LOGINJesica, wanita sederhana yang hari-harinya mendapatkan penyiksaan secara fisik dan mental dari keluarga suaminya. Sampai sudah, di penghujung batas kesabaran dan penantian akan cinta Juan Myer yang tak kunjung ia dapatkan. Akhirnya, Jesica menandatangi surat gugatan cerai yang sudah tergeletak selama dua tahun di atas meja riasnya. Jesica, mengirimkan foto surat tersebut dengan tujuan akan berpamitan pada calon mantan suaminya dan Juan memerintahkannya untuk menunggunya sampai pulang ke rumah. Siapa sangka, saat Juan sampai di kamarnya dan melihat Jesica duduk di atas ranjang dengan sebuah koper besar di sampingnya, justru membuat hatinya panas. Tidak pernah sekalipun ada wanita yang meninggalkan Juan, sebelum ia yang memutuskan kapan untuk mengakhiri semuanya. Juan yang tidak pernah menjamah Jesica selama tiga tahun pun, menghabiskan malam panas bersama wanita yang paling dibencinya dalam keadaan mabuk. Jika dulu agar selalu dekat dengan Juan, Jesica rela menyamar menjadi seorang pegawai akuntan rendahan. Kini, setelah bercerai, Jesica memutuskan untuk menunjukkan siapa identitasnya yang sebenarnya. Dia adalah pemilik perusahaan yang menjadi rival tempat Juan bekerja sebagai seorang CEO. Dalam upaya balas dendamnya yang sangat elok dan berbisa, Jesica juga menguak kebohongan mantan kekasih Juan yang kembali dan menjadi biang masalah dalam rumah tangganya, serta membalas semua perbuatan kakak ipar dan mertuanya.
View More"Tolong hargai juga hatiku, Ma. Kuburan suamiku bahkan belum kering, tapi Mama sudah meminta aku untuk menikah lagi dengan pria lain. Apa aku tidak seberharga ini, sampai Mama ingin aku menjadi menantunya orang lain?" lirih Jessica menatap kecewa. Sally kehabisan kata-kata, dia tidak menyangka jika menantunya itu ternyata sangat mencintai Angello sedemikian dalam. Selama ini, Angello selalu terbuka padanya, tentang perasaannya pada Jessica. Bahkan Sally tidak pernah keberatan dengan status Jessica yang dulu menikah dengan anaknya bukan sebagai seorang gadis, melainkan seorang janda. Baginya, mau gadis atau janda yang paling penting adalah akhlaknya. Tidak disangka sekarang Sally melihat cinta yang luar biasa dalam di hati Jessica. Ia pun menghela nafas dan memegang kedua pergelangan nangan Jessica. "Maafkan mama yah, mama hanya menyampaikan apa yang dikatakan oleh Angello, Sayang. Kau adalah menantuku dan sudah menjadi anakku, aku tidak mungkin mau memberikanmu pada keluarga lain. S
"Lalu, anaknya siapa Alvaro Jessica! Setelah aku pikir-pikir, mungkinkah Angello sengaja menyewa Juan dan memiliki maksud tertentu yang berhubungan dengan Alvaro?" Lidah Jessica langsung keluh, air matanya sudah tergenang di pelupuk mata dan jemarinya gemetar menahan gelombang pertanyaan yang tidak pernah disangka akan keluar begitu saja dari bibir Xairus. "Aku, tidak mengerti apa maksud pertanyaanmu. Sudahlah Xairus, aku lelah terus berdebat denganmu." Jessica menghindar dan segera berjalan meninggalkan Xairus yang langsung mendapatkan kepastian jawaban hanya dari sikap adiknya. "Jadi benar, Alvaro adalah anaknya Juan. Lantas, apa Juan tau?" gumamnya pada diri sendiri. Sekembalinya Jessica ke kediamannya, Prillia yang sudah menunggu gelisah langsung menghampiri Jessica dengan wajah sembabnya. "Kenapa Kakak menjebloskan suamiku ke penjara?!" todong Prill dengan berderai air mata dan Jessica kembali memijat pelipis kepalanya. "Bukan aku, Prill. Tapi, mendiang kakakmu sendiri, aku
"Mengertilah." Ketegasan Jessica langsung membungkam Juan. Dia terkejut, tidak menyangka bisa mendengar penolakan tegas dan kasar secara langsung. Tanpa Juan sadari, kakinya langsung mundur beberapa langkah, tubuhnya terhuyung karna keterkejutannya. Harusnya, dia bisa lebih bersabar menyatakan perasaan hatinya. Namun, mau bagaimana lagi, Juan sudah gila karna kerinduan yang selama ini tidak pernah sampai. Tanpa ada tau, selama ini Juan selalu mencari tau bagaimana kehidupan Jessica. Apakah dia bahagia, apakah dia masih cinta padanya. Tapi, hari ini dia mendengar langsung secara tegas. Jessica tidak lagi mencintainya. Hubungannya murni hanya sebatas profesional. Itu pun, tak lantas membuat Jessica sudi untuk berinteraksi langsung padanya dan saat Jessica kembali mengingatkan batasan yang menyakitkan tersebut, Juan tak lagi sanggup untuk sekedar berdeham menenangkan diri. Dia hanya diam, dengan rasa sakit yang teramat perih. Luka di bibirnya, dia suka! Dia bersedia mendapatkan luka s
"DIAM JUAN!" bentak Jessica tegas. "Jangan pernah lagi mengungkit hubungan kita di masa lalu. Kau harus tau batasan!" dengusnya tidak suka. Bibir Juan berkedut, kedua tangan mengepal di sisi tubuh dan alisnya sesaat menyatu sebelum ia memicingkan kedua matanya. Ditatapnya Jessica kembali dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia menilai, tampak jelas, gestur wanita ini sangat tidak nyaman dengan keberadaannya. Dan Jessica tidak memanggil dengan formal, dia memanggil namanya. Dengan lancang Juan malah mengikis jarak dengan maju dua langkah ke depan tanpa mengalihkan tatapan yang bertemu dengan kedua mata tajam Jessica. "Kau panggil aku Juan, Nyonya Ramirez?" bisik Juan dengan sedikit penekanan. Tidak ingin terlibat dalam permainan mantan suaminya, Jessica langsung membalikkan tubuhnya. Ia gusar, bukan karna dibuat-buat atau sengaja jual mahal. Jessica memang sudah mengubur Juan jauh ke dalam hatinya yang mungkin hampir tidak bisa tersentuh kembali. "Sudah ku katakan! Tolong inga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews