Beranda / Romansa / GELORA RANJANG PANAS MANTAN SUAMI / BAB 7. Tamparan Jessica Untuk …

Share

BAB 7. Tamparan Jessica Untuk …

Penulis: Lee Lizbet 88
last update Terakhir Diperbarui: 2024-07-25 18:49:50

Tangan Cerris melayang dan saat ia hampir saja mengenai pipi Jessica, tangan Jessica langsung menahan dan memegang pergelangan tangannya Cerris.

“Tidak akan aku biarkan kau menyentuhku lagi, aku sudah cukup lama menoleransi sikap kampunganmu ini.” Jessica tampak dingin dan tenang sereya memegang kuat pergelangan mantan kakak iparnya.

Ketegasan di sorot matanya menggetarkan perasaannya Cerris. Ia melihat ke kiri dan ke kanan. Tampak beberapa orang menatapnya sambil bergunjing.

Cerris pun segera menarik tangannya dengan kasar. “Kau! Aku akan membalas rasa malu ku ini! Kau lihat saja, dasar wanita miskin! Murahan, cuih!” Ludah Cerris hampir saja mengenai kaki putihnya Jessica kalau Jessi tidak dengan cepat menghindar.

Saat ia hendak beranjak dari tempatnya Jessica, seorang pria tampan yang juga sering muncul di televisi menarik perhatiannya dan segera mencegah langkahnya.

Ia semakin menatap sinis wajah Jessica sambil mengejek. “Oh, ternyata bisa datang ke restoran mewah ini karena dibayari bos tampan ini,”

“Wah, ternyata kau selalu mengincar pria kaya yah. Hati-hati, Tuan … wanita ini adalah ular berbisa. Dia juga murahan dan mudah melebarkan kakinya untuk pria mana pun yang dia incar-“

PLAK!

Sebuah tamparan terdengar lantang dan seluruh pengunjung yang mendengarnya spontan menoleh. Bertepatan dengan datangnya Juan yang langsung berlari memegang bahu kakaknya.

Wajah Cerris memerah dan dia sangat syok. “Di-dia menamparku, Juan!” tangisnya pecah.

Juan langsung memeluk kakaknya yang terisak. “Apa yang kau lakukan, Jessica?” Juan berbicara dengan penuh penekanan.

Sedangkan Xairuz yang melihatnya hanya berdiri, mengatupkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di dada.

Dirinya ingin tau, sejauh mana adik kandungnya dapat membela dirinya sendiri dan apa tindakan Juan selanjutnya.

“Melakukan apa yang harusnya aku lakukan saat ini dan yang tidak bisa kau lakukan selama aku menjadi istrimu,” jawab Jessica tidak kalah dingin dengan tatapan yang menantang.

Hati Juan tersentak, ia menautkan kedua alisnya. Tidak menyangka dengan perubahan mantan istrinya itu. “Apa maksudmu, Jess?”

Jessica langsung mengambil tasnya dan segera menoleh pada Xairuz yang menatapnya sambil tersenyum tipis.

“Bisakah, kita pergi saja dari restoran ini, Kak,” pinta Jessica di hadapannya Juan.

Xairuz segera mengangguk, lalu memberikan tangannya spontan Jessica langsung melingkarkan tangan dilengan Xai. Lalu ia berjalan meninggalkan Juan yang masih memeluk Cerris.

Tatapan Juan tidak teralihkan dari langkah Jessi yang mulai menjauh. Hatinya terasa sangat ngilu, dadanya juga bergemuruh dan tampak berdebar dengan kencang.

Ia lalu memegang bahu kakak kandungnya lalu menatap sendu Cerris setelah punggung Jessica menghilang di belokan restoran tersebut.

“Apa yang terjadi, Kak?” tanya Juan mencari jawaban sambil menyelidik kedua mata Cerris yang tidak mau menatapnya.

“Dia, dia memakiku dan aku mengatakan dia sangat murahan. Baru saja bercerai denganmu semalam lalu sekarang dia sudah menemukan pria lain,” lapornya sesenggukan.

“Tampaknya dia tidak terima dan langsung menamparku. Aku hanya membela harga dirimu, dia memang sudah tidak suka denganku sejak kalian menikah,”

“Entah sudah berapa kali, Jessica memfitnah diriku.” Cerris kembali menangis dan tidak lama kemudian Amber datang lalu memeluk Cerris, lalu sengaja menyentuh punggung tangannya Juan dengan lembut.

“Apa yang dikatakan oleh kakakmu, benar Juan. Aku tidak menyangka dia akan mempermalukan Kak Cerris di depan umum. Bagaimana pun, kalian pernah menikah. Tidak pantas memperlakukan mantan kakak ipar seperti itu,” desah Amber.

“Ayo, Kak. Kita pesan makan saja, jangan dipikirkan lagi. Aku sudah memesan ruangan VVIP yang sangat privat. Sehingga kakak tidak perlu merasa sungkan saat berada di sini,” hibur Amber membuat Cerris tersenyum.

Kedua wanita itu meninggalkan Juan yang berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya. “Terima kasih, Amber,” bisik Cerris merasa bersyukur ada Amber yang membantunya dengan cepat.

Kalau saja tadi Amber tidak datang, dia pasti sudah ketangkap basah oleh Juan karena berbohong. “Sama-sama, Kak. Karena Kakak melakukannya untukku, maka aku membalasnya dan akan terus menjaga Kak Cerris,” balas Amber membalas senyum.

Juan menoleh sejenak, sudah terlambat baginya untuk mengejar Jessica untuk saat ini. Sudah waktunya dia untuk memikirkan cara lain, mengejar Jessica.

Panas hatinya saat mengingat bagaimana ia menampar kakak kandungnya. Ia ingin meminta penjelasan terkait perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh mantan istrinya itu.

“Ayo, Juan.” Suara Amber kembali menginterupsi lamunannya Juan.

Ia pun segera menyusul kakak dan mantan tunangannya itu. “Baiklah, Amber,” sahutnya dan segera ikut masuk ke dalam ruangan VVIP tersebut.

Juan sesekali tersenyum tipis saat mendengar cerita Amber. Keakraban antara Cherris dan Amber, sedikitnya membuat hati Juan meneduh.

“Baiklah, kalau begitu kapan kalian akan melanjutkan acara pernikahan kalian yang sudah tertunda selama tiga tahun ini, hem?” Cerris sengaja menyinggung hal sensitive tersebut hingga wajah Amber menorah menahan rasa malunya.

“Aku sih, terserah Juan saja. Aku juga tidak muda lagi, aku berharap agar niat baik ini bisa disegerakan,” balasnya sambil menatap Juan dan memegang tangan Juan.

Sayang, pikiran Juan saat ini tidak bersama dengan Amber. Juan hanya tersenyum tipis, ia juga hanya membiarkan Amber menyentuh tangannya tanpa berniat menarik.

Aneh, tidak ada lagi sebuah rasa yang Istimewa saat Amber menyentuhnya. Gelenyar aneh pada tubuh dan desiran itu justru lebih kuat dengan hanya menatap wajah Jessica saja.

Ingatannya saat ia melihat, tangan Jessica melingkar tanpa beban di tangan Xairuz mendadak membuatnya spontan berdiri sampai kursi terdorong ke belakang.

“Ada apa, Juan?” tanya Amber menatap bingung, begitu juga dengan Cerris saat melihat rahang Juan mengetat.

“Aku melupakan sesuatu, ada berkas yang harus aku tanda tangani,” bohong Juan segera berbalik meninggalkan Amber dan Cerris tanpa penjelasan lebih lagi.

Kakinya melangkah dengan lebar, dia langsung mengirimkan sebuah voice note ke nomor ponselnya Jessica. “Kau dan aku harus bertemu malam ini! Ada sebuah penjelasan yang harus aku dengar dari bibirmu!”

“Kau bukan wanita yang suka lari dari masalah kan? Atau kau akan membuktikan kalau dirimu memang seorang pengecut!”

Lee Lizbet 88

Halo, Readersku ... Terima Kasih sudah mau membaca novel ke 3 aku di GN. Semoga cerita ini berkenan buat Kakak semua dan menghibur yah.

| 1
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • GELORA RANJANG PANAS MANTAN SUAMI   Bab 80. Pengkhianat

    "Tolong hargai juga hatiku, Ma. Kuburan suamiku bahkan sudah kering, tapi Mama sudah meminta aku untuk menikah lagi dengan pria lain. Apa aku tidak seberharga ini, sampai Mama ingin aku menjadi menantunya orang lain?" lirih Jessica menatap kecewa.Sally kehabisan kata-kata, dia tidak menyangka jika menantunya itu ternyata sangat mencintai Angello sedemikian dalam. Selama ini, Angello selalu terbuka padanya, tentang perasaannya pada Jessica. Bahkan Sally tidak pernah keberatan dengan status Jessica yang dulu menikah dengan anaknya bukan sebagai seorang gadis, melainkan seorang janda.Baginya, mau gadis atau janda yang paling penting adalah akhlaknya. Tidak disangka sekarang Sally melihat cinta yang luar biasa dalam di hati Jessica. Ia pun menghela nafas dan memegang kedua pergelangan nangan Jessica."Maafkan mama yah, mama hanya menyampaikan apa yang dikatakan oleh Angello, Sayang. Kau adalah menantuku dan sudah menjadi anakku, aku tidak mungkin mau memberikanmu pada keluarga lain. Sek

  • GELORA RANJANG PANAS MANTAN SUAMI   Bab 79. Jika Sudah Siap

    "Lalu, anaknya siapa Alvaro Jessica! Setelah aku pikir-pikir, mungkinkah Angello sengaja menyewa Juan dan memiliki maksud tertentu yang berhubungan dengan Alvaro?" Lidah Jessica langsung keluh, air matanya sudah tergenang di pelupuk mata dan jemarinya gemetar menahan gelombang pertanyaan yang tidak pernah disangka akan keluar begitu saja dari bibir Xairus."Aku, tidak mengerti apa maksud pertanyaanmu. Sudahlah Xairus, aku lelah terus berdebat denganmu." Jessica menghindar dan segera berjalan meninggalkan Xairus yang langsung mendapatkan kepastian jawaban hanya dari sikap adiknya."Jadi benar, Alvaro adalah anaknya Juan. Lantas, apa Juan tau?" gumamnya pada diri sendiri.Sekembalinya Jessica ke kediamannya, Prillia yang sudah menunggu gelisah langsung menghampiri Jessica dengan wajah sembabnya."Kenapa Kakak menjebloskan suamiku ke penjara?!" todong Prill dengan berderai air mata dan Jessica kembali memijat pelipis kepalanya."Bukan aku, Pri

  • GELORA RANJANG PANAS MANTAN SUAMI   Bab 78. Tidak Jujur

    "Mengertilah." Ketegasan Jessica langsung membungkam Juan.Dia terkejut, tidak menyangka bisa mendengar penolakan tegas dan kasar secara langsung. Tanpa Juan sadari, kakinya langsung mundur beberapa langkah, tubuhnya terhuyung karna keterkejutannya. Harusnya, dia bisa lebih bersabar menyatakan perasaan hatinya.Namun, mau bagaimana lagi, Juan sudah gila karna kerinduan yang selama ini tidak pernah sampai. Tanpa ada tau, selama ini Juan selalu mencari tau bagaimana kehidupan Jessica. Apakah dia bahagia, apakah dia masih cinta padanya.Tapi, hari ini dia mendengar langsung secara tegas. Jessica tidak lagi mencintainya. Hubungannya murni hanya sebatas profesional. Itu pun, tak lantas membuat Jessica sudi untuk berinteraksi langsung padanya dan saat Jessica kembali mengingatkan batasan yang menyakitkan tersebut, Juan tak lagi sanggup untuk sekedar berdeham menenangkan diri.Dia hanya diam, dengan rasa sakit yang teramat perih. Luka di bibirnya, dia suka! Dia

  • GELORA RANJANG PANAS MANTAN SUAMI   Bab 77. Aku Masih Mencintaimu

    "DIAM JUAN!" bentak Jessica tegas."Jangan pernah lagi mengungkit hubungan kita di masa lalu. Kau harus tau batasan!" dengusnya tidak suka.Bibir Juan berkedut, kedua tangan mengepal di sisi tubuh dan alisnya sesaat menyatu sebelum ia memicingkan kedua matanya. Ditatapnya Jessica kembali dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia menilai, tampak jelas, gestur wanita ini sangat tidak nyaman dengan keberadaannya.Dan Jessica tidak memanggil dengan formal, dia memanggil namanya. Dengan lancang Juan malah mengikis jarak dengan maju dua langkah ke depan tanpa mengalihkan tatapan yang bertemu dengan kedua mata tajam Jessica."Kau panggil aku Juan, Nyonya Ramirez?" bisik Juan dengan sedikit penekanan.Tidak ingin terlibat dalam permainan mantan suaminya, Jessica langsung membalikkan tubuhnya. Ia gusar, bukan karna dibuat-buat atau sengaja jual mahal.Jessica memang sudah mengubur Juan jauh ke dalam hatinya yang mungkin hampir tidak bisa tersent

  • GELORA RANJANG PANAS MANTAN SUAMI   Bab 76. Perintah Yang Jelas

    Tubuh Rodrigo membuka, ia menatap nyalang wajah Eddie, pengacara Angello dan tampak juga George, notaris perusahaan serta seorang pria yang tidak dia kenal. Tapi wajah itu terlalu familiar bagi Rodrigo. Dirinya hampir gila karna frustasi memikirkan di mana dia pernah bertemu dengan pria di hadapannya ini."Siapa kau?!" bentak Rodrigo menunjuk Juan.Yah! Juanlah yang kini berada di hadapan semua dewan direksi, Rodrigo dan mantan istrinya. Ingin rasanya Jessica bertanya untuk apa Juan datang ke kantor suaminya. Hanya saja, kehadiran Eddie dan tuan George membuat Jessica mengurungkan niatnya.Fokusnya saat ini adalah Rodrigo dan jika kedua tangan kanan suaminya itu mengenal Juan itu berarti mantan suaminya itu, pasti memiliki alasan yang kuat untuk berdiri membela harga dirinya."Aku adalah akuntan perusahaan ini. Tuan Angello, menyewa jasaku sampai tiga tahun ke depan untuk membantunya 'merapikan' beberapa laporan perusahaan yang tercecer. Selebihnya, aku d

  • GELORA RANJANG PANAS MANTAN SUAMI   Bab 75. Surat Keputusan.

    Satu minggu sebelum rapat dadakan yang dihadiri oleh Jessica. Tiba-tiba saja Eddie datang ke kantor Juan. Ia menerobos masuk begitu saja, membuat Tommy kelabakan."Tuan Myers, ini sudah hampir empat puluh hari sejak meninggalnya tuan Angello! Kenapa anda tidak segera datang ke Moskow?" desak Eddie menatal tajam eajah Juan. "Tuan maaf, aku sudah mencoba untuk mencegahnya tapi, tuan ini menerobos masuk begitu saja. Apa saya perlu mengambil keamanan?" tanya Tommy, takut Juan marah. Tangan Juan langsung terangkat ia menggeleng. "Tidak perlu, dia tamu ku, Tommy. Duduklah, Tuan Eddie," ucap Juan dengan sopan.Keduanya bernafas lega. Juan juga meminta Tommy untuk duduk bersamanya. "Kau tidak perlu keluar, beliau adalah pengacara tuan Ramirez. Kau juga boleh mendengar pembicaraan kami, karna aku juga butuh pendapat darimu."Setelah semuanya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status