Beranda / Romansa / Gairah Liar Suami Sahabatku / Bab 2. Gadis Pembawa Sial

Share

Bab 2. Gadis Pembawa Sial

Penulis: Indira Kirana
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-28 10:02:26

"Nicklas Sialan, bisa-bisanya menciumku penuh nafsu seperti itu. Dimana letak kewarasannya?"

Ruby melangkah cepat memasuki Ballroom hotel, sesaat setelah Nicklas melepaskannya dari dalam mobil.

Namun baru saja beberapa langkah menapaki Lobi,

"Baby!!"

Ruby menoleh saat mendengar panggilan yang tak asing di kepalanya. Ya. Suara yang begitu familiar di Ingatan. Iapun menoleh dengan ragu-ragu,

"A-Alex? kenapa kamu bisa ada disini?" Keningnya mengkerut tajam saat melihat kehadiran kekasihnya di tempat itu. "Kenapa nggak bilang mau kesini?"

"Hal mendesak Apa yang membuatmu datang dari arah parkiran, sayang?Bukankah seharusnya kamu ada didalam, hm?"

sosok Pria berjas hitam mendekat ke arahnya, Mengelus kepala Ruby dengan lembut. Namun, ada ketegasan disetiap inci tatapannya.

Pria itu berdiri tegap, posturnya yang tinggi dan badan kekar membuat Ruby harus mendongak ketika ingin menatapnya.

"Alex lepas dulu, kenapa kamu nggak bilang mau kesini? " Ruby melepas tangan Alex yang melingkar posesif di pinggangnya. Terlebih saat Aroma tubuh Nicklas tertinggal di Gaunnya, Jangan sampai hal itu membuat kekasihnya curiga.

"Kenapa sayang? semua orang harus tahu bahwa kamu calon istriku"

Ruby mendongak menatap Alex dengan senyum dipaksakan, "Jawab aku dulu, kenapa kamu bisa ada disini? kamu ngikutin aku?"

"Untuk apa?" Alex bertanya balik, "Aku juga dapat undangan dari Serena"

"Undangan dari Serena?" Mata Ruby sedikit melebar, "Serena? Undangan pesta? Jadi, kamu kenal dengan Serena? Sejak kapan?"

Alex memasukkan satu tangannya kedalam kantong celana, "Aku beberapa kali menjalin kerjasama bisnis dengan suami Serena, Kamu tahu dia?"

Ruby menelan ludah kasar, tangannya memegang tali tas dengan kuat, hingga tanpa terasa membuat jari-jarinya memutih, Ia merasa kesulitan untuk bernafas, "Nicklas?"

"Kamu belum pernah bertemu dengannya?" Alex menunduk sambil menatap wajah Ruby dengan tatapan dalam.

"Eummm....Alex jangan macam-macam! "

"aku sangat ingin menciummu di tempat ini, kamu se-wangi dan se-cantik itu" ucap Alex menggoda.

bisikan itu hampir membuat jantung Ruby meledak, "jangan menggombal disini, Ayo masuk kedalam!"

"malam ini, aku ingin kamu menginap di Apartemenku, kamu mau kan?"

"nanti kita bicarakan lagi, sayang. Ayo masuk kedalam! mungkin pestanya sudah dimulai daritadi"

Ruby menggenggam lengan Alex dengan lembut, langkahnya anggun memasuki Ballroom hotel yang dihiasi kemewahan.

****

****

Plak!

plak!

Bunyi tamparan menggema hingga membuat seluruh tamu Undangan terdiam dengan wajah datar.

Pandangan mereka mengarah ke arah gadis dengan Dress merah yang tengah memegang pipinya yang kebas.

"Dasar pembawa sial, Bisa-bisanya datang kepesta menantuku dengan wajah penuh make-up dimana hati nuranimu?"

Luna melangkah maju dengan tatapan tajam, suaranya menggema di tengah keramaian pesta.

"Ma!" Nicklas memegang pergelangan tangan mamanya, memberi cengkraman hingga Luna tak mampu lagi bergerak. "Apa mama ingin menghancurkan pesta Serena?"

"Kamu masih ingat bocah sialan ini? Jangan berpura-pura bodoh, Nicklas! keluarganya yang telah membuat papamu lumpuh!" teriak Luna, wajahnya memerah penuh kemarahan. "Lepaskan mama, biarkan mama membalas dendam pada wanita hina ini"

Ruby yang berdiri tegak, mencoba menenangkan diri, namun gemetar di seluruh tubuhnya tak bisa ia sembunyikan.

"Nyonya, Apa salah saya hingga nyonya melakukan ini?" tanya Ruby dengan suara bergetar, namun Luna tak peduli.

Dengan kasar, Luna mendorong bahu Ruby hingga hampir terjatuh. "Dasar pembawa sial, Pergi dari sini sebelum aku membuatmu menyesal!" Luna membentak, lalu melemparkan pandangan penuh hina kepada Ruby.

Suasana menjadi hening sejenak, semua mata tertuju pada mereka.

"Nyonya yang terhormat, Hal apa yang membuat Anda membentak tunangan saya?" tanya Alex sambil mengeratkan pegangan tangan.

Ruby menundukkan kepala, rasa malu dan sakit bercampur menjadi satu. Ia mundur perlahan, air matanya hampir tumpah.

"Tunangan? aku peringatkan padamu tuan, sebelum kau menyesal menikahi wanita ini. Dia hanya wanita hina yang tidak pantas untuk dijadikan istri, dia miskin dan pembawa Sial"

"Ma, diam!!! " Nicklas membentak mamanya di depan semua undangan, suasana perayaan itu terasa semakin tidak kondusif.

"Sayang!" Alex mengelus pipi Ruby dengan pandangan khawatir.

"Aku baik-baik saja, Ayo kita pergi dari sini!"

Belum sempat Ruby memberi selamat dan memberikan Kado untuk Serena, Ia memilih pergi dari tempat itu. Juga Alex yang mengekor di belakangnya.

"Ma, Lihat!!"

"Pelankan suaramu Nick, Dia pantas mendapatkan ini semua!"

Nicklas mengepalkan kedua tangan hingga urat-uratnya terlihat di permukaan, sementara Luna berdiri tegap, napasnya memburu, puas telah mengusir Ruby dengan hina.

"Selamanya akan kubuat hidupmu menderita, Ruby!"

*

*

*

Bersambung....

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Gairah Liar Suami Sahabatku   Bab 26. Tespek garis dua

    Uap hangat memenuhi ruangan kecil itu saat Ruby berdiri di depan cermin, tubuhnya masih basah oleh air yang baru saja mengalir dari shower. Nicklas berdiri di belakangnya, tangan pria itu perlahan menyentuh tali swimsuit merah yang membalut tubuh Ruby. Dengan gerakan lembut namun penuh maksud, ia mulai melepas satu tali, kemudian tali yang lain, sambil matanya tak lepas menatap lekuk tubuh wanita di hadapannya. “Sayang, tubuhmu membuatku candu,” bisik Nicklas dengan suara serak, napasnya hangat menyentuh leher Ruby. Ruby menoleh sekilas, menahan malu sekaligus geli. “Jangan nakal!” jawabnya sambil tersenyum, mencoba mengusir rasa grogi yang tiba-tiba menyelimuti. Namun, tangan Nicklas tidak berhenti. Ia menangkup milik Ruby dengan perlahan, matanya memicing penuh perhatian. “Kamu tahu, ini... ini kesukaanku” ucapnya sambil mengerutkan kening, merasa ada sesuatu yang berbeda. "Keras sekali"Ruby menggigit bibir bawahnya, merasakan sensasi aneh bercampur sakit ketika tangan Nicklas

  • Gairah Liar Suami Sahabatku   Bab 25. Swimsuit Merah Menggoda

    Ruby mengambang di kolam renang lantai atas penthouse mewahnya , air yang jernih memantulkan sinar matahari senja yang mulai meredup."Nona, silahkan dinikmati Jus Jeruknya sebelum esnya mencair" ucap pelayan pribadinya yang baru saja meletakkan minuman di atas meja kaca. Ruby berenang menyusuri kolam yang luas, Air di dalamnya menyiprat keluar saat wanita itu melempar tubuhnya dari sisi kolam. "Sebentar mbak, nanggung" ucapnya, melanjutkan aktifitas berenang. "Sebentar nona, boleh saya minta waktunya untuk bicara?" ucap pelayan pribadinya dengan wajah cemas, seolah ada suatu hal yang membuatnya Khawatir. Gerakan Ruby semakin cepat, Ia berenang ke tepian kolam dimana pelayan pribadinya itu berdiri dengan wajah tegang. "Boleh minta ambilkan handuk?"pinta Ruby yang baru saja mengangkat wajah dari dalam kolam. "Siap nona, saya akan ambilkan handuknya sekarang"Setelah menerima handuk dari tangan pelayan, Ruby melilitkan handuk itu di pinggangnya yang ramping. Menyembunyikan lekuk t

  • Gairah Liar Suami Sahabatku   Bab 24. Akhiri Segalanya

    Nicklas melangkah cepat ke arah walk-in closet, suara langkahnya bergema di lorong sunyi. "S-sayang tunggu!" Serena mengikuti langkah suaminya yang lebar dengan berlari kecil. "Kita harus bicara dulu!" "Berisik!" Nicklas membentak, lalu tangannya meraih gagang pintu, "sudah aku katakan, Diam dulu!" Saat membuka pintu, matanya langsung tertuju pada serpihan botol parfum yang berserakan di lantai marmer, Pecahan kaca itu berkilauan, namun alisnya mengkerut, menandakan keraguan mulai menyelinap. "Siapa yang menjatuhkan botol itu?" “Sayang, biar aku panggilkan pelayan untuk membersihkan pecahannya, mungkin aku salah meletakkan parfum itu, terlalu di pinggir” suara Serena terdengar lembut, hampir terdengar seperti upaya untuk menenangkan Nicklas. "Jatuh sendiri, begitu?" Nicklas tampak tak peduli. Tangannya yang dipegang oleh Serena terhempas kuat, "berhenti terlihat ketakutan seperti itu, Serena! Aku tidak akan membunuhmu!" Serena mengusap tangannya kasar, hampir saja Ni

  • Gairah Liar Suami Sahabatku   Bab 23. Kain Segitiga

    "T-tuan, anda disini?" Pelayan pribadi Serena tampak gugup, tak menyngka Nicklas langsung naik ke lantai dua dengan wajah dingin. "Dimana serena?", Pelayan itu berdiri kaku di depan pintu, seolah menghalangi langkah Nicklas untuk masuk ke kamar utama. Pelayan itu mengusap-usap tangan yang gemetar, berusaha merangkai kata dengan suara pelan, "Em, begini, Tuan... " "Minggir!" Seru Nicklas dengan mulut terkatup rapat, "Sebentar tuan, saya--" "Aku tidak butuh penjelasanmu" "Begini tuan, nyonya Serena ada di dalam." Matanya menghindar dari tatapan tajam Nicklas yang penuh tekanan. "Minggir!" desis Nicklas, suaranya dingin dan penuh tuntutan. "Maaf Tuan, saya takut, karena sepertinya nyonya sedang tidur" jawab pelayan itu akhirnya, napasnya tersengal menahan takut. Tanpa aba-aba, Nicklas menyenggol lengan pelayan itu dengan kasar, lalu melangkah masuk ke kamar. Pintu didorong dengan keras, Brak! Suaranya menggema, Serena yang sedang duduk di atas tempat tid

  • Gairah Liar Suami Sahabatku   Bab 22. Lingerie Serena

    Alex menatap dingin ke arah lukisan tua yang menggantung di dinding ruang kerjanya, bayangan api dari kebakaran masih membekas di pikirannya. Tapi kini, seolah ada angin segar yang berhembus di ruang kerjanya setelah hampir sebulan rasanya kehilangan arah. Di depannya, seorang bawahan dengan gugup membuka sebuah map dan menyerahkan beberapa cetakan foto hasil tangkapan CCTV sekitar klub malam tempat kejadian."Ini bukti fotonya, tuan. Hasilnya sudah kami perjelas, bisa tuan lihat, pakaian wanita itu persis seperti pakaian terakhir yang dikenakan nona Ruby" Foto pertama menunjukkan kepulan asap tebal mengepul, mengaburkan pandangan. Namun foto kedua memperlihatkan sosok perempuan yang terkulai lemas dalam gendongan, digendong keluar oleh seorang pria bertubuh tinggi dan gagah, mengenakan setelan hitam dan kacamata gelap. Alex mengerutkan alisnya tajam, matanya seolah mencoba mengumpulkan potongan teka-teki yang belum tersambung. “Jadi, Ruby sebenarnya masih hidup?” Alex memutar kur

  • Gairah Liar Suami Sahabatku   Bab 21. Tidur di Atas Pangkuan

    Ruby duduk dengan mata berbinar menatap panci hot pot yang mengepul di tengah meja. Aroma rempah yang harum menyebar, membuatnya tak sabar mencicipi kuah racikan Nicklas. "Kuahnya kelihatan lebih enak? Kamu kayaknya lebih pintar dari aku racik bumbunya," Bisiknya sambil tersenyum lebar. Nicklas mengambilkan sumpit, dan memasukkan beberapa slice daging ke dalam kuah, "Campuran cabai, jahe, dan sedikit kaldu ayam yang di rebus lama. Masakan kamu tadi kurang kaldunya" Ia mengaduk kuah dengan hati-hati, lalu menyodorkan sendok kecil berisi kuah hangat ke Ruby. Ruby mengambilnya dan menyeruput dengan perlahan. "Hmm, beneran enak! Gak nyangka kamu bisa bikin yang seenak ini." "Kalau begitu, nanti malam aku dapat hadiah?"Wajah Ruby ditekuk, "hadiah apa? Jangan macam-macam deh!""Kamu beneran naik berat badan sekarang, merasa nggak? Pipi kamu tambah chubby?"Gerakan tangan Ruby terhenti di atas panci hot pot, wajahnya sedikit berubah. "Aku juga belum datang bulan" Bisiknya dalam hati, "S

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status