Beranda / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 25. Lani Merasa Senang

Share

Bab 25. Lani Merasa Senang

Penulis: Andy Lorenza
last update Tanggal publikasi: 2026-01-23 01:56:40

Malam itu di rumah Bu Dola kedatangan seorang pria yang telah hampir sebulan tidak mengunjungi Guru cantik itu, pria yang bernama Deni itu merupakan suaminya yang baru kembali dari luar kota. Harusnya ada kehangatan tersendiri saat mereka berkumpul kembali, namun hal yang terlihat justru sebaliknya, baik Deni maupun Dola hanya bersikap biasa-biasa saja bahkan saat hendak menuju kamar beristirahat, Deni tak menyentuh istrinya itu sama sekali.

Dola tak merasa heran akan sikap suaminya, karena per
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 126. Takan Libatkan Perasaan Lagi

    “Ya Mas Ryan, Nyonya baru saja pulang mengantar anaknya ke sekolah. Silahkan masuk, Mas!” ujar pembantu rumah Eva yang memang telah mengetahui nama ku dari Nyonya rumahnya sembari membuka pintu pagar.“Makasih Bi,” ucap ku, aku pun menuju beranda rumah dengan membawa koper tempat pakaian ku.“Nyonya, ada Mas Ryan di luar!” seru Pembantu Eva.“Ya Bi, sebentar! Aku ganti pakaian dulu! Bi Ani buatkan saja minum untuk Ryan!” saut Eva dari dalam kamarnya.“Baik Nyonya,” pembantu yang bernama Ani itu pun segera ke ruang belakang membuatkan minum untuk ku yang menunggu di ruang tamu.Beberapa menit berselang Eva pun ke luar dari kamarnya lalu menghampiri ku di ruang tamu, sementara di sana Bi Ani telah menyuguhkan 2 gelas teh hangat di atas meja.“Gimana kiita berangkat sekarang, Ryan?” tanya Eva.“Ntar lagi ya, Tante? Nih, Bi Ani udah repot-repot buatkan minum.” jawab ku sembari tersenyum.“Oh iya ya, sampai lupa jika tadi aku menyuruhnya untuk membuatkan minum. Yuk, diminum dulu teh nya!”

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 125. Pindah Kos

    Om Ramlan memaksa hingga ia masukan sendiri ke dalam saku baju kemeja yang aku kenakan, sementara aku cepat-cepat meraba saku baju dan mengeluarkan kembali uang itu.“Kalau memang uang ini harus aku terima, segini saja Om nanti kalau butuh aku akan bilang sama Om lagi.” tutur ku mengembalikan uang sebesar Rp. 300.000,- lagi.“Kamu ini ya paling susah kalau dikasih uang, selalu saja ada alasanmu. Ya udah, jika kamu butuh biaya mendadak nanti jangan sungkan-sungkan untuk bicara! Kalau nggak ketemu Om di rumah kamu bisa minta sama Tantemu!” ujar Om Ramlan.“Iya Ryan nanti jika Om mu nggak ada di rumah, Tante yang akan ngasih.” tambah Tante Dewi.“Makasih Om, Tante.” ucap ku.“Sebenarnya kedatangan ku ke sini bukan untuk membicarakan soal biaya kuliah, melainkan rencananya besok pagi aku akan pindah kos yang lokasinya dekat dari kampus.” sambung ku.“Oh begitu? Ya itu bagus, kamu akan mudah ke kampus tanpa harus naik angkot ataupun bus kota lagi. Berapa sewa kos di sana perbulanya biar Om

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 124. Memendam Rindu

    Sementara aku setelah membantu Sugeng berkemas-kemas karena satenya sudah habis, segera kembali ke ruangan kos untuk beristirahat, karena tadi siang hingga sore bersama Eva cukup melelahkan tubuh ku. Besok sore aku rencanakan akan mengunjungi Om Ramlan sekeluarga di rumahnya, sekedar untuk pamitan karena lusa akan pindah kos, dan tentu juga membicarakan soal kuliah ku.Aku pun berfikir ini lah momen yang tepat untuk bisa menghindar dari Dola, karena seperti yang telah aku janjikan pada Bram akan menjauh dari kehidupan rumah tangga mereka, aku pun menyakini jika Bram suatu saat nanti dapat membahagiakan Guru ku itu, aku iklas jika suatu hari nanti Dola akan membenci ku, itu semua aku lakukan demi ingin melihat Guru ku itu bahagia.****Siang itu Siska kembali kekos-kosan ditemani Bi Minah dan satpam rumah kedua orang tuanya, setelah beres-beres seluruh barang milik Siska pun segera dibawa ke depan gang. Siska pun pamitan pada tetangga-tetangga sebelah, tak terkecuali dengan keluarga Su

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 123. Siska Temui Orang Tuanya

    “Moga saja Siska bisa diterima kembali oleh kedua orang tuanya, kasihan dia suaminya benar-benar tak tahu diuntung.” harap Sugeng.“Iya Mas, moga aja,” ucap ku singkat.“Begitulah Ryan salah satu problema hidup, terutama dalam berumah tangga. Ada saja masalah yang akan timbul, apalagi sejak awal berumah tangga itu udah bermasalah.” tutur Sugeng.“Iya Mas, tapi aku senang melihat keluarga Mas dan Mbak Ningsih yang selalu akur. Meskipun hidup dengan kesederhaan, namun kebahagian dalam berumah tangga benar-benar kalian raih.” puji ku.“Ya, alhamdulilah Ryan. Kami sejak dulu saling mengerti dan mau menerima apa adanya dengan rumah tangga yang kami jalani, begitu pula jika ada masalah kami selalu selesaikan dengan kepala yang dingin hingga terhindar dari percecokan yang mudah sekali timbul jika kita tak bisa menahan diri.” tutur Sugeng, aku mengangguk dengan senyum kagum, obrolan kami terhenti sejenak saat Sugeng musti melayani pelanggan yang mulai datang.****Dengan menggunakan taksi Sis

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 122. Rencana Pindah Kos

    “Kalau nggak habis, juga nggak apa-apa yang penting kamu cicipi aja semuanya! Kamu benar-benar special dan luar biasa, Ryan. Pantas saja Gurumu itu nggak ingin melepaskanmu,” tutur Eva diiringi senyum dan tawa nakalnya, sementara aku hanya balas tersenyum.“Aku nggak jadi deh menempatkan kamu bekerja di café ini! Bahaya kalau sempat ada karyawan cewek atau pelanggan café yang kecantol sama kamu!” sambung Eva masih dengan senyum nakalnya.“Loh, Bahaya gimana Tante? Terus aku musti kerja di mana agar bisa melunasi uang yang Tante pinjamkan tadi?” tanya ku.“Pokoknya bahaya aja, nggak usah aku jelaskan! Uang yang aku berikan tadi yang bilang hutang siapa? Aku ngasih kok, bukan minjamin.” ujar Eva lagi-lagi ia tersenyum menggoda.“Mana bisa begitu Tante, aku paling nggak bisa terima uang tampa bekerja minimal membantu Tante apa aja deh.” pinta ku.“Loh, tadikan kamu udah membantuku.” Eva semakin nakal menggodanya.“Membantu apaan?” Aku masih belum mengerti akan maksud dari perkataan Eva,

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 121. Curhat Berujung Bercinta

    Aku sempat berdecak kagum, dalam hati ku berkata pantas saja wanita cantik yang ada di samping ku itu kaya raya, ternyata memiliki bermacam-macam usaha di berbagai tempat. Sehabis dari ruangan dapur Eva mengajak untuk melihat kamar yang terletak di bagian tengah ruangan itu.Kembali aku berdecak kagum, kamar itu begitu indah, bersih dan rapi. Tempat tidurnya springbet ternama, dan di sana juga terdapat kamar mandi, serta beberapa buah lemari untuk pakaian serta barang-barang lainnya.“Usaha cafe dan kos-kosan sedemikian rupa tentunya Tante dibantu Om, Kok sejak di rumah tadi aku nggak melihat Om. Memangnya dia ke mana, Tante?” tanya ku.“Hemmm... Usaha-usaha ini aku sendiri yang kelola, sedangkan Mas Rangga sibuk dengan bisnisnya di Singapore dan Malaysia. Dia jarang pulang paling juga 2 bulan sekali, mana bisa dia membantu mengurus usaha-usaha ku di kota ini.” tutur Eva.“Oh gitu ya, Tante.” ucap ku yang saat itu kami ngobrol sambil duduk di atas springbet di dalam kamar mewah itu.“

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 84. Menderita Batin

    “Aku sendiri sebelum menikah dengan Mas Rudi masih kuliah di salah satu perguruan negeri ternama di kota ini, Papa dan Mama nggak menyetujui hubungan ku dengan Mas Rudi karena Mas Rudi hanya seorang buruh pabrik. Kami memutuskan untuk kawin lari, dan itu tentu membuat Papa dan Mama ku marah besar l

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 62. Riko Dan Keluarga

    Riko sahabat Deni sekaligus juga sahabat Dola, hari itu permohonan cuti kerja yang ia ajukan dipenuhi perusahaannya selama 1 minggu, tentu saja kesempatan itu ia manfaatkan untuk mengunjungi istri dan anak-anaknya di Kota P. Dengan sedan bekas yang dibeli dari hasil kerjanya selama 2 tahun di perus

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 63. Riko Temui Dola

    “Riko! Kapan kamu pulang?” seru Dola yang mengenal betul tamu yang datang itu adalah sahabatnya yang bekerja satu perusahaan dengan Deni di Kota M.“Kemarin sore aku tiba di sini,” jawab Riko.“Wah, dalam merangka apa nih pulang? Udah lama kan, kamu nggak pulang?”“Kangen sama keluarga saja dan keb

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 13. Diantar Ke Kos

    “Jadi hal ini Bu Dola lakukan sebagai balasan terhadap yang telah dilakukan suami Ibu itu?” Tanyaku terkejut, Bu Dola menggelengkan kepalanya sembari sunggingkan senyum manisnya kembali.“Hemmm, tentu saja nggaklah Ryan. Aku melakukannya karena memang menginginkannya, tak ada kaitannya dengan balas

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status