Share

74. Rindukah?

Author: Nannys0903
last update Last Updated: 2026-01-14 10:57:03

Bab 74

Hari ini tubuh Celina terasa sakit semua. Padahal semalam ia tak bergadang tidur tepat waktu. Tak mengerjakan apa-apa.

Semuanya sudah dikerjakan dengan baik. Sekarang waktunya berleyeh-leyah. Celina hanya mengurus sisanya saja.

Celina merenggangkan tangan ke atas. Ia harus segera ke kampus atau dosen akan marah dan menyuruhnya keluar kelas. Tapi ia teringat kalau hari ini tak ada materi.

Celina mengingat dosen tersenyum senang. Apalagi dosen itu Luis. Walau perlakuan Luis sama dengan temannya ketika di dalam kelas. Luis tetap menganggap Celina muridnya.

Suatu hari Celina pernah melupakan tugas dari Celina. Tanpa berpikir panjang pria itu menghukumnya sama seperti yang lain.

Celina datang terlambat karena semalam digempur Luis hingga ia kelelahan, Luis tetap menghukumnya, tidak boleh mengikuti kelas hari ini padahal semua itu salah Luis.

Banyak kejadian yang membuat wanita itu kesal.

Celina membawa tas dan duduk di meja makan. Setiap hari ibunya selalu menyiapkan sarapan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    87. Pesta Pertunangan

    Bab 87 Pesta pertunangan Luis dan Sofia akan segera dimulai.Luis mengenakan jas putih tulang yang jatuh sempurna di tubuhnya. Potongannya rapi, mahal, seolah memang diciptakan khusus untuk malam ini. Ia berdiri di depan cermin ruang rias, merapikan manset lengan, lalu mengangkat wajahnya perlahan menatap pantulan diri sendiri. Luis menatap jam tangan sudah waktunya ia keluar ruangan ini. Tapi langkahnya malas untuk menemui Sofia. Tapi ia memiliki tujuan di pesta itu. "Tuan sudah waktunya." Luis menatap sekretaris yang sejak kemarin mengikuti keluar negeri. Ia tahu sesuatu hal ketika pulang kemarin. "Mulai hari ini saya tidak butuh kamu lagi," ucap Luis tegas. Ia enggan menatap wanita itu. "Tuan pecat saya?" Wajahnya terkejut dan bingung. Ia tak memiliki salah apapun tiba-tiba dipecat secara tidak hormat. "Iya." Dingin, Luis menanggapinya seolah wanita itu lalat yang mudah diusir kapan saja. "Salah saya apa Tuan?" tanya wanita itu terkejut. Ia baru satu tahun bekerja dengan Lui

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    86. kembali pulang

    Bab 86 "Kamu tahu di mana rumahnya?" tanya Luis karena supir itu sering antar jemput Celina. Ia yang memerintahkannya. "Saya tidak tahu, Tuan. Nona Celina hanya diantar di depan kampus aja. Begitu juga kalau jemput. Nona Celina tak pernah diantar sampai ke rumahnya. Kadang hanya sampai pinggir jalan. Katanya lagi pengen jalan kaki biar sehat," ucap supir itu mengikuti perkataan Celina. Luis membuang napas kasar ia melihat paperbag di samping tubuhnya. Sengaja pulang dan langsung menemui Celina justru wanita itu sulit ditemui dan menghilang. "Kenapa sulit dihubungi. Ke mana dia?" Hati Luis gusar takut terjadi sesuatu dengannya. "Bagaimana Tuan? Kita mau ke mana?" tanya supir masih menunggu perintah Luis. "Apa mau pulang ke kediaman Suerz?" "Tidak. Kita ke kampus. Kita ke sana saja." Luis melihat jam di tangannya. Sudah jam sepuluh pagi kampus pasti ramai. Mungkin Celina diberada di sana pikir Luis. Biasanya jam segini Celana di dalam kelas menyimak materi yang diberikan. Sejak

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    85. Jerman

    Bab 85 Luis memijat keningnya. Beberapa hari ini pikiran tak karuan. Ia sudah selesai di Paris, tapi malah ada masalah di Jerman. Dinas dadakan yang membuatnya frustasi. Mau tak mau ia harus terbang ke negara itu untuk mengecek keadaan di sana. Walau sebenarnya hatinya ragu dan malas. Beberapa kali Luis menolak perintah ibunya. Tapi wanita itu tetap kekeh dan tak boleh dibantah. Malah ia mengancam akan mengirim Luis ke Amerika jika melawan ibunya. Semua ini untuk perusahaan Luis pikir hanya beberapa hari saja, tapi ternyata ia seminggu di sini. Terhitung dua puluh hari ia berada di luar negri belum perjalanannya yang panjang. Kalau dihitung memakan waktu hampir sebulan. Luis mengacak rambutnya. Tatapannya tajam dan dingin. Masalah ini bisa diselesaikan mereka tanpa bantuan darinya. "Kenapa kalian tak bisa menyelesaikan ini sendiri," keluh Luis dengan bahasa Inggris. Ia menatap tumpukkan berkas dan mengecek satu persatu. Seharusnya bukan Luis yang melakukannya. Riana yang meminta

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    84. Pindah

    Bab 84 Celina memutuskan untuk pergi dari kantor polisi, membatalkan laporannya apalagi tak punya bukti yang kuat. "Aku akan membalasnya nanti. Tunggu saja," ucap Celina. Saat ini Celina harus beberes dan pergi dari kota ini. Apalagi ibunya tak tahu yang dialami Celina. Ia harus membawa keduanya. Sesampai di rumah, Riana menunggunya di teras. Denada meminta Riana untuk mengantar ke pasar. "Bu, tidak perlu belanja lagi." Celina menahan tangan ibunya yang hendak pergi. Riana sudah berada di atas motor. "Barang di toko habis. Ibu harus beli." "Aku ingin bicara dengan kalian. Ada hal yang penting." Wajah Celina serius. Denada melihat mata anaknya sembab. Ia menarik Riana dan menyuruh karyawannya menjaga toko. Celina meminta ibu dan Riana berkumpul di ruang tamu. Ia harus melakukannya dan tak ingin meninggalkan mereka apalagi Riana jug sudah selesai ujian. Adiknya tinggal menunggu hasil kelulusan saja. "Ada apa Cel? Apa ada hal yang penting?" Denada duduk di samping Riana. Mere

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 83. Pengkhianat itu Adalah ....

    Bab 83 "Celina, aku ...." Celina mengangkat salah satu tangannya. Ia menatap Fio kecewa. Tubuh Fio reflek berdiri. Kenapa Celina datang dan tak memberitahu dulu biasanya ia akan mengabari kalau dirinya akan datang. "Aku sudah mendengar semuanya. Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku, Fio? Kenapa? Apa salahku kepadamu? Apa selama ini aku pernah menyakitimu?" Berbagai pertanyaan dilontarkan. Celina tak bisa menahan air mata. Sahabatnya yang sudah dianggap saudara ternyata menusuk dari belakang dan memberikan tubuhnya kepada penjahat. "JAWAB FIO!" Tubuh Fio membeku. Ia tak bisa menjawab itu semua hanya saja Sofia adalah sepupunya. Selama ini tak ada saudara yang menganggapnya keluarga. Tapi kali ini Sofia mau pergi jalan-jalan, main dan curhat dengannya. Sofia juga sering membawa ke acara mewah bersama Sofia dari sana ia mendapatkan pria tampan dan idamannya. Beberapa bulan ini ia menghindari berkumpul dengan Vina dan Celina. Tapi mereka tak menyadari kejauhan Fio. Mereka mengang

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    82. Pengkhianat Yang Lain

    Bab 82 Hati Celina sedikit tenang setelah mengambil keputusan demikian. Ia akan pergi, tapi sebelum itu ingin pamit dengan sahabatnya, Vina dan Fionita. Kali ini Celina ingin bawa motor sendiri. Cuaca tak begitu panas. Ia mengambil ponsel di tas sebelum berangkat. "Vin, kamu di rumah tidak?" Celina membawa dua bingkisan kenang-kenangan untuk mereka disimpan di dalam jok motor. "Ada. Tapi aku mau pergi sama Mama nanti siang." Vina melirik jam dinding masih ada dua jam lagi. "Aku mau ke rumah kamu. Ini lagi mau jalan. Sebentar doang mau ngasih sesuatu. Kamu di rumah siapa?" Vina selalu berpindah-pindah tempat kadang di rumah ibunya, nenek kadang tantenya."Rumah Mama. Dia juga pulang satu jam lagi. Datanglah ke sini." Vina tahu tentang proposal Celina. Ia sangat sedih melihat sahabatnya terpukul. Ia tak mudah percaya tentang gosip yang beredar. Berkali-kali berdebat dengan teman kampus di grup. Vina kekeh kalau itu semua hanya Fitnah. Celina pun belum membuka suara tentang hal it

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status