Share

Bagaimana?

Author: Weena Young
last update publish date: 2026-10-07 11:39:15

Tangan Kakek yang bergetar hebat terulur perlahan, menyentuh puncak kepala Melody dengan kehangatan yang sudah sangat lama tak dirasakannya. Sorot mata tua itu dipenuhi penyesalan mendalam, memancar jujur di balik lapisan air mata yang tertahan.

"Maafkan kakek, Melody. Kakek keterlaluan belakangan karena mendenagr hasutan mereka."

Melody menggigit bibir bawahnya rapat-rapat. Rasa sesak yang membuncah di dadanya mendadak luluh menjadi keharuan yang tak tertahankan. "Kakek tak perlu minta maaf...
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (27)
goodnovel comment avatar
Ovy Mamanya Arum
xasey terlalu kecewa mungkin Mel, krna dia ga d kasih tau kabar kehamilan mu itu. udah biarin aja dia tenangkan diri dulu. sama" istirahat ya
goodnovel comment avatar
Ovy Mamanya Arum
ya udah sh Mel, kan udah dapet restu jg dari kakek. tog kmu jg mencintai Casey kan? lagian udah ada calon anak jg
goodnovel comment avatar
thoriq fikri
terima saja keputusan casey mel, lagian kamu juga mencintai casey kan. jadi berdoa saja masalah casey di canada selesai , biar kalian segera menikah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Pulang

    Tangan Melody membeku di atas layar ponsel. Nama Casey tertera begitu jelas di balik pesan singkat yang terasa dingin dan memerintah itu. Rasa mual dan sesak mendadak membuncah di ulu hatinya. Pria itu baru saja menempuh belasan jam penerbangan dari Canada, tetapi bukannya memberikan penjelasan atau ucapan yang lebih lembut, ia justru langsung menunjukkan dominasinya seolah Melody hanyalah kepemilikan yang bisa diatur sesuka hati.Dengan perasaan campur aduk antara marah, kecewa, dan muak, Melody mengetik balasan dengan santai tanpa beban."Maaf ini siapa ya? Nomor anda tidak terdaftar. Anda salah sambung."Di pelataran parkir bawah gedung apartemen yang megah dan eksklusif, sebuah sedan hitam berukuran besar terparkir persis di dekat akses lift utama. Di dalam kabin penumpang belakang, Casey Whitney duduk bersandar dengan wajah yang memancarkan rasa lelah luar biasa setelah menembus batas zona waktu. Kemeja putih yang dikenakannya tampak sedikit kusut di bagian lengan, mencerminkan k

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Nginep

    Matahari pagi baru saja menyingsing di atas cakrawala Jakarta, membiaskan sinar keemasan yang menembus jendela kamar apartemen Helena. Suasana di dalam kamar bernuansa krem itu masih begitu tenang dan hangat, sangat kontras dengan badai yang siap meledak di luar sana.Melody dan Helena masih berbaring berdua di atas tempat tidur empuk, menatap langit-langit kamar sambil memeluk bantal masing-masing. Melody meletakkan satu tangannya di atas perutnya yang masih datar, merenungi nasibnya sendiri yang terasa kian rumit. Rasa sesak dan bingung yang menghimpit dada membuat Melody ingin menumpahkan segalanya, tetapi rasa malu dan rasa takut membongkar rahasia pernikahannya menahan lidahnya rapat-rapat."Len..." panggil Melody lirih, memecah keheningan di antara mereka."Hmm?" sahut Helena tanpa menoleh, matanya masih setengah terpejam."Aku kan punya temen, dia tuh lagi pusing banget. Kebayangkan aku lagi pusing begini, terus punya temen cerita tentang masalahnya sama aku..." gumam Melody pe

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Ngumpul

    Suasana meja makan yang semi-terbuka itu mendadak dipenuhi oleh dinamika yang begitu kontras. Di satu sisi, pancaran mata Harvey menyiratkan ketulusan dan kekaguman yang begitu besar pada Melody, seolah pria itu ingin menggantikan seluruh rasa sakit dan kekecewaan yang sedang disembunyikan oleh wanita di hadapannya. Di sisi lain, ketegangan canggung antara Helena dan Adrian justru menciptakan bumbu tersendiri yang mengundang senyum tipis di bibir Melody."Sudahlah, Vey. Jangan protes begitu," bela Melody sambil menyesap lemon tea miliknya guna meredakan tenggorokan yang mendadak kering. "Kamu sendiri kan yang tiba-tiba muncul tanpa diundang, bikin kaget orang aja."Harvey terkekeh pelan, dagunya bertumpu pada sebelah tangan yang menopang di atas meja. Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Melody. "Mana bisa aku tenang, Mel? Semalaman aku kepikiran berita simpang siur soal keluargamu di Jakarta. Ditambah lagi waktu ditelepon suaramu terdengar aneh. Aku langsung ambil penerbangan pal

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Happy Day

    Pagi hari menjelang. Sinar matahari merayap masuk lewat celah tirai kamar utama, namun suasana hati Melody sama sekali tidak menghangat. Setelah semalaman merenungi foto dan pengkhianatan yang ia rasakan, keputusan bulat telah tercipta di kepalanya. Ia sudah muak dengan cara Casey memperlakukannya seperti tahanan di dalam rumah mewah itu.Ponselnya berdering pelan di atas nakas, menampilkan nama Helena sahabatnya. Tanpa pikir panjang, Melody langsung mengangkat panggilan tersebut."Mel! Kamu di mana? Aku kangen banget sama kamu. Udah lama kita nggak jalan-jalan," suara ceria Helena terdengar di ujung sambungan. "Aku lagi di mal pusat kota nih. Mau nemenin aku makan siang nggak? Jangan bilang kamu dikurung terus sama suamimu!"Kalimat terakhir Helena tepat menghujam ulu hati Melody. Memang kenyataannya ia sedang dikurung."Helena, jemput aku sekarang," kata Melody dengan nada serius yang membuat sahabatnya tertegun di seberang sana. "Aku mau keluar. Aku tunggu kamu di gerbang depan."T

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Kembali

    "Tidak ada yang perlu didiskusikan lagi, Thomas," potong Casey dengan suara rendah yang mengalirkan ketegangan mutlak di seluruh penjuru ruang rapat.Pria itu menatap ayah dan anak di hadapannya tanpa menyisakan celah toleransi sedikit pun. Dokumen perjanjian yang telah diteken Catherine secara sah di hadapan notaris di Jakarta adalah senjata pamungkas yang menutup rapat segala bentuk negosiasi lanjutan.Sebelum Casey sempat berbalik melangkah pergi, Felix tiba-tiba membentak dengan suara bergetar menahan amarah dan keputusasaan. "Casey! Aku yakin Catherine tidak tahu jika kau memanfaatkannya! Dia sangat mencintaimu, dia selalu mengikuti apa keinginanmu, makanya dia menandatangani perjanjian itu, Casey!"Casey menatap tajam ke arah Felix yang sedang berbicara, lalu menjawab dengan nada dingin yang tenang. "Aku tidak tahu apakah Catherine benar-benar mencintaiku. Awalnya aku merasakan kenyamanan itu, tapi lama-lama aku merasa dia hanya memiliki obsesi padaku. Dan aku tidak bisa hidup d

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Vancouver

    Melody masih mematung di tengah keheningan ruang kerja Casey yang dingin. Lembaran foto di genggamannya terasa begitu berat. Tatapannya tak lepas dari wajah tersenyum Catherine yang merangkul lengan Casey dalam balutan mantel tebal di tengah hamparan salju Vancouver.Setetes air mata kembali lolos membasahi pipinya. Rasa cemburu, kecewa, dan kesepian menyatu menjadi rasa sakit yang menghimpit dadanya. Di mata Melody, teka-teki mengenai kepergian mendadak Casey kini makin terang benderang. Pria itu terbang ke Canada bukan semata-mata karena urusan bisnis, melainkan untuk kembali ke pelukan wanita yang selalu diistimewakannya."Kau sengaja menyembunyikanku di sini agar tidak mengganggu hubunganmu dengannya, kan, Casey?" bisik Melody parau pada ruangan yang hampa. “Kau jahat, Casey. Kau mempermainkan aku…”Dengan tangan bergetar, Melody meletakkan kembali foto itu ke selipan buku tebal di atas meja. Ia tidak ingin meninggalkan jejak bahwa ia telah mengaduk-aduk isi ruang kerja suaminya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status