Home / Romansa / Gadis Kesayangan si Raja Neraka / Pagi Setelah ke Kacauan

Share

Pagi Setelah ke Kacauan

Author: Senjaaaaa
last update publish date: 2026-01-26 15:44:23

Nares terbangun perlahan.

Kepalanya masih terasa berat, tapi panas itu sudah mereda. Pandangannya menyesuaikan cahaya ruang kerja yang temaram. Hal pertama yang ia lihat membuat napasnya tertahan.

Anya.

Gadis itu tertidur di lantai, tubuhnya bersandar pada sisi sofa tempat Nares berbaring. Kepalanya bertopang pada lengan, rambutnya sedikit berantakan. Wajahnya pucat karena lelah, bukan tidur yang nyaman, melainkan tidur orang yang berjaga semalaman.

“Anya…” gumam Nares lirih.

Ia henda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   115

    “Sekarang sudah mengerti belum?”Guru itu langsung mengangguk cepat. “Sudah, Bu… sudah.”Anya tersenyum tipis lalu melirik wanita paruh baya itu sambil mengangguk pelan penuh kemenangan. Sementara itu Kyan dan Kiara langsung menjulurkan lidah ke arah Ronald dengan wajah puas. Juan sendiri sampai harus memalingkan wajah karena menahan tawa. Kekalahan telak wanita tua itu benar-benar memalukan.Namun wanita paruh baya itu menghentakkan kaki dengan kesal. Wajahnya merah padam menahan malu.“Anya! Kau sombong apa? Bahkan kau sudah dibuang oleh keluarga Mahesa!” bentaknya. “Dan sekarang kau malah punya dua beban kecil!”Ia menunjuk Kyan dan Kiara dengan sinis.“Kau pikir dengan masa lalumu itu masih bisa menikah dengan orang kaya dan menjamin hidup dua bocah sialan itu? Hah? Siapa yang kasih kau muka setebal ini? Apalagi kau berani menamparku!”Anya langsung membentak balik.“Bukannya itu kau?”Ruangan langsung hening.“Muka sebesar dan setebal itu terus maju mendekat. Kalau nggak ditampar

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   114

    Saat Anya hendak pergi, Nares tiba-tiba menarik tangannya kuat hingga tubuh wanita itu terhuyung dan menabrak dada bidang pria tersebut. Belum sempat Anya mengeluh, Nares sudah menangkup pinggangnya, menarik wajah itu semakin dekat. Tatapannya tajam, penuh rasa possessif yang nyaris menyesakkan.“Aku belum selesai sama kamu,” gumamnya pelan.Nares menunduk hendak mencium bibir Anya lagi, namun tiba-tiba ponsel Anya berdering nyaring.Anya langsung menoleh. Nama wali kelas Kiara dan Kyan muncul di layar.Entah kenapa, dada Anya langsung terasa tidak enak. Ia buru-buru mengangkat telepon itu.“Halo, Bu?”Di seberang sana terdengar suara panik.“Bu Anya bisa datang ke sekolah sekarang? Kyan berkelahi… dan Kiara menangis dari tadi, tidak bisa berhenti.”Wajah Anya langsung pucat.“Apa?”Anya langsung mendorong tubuh Nares tanpa pikir panjang. Wajahnya yang tadi masih kesal kini berubah penuh kecemasan.“Kyan berantem…” bisiknya panik.Ia bahkan tidak peduli lagi pada Nares. Tidak peduli p

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   113

    Nares masih bertelanjang dada saat jemarinya menyentuh ujung hidung Anya yang kini terkurung di dalam pelukannya. Wajah pria itu tampak begitu cerah, bahkan ia terkekeh pelan melihat reaksi Anya yang geli. Namun ketika jarinya turun menyentuh bibir Anya, wanita itu bergerak lalu perlahan membuka mata. Begitu menyadari wajah Nares berada sangat dekat di hadapannya, Anya langsung terkejut setengah mati. "Eh… kamu gila, ya?" katanya spontan sambil menggeser wajah, berusaha menjauh sedikit. Alih-alih melepaskan, Nares justru menarik lengannya kembali. Senyum jahil terukir di bibirnya. "Ya, aku memang gila," ucapnya santai. "Nona Anya mau obati aku nggak?" Wajah Nares semakin mendekat. Refleks, Anya menarik selimut hingga menutupi dadanya. Tatapan pria itu benar-benar seperti binatang buas yang siap menerkam kapan saja. Dan tepat saat Nares hendak mencium bibirnya, Anya buru-buru menahan leher pria itu dengan kedua tangan. "Kau benar-benar sudah gila," gerutunya. "Aku harus pergi. A

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Rindu

    “Ya,” jawabnya singkat. “Tempat ini terlalu bagus untuk dilepas.” Ia berjalan masuk, membuka jasnya lalu melemparkannya ke sofa sebelum duduk santai. “Semua tatanannya sama seperti saat kamu pergi. Juga saat aku pergi.” Anya menoleh. “Kenapa kamu lakukan ini?” Nares mengedipkan mata pelan. “Karena…” Ia menyentuh sofa yang ia duduki. “Aku kangen tempat ini.” Tangannya bergerak pelan di atas kain sofa. “Aku kangen sofa ini. Kamar di sini.” Tatapannya naik ke arah Anya. “Kenangan yang aku tinggalkan di sini.” Jantung Anya berdetak lebih cepat. Apa dia sudah tahu tentang malam itu? batinnya.

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Sayangku

    Air mata sudah menggenang di pelupuk mata Anya. Ia menahannya sekuat mungkin agar tak jatuh. Ia tak mau terlihat rapuh di hadapan pria yang dulu menjadi pusat dunianya… dan sekaligus penghancurnya. Nares masih menggenggam tangannya. Tatapannya tak berpindah. Seolah enam tahun yang hilang tak pernah ada. Anya hendak membuka mulutnya untuk bicara,tiba-tiba ponselnya berdering. Suara itu memecah ketegangan seperti petir di tengah hujan. Anya refleks meraih ponsel dari tasnya. Ia melirik sekilas ke arah Nares sebelum mengangkatnya. Namun belum sempat jari-jarinya menyentuh ikon hijau, ponsel itu direbut. “Nares!” desis Anya. Nares menatap layar. Alisnya mengernyit. Nama yang tertera di sana membuat rahangnya mengeras. Sayangku ❤️ Tatapan Nares berubah. Cemburu dan emosi bercampur menjadi satu. Ia menoleh perlahan pada Anya. “Sayangku?” ulangnya, suaranya rendah. Anya cepat-cepat menghapus sisa air matanya, lalu menatap balik tanpa gentar. “Ternyata enam tahun ini k

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Pertemuan Setelah Enam Tahun

    Malam itu hujan deras mengguyur kota. Kini hanya tersisa gerimis tipis, namun genangan air masih memenuhi jalanan, memantulkan cahaya lampu kota yang temaram. Mobil Anya mogok. Leon sedang ke luar kota untuk urusan bisnis. Juan menemani Kyan dan Kiara di rumah, tak tahu apa pun tentang masalah ini, Anya sengaja tak memberi kabar. Ia tak ingin merepotkan siapa pun. Ia berjalan menyusuri trotoar, heels-nya sesekali terciprat air. Tangannya memeluk tas, matanya menatap layar ponsel. Lima menit lagi, taxi sampai. Ia mendengus pelan. “Katanya lima menit lagi…” Angin malam membuat rambutnya berantakan. Ia berdiri di bawah rintik gerimis, mencoba bersabar. Tiba-tiba... Sebuah payung hitam menaunginya. Anya mengernyit. Belum sempat menoleh, pergelangan tangannya digenggam erat. Refleks ia hendak menarik diri, namun payung itu justru diarahkan ke sisi jalan tepat saat sebuah mobil melaju kencang dan menyipratkan genangan air. Air itu hanya mengenai ujung sepatu mereka.

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Pria jahat

    Sebelum Anya sempat protes, Juan sudah memijat lembut telapak tangannya. Gerakannya terampil, tekanan pas. Anya mengulas senyum kecil. Leon yang melihat itu hanya terdiam beberapa detik sebelum kembali fokus menyendok nasi. Ia menata empat piring di meja. Juan meliri

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Kepulangan

    Siang itu ibu kota terasa lebih lengang dari biasanya ketika sebuah mobil mewah berwarna hitam pekat meluncur keluar dari area bandara dengan pengawalan di depan dan belakang. Kilau bodinya memantulkan cahaya matahari, memotong jalanan seperti penguasa yang kembali menagih takdir. Di dalam mobil,

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Kebenaran yang Baru Leon Tahu

    Di depan kelas, suasana mendadak hening. Alex berdiri di depan papan tulis dengan kepala tertunduk. Tangannya saling meremas, jelas tidak nyaman. Guru kelas berdiri di sampingnya. “Alex ingin menyampaikan sesuatu,” ujar sang guru. Alex menarik napas dalam-dalam, lalu menatap Kiara. “Aku… ak

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Mereka Anak Kita

    Leon tidak langsung pergi setelah memastikan Kyan dan Kiara masuk kelas. Wajahnya kaku, rahangnya mengeras. Ia berbelok menuju gedung administrasi dan berhenti tepat di depan pintu bertuliskan Ruang Kepala Sekolah. Tok tok tok. Tanpa menunggu jawaban, Leon masuk. Kepala sekolah yang tengah merap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status