Beranda / Urban / Godaan Ibu Kos Cantik / 138. Martha, pisau bermata dua

Share

138. Martha, pisau bermata dua

Penulis: Harucchi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-18 22:06:48

“Nggak kok, ini udah aku lilit kencang, jadi nggak ….” Karina berjinjit, sedang mencoba membuka kabinet dapur yang menggantung di atas.

Detik berikutnya, hal yang ditakutkan Dimas terjadi. Handuk di pinggang Karina jatuh sepenuhnya ke lantai.

Dimas refleks memutar bahu, hampir membelakangi Karina—entah karena dorongan kaget atau reaksi wajar di luar kesadaran. Jantungnya kontan berdentum keras seiring wajahnya menegang, antara ingin marah … tetapi juga tergoda untuk membalikkan badan.

Namun, Karina malah memeluknya dari belakang sambil tertawa kecil.

“Aku bohong, Dim. Aku pakai celananya.”

Bahu Dimas merosot seketika. “Kan … kan … kamu ngerjain ya?” Dimas melepas lengan Karina yang merangkul pinggangnya, memutar badan menghadap wanita itu dan lekas tersadar dengan pemandangan yang lebih berbahaya—Karina dengan kaus longgar tanpa bra.

Buru-buru Dimas memalingkan lagi badannya, lalu membuang napas keras.

“Kar. serius.” Dimas berjalan menjauh, memilih masuk ke kamar, hendak mengambil ja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Godaan Ibu Kos Cantik   255. Tandu, bukan keranda

    Jalan di depan setelah tikungan buntu. Dan … kejutan yang dia siapkan sudah menunggu di ujung jalan.“POLISI! BERHENTI! JATUHKAN SENJATA KALIAN!” suara pengeras terdengar nyaring di antara gema sirine ambulans dari arah belakang. Dimas menginjak pedal rem. Tampak di ujung jalan—sesuai rencana, dua mobil polisi dengan beberapa petugas sudah menunggu. Di antara mereka, Bramanta berdiri menatap Dimas. Pandangan mereka bertemu. Dan pria memberi anggukan dalam, seperti sebuah penghargaan.Dilihatnya, pemotor dengan helm full face di samping masih belum menyerah, hendak memutar untuk kabur. Namun, ambulans berhenti tepat di belakang mereka. Disusul kemudian …Beberapa motor anggota tim kepolisian yang bertugas mengawal Jimmy. Akses kabur tertutup. Kedua pelaku perlahan mengangkat tangan. Klang! Parang jatuh membentur aspal.Di antara ketegangan yang mencekam itu, Dimas menarik napas panjangnya yang paling lega, untuk yang pertama sejak malam ini bergulir. Kepalanya disandarkan ke jok. M

  • Godaan Ibu Kos Cantik   254. Kejutan di ujung jalan

    “Pak, saya punya ide yang lebih baik. Tapi ….” Dimas berbisik dengan suara yang gemetar. “Saya yang akan jadi umpan.”Di tengah fokus kemudi, Dimas dan Bramanta terlibat pembicaraan serius mengenai bagaimana mereka menjebak pelaku. Tak berselang lama, panggilan ditutup.Karina menatap Dimas dengan kilatan tak percaya. Kecemasan menggantung pekat di wajahnya. “Dim. kamu mau apa? Umpan gimana maksudnya?”“Aku mau mancing mereka.” Dimas melirik spion tengah, menemukan motor itu masih membuntutinya. Kakinya mengatur kecepatan gas untuk melambat, sengaja.Untuk menunggu dikejar.Samar, dari arah yang jauh di belakang, terdengar suara sirine yang melengking tanpa jeda. Dimas kembali menatap spion tengah, menemukan pengendara motor berwarna merah sedang melaju kencang ke arahnya. Meliuk-liuk lincah, memotong jalur dengan brutal.Jantung Dimas berdentum keras begitu menemukan sesuatu yang diangkat penumpang belakang motor itu.Sebilah parang yang panjang dengan ujung runcing, sesekali mengila

  • Godaan Ibu Kos Cantik   253. Saya yang akan jadi umpan

    Dimas mengakhiri panggilannya dengan Bramanta. Napasnya dihembuskan berat.Seharusnya, begitu orang suruhan Reno menyerang Jimmy, tim pengawalan yang dikirim Pak Bramanta segera menghentikan pelaku, membekuk mereka dan melakukan pertolongan pada Jimmy yang mungkin terluka. Tetapi, yang didengar Dimas dari Pak Bramanta justru berita buruk.“Tim yang bertugas baru saja berganti. Ada miskomunikasi di lapangan sehingga mereka belum menemukan lokasi saudara Jimmy. Saat ini kami sedang bergerak untuk menyusul yang bersangkutan.”Dimas mengurut dahi. Tangannya bergegas menekan tombol untuk menghubungi Jimmy. Karina yang duduk di kursi sebelahnya menatap Dimas cemas. “Ada kabar apa Dim? Kamu nggak apa-apa?” Karina bergumam pelan. “Jimmy.” Dimas menarik napas panjang. “Firasatku nggak enak. Kayaknya dia beneran ‘kena’.” ucapnya. Mereka masih berada di dalam mobil yang memarkir di bahu jalan. Kondisi mesin mobil masih menyala. Nada sambung di seberang berganti menjadi suara Jimmy. Suara pria

  • Godaan Ibu Kos Cantik   252. GILAAAA!!

    Jimmy sebenarnya sudah tahu bagaimana dia akan diserang. Dimas sudah memberinya peringatan dari jauh-jauh hari, bahwa akan ada seseorang yang mengendarai motor merampas tasnya begitu dia keluar dari depan gang. Karena itu, sebelum langkahnya keluar dari bibir gang, tubuhnya sudah bersiap. Bersiap melompat dengan posisi seolah ‘berhasil dicelakai’. Ransel yang dia bawa setiap pulang kerja sebenarnya selalu dikosongkan, sesuai instruksi Dimas. Tak ada barang berharga miliknya. Kecuali, satu botol air mineral penuh sebagai pemberat, dan hard-disk drive kosong yang disiapkan Dimas dengan tulisan tangan Jimmy di casing-nya: ‘file penting, jangan hilang’.Tulisan itu sengaja, untuk memancing rasa penasaran pelaku agar hard-disk itu tidak dibuang.Karena di casing-nya juga terpasang ….GPS tracker, alat untuk melacak lokasi.Begitu seseorang menarik ransel yang Jimmy gantungkan asal di belakang bahu, Jimmy tak melawan, dia pura-pura melepaskan pegangan tasnya. Bersamaan dengan itu, satu hen

  • Godaan Ibu Kos Cantik   251. Gue butuh ninuninu buat buka jalan

    Saat Dimas akan kembali menjawab Jimmy, sebuah tangan dingin menyentuh lengannya pelan. Dimas tersentak. Karina membuka matanya. “Dim … pelan-pelan mengemudinya. Aku nggak apa-apa.” Karina berbisik lirih. Tergesa Dimas mengakhiri panggilan Jimmy. Dikuasai kekhawatiran, dia menepikan mobilnya ke bahu jalan. Pria itu memutar bahu ke arah Karina. Matanya menatap Karina dengan luapan tak percaya. “Kar. Kamu pingsan tadi! Kamu ….” Dimas memejamkan mata seraya mengurut sebelah pelipisnya. “Maaf aku hanya pura-pura. Kalau aku nggak lakukan itu, kamu bakal kena pukul dia Dim!” Karina menatap Dimas dengan tatapan tegas yang menyiratkan rasa bersalah. Dimas terdiam, masih mengatur napasnya yang naik turun. Antara ingin marah karena jantungnya hampir copot, lega karena Karina hanya pura-pura, dan juga terharu dengan niat Karina melindunginya. “Dim, Jimmy dalam bahaya. Kamu ingat rencana kita? Ini waktunya.” Karina menatap Dimas lekat, penuh kesungguhan. Detik itu juga, Dimas meneka

  • Godaan Ibu Kos Cantik   250. Di antara Jimmy dan Karina

    Plak! Reno tersentak ketika seseorang menangkis kasar sentuhannya di tangan Karina. Pria itu menoleh, menemukan Dimas menatapnya dengan aura gelap seolah ingin membunuh.Reno bangkit dengan ekspresi wajah yang sepenuhnya berubah—tatapan memelasnya berganti dengan sorot tajam yang berani. Matanya mendelik, seakan amarah dengan cepat mengisi. “Muncul juga kamu, perusak rumah tangga orang.”Dimas yang kini berdiri menghalangi Karina berkata dengan tenang, “Kamu bahkan nggak sadar sudah merusak rumah tanggamu sendiri.”“Tutup mulutmu!” Reno bergerak hendak menarik kerah Dimas. Namun sebelum pria itu sampai, Dimas menahan tangannya, mencengkeramnya begitu kuat hingga urat-urat lengannya menyembul keluar. Reno yang tampaknya tak siap dengan serangan itu mulai menatap panik.Dimas perlahan mendekat, hingga hanya tersisa sejengkal jarak antara wajahnya dengan Reno. Tatapan nyalangnya tak berkedip.“Kamu dengar baik-baik.” Suaranya tenang, tetapi cukup untuk membuat Reno meneguk ludah. “Sedeti

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status