Tegang terasa saat terdengar derit ranjang. Nola yang tadinya masih pulas, tiba-tiba menggeliat lalu membuka mata. Di luar dugaan! Kemarin sudah aman, masak pagi ini ketahuan?! Jangan! “Kamu kesusahan ya, Sha? Sini aku kaitkan!” Deg! Rasanya jantung ini langsung berpindah posisi. Nola mendadak menegur saat aku masih sibuk berjuang dengan bra di balik kemeja. “Eh, enggak, Nol. Sudah, kok!” sahutku cepat. Aku buru-buru menarik kemeja hingga menutupi dada, lalu mengancingkan tergesa dan asal. Meski begitu, bra terasa masih miring. Tali sebelah kiri entah kenapa tetap saja longgar. Dasar barang orang ... eh, maksudnya bra baru yang belum akrab dengan dadaku. “Ya sudah kalau nggak mau dibantu. Nanti jangan lupa kunci pintu ya, Sha,” ucap Nola dengan suara khas orang bangun tidur. “Iya, Nol,” sahutku cepat. Aku membelakanginya sambil pura-pura bercermin. Dari pantulan kaca, Nola sudah kembali merebahkan tubuh. Leganya .... Namun, apa benar bra ungu ini benar-benar sudah
Last Updated : 2026-06-29 Read more