Share

Bab 2

Cia bejalan gontai menuju kelasnya, koridor masih terlihat sepi karna hari masih pagi walapu Cia nakal tapi dia pergi ke sekolah gak pernah telat kenapa? Ya karna dia bareng sama Gladien yang notabene nya anak rajin mau gak mau Cia harus berangkat pagi.

Cia memasuki kelasnya yang ternyata sudah ada sesosok lelaki yang sedang asik dengan buku di tangannya "aelah masih pagi udah megang buku aja lo" tegur Cia sambil mendudukkan tubuhnya di kursi.

Lelaki itu melirik sekilas tanpa berniat menjawab ucapan Cia.

"Idih songong juga lo" kesal Cia "eh, atau jangan-jangan lo budek atau bisu kali ya makanya diam aja."lanjut Cia.

"Berisik!"balasnya.

"Cih, songong!"

"Pagii! Cia kenapa tuh muka" sapa Dea yang baru saja memasuki kelas.

"Noh ada anak songon mati kecakepan" balas Cia melirik lelaki itu.

"Is Lo gak boleh ngomong gitu nanti Lo dibuli fans dia loh"

"Cih fans masak iya cowok budek kek dia punya fans" Cia meremehkan.

Lalu Dea mendekatkan wajahnya ke telinga Cia "dia itu cowok populer di sekolah kita" bisik Dea.

"Masak iya Lo gak tau" lanjut Dea.

"Masak sih cowok kek dia populer katarak kali mata kalian"balas Cia lantang.

"Astaghfirullah, mata Lo yang katarak makanya jangan molor mulu kerjanya sekali-kali lihat isi dunia" omel Dea.

"Gav, maafin teman gue ya" kata Dea kepada Gavino.

"Iya" balas Gavino

"Eh sorry gue gak bikin kesalahan" balas Cia

"Iye mbak iye"

****

"Cia Lo ikut kekantin gak?"tanya Dea menggoncang tubuh Cia yang sedang tertidur pulas dengan tangannya yang dilipat diatas meja sebagai bantalnya.

"Hmm"Cia bergumam masih dengan keadaan semula tanpa berniat untuk merubah posisinya.  Gadis itu terlanjur nyaman dengan posisinya yang sekarang.

Dea mendengus mendengar respon dari sahabatnya itu"Ciaa!"teriak Dea di telinga Cia membuat gadis itu tergelinjang kaget akibat teriakan Dea.

"Setan lu anjing!" Maki Cia menatap Dea tajam, rasanya ia ingin memusnahkan Dea saat ini juga.

Dea memutar bola matanya malas"Santai aja kali, Lo nya aja yang susah dibangunin," kata Dea.

Cia mendengus sebal "ada apaan sih" tanya Cia menatap Dea sembari menunggu jawaban dari gadis di depannya.

"Mau ikut kantin gak Lo?," Tanya dea.

"Engak!" Cia kembali merebahkan kepalanya ke atas lipatan tangannya dan mulai memejamkan matanya kembali tidak peduli dengan ajakan Dea barusan.

Dea berdecak kesal"Cepetan" ucapnya seraya menarik paksa tangan Cia agar mau ikut bersamanya kekantin "sekali-kali liat sekolah, jangan molor dikelas mulu" omel Dea dengan tangan masih memegang erat lengan Cia.

"Is lepasin!"Cia menarik paksa tangannya yang di pegang Dea karena tidak nyaman berjalan.

"Gak mau nanti Lo balik lagi kekelas" balas Dea tetap memegang tangan Cia.

"Iya-iya gue ikut"balas Cia mendengus sebal. Tidak ada pilihan lain dia harus ikut kekantin dan menunda jam tidurnya.

***

sampai di kantin mereka ikut bergabung dengan yang lainya yang sudah lebih dulu datang ke kantin.

"Tumben" kata Santi melirik Cia lalu beralih menatap Dea.

"Gue seret biar mau"balas Dea sementara Cia hanya bisa pasrah dengan sahabatnya itu.

"Gue ngantuk, ini waktunya tidur siang gue"ucap Cia lemes.

Yosi menghela nafas "Buka mata Lo lebar-lebar Cia jangan tidur mulu kerjanya napa. Udah mau tiga tahun gue jadi teman Lo dan satu kelas sama Lo gak pernah seharipun gue liat Lo gak tidur dikelas" ujar Yosi tak habis pikir dengan sahabat nya yang satu itu.

Memang benar selama ini Cia selalu menyempatkan waktunya untuk tidur dikelas baginya itu adalah rutinitas yang harus dilakukanya setiap hari tanpa harus terlewatkan.

"Selagi ada waktu kenapa engak" balasnya sambil mengaduk-aduk minuman yang ada di depannya.

"Pokoknya waktu kita yang hanya tinggal beberapa bulan ini harus lu gunai semaksimal mungkin untuk mengenal sekolah kita Cia biar nanti pas tamat lu bisa mengenang sekolah ini atau gak sekalian aja lu pacaran gitu biar kisah SMA lu ada bukan hanya sekedar numpang tidur aja di sekolah"cerocos Sindi panjang lebar.

"Berisik deh Lo, ini buat gue kan?" Tanya Dea menarik salah satu mangkuk yang berisikan mie ayam di sana.

"Iya ambil aja, siapa tau abis makan itu otak lu bisa bekerja semaksimal mungkin supaya gak tidur aja isi otak lu" balas Sindi.

Cia tidak perduli dengan cerocos sahabatnya itu, gadis itu memilih untuk diam seraya menikmati mie ayam.

"Puti kapan pulang?"tanya Cia melirik satu persatu teman-temannya

"Katanya kalo gak besok ya besoknya lagi" sahut Dea

Cia mangut-mangut lalu kembali menikmati makanannya.

***

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status