa Jadi Lemah

Share

Nggak Semua Ibu Bisa Tegas Tanpa Jadi Dingin dan Lembut Tanpa Jadi Lemah

Author: Netganno
last update Last Updated: 2025-08-04 08:08:06

Susan menyiapkan bubur ayam Mangga Besar kesukaan Julio. Ia menyuruh sopirnya membelikan bubur kesukaan Julio , berharap aroma bubur kesukaan anaknya  itu  bisa membangkitkan kembali selera makan sang  anak tercinta.  Sejak sadar dari operasinya kemarin siang, Julio belum menyentuh makanan sama sekali.

“ Yo… makan yuk, mama suapin buburnya”

Julio menggeleng, matanya masih tertutup perban, kata dokter perban baru bisa dibuka siang nanti , 24 jam setelah transplantasi agar syaraf-syaraf matanya tersambung sempurna dulu. Saat perban di buka, baru akan tahu, apakah kornea bisa berfungsi baik dan Julio bisa melihat kembali.

“ Ayolah sesuap atau dua suap saja, ini bubur kesukaanmu. Bubur Mangga besar, dulu kamu bisa habis dua mangkok kalau kita makan di sana.” Kata Susan mencoba membujuk

“ Itu waktu aku belum buta, mama. Waktu aku bisa melihat sendiri bagaimana  tampilan buburnya. Mana ayamnya, mana telurnya, warna  buburnya. Sekarang aku tidak bisa melihat dan aku tidak mau makan!!!” Jerit Julio histeris

“ Kamu sudah tidak makan dari kemarin siang Julio. Malamnya kamu juga tidak makan, makanya pagi ini, mama suruh Pak Narto  beliin bubur kesukaanmu. Ayo lah makan sesuap atau dua suap biar ada tenaga” Susan mencoba menyodorkan sesuap bubur mendekati mulut Julio, tapi Julio menepis tangannya dan Prang….. sendok yang ada di tangan Susan,  jatuh menghantam  lantai menyebabkan suara keras  yang membuat Susan kaget.

“ Mama! Aku uda  bilang , aku nggak mau makan!  Aku nggak mau makan . Bagaimana aku bisa makan , kalau aku tidak bisa melihat”

Susan menghela nafas, sedikit kesal tapi berusaha bersabar dan tetap berusaha  membujuk anaknya yang dia tahu sedang terpuruk dengan keadaannya

“ Kamu kan tidak pake mata untuk makan Julio, mama akan menyuapimu, kamu cukup buka mulut dan menelan makananmu.”

“Mama jangan paksa aku!” Julio berkata dengan suara gemetar,ntah karena rasa sakit atau kesal .

“Aku makan pake semua indraku. Termasuk mata! Kalau tampilannya bagus, baru ada selera  makan. Sekarang aku nggak bisa lihat apa-apa. Jadi gimana aku bisa makan?!”

Susan terdiam sesaat. Lalu mencoba lagi, pelan.

“ Tapi Julio kamu harus makan, supaya kuat, supaya ada tenaga, biar nanti saat perban matamu dibuka, kornea hasil transplantasinya bisa bagus” kata Susan.

“ Aku masih di infus, mama, nggak makan juga tak apa. Aku dapat tenaga dar infusan aja.” Kata julio, memencet tombol down, untuk  menurunkan tempat tidur electriknya dari  posisi duduk menjadi tidur, lalu  berbalik membelakangi mamanya.

Susan menghela nafas , dia akhirnya diam, mengambil kursi dan duduk di samping Julio, Tangannya mengelus punggung Julio. lalu berkata dengan nada lembut

“ Okay, mama tidak akan membujukmu makan lagi, jangan punggungi mama dong, berbalik lah ke sini, kita ngobrol aja sambil menunggu dokter datang untuk membuka perbanmu”

Julio berbalik pelan menghadap mamanya

“ Aku toh nggak bisa melihat mama, jadi sebenarnya aku tidak perlu membalik." 

“ Tapi mama kan bisa melihatmu”  jawab Susan “ Mama ingin melihat hidungmu yang mancung , bibirmu yang tipis , rahangmu yang kokoh dan ingin mengelus tanganmu.”  Susan membelai tangan Julio lembut

“ ihh.. mama.. cringe deh. Kok gombalin anak sendiri.” Kata Julio kini  dengan senyum tipis di bibirnya.

“Nah gitu dong, bisa senyum, jangan terus terusan manyun, mama jadi kehilangan putra ganteng mama.”

“ Mana bisa ganteng kalau  mataku buta , Ma” kata Julio menghela nafas.

“ Kamu tidak akan buta Julio, kamu akan bisa melihat kembali. Transplantasimu sukses dilakukan” Susan berkata dengan yakin. 

“ Belum tahu sukses atau tidak mama, prosesnya masih panjang seperti kata dokter. Perban aja belum dibuka, ibaratnya dokter hanya berhasil memasangnya, tapi belum di test, seperti membeli lampu yang masih dalam dus, tampak baik dari luar, tapi saat dipasang belum tentu  bisa nyala, itu kondisiku saat ini.”

“ Tapi kita harus optimis. Kita harus tetap berdoa. Lihat nasib baik selalu menyertaimu. Dari yang tiba-tiba dapat donor karena orang yang seharusnya mendapat donor meninggal, sampe operasi yang berjalan lancar, kini tinggal step terakhir yang harus kita tunggu, buka perban dan matamu kembali terang. ” Kata Susan membakar semangat anaknya.

“ Belum Ma, masih panjang, aku tidak boleh banyak mempergunakan mataku dulu, melihat handphone, laptop dan aku tidak boleh stress. Mama kan dengar sendiri  kata-kata dokter saat visit,  Mataku juga tidak boleh langsung terkena sinar matahari ,  harus selalu pake kaca mata hitam kalau siang.  Mungkin 3 sampai enam bulan lagi, kalau semuanya berjalan lancar  baru aku bisa melihat dengan sempurna”

“ One step at  a time , Boy.. One step at a time. Kita jalani  satu persatu ” Susan berkata tetap dengan belaian lembut di tangan  anaknya “  Yang penting kamu ingat, mama dan papa akan selalu bersamamu. Lupakan hal yang sedih-desih. Tidak usah ingat tentang  Erika.  Kamu pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih baik darinya kalau kamu bisa melihat kembali, mama yakin banyak wanita yang berjejer ingin menjadi istrimu.”

“ Berarti kalau aku tidak bisa melihat kembali , nggak ada wanita yang mau sama aku?” Tanya Julio cemberut.

“ Mama menjawab pertanyaanmu dengan  jujur dan realistis ya. Jadi jangan ngamuk. Kalau wanita yang setara ekonominya, setara  pendidikannya dengan kita, seperti keluarga Erika, mungkin tidak mau menikah denganmu. Karena wanita zaman sekarang  uda terkontaminasi standar tiktok, tidak mau menikah hanya untuk hidup susah apalagi menderita.”

“ Jadi aku harus memilih wanita yang lebih rendah standarnya secara ekonomi dan pendidikan  dari aku?  Tanya Julio

“ Mungkin itu yang harus kamu lakukan kalau kamu tetap tidak bisa melihat. Tapi kan kamu akan kembali bisa melihat, jadi tidak perlu khawatir. Mungkin saat  Erika tahu  kalau   kamu bisa melihat kembali , dia yang akan mengemis-ngemis untuk balikan dengan dirimu.” Kata Susan.

Julio tertawa sinis “ Dan kalau itu terjadi, aku juga tidak akan menerimanya kembali, betapapun aku mencintai dirinya.”

“ Jangan putuskan apa-apa dulu Julio. Jangan keluarkan kata-kata tidak mau menerimanya kembali, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, mungkin rasa cintamu bisa menghapus semua kesalahan Erika dan kamu bisa  menerimanya kembali ” Dia mengambil nafas sebelum melanjutkan “ Kata orang -orang bijak  rasa cinta yang besar bisa menghapus semua rasa sakit dan dendam.”  Kata Susan menasehati anaknya.

“ Mama tidak marah? Mama tidak sakit hati pada Erika setelah dia mencampakkan aku bagai sampah karena buta?” Tanya Julio heran “ Padahal mama yang  memaki-maki dirinya dan menyuruhnya mengembalikan cincin dan seserahan”

Susan menghela napas. “Mama nggak munafik. Mama sempat marah… sempat sakit hati juga. Tapi, kalau nanti kamu memutuskan untuk menerima Erika kembali sebagai istrimu, mama akan menerimanya. Karena yang paling penting bagi mama adalah kebahagiaanmu.”

Ia berhenti sejenak, menatap Julio meski tahu anaknya masih tak bisa melihat. Tangannya mengelus lembut jemari putranya, lalu melanjutkan, pelan tapi mantap

“Lagipula, dari segi bibit, bebet, bobot… Erika itu memang yang terbaik untukmu. Hanya saja, tidak semua wanita kuat hidup dalam penderitaan. Kalau mama punya anak perempuan, mama juga pasti akan menyuruhnya berpikir ulang kalau calon suaminya tiba-tiba buta.”

Julio terdiam. Ia menggenggam tangan mamanya, memejamkan mata, lalu berbisik pelan,

“Nggak semua orang bisa ambil keputusan seperti  Erika. Tapi juga... nggak semua ibu bisa ngerti keputusan itu seperti  Mama.”

Tangannya naik, menyentuh perban yang masih melilit matanya. Dalam gelap pandangannya, pikirannya berkelana.

Ia tahu mamanya sangat mencintainya. Selalu memanjakannya, selalu mengikuti semua keinginannya  bahkan. Ia tahu mamanya rela melakukan apapun demi dirinya. Tapi… kenapa mama bisa sedamai itu menerima keputusan Erika? Kenapa bisa begitu cepat memaafkan?

Apakah benar karena ingin melihat Julio bahagia… seperti yang ia bilang?

Atau karena Erika adalah pilihan  terbaik dari segi bibit , bebet, bobot, perempuan sempurna yang bisa menjaga nama baik keluarga, dan bisa melanggengkan semua rencana menggabungkan bisnis besar kedua keluarga  yang telah disusun dengan rapi setelah pernikahan?

Julio tak tahu pasti. Yang dia tahu, cinta mamanya  memang tidak perlu dia ragukan  Tapi sekarang, terbaring  di ranjang rumah sakit dengan matanya yang masih gelap tertutup perban, Julio merasa sesuatu yang lain. Sesuatu yang tak pernah ia pertanyakan sebelumnya.

Apakah Mama mencintainya setulus itu, tanpa syarat, tanpa rencana?

Atau sebenarnya, di balik semua empati dan maaf yang begitu mudah ia berikan  kepada Erika.. ada sesuatu yang lain?

Sesuatu yang lebih dingin dan  terencana, demi uang atau kekuasaan? Apakah Mamanya seorang oportunis? Atau... sekadar ibu yang mencintai dengan cara berbeda dengan empathic realism?

Netganno

Apa Itu Empathic Realism? Empathic realism adalah bentuk cinta atau sikap peduli yang tidak hanya dilandasi oleh perasaan, tapi juga oleh logika dan kesadaran akan realita. Ini bukan cinta yang membutakan. Bukan empati yang memanjakan. Tapi cinta yang tetap bisa memahami, sambil tetap berpijak di tanah. Orang yang menerapkan empathic realism tahu kapan harus memeluk, kapan harus mendorong. Mereka tidak menyangkal luka, tapi juga tidak larut di dalamnya. Mereka tidak menjanjikan bahwa semua akan baik-baik saja, tapi tetap ada, tetap bertahan, dan tetap mendampingi. Itulah rasa sayang versi paling dewasa. Kadang terkesan dingin, kadang dianggap terlalu rasional. Tapi sesungguhnya... di balik itu ada kasih yang sangat dalam, hanya saja tidak semua orang bisa memahaminya. Bahasaku untuk parenting ini: Parenting tarik ulur. Kadang kejam, diktator bagai didikan jaman VOC dan kadang harus lembut dan menerima pendapat anak kita agar anak kita tidak menjauh. Do you agree with me?

| 24
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (61)
goodnovel comment avatar
sahidahsari249
optimis dong Julio jgn ngomong gitu km pasti bisa liat lagi dan semua cewek kek gitu yg hanya memandang sempurna nya fisik.. mama Susan tau kebahagiaan anak nya juga kebahagiaan nya jd apapun yg bisa bikin Julio bahagia dia akan selalu mendukung.
goodnovel comment avatar
lapis_legit
jangan pesimis Julio memang semua ini butuh proses panjang, jadi kamu harus tetap semangat untuk melewati semua prosesnya.
goodnovel comment avatar
aya
kamu harus optimis kalau bisa melihat lagi julio. jangan patah semangat gitu dong. walaupun berat dan prosesnya panjang, yakinlah perjuangan mu akan Indah pada waktunya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • From Your Eyes Only   25 : Ketika takdir menuntunmu kembali, kamu tak perlu lagi mencari.

    Pagi ini , Julio kembali mengajak Ario untuk sarapan bubur ayam Mas Adi. Mereka keluar dari rumah tepat pukul 5 pagi, jogging satu keliling di kawasan Mega Kuningan, lalu langsung menuju samping jalan Mall Ambasador, tempat bubur lezat itu berada.“ Bapak nggak bosan, hampir seminggu ini makan bubur Mas Adi terus?” Tanya Ario berlari kecil di sampin Julio“ Belum bosan sih, mungkin karena selama tiga puluh tahun hidupku, aku tidak pernah menikmati bubur seenak ini, biasanya aku hanya makan bubur ayam Mangga Besar, kalau yang bentuknya seperti ini dengan kuah hijau belum pernah.” Kata Julio , melangkah cepat menuju tempat bubur ayamnyaArio menyusul dari belakang “ Pak.. tunggu aku, jangan jalan terlalu cepat. Santai aja, belum jam 6, Mas Adinya pun belum buka, pasti lagi beres-beres”“ Kita harus antri dulu, supaya dapat tempat duduk , kalau nggak nanti antrian uda panjang dan kita bakalan tunggu kelamaan” Kata Julio tanpa memperlambat langkahnya yang lebarArio tidak berani bersungg

  • From Your Eyes Only    24 : Hanya doa yang tulus dari hati yang mampu mengetuk pintu langit

    Julio POVLangit mendung seperti ikut bersedih, hujan yang turun deras ibarat air mata yang mengiringi kesedihanku. Aku melangkah perlahan memasuki kantor polisi, didampingi Pak Hutabarat, pengacara keluarga ku. Dia akan mendampingi diriku karena mama takut aku ditetapkan sebagai tersangka dari kasus kecelakaan di Kuningan itu.Hati dan pikiranku terasa seperti tanah longsor, kacau, rapuh, hancur di banyak titik. Sejujurnya, aku tidak siap melihat reka ulang hari itu. Hari di mana semuanya berubah. Hari ketika mataku gelap dan hatiku retak oleh kejadiaan yang tak bisa kuputar kembali.Di ruang pemeriksaan,terlihat duduk di depan layar proyektor sepasang suami istri yang tampak lebih hancur dariku. Sang ibu bernama Mega duduk dengan sorot mata penuh sesal dan wajah yang sembab. Suaminya meremas-remas tangan istrinya, seolah mencoba menahan air pasang yang sewaktu-waktu bisa memecah seluruh ruang ini dengan tangisan.Beberapa menit kemudian, seorang perwira masuk. Tegap, tapi tatap

  • From Your Eyes Only   23 :  Jodoh berjalan di lintasan tak terduga dan saat semesta menginginkannya, tak ada yang bisa memisahkan dua hati yang terikat.

    Di depan Kantor Polisi Kuningan, Laras berdiri kaku di balik pagar. Panggilan telepon dari penyidik beberapa jam lalu masih terngiang di telinganya - permintaan untuk menghadiri reka ulang kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya, Bayu. Langkahnya berat saat memasuki kantor itu dan hatinya berdetak tak beraturan.Saat Laras melangkah perlahan melewati halaman parkir kantor polisi, langkahnya tiba-tiba terhenti. Matanya menangkap sesuatu, benda usang yang begitu akrab, seolah menyimpan gema masa lalu yang belum sempat dia tutup. Sepeda tua dengan setang bengkok, catnya pudar dan roda yang penuh debu, berdiri sendiri di sudut tanah berkerikil itu. Terlupakan. Tersisih.Itu sepeda peninggalan ayah mereka. Sepeda yang menjadi sahabat setia Bayu, menemani setiap perjalanan kecilnya, menyusuri pagi saat mengantar donat , mengejar senja saat pulang sekolah sambil mengambil kembali donat-donat yang tidak terjual , membawa mimpi-mimpi Bayu untuk memperbaiki hidup mereka berdua . Sepeda yang s

  • From Your Eyes Only   22 : Perempuan tak perlu saling menjatuhkan, karena hanya kita yang tahu, betapa beratnya menjadi kita

    Susan’s POVAku menutup telepon setelah berbicara dengan Pak Hutabarat. “Saya sendiri yang akan mendampingi Tuan Muda Julio, Bu Susan. Saya akan berangkat sekarang ke Polsek Kuningan,” katanya dengan suara tegas dan logat Batak yang kental.“Pastikan Julio tidak dijadikan tersangka ya, Pak…” ucapku, menahan kegelisahan yang sedari tadi mendera.“Tenang, Bu. Saya akan pastikan semuanya aman. Ibu tidak perlu khawatir.”Telepon berakhir. Aku menarik napas panjang lalu melangkah cepat ke lobby rumah sakit untuk menunggu Pak Narto, sopirku. Aku harus segera kembali ke kantor, hari ini Johan, suamiku, akan bertemu salah satu pemilik perusahaan Jepang yang akan menyerahkan pembangunan pabrik Casing Laptop pada perusahaan kontraktor Wicaksono milik kami. Kontrak bernilai jutaan dolar itu akan segera terealissai. Tapi sejujurnya, pikiranku sama sekali tidak di sana. Saat ini semua pikiranku berputar di Julio. Tentang mata barunya. Tentang kecelakaan itu. Tentang kemungkinan dia dijadikan

  • From Your Eyes Only    21. Dalam Setiap Jantung Ibu, Ada Doa Yang Tak Pernah Lelah Menyebut Nama Anak

    Susan POVAku dan Julio melangkah keluar dari ruang konsultasi dr. Yvonne. Rasanya separuh beban di dadaku terangkat. Syukurlah, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi transplantasi mata Julio berjalan baik. Tak ada komplikasi berarti, hanya penyesuaian tubuh terhadap organ baru.Perubahan-perubahan aneh yang Julio rasakan, dari pola tidur yang berubah, selera makan yang mendadak suka pempek, hingga munculnya gambaran samar wajah perempuan, semuanya dijelaskan dengan tenang oleh dokter. Ia menyebut perubahan itu mungkin karena cellular memory, memori sel yang kadang ikut terbawa dalam organ donor. Katanya, meski belum terbukti secara medis , kasus seperti ini pernah terjadi di berbagai belahan dunia.Aku mengangguk, seolah cukup dengan penjelasan itu. Tapi di dalam hati, aku menyimpan keyakinan lain yang tak akan aku utarakan pada Julio. Tentang roh yang masih tinggal di dunia selama empat puluh sembilan hari, menuntaskan urusan yang belum selesai. Mungkin setelah itu, semua keanehan

  • From Your Eyes Only   20. Ada Hal-Hal Di Dunia Ini Yang Tidak Bisa Dijelaskan Dengan Logika, Cukup Dirasakan & Biarkan Hati Yang Memahami

    Julio POVPagi ini aku dijadwalkan check-up di Rumah Sakit MMC. Janji temuku dengan dr. Yvonne pukul sembilan tepat. Sejak menjalani transplantasi mata, ada satu kebiasaan baru yang terus terjadi: aku selalu terbangun pukul dua dini hari dan anehnya, tubuhku langsung aktif, seperti sudah cukup tidur semalaman.Tapi itu bukan satu-satunya perubahan. Sejak operasi itu, ada banyak hal yang terasa berbeda. Dulu aku cenderung menghindari makanan kaki lima, perutku sensitif, terlalu “kelas atas,” kata Ario. Tapi sekarang? Aku jatuh cinta pada bubur ayam Mas Edi. Bahkan kemarin, saat Ario membelikan nasi goreng seharga dua puluh ribuan di samping apartemenku, aku ikut memesan juga, dan ternyata... rasanya lebih nendang daripada nasi goreng buatan chef pribadi di apartemen ini.Sikapku juga berubah. Aku jadi lebih murah hati, lebih punya empati, terutama ke Ario. Dan aku yakin, sifat itu bukan milik ‘Julio ’ yang dulu. Lalu ada satu hal aneh lagi. Kemarin malam, saat mendengar podcast tentang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status