MasukElvandra membawa Elle ke apartemennya, walaupun Elle memberontak bahkan mencoba melarikan diri Elvandra jauh lebih dulu menahannya.
”Lepas El!” “Kita udah putus, jangan seenaknya sendiri bisa gak!” ”El tangan aku sakit...” rintih Elle saat Elvandra mencoba menahan tangannya lebih erat. “Maaf Elle, aku kelepasan. Sakit ya?” seketika emosi Elvandra melebur bahkan digantikan wajah panik. Ia langsung mencium tangan Elle sebagai permintaan maaf. Perilaku Elvandra yang manis membuat perasaan Elle yang semula tertutup kini terbuka secara perlahan. Bohong jika Elle sudah melupakan Elvandra, buktinya ada kebahagiaan sendiri saat memeluk Elvandra tadi. Mata Elle berkaca – kaca ingin menangis. ”El kita udah putus satu tahun lalu, jangan ganggu aku lagi. Aku gak mau sama orang yang udah khianati aku!” Ya, masalah lalu akan dibahas Elvandra sampai tuntas hari ini. ”Masuk kedalam dulu Elle, aku akan jelasin sumuanya.” akhirnya paksaan Elvandra ia hanya menurut saja. Apartemen yang sama, bahkan aroma parfum pria yang dirindukan Elle masih sama seperti yang lalu. Tiba – tiba Elvandra memeluk wanita di dekapannya, hatinya sakit dan marah saat tau jika Elle kesayangannya akan menjadi adik tirinya. Jika Alief tidak membatalkan pernikahan itu, maka Elvandra sendiri yang akan membawa Elle pergi jauh tak peduli jika Elle anak Miranda sendiri. Elle yang dipeluk, dengan erat dan hangat tiba – tiba meneteskan air mata. Beberapa hari ini, pikiran dan tenaganya di kuras habis oleh keinginan Miranda untuk menikah kembali. Om Alief, Elle begitu yakin ada hubungan dengan Elvandra. Namun entah kenapa ia tidak sanggup bertanya dengan pria di pelukannya. “Kenapa nangis hem?” tanya Elvandra menahan amarah melihat Elle terisak kecil. Elle hanya menggelengkan kepala, ia baik - baik saja. “Kita udah putus El, aku mau pulang... lepasin aku, aku capek kuliah seharian” ”Aku mau jelasin semuanya Elle, tolong kasih waktu aku sebentar.” “Aku tau, kamu marah dan sakit hati dengan foto sialan itu. Demi Tuhan itu bukan aku, aku punya bukti CCTV, dan kamu bisa liat Elle. Wanita sialan itu bohong ke kamu, dan kamu tau... aku selalu balas buat dia menderita hingga sekarang. Karna sudah membuat hubungan kita hancur.” Elle diam, seolah memberi kesempatan untuk Elvandra menjelaskan kejadian lalu. Dengan duduk di sofa, Elvandra mengeluarkan iPadnya, bahkan memutar semua vidio CCTV bukti dimana Carissa saat itu tidur dengan pria lain. Dan ternyata, pria itu bukan Elvandra sendiri. Beda orang. Bahkan Elle tak merespon, sudah lama kejadian itu. Sakit kalau di ingat, namun ia butuh waktu untuk kembali pulih melupakan Elvandra walaupun tak bisa. ”Sayang, percaya denganku... aku tidak pernah tidur dengan wanita mana pun. Kamu tau sendiri aku gimana Elle, aku kasih kamu waktu sendiri hampir setahun ini. Dan aku memutuskan untuk kuliah kembali dan aku kembali Elle.” ”Aku kembali untukmu, aku sangat mencintaimu Elle... sampai kapanpun aku mencintaimu.” Hati Elle yang sakit, bukan semakin perih justru ia mendapat obat pereda. Perlahan, hatinya kembali hangat dan menerima pelukan Elvandra tanpa memberontak seperti biasa. ”Jangan nangis Elle, mata kamu sakit nanti.” ”El... aku gak tau harus gimana... Aku kangen kamu” Akhirnya pertahanan Elle runtuh. Ia memeluk dan mencium kembali Elle yang menangis memeluknya erat Ciuman kening terasa hangat, bahkan Elle merasakan hal sama. “Aku lebih kamu kangen Elle.” ”Aku pergi bukan meninggalkan kamu, aku belajar dan aku sudah kembali sekarang. Aku ingin... kita menikah” Elvandra bicara serius, bahkan Elle yang masih ada di dekapannya bingung. Baru bertemu dengan mantan kekasihnya langsung diajak menikah? “Apa... menikah?” Elle berharap salah dengar namun kenyataannya benar jika Elvandra mengajak dirinya untuk menikah. “Aku ingin menjalani dan memperbaiki hubungan kita Elle, aku mau... kita lebih serius dan bersatu. Aku gak mau kehilangan kamu lagi Elle... aku mencintaimu.” Air mata Elle jatuh membahasi pipi, ia tidak tau harus bagaimana tapi keinginan kembali dengan Elvandra adalah harapannya. Hanya dengan Elvandra, Elle berubah menjadi wanita manja bahkan seperti anak kecil yang selalu Elvandra berikan peran ayah dan kekasih untuknya. “Kita nikah secepatnya ya sayang, mau kan?” ajak Elvandra, karna bagaimana pun ia harus lebih dulu menikah dengan Elle sebelum Alief dan Miranda resmi menikah. ”El, aku butuh waktu. Aku gak bisa sekarang.” tolak langsung Elle, rasa bahagia bisa bersama dengan Elvandra namun, ia belum siap untuk menikah dengan mantan kekasihnya itu. “Kenapa hemm?” ”Mama mau nikah El, jadi aku gak bisa nikah gitu aja dengan kamu” tolak Elle, karna semua pikiran dan hatinya tertuju dengan Miranda. ”Menikah dengan siapa?” ”Dengan atasan mama sendiri El, dia... mirip dengan kamu. Tapi, aku harap memang kalian mirip aja.” tiba-tiba tubuh Elle bergetar menahan tangisan. Ia lemah di depan Elvandra, hanya Elvandra yang tau dirinya selama ini. ”Mirip dengan aku?” Tentu Elvandra tau jika Miranda akan menikah dengan papinya sendiri. Artinya, Elle pun memiliki pikiran yang sama dengan dirinya. Penuh curiga. ”Iya El, tapi Om Kevin Daddy kamu kan? sedangkan suami mama aku tidak ada hubungan dengan kamu?” Hati Elvandra sakit, melihat tangisan Elle... kesakitan Elle yang sudah curiga lebih dulu jika Alief papinya. ”I love you Elle, kamu milik aku selamanya." Dengan hasrat yang selama ini ia jaga akhirnya runtuh, Elvandra mencium lembut bibir Elle yang masih terdiam bahkan mencerna semua apa yang dilakukan oleh Elvandra sendiri. Ciuman lembut, tanpa balasan. Hingga akhirnya, Elle ikut merasakan sesuatu untuk membalas ciuman Elvandra. Mereka berciuman, bibir mereka bersatu. Tangan Elvandra mengusap lembut pinggang Elle, untuk memberikan kenyamanan bahkan mengatakan jika Elle hanya miliknya. Cup... ”Aku tidak bisa menahan lagi Elle, kamu... selalu membuatku gila.. lebih dari dulu.” Bersambung...ItaliaElle dan Elvandra langsung menuju Italia, bahkan hanya istirahat di pesawat saja. Jangan tanya lagi, bagaimana paniknya Elvandra mengetahui Elle kembali sakit saat perjalanan ke luar negeri. Elvandra menjaga Elle bahkan ia tidak tidur sejak kemarin, didalam pesawat fokusnya untuk Elle. Istrinya yang tetep keras kepala untuk ke Italia. Hingga akhirnya mereka tiba di bandara, dan Elvandra sudah menyuruh orang untuk membawa koper mereka dan menjemputnya menuju hotel yang sudah dipesan Elvandra. Elvandra menggendong Elle tidak mengizinkan untuk berjalan kaki. Udara di Italia sangat sejuk karna memasuki musim semi, Elvandra sudah menyewa satu villa untuk dirinya dan Elle saja. Bahkan pemandangannya langsung menuju Lake Como yang begitu indah membuat Elle tak henti tersenyum senang. "Cakep banget pandangan, aku benar-benar bahagia. Makasih suamiku," gemes Elle memeluk manja suaminya yang masih ada di dekatnya. "Sesuai janjiku baby, aku akan membahagiakanmu. Disini, saat honeym
Elvandra merasa gugup setengah mati, dalam hidupnya dia tidak pernah segelisah dan segugup ini. Ia menatap pintu yang masih tertutup, beberapa tamu mulai mengambil foto Elvandra yang terlihat tampan dengan jas putih yang semakin membuatny tampan. “Tenanglah jangan gugup," bisik Kevin namun tidak direspon oleh Elvandra. Pikirannya bekelena kemana-mana mendengar Elle drop kembali, ia mengkhawatirkan kondisi kesehatan Elle. Tapi, dia juga tak sabar untuk menyelesaikan acara pernikahan ini. Tak lama, pintu gedung terbuka seorang wanita cantik yang berjalan dengan Papi Alief dibelakangnya ada Miranda yang membantu putrinya membawa gaun pengantin tersebut. Mata Elvandra langsung menuju ke Elle, satu kata untuk Elle bersinad. Mata Elvandra sudah memerah menahan tangisan saat melihat Elle semakin dekat. Elle diantarkan oleh Alief, dia maju lebih dekat untuk menerima Elle, calon istrinya yang akan menjadi istrinya beberapa menit lagi. "Elvandra, papi titip Elle. Sayangi Elle dan jangan
Hari Pernikahan Elvandra dan Elle, pernikahan yang dilakukan dengan megah namun intimite hanya mengundang orang terdekat dan keluarga mereka saja. Banyak kalangan bisnis yang mulai berasumsi jika mereka saudara, bahkan Kevin dan Natasya menjadi cacian beberapa oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pernikahan Elle dan Elvandra disiapkan sebaik mungkin, tak lama pengacara hukum, firma hukum bahkan ahli psikologi pun ikut hadir yang melakukan klarifikasi tentang kaitan Elle dan Elvandra hanya saudara tiri. Tidak hanya itu saja mereka mengeluarkan bukti jika hubungan Elvandra dan Elle lebih dulu terjalin sebelum Alief dan Miranda menikah. Dunia maya sedang dihebohkan pernikahan Elvandra, bahkan pagi ini Elle sedang make-up tidak diizinkan untuk melihat ponsel sama sekali. "Kenapa tidak boleh ma?" tanya Elle kini ditemani oleh Natasya dan Miranda. "Gapapa sayang, nanti setelah pernikahan selesai. Kamu bicata bermain ponsel, sekarang fokus makeup lebih dulu!" ucap Miranda akhirny
Elvandra menemani Elle hingga tertidur kembali, tak lama pintu ruang inap terbuka. Ada Miko membawa bunga, dan makanan kesukaan untuk Elle.“Ini makanan untukmu dan Elle, bunga sesuai yang kamu pesankan.”“Thanks, Miko. Temani aku makan, Elle baru saja tertidur.”Mereka berdua mulai makan, sejujurnya Miko senang karna Elvandra sekarang lebih banyak bicara dan tersenyum dengan orang lain. Pengaruh Elle membuat Elvandra kembali berubah menjadi manusia sedikit ramah daripada biasanya.“Semua jadwalmu sudah selesai, aku akan mengurusnya setelah kalian pergi honeymoon nanti. Tiket, hotel dan lainnya sudah aku siapkan dan kirim ke ponselmu.”“Ya, aku sudah melihatnya. Tapi, Elle malah sakit... kalau Elle masih masih sakit acaranya diundur saja, berapa kerugian yang mereka katakan atur. Aku tidak mau Elle tambah sakit nanti.”“El, Elle akan sembuh. Jangan khawatir,” Miko terkekeh melihat raut wajah khawatir Elvandra dengan Elle.“Aku sangat khawatir, apalagi kemarin aku sibuk Miko. Kau tau s
Tak terasa, hari pernikahan Elle dan Elvandra semakin dekat. Kurang lebih dalam 2 hari lagi mereka akan menikah. Elle yang semula baik – baik saja, mendadak jatuh sakit bahkan tak sadarkan diri hingga Alief membawanya ke rumah sakit.“Mas, gimana ini? Elle tadi baik – baik saja, dia hanya demam saja tapi pingsan,” Miranda begitu panik bahkan untuk masuk ke kantor saja dia tidak tega.“Sudah tenang Miranda, sekarang Elle sedang di periksa oleh dokter.”“Elvandra sudah aku kabari, sebentar lagi dia akan tiba,” ucap Alief kembali membuat hari Miranda sedikit tenang tapi masih khawatir dengan keaadan Elle.Benar saja, tak lama Elvandra datang dengan wajah datar dan dingin menyimpan kekhawatiran dengan Elle, calon istrinya.Dua hari belakangan ini mereka tidak bertemu, dengan alasan Elvanra sangat sibuk. Tapi, sekarang dia menyesal dan bersalah karna tak ada waktu untuk Elle hingga gadis itu tak sadarkan diri di dalam sana.“Elvandra, Elle sedang di priksa di dalam. Kita tidak tau kenapa El
Elavndra ingin kembali pulang, Elle sudah menyruuh untuk menginap saja. namuan, pria itu menolak.“Aku pulang sayang, besok aku jemput.”“El, kamu gak mau ngobrol sama papi?” tanya Elle membuat Elvandra tersenyum kecil.“Nanti aku ngobrol, aku harus ngerjain beberapa berkas yang sudah menungguku. Miko selalu mengeluh dengan pekerjaan kantor, aku akan membantunya segera.”Elle tidak bisa menahan Elvandra lagi, akhirnya mengangguk dan menerima ciumana singkat di kening Elle baru dia benar – benar turun dari kamarnya dan segera pulang ke apartemen.Baru Elvandra ingin membuka pintu, suara laki – laki menghentikan tangannya.“Elvandra, papi ingin bicara denganmu. Sebentar saja, tidak apa!” ucap Alief membuat langkah Elvandra terhenti, jujur ia belum mau dekat dengan Alief.Kalau bukan semua karna Elle dia juga tak mau melakukan ini, akhirnya Elvandra kembali duduk di sofa ruang tamu. Agar pembicaraan mereka terasa santai tidak tegang seperti biasanya.“Bicara apa?” tanya Elvandra tanpa me







