LOGIN
“Elle aku bisa jelasin semuanya ke kamu, kamu salah paham sayang... foto itu palsu. Aku gak pernah tidur sama wanita mana pun Elle.”
“Udalah El... jelas – jelas kamu dan Carissa tidur bersama. Foto itu jelas, dan Carissa kasih aku sendiri video dan buktinya!!!” ”Elle, percaya denganku. Aku sayang banget sama kamu El... mana mungkin aku nyakitin kamu!” “Omong kosong, kita putus. Jangan pernah ganggu dan temui aku lagi!” Elle mengatakan dengan mata berair deras. Hatinya sakit melihat kekasihnya tidur dengan wanita lain. Padahal selama ini hubungan mereka begitu baik, dan positif vibes. Tidak pernah Elvandra kurang ajar dengan Elle, bahkan selalu menjaga Elle seperti barang begitu berharga. Sialnya Elvandra murka, ia langsung menemui wanita yang sudah membuat kekasihnya mengakhiri hubungannya. ”Aku kasih kamu waktu sayang, tapi jangan harap aku ngelepasin kamu!” Elvandra penuh emosi langsung mencekam bahu wanita yang sudah menyebarkan berita palsu dengan kekasihnya. “Awshsss.... sakit El– lepasinnn...” Carissa merintih kesakitan saat tangan besar itu menekan bahunya begitu kuat. Elvandra kasar dan kejam dengan orang-orang yang sudah merusak hidupnya, bahkan ia tak segan untuk menghancurkan hidup orang itu. ”LOOO NGADU APA AJA SAMA CEWE GUE BANGSATTTT” Amarah Elvandra mengundang seluruh pusat perusahaan yang bekerja. Carissa tidak bisa bicara, tubuhnya begitu sakit saat cengkraman itu begitu kuat. Bahkan sudah menangis ketakutan melihat kemurkaan Elvandra, pria yang diam – diam ia sukai di perusahaan ini. ”Gara-gara lo, hubungan gue hancur. Mulai sekarang, jangan harap lo akan hidup bahagia” Ancaman itu bukan hanya sebatas ucapan, namun menjadi kenyataan. Carissa yang bekerja di perusahaan Elvandra mendapatkan banyak kerjaan, menjadi bullyan orang disana, bahkan sekedar untuk melarikan diri dari perusahaan ia tak bisa. Karna Elvandra memegang kendali dirinya, tidak hanya Carissa bahkan orang tua Carissa harus bertanggung jawab. Hidup Carissa begitu hancur dengan ancaman Elvandra. Elvandra Aksara Ibram, 26 tahun. Pemimpin perusahaan yang ia bangun sejak masa sekolah. Dengan privilege orangtua yang kaya raya, memberikan dia modal. Memberikan dia uang banyak, bahkan uang tak ada artinya di hidup Elvandra. Hingga akhirnya dengan kerja keras dan kecerdasan yang dimiliki Elvandra saat kuliah sudah memulai banyak bisnis kecil bervariasi. Akhirnya bisa mendiri perusahaan dengan biaya dan modal sangat besar di tanggung oleh orang-tua sendiri. Elvandra anak broken home, hidupnya tak tau arah. Kesepian dan kemarahan yang selalu menguasai dirinya, hingga akhirnya bertemu Elleanor Seraphine Verzia biasa dipanggil Elle. Hubungan mereka berjalan 4 tahun lebih, saat Elvan menjadi mahasiswa akhir dan Elle baru masuk kuliah. Hingga mereka dekat dan berpacaran hampir 2 tahun. Namun semuanya telah usai, dengan kesalahpahaman. “Elle... aku gak akan mudah ngelepasin kamu gitu aja. Kamu milikku, selamanya.” * Elleanor, putri dari Miranda Audya dan papanya Hasbi Verzia yang sudah meninggal 10 tahun lalu. Hidup Elle sepi dan penuh rasa rindu dengan sang ayah. Miranda, mamanya menjadi tulang punggung Elle. Miranda bekerja keras untuk membahagiakan Elle, bahkan permintaan Elle mana yang tidak dituruti oleh Miranda? semua dibeli dan diberi untuknya. ”Mama bawa apa?” tanya Elle saat turun dari tangga atas ingin makan malam, dan melihat Miranda baru saja pulang. “Elle sayang, mama bawa kesukaan kamu. Ada pizza dan steak ayam, lengkap sama minumnya. Ayoo makan dulu Elle.” ”Dibeliin sama Om Alief lagi, Ma?” tanya Elle, sudah hafal dengan kebiasaan Miranda. Pulang membawa banyak makanan, pasti mereka pulang bersama Om Alief. Bos yang selama ini Miranda bekerja disana. “Elle, Om Alief baik orangnya... kamu kenapa gak suka gitu sih hmm?” Miranda tentu mementingkan perasaan Elle, dibanding dirinya. “Bukan gak suka Ma, tapi aku ngerasa kalau liat Om Alief kepikiran mantan pacar aku... wajah mereka sama.” Tatapan Elle berubah menjadi sedih. Yaaa, Miranda selalu menjadi teman curhat oleh Elle sendiri. Apalagi hubungan mereka sudah berakhir 1 tahun yang lalu, sang mama masih merasa jika Elle belum bisa melupakan Elvandra. Walaupun Miranda sering bertemu dengan Elvandra namun tetep saja yang dibicarakan Elle, jika Elvandra mirip Om Alief kalau dilihat sekilas memang sama. ”Kamu belum bisa lupain Elvandra?” tanya Miranda mengusap punggung Elle memberi semangat. “Aku sayang sama dia ma, tapi kita sudah putus. Lagian sudah satu tahun, Aku juga belum pernah ketemu sama dia lagi.” Sejak bertengkar dengan Elvan diperusahaan itu, ia tidak pernah melihatnya kembali. Bahkan kabarnya Elvan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya kembali. Elle yang disibukkan menjadi mahasiswa akhir, mencoba tak peduli dan melupakan Elvan. “Elle.... kalau mama menikah lagi gimana?” Tiba-tiba Miranda mengatakan hal itu, dan Elle langsung menatap mamanya. Setelah papanya meninggal, 10 tahun lalu. Miranda meminta pendapat dirinya soal menikah lagi. ”Dengan Om Alief yang sering kasih kita makanan itu, Ma?” tanya Elle namun hatinya tak tenang, seolah begitu sakit saat niat Miranda ingin menikah kembali. Bersambung...ItaliaElle dan Elvandra langsung menuju Italia, bahkan hanya istirahat di pesawat saja. Jangan tanya lagi, bagaimana paniknya Elvandra mengetahui Elle kembali sakit saat perjalanan ke luar negeri. Elvandra menjaga Elle bahkan ia tidak tidur sejak kemarin, didalam pesawat fokusnya untuk Elle. Istrinya yang tetep keras kepala untuk ke Italia. Hingga akhirnya mereka tiba di bandara, dan Elvandra sudah menyuruh orang untuk membawa koper mereka dan menjemputnya menuju hotel yang sudah dipesan Elvandra. Elvandra menggendong Elle tidak mengizinkan untuk berjalan kaki. Udara di Italia sangat sejuk karna memasuki musim semi, Elvandra sudah menyewa satu villa untuk dirinya dan Elle saja. Bahkan pemandangannya langsung menuju Lake Como yang begitu indah membuat Elle tak henti tersenyum senang. "Cakep banget pandangan, aku benar-benar bahagia. Makasih suamiku," gemes Elle memeluk manja suaminya yang masih ada di dekatnya. "Sesuai janjiku baby, aku akan membahagiakanmu. Disini, saat honeym
Elvandra merasa gugup setengah mati, dalam hidupnya dia tidak pernah segelisah dan segugup ini. Ia menatap pintu yang masih tertutup, beberapa tamu mulai mengambil foto Elvandra yang terlihat tampan dengan jas putih yang semakin membuatny tampan. “Tenanglah jangan gugup," bisik Kevin namun tidak direspon oleh Elvandra. Pikirannya bekelena kemana-mana mendengar Elle drop kembali, ia mengkhawatirkan kondisi kesehatan Elle. Tapi, dia juga tak sabar untuk menyelesaikan acara pernikahan ini. Tak lama, pintu gedung terbuka seorang wanita cantik yang berjalan dengan Papi Alief dibelakangnya ada Miranda yang membantu putrinya membawa gaun pengantin tersebut. Mata Elvandra langsung menuju ke Elle, satu kata untuk Elle bersinad. Mata Elvandra sudah memerah menahan tangisan saat melihat Elle semakin dekat. Elle diantarkan oleh Alief, dia maju lebih dekat untuk menerima Elle, calon istrinya yang akan menjadi istrinya beberapa menit lagi. "Elvandra, papi titip Elle. Sayangi Elle dan jangan
Hari Pernikahan Elvandra dan Elle, pernikahan yang dilakukan dengan megah namun intimite hanya mengundang orang terdekat dan keluarga mereka saja. Banyak kalangan bisnis yang mulai berasumsi jika mereka saudara, bahkan Kevin dan Natasya menjadi cacian beberapa oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pernikahan Elle dan Elvandra disiapkan sebaik mungkin, tak lama pengacara hukum, firma hukum bahkan ahli psikologi pun ikut hadir yang melakukan klarifikasi tentang kaitan Elle dan Elvandra hanya saudara tiri. Tidak hanya itu saja mereka mengeluarkan bukti jika hubungan Elvandra dan Elle lebih dulu terjalin sebelum Alief dan Miranda menikah. Dunia maya sedang dihebohkan pernikahan Elvandra, bahkan pagi ini Elle sedang make-up tidak diizinkan untuk melihat ponsel sama sekali. "Kenapa tidak boleh ma?" tanya Elle kini ditemani oleh Natasya dan Miranda. "Gapapa sayang, nanti setelah pernikahan selesai. Kamu bicata bermain ponsel, sekarang fokus makeup lebih dulu!" ucap Miranda akhirny
Elvandra menemani Elle hingga tertidur kembali, tak lama pintu ruang inap terbuka. Ada Miko membawa bunga, dan makanan kesukaan untuk Elle.“Ini makanan untukmu dan Elle, bunga sesuai yang kamu pesankan.”“Thanks, Miko. Temani aku makan, Elle baru saja tertidur.”Mereka berdua mulai makan, sejujurnya Miko senang karna Elvandra sekarang lebih banyak bicara dan tersenyum dengan orang lain. Pengaruh Elle membuat Elvandra kembali berubah menjadi manusia sedikit ramah daripada biasanya.“Semua jadwalmu sudah selesai, aku akan mengurusnya setelah kalian pergi honeymoon nanti. Tiket, hotel dan lainnya sudah aku siapkan dan kirim ke ponselmu.”“Ya, aku sudah melihatnya. Tapi, Elle malah sakit... kalau Elle masih masih sakit acaranya diundur saja, berapa kerugian yang mereka katakan atur. Aku tidak mau Elle tambah sakit nanti.”“El, Elle akan sembuh. Jangan khawatir,” Miko terkekeh melihat raut wajah khawatir Elvandra dengan Elle.“Aku sangat khawatir, apalagi kemarin aku sibuk Miko. Kau tau s
Tak terasa, hari pernikahan Elle dan Elvandra semakin dekat. Kurang lebih dalam 2 hari lagi mereka akan menikah. Elle yang semula baik – baik saja, mendadak jatuh sakit bahkan tak sadarkan diri hingga Alief membawanya ke rumah sakit.“Mas, gimana ini? Elle tadi baik – baik saja, dia hanya demam saja tapi pingsan,” Miranda begitu panik bahkan untuk masuk ke kantor saja dia tidak tega.“Sudah tenang Miranda, sekarang Elle sedang di periksa oleh dokter.”“Elvandra sudah aku kabari, sebentar lagi dia akan tiba,” ucap Alief kembali membuat hari Miranda sedikit tenang tapi masih khawatir dengan keaadan Elle.Benar saja, tak lama Elvandra datang dengan wajah datar dan dingin menyimpan kekhawatiran dengan Elle, calon istrinya.Dua hari belakangan ini mereka tidak bertemu, dengan alasan Elvanra sangat sibuk. Tapi, sekarang dia menyesal dan bersalah karna tak ada waktu untuk Elle hingga gadis itu tak sadarkan diri di dalam sana.“Elvandra, Elle sedang di priksa di dalam. Kita tidak tau kenapa El
Elavndra ingin kembali pulang, Elle sudah menyruuh untuk menginap saja. namuan, pria itu menolak.“Aku pulang sayang, besok aku jemput.”“El, kamu gak mau ngobrol sama papi?” tanya Elle membuat Elvandra tersenyum kecil.“Nanti aku ngobrol, aku harus ngerjain beberapa berkas yang sudah menungguku. Miko selalu mengeluh dengan pekerjaan kantor, aku akan membantunya segera.”Elle tidak bisa menahan Elvandra lagi, akhirnya mengangguk dan menerima ciumana singkat di kening Elle baru dia benar – benar turun dari kamarnya dan segera pulang ke apartemen.Baru Elvandra ingin membuka pintu, suara laki – laki menghentikan tangannya.“Elvandra, papi ingin bicara denganmu. Sebentar saja, tidak apa!” ucap Alief membuat langkah Elvandra terhenti, jujur ia belum mau dekat dengan Alief.Kalau bukan semua karna Elle dia juga tak mau melakukan ini, akhirnya Elvandra kembali duduk di sofa ruang tamu. Agar pembicaraan mereka terasa santai tidak tegang seperti biasanya.“Bicara apa?” tanya Elvandra tanpa me







