Share

3. Dalam Cengkeraman Lucas

Tidak salah lagi. Pria itu benar-benar kakak tirinya.

Mata abu-abunya sangat Serena kenal. 

Mata yang indah itu dihiasi bekas luka yang terbentang cukup lebar di bagian bawah sudut matanya.

Dan rambut coklat gelapnya yang beruntai panjang hingga sanggup menyapu tengkuknya. Sama sekali tidak berubah. Hanya saja sekarang terkesan lebih liar dan ganas.

Tatapan Lucas yang tajam tetap tertuju pada Serena, meski ia sekarang tengah menghabisi si pria tua.

Lima pukulan sudah ia daratkan ke wajah si pria tua sampai lawannya itu tak sadarkan diri.

"Senang bisa bertemu denganmu lagi, Adik Kecil," ucap Lucas dengan sebuah seringaian yang tercipta di bibir tipisnya. Ia melepaskan cekalannya pada leher si pria tua.

Bunyi berdebam cukup keras timbul saat tubuh si pria tua menubruk lantai, menggema memenuhi seluruh penjuru ruangan.

Seketika kengerian kembali menjalar di sekujur tubuh Serena. Ketika melihat si pria tua dibuat tak berdaya oleh Lucas.

Lucas terlihat menyeramkan. Ia bagaikan binatang buas yang belum puas meski sudah menerkam mangsanya. Dan ia kini sedang mengincar Serena.

Serena secara spontan bergerak mundur saat Lucas mendekat. Ia meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan berteriak panik, "Jangan mendekat!"

Ia masih dibayangi ketakutan. Apa yang baru saja menimpanya, meninggalkan trauma mendalam pada diri Serena. 

Lucas menempatkan sebelah tangannya di bahu telanjang Serena, meremasnya pelan. Tatapannya meredup. "Hush … ini aku, Serena. Lucas, kakak tirimu. Kau tak perlu takut."

Suara yang berat dan serak Lucas membelai telinga Serena dengan lembut.

Mendengar suara Lucas, Serena perlahan menjadi lebih tenang. Ketakutannya mulai sirna.

Serena mengangkat wajah, menatap sosok kakak yang ia rindukan. 

Ia akhirnya berjumpa Lucas lagi setelah sekian lama.

Kakaknya itu baik-baik saja, dan terlihat lebih baik daripada pertemuan terakhir mereka. Itu sedikit melegakan Serena. Di tengah ketakutannya, ia masih sempat mengkhawatirkan Lucas.

Bibir kering Serena terbuka. "Kak Lucas …."

"Iya, ini aku, Serena," balas Lucas memberikan pelukannya pada Serena. Ia merasakan tubuh Serena masih bergetar oleh rasa takut.

Serena tak berucap lagi. Tangisannya pecah dalam pelukan Lucas. Lewat isakannya ia menumpahkan semua perasaan negatif yang menyesaki dadanya. Rasa takut, putus asa, dan kepedihan.

"Sudah, jangan menangis. Aku di sini untukmu, Serena. Kau tak perlu takut." Lucas menepuk pelan punggung Serena, menenangkannya. Tapi, sorot matanya berubah dingin. Tak ada kehangatan pun di sana.

Ia ingin segera mengakhiri drama memuakkan ini.

Lucas merasa jijik memeluk Serena. Mengingat apa yang sudah gadis ini lakukan bersama ibunya di masa lalu. Dia sama saja jalang seperti ibunya.

Melihat Serena telanjang dengan seorang pria tua, menguatkan dugaan Lucas. Kalau Serena sama jalangnya seperti pelakor yang sudah merusak keluarganya. Serena pasti menjual tubuhnya kepada banyak pria hidung belang. Sungguh menjijikkan.

Lucas melepaskan pelukannya. "Cepat kau pakai kembali pakaianmu, Serena, sebelum bajingan itu bangun. Aku akan membawamu pergi dari sini. Bersamaku kau akan aman."

"Iya, Kak." Serena mengusap air matanya dengan punggung tangan. Ia kemudian memunguti pakaiannya yang bertebaran di lantai dan segera memakainya ketika Lucas sudah berbalik memunggunginya.

Setelahnya, Serena diajak pergi Lucas menuju mansionnya. 

Serena terpukau begitu sampai di mansion Lucas yang berukuran besar dan megah bak istana. Bahkan, rumah mewah ayah tirinya dulu tak sebanding dengan mansion ini.

Lima belas tahun berlalu, Lucas berkembang sangat pesat. Ia jadi pria yang tak bisa diremehkan sekarang. Sementara, Serena? 

Serena tampak memalukan saat pertemuanya dengan Lucas. Keadaannya begitu mengenaskan. Telanjang dan dijadikan objek nafsu pria tua karena terlilit hutang ibunya.

"Serena," panggil Lucas membuyarkan lamunan Serena.

Serena mengerjap cepat dan tergagap. "I—iya, Kak?"

Lucas mendesah pelan. "Aku bilang, kau akan tinggal di sini. Rumahmu sudah tidak aman, Serena. Pengawalku akan memindahkan barang-barang berhargamu besok," ungkapnya seraya melangkah mendahului Serena menuju sebuah kamar yang akan jadi tempat Serena beristirahat selama tinggal di mansionnya.

Serena menyusul Lucas saat menyadari ia sudah tertinggal jauh. Mansion terlihat lebih megah dan luar biasa mewah saat ia sudah memasukinya.

Langkah Lucas berhenti di sebuah pintu berukuran besar. Tangan kekarnya mendorong pintu itu sampai terbuka lebar.

"Ini kamarmu, Serena."

"Bukankah ini terlalu bagus dan mewah untukku, Kak?" Serena membuka mulutnya lebar, takjub. Kamarnya berukuran sangat luas. Serena bahkan yakin, kamarnya ini bisa dipakai untuk lapangan basket karena terlampau luas.

Serena melangkah pelan memasuki kamarnya. Ruangan itu sepertinya sudah dipersiapkan untuknya jauh-jauh hari. Terlihat banyak ornamen dan cat kamarnya berwarna pink, warna kesukaan  Serena. Tapi, sejak kapan Lucas menyiapkan ini semua? Serena bertanya-tanya dalam hatinya.

Begitu Serena mendudukkan dirinya di tepi kasur yang empuk. Suara terkuncinya pintu menyentaknya.

Ia lalu melihat Lucas memandanginya dari depan pintu yang sudah tertutup dengan pandangan tak terbaca.

"Serena, kau bodoh dan naif. Kau berpikir aku menolongmu dengan tulus, huh?" 

Serena bergeleng tak paham dengan ucapan yang baru saja terlontar dari bibir Lucas yang kini dipenuhi seringaian licik. "Maksud, Kak Lucas?"

Lucas mencengkeram dagu Serena kencang saat ia berhambur mendekati gadis itu. "Kau jalang sialan. Kau sungguh menjijikkan seperti ibumu," desisnya tajam.

Cengkeraman Lucas turun ke leher Serena, mencekiknya dengan keras.

Serena berusaha berontak. Tapi, tenaganya tak sebanding dengan tenaga Lucas yang begitu kuat.  Napasnya tercekat, dan dadanya menjadi sesak karena kekurangan oksigen. Perlahan pandangannya menggelap. 

Tapi, sebelum ia menutup kedua matanya. Ia menangkap pergerakan Lucas yang melucuti pakaiannya dengan ganas.

"Kak Lucas, jangan lakukan …." Hanya itu yang bisa keluar dari bibir Serena sebelum ia kehilangan kesadarannya.

-To Be Continued-

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status