Compartir

55. Sakit

Autor: kamiya san
last update Fecha de publicación: 2026-10-16 15:55:24

Aku terbangun saat adzan subuh mulai mengalun. Menggeliat spontan dan seketika sadar di mana detik ini. Di ranjang Idris yang tidak ada lelaki itu di sampingku. Ke mana?

Oh, dia di kamar mandi. Lelaki itu keluar dengan hanya dililit handuk kecil di pinggul. Melewati ranjang dan menghampiti almari besar di sisi pojok kamar. Sangat berhampiran dengan pembaringan.

Idris sempat melirik ke ranjang dan tampak terkejut melihatku sudah bangun. Hanya membuka mata sambil mengawasinya maksudku. Aku terdi
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami    60.

    Pria berkulit cerah yang sedang makan di depanku masih terlihat lelah. Meski selalu terlihat menawan dan berkharisma, pasti juga tampak berwibawa di mata orang. Ya, di mata orang, di mataku telah menjelma sebagai lelaki yang sangat tega dan jahat. “Kenapa makan sedikit, Mbak?” Rina menegur saat piring hanya kuisi nasi tiga sendok dan sedikit sayur saja. “Iya, Rin. Diet. Tapi juga sambil nambah pisang kok habis ini,” sahutku pada Tina yang mencuci peralatan di wastafel. “Wah, ngapain diet, nggak takut kurus, Mbak?” tanya Rina lagi. “Kan ada polanya, Rin. Biar dapet body goals kata pelatih senamku,” ujarku. “Iyalah, Mbak. Biar suami makin sayang,” sahut Rina sambil ngikik. “Buat siap-siap jadi janda, Rin.” Gadis yang berdiri di depan wastafel menolehku kaget. Juga menoleh tegang pada Idris. Aku abai, fokus pada makanan di piring. Idris tidak berkomentar meski tidak mungkin tidak tersindir. Memang diam lebih baik saat pagi-pagi begini. Mungkin dipikir setelah aku habis

  • Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami    59. Ajakan Idris

    “Orang tua Vena adalah pengusaha yang terlilit hutang bank sangat besar dan gagal menutup saat jatuh tempo. Tidak sengaja aku mengikuti kasus mereka dan berpikir picik pada Vena dan keluarganya,” ucap Pak Davis. Aku langsung bisa menebak ke mana arah bicaranya. “Menurutku, Pak Davis tidak picik. Kan, keluarga Bu Vena sangat memerlukan pertolongan. Jadi harus konsisten dong, bukan hanya bersedia dinikahi di mulut dan raganya saja, tetapi hati berkhianat. Masih mending andai istri Bapak tinggal di rumah. Ini … sudah tidak terhitung lagi mereka berjumpa.” Aku berbicara lantang dan berapi-api. Coba menggugah emosinya sebagai lelaki sejati. Biar Vena dijegal dan tidak lagi menemui suamiku. Aku licik …? Harus, tapi ini bukan licik, hanya kesempatan! “Menurutmu aku tidak egois …?” Pak Davis justru tersenyum. “Tidak. Pak Davis wajib mengendalikan kelakuan Bu Vena yang tidak terpuji, menggoda suami orang,” ucapku bersungut-sungut. Namun, pria di depanku justru tersenyum hangat dan

  • Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami    58. Suami Vena

    Pria tampan di depanku menawari makan malam. Ini sungguh kebetulan, mungkin lebih tepatnya kesempatan. Perut terasa agak perih dan kini juga keroncongan. Maklum, tuntutan Kak Viky membuat tenagaku jadi kering kerontang. Kusambut senang hati. Sikap lelaki dewasa itu hangat dan terasa seperti sudah kenal lama. Tidak memungkiri, sebenarnya telah sering aku stalking figurnya. Seorang kepala dinas kebudayaan dan pariwisata muda dan tampan. Secara dia suami Vina, pejabat penting yang sering wara-wiri di berita. Maklum, Batam sedang menggalakkan APBD di sektor pariwisata. Tidak jarang melihat dia berkelebat di layar televisi. Juga di surat kabar dan media sosial lokal Pulau Batam. Setelah melihat Davis Adam dengan langsung begini, ternyata lebih berkharisma dan menawan. Dia adalah pejabat kategori sangat muda kota ini. “Aku merasa senang mendapat sambutan baik darimu untuk makan malam, terima kasih, Shaqilah,” ujar Pak Davis. Kami sudah berkenalan saat berjalan keluar dari mall untu

  • Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami    57. Healing

    Idris belum sampai di rumah dan ini membuat perasaanku tidak tenang. Rasanya sedih, kesal dan ada sedikit sakit hati. Tetapi apa daya, lelaki itu memang terang-terangan bilang tidak suka!Bukan aku menyerah, hanya sedang menyusun diri. Mengatur trik dan strategi untuk kembali mendekati. Ada kan, pepatah yang bilang jika cinta dan sayang akan datang sebab terbiasa memandang. Hingga habis isya pun, suami yang tidak menganggapku istri belum pulang juga ke rumah dinas. Demi membuang rasa gelisah, kesal dan debar, akan pergi nonton bioskop saja dengan Nola malam ini.“Mau ke mana?” Oh, terkejutnya. Idris sudah berdiri di belakangku saat berbalik dari menutup pintu kamar.“Mau ke bioskop,” ujarku sambil menata napas. Sedang jantung masih merangkak kembali ke tempat semula. Kehadirannya yang tanpa suara dan tanda sungguh mengagetkan.“Dengan siapa?” Idris tajam menatapku. Seperti seorang pesalah saja diriku di matanya.“Dengan Nola,” sahutku datar. Aku mulai berjalan melewatinya. Perasaan

  • Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami    56. Diabaikan

    Idris membawa Bu Vena yang menggayuti lengannya mendekati kami. Meski merasa kesal dan kecewa, dia masih selalu tampan dan gagah dalam pandangan mataku. Melihat kemesraan mereka yang sebegitu, terasa sakit di dadaku. Demikian cepat kurasa cemburu.Seandainya engkau tahu yang kurasa, Idris ... apa masih membiarkan Veni terus rapat memelukmu? “Kalian untuk apa ke sini?" Idris terlebih dulu menegur kami. Itu membuatku serasa dikuliti, pedih. Bibirku bungkam seperti direkat dengan lem G.Leonard dan Bu Vena saling mengangguk dan bertukar senyum. Tetapi tidak denganku. Wanita itu memandang masam dan tidak membalas sedikit saja senyumku. Padahal aku sangat tidak ingin beramah tamah. Namun, senyumku terbit sendiri ke arahnya … dan melayang di udara sia-sia begiu saja.“Shaqilah berniat menjemputmu!” Leonard menyahut setelah kami saling diam dan memandang.Idris menatapku dengan ekspresi yang aku tidak paham. Hanya kulihat sorot matanya teduh dan gusar. Apa dia sedang merasa segan dan bersal

  • Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami    55. Sakit

    Aku terbangun saat adzan subuh mulai mengalun. Menggeliat spontan dan seketika sadar di mana detik ini. Di ranjang Idris yang tidak ada lelaki itu di sampingku. Ke mana?Oh, dia di kamar mandi. Lelaki itu keluar dengan hanya dililit handuk kecil di pinggul. Melewati ranjang dan menghampiti almari besar di sisi pojok kamar. Sangat berhampiran dengan pembaringan. Idris sempat melirik ke ranjang dan tampak terkejut melihatku sudah bangun. Hanya membuka mata sambil mengawasinya maksudku. Aku terdiam sebab setengah nyawa masih mengawang. Ide menggoda datang kembali tetapi belum menggebu.“Diam di tempatmu, Dias. Aku ingatkan jangan mendekat, apalagi menyentuhku!” hardikan Idris terdengar keras saat subuh-subuh yang lengang seperti ini.“Kenapa, bukankah saat subuh begini tegangan lelaki di voltase yang tinggi?” tanyaku bandel dan pura-pura tidak mengerti. Idris tidak menyahut dan hanya melirikku tajam. Padahal aku tau, tujuan dia menegurku pasti sebab sudah berwudhu. Tentu tidak ingin bo

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status