LOGINSeorang wanita dengan kecantika luar biasa dipaksa masuk ke istana untuk menemani kakaknya yang sedang mengandung anak kaisar. Namun, ia justru menjadi korban kejam dari ambisi sang kakak_ dirantai, dimanfaatkan sebagai alat melahirkan, hingga akhirnya tubuhnya dihancurkan secara brutal. Tulang-tulangnya dibuat menjadi kipas, sementara dirinya disiksa hingga tak lagi menyerupai manusia, terjebak dalam penderitaan tanpa akhir. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia lahir kembali dua puluh tahun sebelumnya! Kali ini, ia tak akan menjadi korban. Ia bersumpah untuk membalas dendam, merebut tahta Permaisuri dan tahta Permaisuri Agung yang seharusnya menjadi milik kakaknya. Ia ingin menjadi wanita paling berkuasa di dunia, menunggangi bahu sang Kaisar, dan menatap daratan di bawah kekuasaannya. Namun, ada satu orang yang mencintainya tanpa syarat _seorang pria yang rela menjadi Raja bijaksana atau tiran kejam, tergantung pada apakah dia memilih jalan kasih atau kebencian. Jika ia penuh belas kasih, maka ia akan menjadi penguasa kolonial lalim yang menghancurkan segalanya demi dirinya. Bagi pria itu, ia adalah segalanya, entah ia manusia atau iblis, baik atau jahat. Demi dirinya, ia rela menempuh jalan kegelapan, bahkan jatuh ke dalam neraka dan menghadap kematian bersamanya!
View MoreIstana Qiluo. Selir Jiang duduk anggun di hadapan meja rias, menyisir rambutnya perlahan dengan penuh kehati-hatian. Ia menarik helaian rambut hitamnya dan menunduk, tenggelam dalam pikiran. Sepasang mata cantiknya tampak menghitam di sekeliling, wajahnya juga terlihat sangat pucat dan lelah. Pelayan kepercayaannya, dengan raut wajah penuh sukacita, membungkuk memuji, "Yang Mulia pasti sangat kelelahan tadi malam. Paduka Kaisar memang tak tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan lembut. Lihat wajah pucat ini, pasti semalam tak tidur, bukan?" Ia sangat gembira. Meski wajah tuannya tampak lelah dan mata menghitam, semua ini adalah bukti nyata bahwa betapa besar kasih sayang Kaisar semalam. Beberapa hari lalu, ia juga melihat Selir Jia tampak seperti ini. Kini, kasih sayang yang dulu hanya milik Selir Jia telah beralih ke Selir Jiang. Seluruh Istana Qiluo pun diliputi semangat dan suka cita. Mata Selir Jiang berkedip, ingin berkata sesuatu, tapi tertahan. Karena kenyata
Selir Shu berhasil menghentikan Selir Jia dari menamani tidur Kaisar selama tiga malam berturut-turut. Kabar ini tersebar ke seluruh istana, membuat para Selir bereaksi berbeda—ada yang senang, ada yang kecewa, dan banyak pula yang hatinya campur aduk. Namun kebanyakan dari mereka justru merasa lega. Kaisar memilih pergi ke istana Selir Shu, itu jauh lebih baik dari pada terus-menerus mengunjungi Istana Yuancheng. Ini membuktikan bahwa kasih sayang Kaisar ke pada Selir Jia hanya sebatas angin lalu. Ia hanya tertarik sesaat saja. Setelah rasa segar itu hilang, Selir Jia pun sama saja seperti mereka. Sementara itu, Qiao'er tampak gelisah, berjalan mondar-mandir di depan Zhou Lingge, cemas tak karuan. "Yang Mulia Selir, ini bagaimana? Mengapa Kaisar kembali ke istana Selir Shu?" "Apakah beliau sudah bosan pada Yang Mulia?" Zhou Lingge enggan menjelaskan panjang lebar. Ia pun tidak bermaksud memberitahu bahwa ia sendiri yang menolak disayang dan bahkan sempat membuat Qin Fei
"Biarkan Selir Shu dan Selir Li membantumu mengelola urusan Istana, berbagi tanggung jawab agar semuanya lebih seimbang," ucap Qin Feiling datar. Usai berkata demikian, ia langsung memeluk Zhou Lingge dan pergi tanpa menoleh sedikitpun ke arah Zhou Shiya. Punggungnya tampak begitu dingin dan tak berperasaan. Tubuh Zhou Shiya gemetar. Ia berusaha keras menjaga dirinya tetap tegar, tapi akhirnya tak mampu membendung gejolak emosi—dunia dimatanya gelap seketika, dan iapun jatuh pingsan. Istana Fengluan mendadak jadi kacau balau. Sementara itu, Selir Shu dan Selir Li justru diuntungkan oleh kejadian ini. Sebuah keberuntungan tak terduga menghampiri mereka. Semala ini, Zhou Shiya menggenggam erat kekuasaan istana. Tak disangka, hanya dengan satu langkah dari seorang selir kecil seperti selir Jia Pin, keseimbangan itu langsung hancur berkeping-keping. Selir Shu memegang sapu tangan sambil menggigit bibir, matanya menatap nanar ke arah kepergian Qin Feiling dan Zhou Lingge. Mes
"Logikamu tidak masuk akal, ini hanya jelas-jelas kebohongan terang-terangan. Yang Mulia, Anda dengar sendiri.... hamba sungguh-sungguh telah di fitnah. Huhu.... hamba benar-benar sedih. Ini semua salah Anda yang terlalu memanjakan hamba, hingga mereka semua ingin mencelakai hamba. Bahkan kakak kandung hambapun... diapun mulai membenci hamba. Kehidupan hamba ke depan, bagaimana harus hamba jalani... huhu." Saat berbicara, Zhou Lingge kembali mencengkeram lengan baju Qin Feiling sambil menangis tersedu. Seperti kata pepatah, air mata seorang perempuan cantik bukanlah aib, justru mengahdirkan pesona yang menyayat hati dan menggugah jiwa. Setiap tetes air matanya yang bening bagaikan bintang-bintang di langit, membuat siapapun yang melihatnya merasa iba dan ingin melindunginya. Qin Feiling mengulurkan telapak tangannya yang lebar dan hangat, menepuk-nepuk lembut punggungnya, membantu menenangkan napas dan perasaannya. "Sudahlah, jangan menangis lagi. Aku akan membelamu. Pengawal!
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews