Share

Suntikan

Penulis: Weena Young
last update Tanggal publikasi: 2026-10-14 16:20:06

Jantung Casey seakan berhenti berdetak saat mendapati tubuh Melody terkulai lelah dalam dekapan tangannya. Wajah istrinya yang tadi memerah karena emosi kini berganti menjadi pucat pasi bagaikan kertas. Bibir yang baru saja melayangkan teriakan penuh kebencian itu kini terkatup rapat, dingin, dan tak berdaya.

"Melody! Melody, bangun!" panggil Casey dengan nada suara yang bergetar hebat. Kepanikan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya kini menyergap dada pria itu tanpa ampun.

Tanpa membua
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (16)
goodnovel comment avatar
Lasma Wati
sulit banget sih kamu buat jujur casey
goodnovel comment avatar
Lasma Wati
ya sekarang kamu casey melihat keadaan melody yang lemah dan tak sadarkan diri
goodnovel comment avatar
Tyas Ratih
sekarang saat nya kamu jelasin pelan pelan Casey
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Makam

    Pagi hari menyapa dengan hembusan udara sejuk yang membawa ketenangan di kediaman Whitney. Sinar matahari tipis menembus gorden, menyiram ruang kamar utama dengan pendar keemasan.Setelah kehangatan yang tercipta semalam, Casey bangkit lebih awal. Pria itu sudah membalut tubuh tegapnya dengan kemeja hitam lengan panjang yang digulung rapi hingga siku dan celana kain berwarna senada. Begitu Melody terbangun dan mengusap matanya yang masih berat, Casey mendekat, lalu mendaratkan kecupan lembut di kening istrinya."Selamat pagi, Sayang," bisik Casey hangat. Tangannya terulur mengusap pipi Melody yang masih merona halus. “Gimana tidurmu semalam, lebih nyenyak bukan di pelukanku?” Bisik Casey menggoda.Melody mencibir kesal. “Ngarang aja kamu!”“Aku nyenyak banget tidur dekat kamu, udah lama banget gak ngerasain tidur se nyenyak ini…” bisik Casey manja.“Gombal! Pinter banget mulut kalo mau ngibul…” gerutu Melody.“Aku ga pernah ngibul, Sayang. Aku serius…”Melody masih memasang tampang k

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Baikan

    Casey memandu pandangannya ke atas, menatap lekat-lekat manik mata Melody yang berkaca-kaca. Dalam posisi berlutut di hadapan istrinya, pria yang biasanya memegang kendali penuh di dunia bisnis itu tampak begitu tulus dan berserah diri. Kebenarannya ada di sana, telanjang tanpa polesan, tersirat dalam setiap hembusan napas dan getaran di jarinya yang mengusap lembut perut datar Melody.Melody menghela napas panjang. Udara malam yang hening terasa seolah terdorong keluar oleh gelombang hangat yang perlahan memenuhi dadanya. Tangannya yang semula gemetar terangkat pelan, lalu jemarinya menyusup di antara selipan rambut hitam Casey yang sedikit acak-acakan."Berdirilah, Casey," bisik Melody lirih. "Jangan berlutut seperti ini."Casey tersenyum tipis, sebuah senyuman lega yang sanggup meluluhkan garis tegang di rahang kokohnya. Ia mengecup lembut perut Melody sekali lagi sebelum bangkit berdiri. Dengan gerakan yang sangat berhati-hati, Casey menarik Melody mendekat, melingkarkan lengan k

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Berlutut

    Mobil sedan klasik berwarna hitam yang membawa Kakek Whitney perlahan melaju meninggalkan pekarangan rumah, lalu menghilang di balik gerbang utama. Kehangatan canda tawa yang sempat menghidupkan suasana ruang keluarga seketika memuai, meninggalkan helaan napas panjang di udara sore.Melody yang sejak tadi memajang senyum manis di depan sang kakek mendadak menghentikan sandiwaranya. Tanpa menoleh atau mengucap sepatah kata pun pada pria di sampingnya, ia melepaskan genggaman tangan mereka dengan dingin. Melody berbalik badan, melangkah tergesa-gesa menaiki anak tangga menuju lantai dua."Melody..." panggil Casey rendah, melangkah cepat menyusul istrinya.Melody tak mengacuhkan panggilan itu. Begitu tiba di dalam kamar utama, ia langsung menutup pintu kayu tebal itu dan memutar kait kunci slot dari dalam. Klek. Ia menyandarkan tubuhnya di balik pintu, menghembuskan napas yang terasa sesak. Pengakuan Kakek tentang utang nyawa, rahasia keluarga Sinclair, hingga kehangatan cerita tentang a

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Janji

    “Perselisihan itu biasa, Melody. Yang penting jangan pernah pergi meninggalkan rumah apapun permasalahannya selesaikan berdua. Setan-setan banyak berkeliaran yang ingin membuat kita berpisah."Melody menunduk. "Iya, Kek.""Maaf, Sayang. Aku belum sempat menjelaskan semuanya. Semua terjadi begitu cepat di tengah kesibukanku. Maaf telah membuatmu kesal..." bisik Casey nyaris tak terdengar."Melody, kau terlalu polos untuk dunia yang kejam, jadi percayakan semuanya pada Casey."Kakek Whitney masih menggenggam erat jemari Melody, menyalurkan kehangatan seorang sesepuh yang telah makan asam garam kehidupan. Tawa renyahnya perlahan mereda, berganti dengan tatapan teduh yang menyapu wajah kedua cucunya secara bergantian."Melihat kalian duduk berdua seperti ini membuat Kakek teringat masa lalu," ucap Kakek Whitney dengan nada bernostalgia. Pria tua itu bersandar pada sandaran sofa, memandangi langit-langit ruang keluarga yang megah. "Dulu, saat ibu kamu masih ada, Melody... dia selalu bila

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Penjelasan

    “Terimakasih, Kek. Aku sempat kawatir kakek akan murka jika aku mengabarkan pernikahan kami yang dadakan.” Ucap Casey menunduk.“Oh! Tentu tidak. Asalkan itu kau yang menjadi suami Melody, kakekk tidak akan marah bahkan sekarang merasa lega dan bebanku terasa berkurang. Aku sudah rela kalau harus mati sekarang…” Refleks Melody menggenggam lengan kakek. “Kakek, jangan bicara begitu. Kami ingin kakek berumur lebih panjang lagi.”“Beban kakek selama ini terasa berat, karena memang belum melihat dengan pasti pria yang benar-benar pantas untukmu. Tapi beruntungnya Casey lah orangnya. Sungguh, Kakek merasa sudah menepati janji kakek pada mendiang ibumu. Kakek merasa sangat lega sekarang…”“Casey juga lega akhirnya bertemu di saat yang tepat dengan Melody, Kek.” Tegas Casey sambil menggenggam dan mencium tangan istrinya, Melody sempat menahan tapi mata Casey tampak memberi kode, akhirnya Melody pasrah dan menikmati permainan suaminya yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.“Oh, ya, ngom

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Kakek

    Suasana tegang yang mengendap di kediaman Whitney mendadak pecah tatkala sebuah iring-iringan mobil sedan klasik berwarna hitam melaju pelan memasuki pekarangan rumah. Dominic yang sedang berdiri di depan pintu utama langsung menegakkan tubuhnya, matanya membelalak kaget saat mengenali pelat nomor kendaraan tersebut."Tuan Casey!" panggil Dominic tergesa-gesa melalui intercom ke ruang kerja. "Kakek... Kakek Whitney tiba-tiba datang ke sini!"Casey yang sedang mengulas berkas langsung tersentak berdiri. Wajah tampannya menegang. Kedatangan sang kakek, kepala keluarga tertinggi Whitney, tanpa pemberitahuan sama sekali adalah hal yang sangat tak biasa. Pria tua itu biasanya menetap di kediaman peristirahatan di Bogor dan jarang mencampuri urusan rumah tangga cucu-cucunya kecuali untuk hal yang amat krusial.Belum sempat Casey melangkah turun ke lantai satu, pintu kamar utama lebih dulu terbuka. Melody keluar dengan balutan gaun hamil yang longgar, raut wajahnya tampak bingung melihat k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status