Share

Bab 77.

Author: Ellea Neor
last update Huling Na-update: 2025-11-23 19:55:55

Satu jam sebelumnya.

“Kak Erland kau mandi dulu saja, biar aku siapkan jasmu,” kata Tiara.

Erland yang mendengar itu hanya mengangguk tanpa rasa curiga sedikit pun. Pria itu segera melangkah menuju kamar mandi lalu menutup pintu. Dulu ia akan selalu menawarkan Esther untuk mandi bersama.

Setelah menikah dengan Tiara, ia jarang melakukan itu. Hanya pernah satu atau dua kali saja. Tetapi ia tidak merasakan sesuatu yang memicu libidonya.

Sementara Erland berada di dalam kamar mandi, Tiara sege
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 160.

    “Aku ingin bicara denganmu.” Suara Valencia terdengar dingin. Tatapannya sendu, tatapannya sayu. Arion menghela napas panjang. Sepertinya ia tidak bisa menghindar lagi. “Di sekitar sini ada restoran enak. Kita bicara sambil makan saja,” ucap Arion. Dan di sinilah mereka berada. Restoran dengan menu utama makanan China. Dan Arion sengaja memesan hotpot. Hotpot adalah hidangan komunal populer khas Tiongkok yang menyajikan kaldu mendidih di atas meja, di mana pengunjung memasak sendiri bahan mentah seperti irisan tipis daging, seafood, sayuran, tahu, dan mie.Ini adalah hidangan sosial yang interaktif, cocok dimakan bersama, dengan kuah khas seperti mala, kolagen, atau kaldu ayam. Hidangan tersebut juga sangat cocok untuk mengubah mood yang buruk. Meski Arion sudah kenyang karena ia sudah makan dengan Esther, tetapi ia tetap menunjukkan niat baiknya menemani Valencia makan. Arion mencapit satu slice daging lalu mencelupkan ke dalam kuah kaldu yang mendidih, beberapa menit kemudian i

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 159.

    Bab 159. Valencia membeku di tempat. Ia mengurungkan niatnya untuk keluar, dan menutup kembali pintu, menyisakan celah kecil yang bisa ia gunakan untuk mengintip. Tampak Esther tersenyum, dan membiarkan pria itu masuk ke dalam apartemennya. Valencia merasa ada ribuan panah yang menusuk jantungnya. Arion adalah calon tunangannya, tetapi pria itu justru mengunjungi wanita lain. Valencia ingat sekali, alasannya tinggal di apartemen ini. Karena ingin hidup mandiri, selain itu, tempat ini juga sangat dekat dengan tempat kursus modelingnya. Tetapi kini ia mengerti, alasan lain dirinya memutuskan untuk tinggal di sini. Mungkin saja ini cara Tuhan menunjukkan semuanya pada dirinya.“Sepertinya dugaanku benar, mereka memiliki hubungan?” batin Valencia. Esther menyiapkan peralatan makan untuk dirinya dan Arion. Menyiapkan air putih, dan juga gelas sampanye. Selain membawa makanan, Arion juga membawa anggur untuk pencuci mulut. “Saat ke sini, apa kau tidak takut ketahuan Valencia?” tanya Es

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 158.

    Sejak awal, Tiara memang menginginkan Esther dan Erland bercerai. Agar posisi Nyonya Dawson menjadi miliknya, dan tujuannya sebentar lagi tercapai. Tetapi, sepertinya Erland berusaha untuk mempertahankannya. Pria itu mencari bukti perselingkuhan Esther dan Arion, dan Tiara memilikinya. Namun, ia tidak berniat untuk memberikannya pada Erland supaya proses perceraiannya berjalan dengan lancar. Tiara segera menuju ke kamarnya. Ia meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja rias kemudian mencari video itu. Setelah mendapatkannya ia melihatnya sejenak. Ia ingat sekali di mana ia mengambil video ini. Ia berpikir, bahwa video ini bisa ia gunakan untuk menyerang Esther. Siapa sangka, ia tidak memiliki keberanian untuk itu. Tanpa ia melakukan itu pun, Esther pergi dengan sendirinya. Pada akhirnya ia harus melenyapkan video. “Kak Erland, maafkan aku.” Setelah mengatakan itu, Tiara segera menekan tombol hapus. “Apa yang kau lakukan?” Mendengar itu, Tiara seketika menegang. Jantungnya be

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 186.

    Bab 157. Esther membeku di tempat, ia menatap Valencia. Saat pertama kali melihat Valencia, ia berpikir bahwa wanita ini sangat pintar. Akan tetapi, sepertinya ia salah, Valencia adalah wanita yang polos. Alih-alih merasa panik, Esther justru terlihat tenang. Ia mengulas senyum kecil, lalu meletakkan cangkir di tangan di atas meja. “Nona Vale,” panggil Esther. “Itu sebabnya kau tidak menyukaiku ‘kan? Karena kau menganggap aku memiliki hubungan dengan Arion? Benar begitu?” Mendengar itu, Valencia justru tertegun. Bagaimana Esther bisa tahu apa yang ada dalam pikirannya? Apa wanita ini paranormal atau cenayang? “Nona Vale, terkadang hidup memang tidak sesuai dengan keinginan kita. Banyak sekali kenyataan yang menyakitkan,” kata Esther. Valencia kembali diam. Kali ini ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Esther. Ia hanya bertanya soal hubungannya dengan Arion, akan tetapi wanita itu justru memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan yang ia berikan. “Hidup ini sang

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 156.

    “Aaaa…!” Sui seketika berteriak saat pintu kamarnya tiba-tiba dibuka. Saat itu ia baru saja mandi dan sedang mengenakan handuk saja. “Tuan Erland. Anda tidak sopan!” seru Sui dengan tatapan berapi-api. Erland tampak membeku di tempat. Ia pikir tadi adalah Esther. Tetapi rupanya ia salah. “Kau…” Erland jelas mengenalnya, dia adalah pelayan yang pernah bekerja di kediaman Dawson. Namun, ia memecatnya karena permintaan Tiara. Melihat Erland yang hanya diam, buru-buru Sui menutup pintu. Suara hentakan membuat Erland seketika terpejam. Ia merutuki diri. Apa yang dimaksud seorang wanita adalah Sui.Semua orang yang mendengar teriakan segera datang. “Tuan, apa yang terjadi?” tanya Robert. Erland menatap Robert, kepalanya menggeleng pelan sebagai kode bahwa apa yang dicari tidak ada. “Dia bukan Esther, tapi seorang pelayan,” kata Erland. “Apa?” Tak lama kemudian, dua orang polisi segera bergabung dengan keduanya. Mereka juga tidak menemukan apa yang dicari. “Nihil.” “Susah kubilang, ‘

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 155.

    Bab 155. Arion refleks menegakkan tubuhnya, tatapannya seketika membesar. Apa yang baru saja ia dengar? Apa tidak salah? “Esther, apa yang kau katakan?” “Apa kurang jelas? Sepertinya jaringannya tidak lancar.” “Tidak, aku hanya ingin kau mengulangi ucapanmu saja.” Suara Arion mendadak meninggi. “Arion aku ingin kita tidak bertemu dulu.” Pada akhirnya Esther mengulangi ucapannya. “Tapi kenapa?” Arion menuntut sebuah alasan. “Esther kau sungguh tidak ingin meninggalkanku ‘kan? Apa ini tujuanmu meminta tinggal terpisah, dan pada akhirnya ingin meninggalkan aku?” cecar Arion, wajahnya tampak memerah menahan amarah. “Tidak ada waktu untuk menjelaskan sekarang. Sebaiknya kau pulang. Erland ada pihak kepolisian sedang menuju ke mansion.” “Apa?” Eric sejak tadi memperhatikan Arion melalui kaca spion. Mendengar percakapan pria itu, membuatnya penasaran. “Tuan, apa yang terjadi?” tanya Eric. “Eric, putar balik. Kita ke mansion sekarang.” Di sisi lain, Erland dan dua orang petugas ke

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status