Home / Romansa / Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin / Perpisahan yang Menyakitkan

Share

Perpisahan yang Menyakitkan

Author: Miss Wang
last update Huling Na-update: 2025-10-16 14:25:11

"Nona, istirahatlah di kamar ini. Aku akan segera kembali," suara Ny. Peni lembut, namun ada nada getir yang sulit disembunyikan.

Alexa tak bergeming, tubuhnya terpaku—duduk mematung di tepi ranjang, sorot matanya kosong. Dunianya yang memang sudah berantakan dalam sekejap hancur berkeping-keping. Serpihan luka mengoyak jiwa tanpa ampun.

Langkah Ny. Peni berat saat melangkah menjauh, pintu kamar tertutup perlahan. Di luar, Arsenio berdiri kaku, sorot matanya tajam menusuk.

"Bagaimana keadaan Alexa?" Suaranya penuh kecemasan.

Ny. Peni menunduk, bibirnya bergetar pelan. "Dia hancur. Dia diam, tak mau berbicara sedikit pun." Ny. Peni menatap pria di depannya, "Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"

Arsenio mengerutkan kening, kepalan tangannya erat menggenggam. Suasana sunyi sejenak, lalu dia berbisik, "Aku akan kirim Alexa ke luar negeri. Aku... Aku harus melawan mereka—walau mereka janji tak akan menyakiti Alexa, tapi kita tak boleh percaya begitu saja. Mereka licik, dan aku tak ak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Miss Wang
iya kk, nanti bakal udahan ............hihi
goodnovel comment avatar
Miss Wang
huhuhu,, ya gini deh kk ............
goodnovel comment avatar
Nau1616
sedih banget sih kak boleh udahin ga sedih nya ini .........
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Masih Misteri

    Ruang interogasi itu dingin.Terlalu dingin untuk seseorang yang hatinya sedang diguncang ketakutan.Ny. Eli duduk di kursi besi dengan tangan gemetar. Matanya sembab, wajahnya pucat, seolah semalam tak tidur sama sekali. Di hadapannya, dua penyidik menatap tanpa ekspresi. Sebuah map tebal terbuka di meja—berisi foto lokasi kejadian, hasil autopsi, dan satu bukti yang paling mengerikan: sidik jari.“Sidik jari Anda ditemukan di pisau yang digunakan untuk menusuk Ny. Kelly,” ucap salah satu penyidik datar. “Bagaimana Anda menjelaskannya?”Ny. Eli menelan ludah.“Aku… aku memang datang menemuinya malam itu,” suaranya bergetar. “Tapi aku tidak membunuhnya. Demi Tuhan… aku tidak.”“Lalu kenapa Anda berada di sana?”Air mata mengalir.“Aku ingin meminta maaf. Aku ingin mengatakan bahwa aku menyesal. Aku ingin mengakhiri semuanya dengan damai…”Tangannya mengepal.“Tapi saat aku datang, dia sudah marah. Kami bertengkar. Aku pergi sebelum terjadi apa-apa.”“Lalu bagaimana dengan pisau ini?”

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Misteri Pembunuhan

    Hujan kembali turun malam itu, lebih deras dari sebelumnya, seolah langit ikut meratap atas sesuatu yang tak bisa ditarik kembali.Di ruang rawat rumah sakit jiwa, suara alat medis mendesing panjang—menandai satu kehidupan yang telah benar-benar padam.Ny. Kelly dinyatakan meninggal dunia pukul 23.47.Tusukan itu menembus punggungnya, tepat di antara tulang belikat. Luka yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Darah membasahi lantai dingin, bercampur dengan sisa-sisa kegilaan dan penyesalan yang tak sempat terucap.Dan keesokan paginya—Berita itu meledak.“NY. KELLY TEWAS MISTERIUS — DUGAAN PEMBUNUHAN BERENCANA”“SOSOK WANITA DALAM KASUS ARSENIO TEWAS DI RUMAH SAKIT JIWA”Media kembali gaduh.Nama Dania kembali disebut.Nama Arsenio kembali diseret.Dan satu nama lain… mulai muncul dalam bisik-bisik tajam.Ny. Eli.Dania sedang duduk di ruang makan mansion saat berita itu muncul di layar televisi.Sendoknya terjatuh.Wajahnya memucat seketika.“Apa…?” suaranya tercekat.Layar me

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Ditikam

    Hujan belum juga reda saat mobil yang ditumpangi Dania dan Kelvin melaju meninggalkan bangunan tua itu. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu kota, seperti serpihan kenangan yang tak mau padam.Mereka duduk diam di kursi belakang, wajahnya pucat, matanya kosong. Tangannya menggenggam erat ponsel—di dalamnya tersimpan rekaman suara Ny. Kelly. Rekaman pengakuan. Rekaman yang bisa menyelamatkan… atau menghancurkan segalanya.Ia memejamkan mata.Dadanya sesak.Ia tidak menangis. Air matanya sudah habis.Sementara itu, di sisi lain kota, Alexa mondar-mandir gelisah di ruang kerja mansion. Arsenio berdiri di dekat jendela, menatap gelap dengan rahang mengeras."Kenapa dia nekat? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya," ucap Alexa pelan, tapi penuh kecemasan. “Seharusnya dia menghubungi kita.”Arsenio meraih ponselnya lagi, menelpon. Tidak aktif. Ia menekan nomor Kelvin, tak aktif juga. “Ini tidak benar,” gumamnya. “Dia ingin menemui wanita itu. Seharusnya aku melarang sejak awal.”Alexa m

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Bertemu

    Di kantor pusat perusahaan AJ, suasana berubah mencekam.Karyawan berbisik-bisik. Saham turun drastis. Media berkumpul di gerbang."Tuan Arsenio! Apakah benar Anda melindungi pelaku penculikan?”“Benarkah Ny. Eli mengambil anak secara ilegal untuk kepentingan keluarga Anda?”“Apakah yayasan hanya kedok?”Satu pertanyaan lebih tajam dari yang lain.Di ruang rapat, para direksi bersitegang.“Ini serangan sistematis,” ujar salah satu petinggi. “Ada pihak yang menginginkan perusahaan jatuh. Mereka tahu kelemahan Anda ada pada sisi kemanusiaan.”Arsenio menghela nafas panjang.“Mereka menyentuh hal yang paling sensitif,” katanya pelan. “Anak. Masa lalu. Dan rasa bersalah.”Sementara itu, di sudut lain kota, Dania terkunci di kamarnya.Ia membaca berita demi berita, tangannya gemetar.'Dugaan eksploitasi anak oleh keluarga konglomeratPerempuan bernama Dania diduga korban penculikanNy. Eli dan Arsenio terancam proses hukum'Dania menjatuhkan ponselnya.“Kak Arsen..., ini karena aku...," b

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Dendam Masa Lalu

    Pagi itu, berita menyebar lebih cepat daripada angin.Nama Dania mendadak ramai dibicarakan—bukan karena pernikahannya yang megah, bukan pula karena statusnya sebagai istri Kelvin, melainkan karena satu isu yang menggemparkan:“Wanita yang mengaku ibu kandung Dania—keluarga Arsenio Alvier muncul kembali.”Seseorang telah membocorkan informasi itu.Dan tidak butuh waktu lama hingga gosip berubah menjadi tuduhan.Di ruang keluarga mansion, suasana mencekam.Alexa berdiri di depan televisi yang menampilkan berita daring. Judulnya menyala terang:“Kontroversi Keluarga Elite: Ibu Kandung Muncul Setelah Puluhan Tahun Menghilang? Nama Arsenio Alvier terseret dalam kasus ini. Tangan Alexa gemetar saat membaca.“Siapa yang membocorkan ini?” suaranya pecah.Arsenio berdiri kaku, rahangnya mengeras. “Tidak mungkin kebetulan. Mereka ingin menghancurkan aku. Ini pasti pesaing bisnis.”***Kelvin yang baru datang dari kantor langsung mematikan televisi. “Ini gila. Mereka mengorek luka lamamu. Dan

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Terkuak

    Hujan kembali turun malam itu, lebih deras dari sebelumnya, seolah langit pun tak sanggup lagi menahan rahasia yang selama puluhan tahun terkubur.Arsenio berdiri di depan meja kerjanya, mata terpaku pada tumpukan berkas yang berserakan. Tangannya gemetar saat membuka map terakhir—map yang baru saja ia dapatkan dari seorang kenalan lama di kepolisian.Isinya membuat dadanya serasa dihantam berkali-kali.Dokumen lama. Laporan kebakaran. Catatan psikiater. Dan… satu surat tulisan tangan yang mulai pudar tintanya.Nama di sudut kertas itu membuat nafasnya tercekat.Eleanor Widjaja.Nama muda Ny. Eli.Dan di bawahnya, tertulis satu nama lagi.Kelly Widjaja.“Jadi… kalian saudara…” gumam Arsenio lirih.Ia membaca dengan seksama.Tahun demi tahun mulai tersusun seperti kepingan puzzle yang kejam.Kelly dan Eli adalah sepupu. Tumbuh bersama. Besar di lingkungan yang sama. Namun hidup memilih jalan berbeda untuk mereka. Kelly—cantik, lembut, penuh kasih—jatuh cinta pada seorang pria yang sam

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status