Home / Urban / Godaan Ibu Kos Cantik / 23. Resleting sialan

Share

23. Resleting sialan

Author: Harucchi
last update Last Updated: 2025-09-25 09:28:05

“Oke. Aku di depan kamar mandi sekarang.” Dimas berdiri berkacak pinggang di depan pintu kamar mandi lantai satu yang tertutup rapat.

Udara yang berhembus tipis di sekitarnya dengan mudah membuat Dimas bergidik kedinginan. Bagaimana tidak? Dia hanya memakai kaos dalam tipis yang sudah basah sejak beberapa saat lalu.

Tak berselang lama, Karina menongolkan wajah dari balik pintu kamar mandi.

“Tolong bukain … resleting punggungku Dim. Bajuku basah jadi agak susah, terus … tadi sempat nyangkut.” Karina mengerutkan kening, tampaknya menahan malu.

Dimas mematung beberapa detik, meneguk ludah, menarik napas dalam-dalam.

“Oke.”

Karina membuka pintu kamar mandi lebar-lebar, membiarkan Dimas melangkah maju dan berputar untuk memunggungi lelaki itu. Tangannya mengambil rambut panjangnya yang lepek dari area punggung dan membawa surai hitam itu ke depan dada.

Suara gerimis yang menerpa atap kanopi di teras depan terdengar samar, mengiringi debar jantung Dimas yang mulai naik iramanya.

Tangan Di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Ibu Kos Cantik   253. Saya yang akan jadi umpan

    Dimas mengakhiri panggilannya dengan Bramanta. Napasnya dihembuskan berat.Seharusnya, begitu orang suruhan Reno menyerang Jimmy, tim pengawalan yang dikirim Pak Bramanta segera menghentikan pelaku, membekuk mereka dan melakukan pertolongan pada Jimmy yang mungkin terluka. Tetapi, yang didengar Dimas dari Pak Bramanta justru berita buruk.“Tim yang bertugas baru saja berganti. Ada miskomunikasi di lapangan sehingga mereka belum menemukan lokasi saudara Jimmy. Saat ini kami sedang bergerak untuk menyusul yang bersangkutan.”Dimas mengurut dahi. Tangannya bergegas menekan tombol untuk menghubungi Jimmy. Karina yang duduk di kursi sebelahnya menatap Dimas cemas. “Ada kabar apa Dim? Kamu nggak apa-apa?” Karina bergumam pelan. “Jimmy.” Dimas menarik napas panjang. “Firasatku nggak enak. Kayaknya dia beneran ‘kena’.” ucapnya. Mereka masih berada di dalam mobil yang memarkir di bahu jalan. Kondisi mesin mobil masih menyala. Nada sambung di seberang berganti menjadi suara Jimmy. Suara pria

  • Godaan Ibu Kos Cantik   252. GILAAAA!!

    Jimmy sebenarnya sudah tahu bagaimana dia akan diserang. Dimas sudah memberinya peringatan dari jauh-jauh hari, bahwa akan ada seseorang yang mengendarai motor merampas tasnya begitu dia keluar dari depan gang. Karena itu, sebelum langkahnya keluar dari bibir gang, tubuhnya sudah bersiap. Bersiap melompat dengan posisi seolah ‘berhasil dicelakai’. Ransel yang dia bawa setiap pulang kerja sebenarnya selalu dikosongkan, sesuai instruksi Dimas. Tak ada barang berharga miliknya. Kecuali, satu botol air mineral penuh sebagai pemberat, dan hard-disk drive kosong yang disiapkan Dimas dengan tulisan tangan Jimmy di casing-nya: ‘file penting, jangan hilang’.Tulisan itu sengaja, untuk memancing rasa penasaran pelaku agar hard-disk itu tidak dibuang.Karena di casing-nya juga terpasang ….GPS tracker, alat untuk melacak lokasi.Begitu seseorang menarik ransel yang Jimmy gantungkan asal di belakang bahu, Jimmy tak melawan, dia pura-pura melepaskan pegangan tasnya. Bersamaan dengan itu, satu hen

  • Godaan Ibu Kos Cantik   251. Gue butuh ninuninu buat buka jalan

    Saat Dimas akan kembali menjawab Jimmy, sebuah tangan dingin menyentuh lengannya pelan. Dimas tersentak. Karina membuka matanya. “Dim … pelan-pelan mengemudinya. Aku nggak apa-apa.” Karina berbisik lirih. Tergesa Dimas mengakhiri panggilan Jimmy. Dikuasai kekhawatiran, dia menepikan mobilnya ke bahu jalan. Pria itu memutar bahu ke arah Karina. Matanya menatap Karina dengan luapan tak percaya. “Kar. Kamu pingsan tadi! Kamu ….” Dimas memejamkan mata seraya mengurut sebelah pelipisnya. “Maaf aku hanya pura-pura. Kalau aku nggak lakukan itu, kamu bakal kena pukul dia Dim!” Karina menatap Dimas dengan tatapan tegas yang menyiratkan rasa bersalah. Dimas terdiam, masih mengatur napasnya yang naik turun. Antara ingin marah karena jantungnya hampir copot, lega karena Karina hanya pura-pura, dan juga terharu dengan niat Karina melindunginya. “Dim, Jimmy dalam bahaya. Kamu ingat rencana kita? Ini waktunya.” Karina menatap Dimas lekat, penuh kesungguhan. Detik itu juga, Dimas meneka

  • Godaan Ibu Kos Cantik   250. Di antara Jimmy dan Karina

    Plak! Reno tersentak ketika seseorang menangkis kasar sentuhannya di tangan Karina. Pria itu menoleh, menemukan Dimas menatapnya dengan aura gelap seolah ingin membunuh.Reno bangkit dengan ekspresi wajah yang sepenuhnya berubah—tatapan memelasnya berganti dengan sorot tajam yang berani. Matanya mendelik, seakan amarah dengan cepat mengisi. “Muncul juga kamu, perusak rumah tangga orang.”Dimas yang kini berdiri menghalangi Karina berkata dengan tenang, “Kamu bahkan nggak sadar sudah merusak rumah tanggamu sendiri.”“Tutup mulutmu!” Reno bergerak hendak menarik kerah Dimas. Namun sebelum pria itu sampai, Dimas menahan tangannya, mencengkeramnya begitu kuat hingga urat-urat lengannya menyembul keluar. Reno yang tampaknya tak siap dengan serangan itu mulai menatap panik.Dimas perlahan mendekat, hingga hanya tersisa sejengkal jarak antara wajahnya dengan Reno. Tatapan nyalangnya tak berkedip.“Kamu dengar baik-baik.” Suaranya tenang, tetapi cukup untuk membuat Reno meneguk ludah. “Sedeti

  • Godaan Ibu Kos Cantik   249. Reno bersimpuh memohon

    Sambil menunggu Dimas yang sedang mengantre di loket penitipan barang, Karina menggulir layar chat di ponsel. Jemarinya lekas berhenti saat menemukan nama Martha. Percakapan terakhir mereka sekitar dua minggu lalu. Kala itu, Martha memberitahu bahwa dia sedang berusaha mengatur jadwal agar bisa bernegosiasi dengan seseorang berpengaruh dari Pengadilan. Namun, hingga sekarang belum ada kabar lagi darinya. Terakhir Martha menelepon, saat Karina berada di rumah sakit untuk kontrol kandungan. Martha menghubungi Dimas. Dan reaksi Dimas saat itu … terasa sedikit janggal. Dia melarang Karina menerima panggilan dari Martha. Padahal sebelumnya, Dimas selalu menjadi yang paling antusias setiap nama Martha muncul di notifikasi ponsel. Benak Karina melayang pada kejadian beberapa hari lalu, saat wanita itu menyinggung soal Martha, Dimas juga bersikap seakan menghindar. Sebuah helaan napas berat dihembuskan Karina. Apa yang sebenarnya terjadi? “Karina.” Butuh beberapa detik bagi Karina

  • Godaan Ibu Kos Cantik   248. Jackpot

    “Karina!”Suara familiar itu memecah ketegangan hingga Karina menoleh cepat ke arah sumber suara. Begitu menemukan Dimas sedang berjalan cepat dari ujung lorong, hembusan napas leganya lolos seketika. Wanita itu bangkit berdiri, berjalan menghampiri Dimas dengan ketegangan yang perlahan lenyap dari wajahnya.“Kamu nekat banget keluar sendirian. Kenapa nggak tunggu aku pulang?” Dimas menangkup kedua sisi wajah Karina.“Aku mau masakin kamu, tapi semua bahan udah habis, Dim.”Sejenak, Dimas memejamkan mata erat. “Tapi kamu nggak apa-apa?”Alih-alih menjawab, Karina menoleh ke belakang. Ke titik dimana pria paruh baya tadi berdiri.Dia sudah tidak berada di sana. Karina mengembalikan pandangan pada Dimas. “Aku nggak apa-apa. Tapi …” wanita itu berjinjit dengan tangan terangkat, lantas menjangkau telinga Dimas yang lekas membungkuk. “Tadi, ada laki-laki yang ikutin aku.”Ekspresi Dimas menggelap begitu kalimat itu sampai ke telinganya.***“Bos, ada Dimas. Dia nyusulin Bu Karina.” pria s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status