Beranda / Romansa / Gairah Membara si Kupu-kupu Malam / 5. Pria Limited Edition yang Aneh

Share

5. Pria Limited Edition yang Aneh

Penulis: Aprillia D
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-27 18:16:58

"Siapa kamu? Dari mana kamu tahu nama kecilku?" desak Laura semakin tak sabar. Dalam hatinya bertanya-tanya sebenarnya siapa pria ini? Apakah pria ini bagian dari keluarganya di masa lalu? Tapi bagaimana bisa? Siapa dia sebenarnya?

"Seperti yang aku bilang tadi, aku tahu semua tentang kamu, Laura Minora." Lagi dan lagi Lucky tersenyum penuh enigma.

"Siapa kamu?" tanya Laura sekali lagi.

"Aku Lucky Aditya, seorang pewaris tunggal dari keluarga terpandang dan berkuasa, seorang pria yang tampan dan baik hati." Lucky memuji dirinya, wajahnya terlihat bangga di depan Laura yang justru menatapnya sengit.

"Maksudku bukan itu! Jawab aku dengan serius dan jujur?!" bentak Laura kesal.

Namun, Lucky kini malah berdiri berjalan ke arah kamar mandi. Dia tidak menghiraukan Laura. Hal itu membuat Laura makin sengit.

Laura tetap bertanya sambil memandangi kemana pun pria itu pergi. "Kenapa kamu bisa tahu nama kecilku dan segala hal tentangku yang seharusnya orang lain nggak tahu?! Kamu pasti bukan orang yang baru mengenalku, kan? Jadi siapa kamu sebenarnya?"

Lucky yang sudah masuk ke dalam kamar mandi rupanya ingin mengambil handuk yang menggantung dibalik pintunya. Begitu keluar pria itu sudah dalam keadaan memakai handuk setengah badan yang menampakkan dada bidangnya yang berotot.

Laura langsung terdiam begitu pria itu keluar.

"Aku kan sudah menjelaskan siapa diriku dan apa tujuanku, kan? Kalau aku mengetahui nama kecilmu dan segala sesuatu tentang kamu anggap itu artinya kita sudah kenal dekat. Sudah lah jangan banyak bertanya lagi, sebelum tidur aku ingin mandi malam ini. Sikapmu barusan buatku panas." Pria itu lantas kembali masuk ke kamar mandi setelah mengambil alat cukurnya yang terletak di atas nakas.

Laura terkejut mendengar kalimat terakhir itu. Dia hanya bisa mengamuk sendiri di kamar.

***

"Sebenarnya aku ingin memesan dua kamar, tapi setelah aku pikir-pikir itu nggak perlu. Mami Berliana juga nggak mungkin bisa curiga. Jadi terpaksa malam ini kita tidur satu kamar," jelas Lucky setelah selesai mandi yang spontan membuat wajah Laura berubah tegang. Melihat reaksi Laura Lucky buru-buru melanjutkan. "Kamu tenang aja, walau satu kamar, aku nggak akan menyentuhmu. Kamu bisa tidur nyenyak sampai besok pagi."

Laura yang sejak tadi hanya duduk-duduk di pinggir kasur menatap Lucky tidak percaya, wanita itu lantas tertawa. "Aku nggak nyangka ternyata kamu semunafik ini. Bagaimana mungkin kamu bisa nggak menyentuhku sedangkan kita satu kasur?"

Lucky menggeleng. "Aku nggak akan satu kasur denganmu. Aku bisa tidur di sana." Lucky menunjuk sofa yang ada di pinggir tembok.

Laura berdecak sebal mendengarnya sembari memutar bola matanya malas.

"Jadi kamu tenang aja," lanjut Lucky yang kini sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang dia pegang sejak tadi. "Kamu nggak perlu khawatir soal Mami. Kita tetap menghabiskan waktu di sini sampai besok pagi. Ah, iya, aku sudah janji dengan Mami aku akan membookingmu selama sebulan. Jadi besok kamu harus bersiap-siap menemaniku belanja di Mall. Dan menemaniku ke mana pun aku mau."

Seketika Laura melotot mendengarnya, karena sungguh tidak menyangka. "Booking satu bulan? Belanja?" Laura terlihat bingung.

"Iya. Seratus juta itu untuk satu bulan. Besok kita akan belanja kebutuhan pernikahan kita."

Laura diam. Kenapa Mami tidak memberitahu soal ini padanya? Pantas saja pria itu bersedia membayar mahal. "Apakah harus secepat itu?" sahut Laura kemudian kala teringat rencana pernikahan itu. Aku bahkan belum memberi jawaban."

"Jawabannya harusnya iya." Lucky tersenyum penuh arti, lantas pria itu mulai berbaring di sofa, meluruskan tubuhnya yang terasa pegal.

Laura mengepalkan tangannya geram. Dia melempar tatapan tajam ke arah pria itu dari kejauhan. Tapi jika dia pikir-pikir, memang dia tidak punya pilihan lain. Karena tawaran yang Lucky janjikan sangat menggodanya. Keluar dari dunia malam adalah keinginannya yang sulit dia temukan jalan keluarnya, sejak dulu.

Tapi apakah pria itu benar-benar bisa dipercaya? Bagaimana kalau dia berbohong? Asumsi-asumsi buruk itu terus saja melintas di kepalanya. Dan yang paling penting adalah bagaimana Laura bisa yakin ucapan pria itu bisa dipercaya atau tidak?

Satu hal lagi yang Laura pikirkan tentang pria itu. Apakah dia bisa benar-benar tidak menyentuh dirinya? Apakah mungkin pria itu nanti tidak akan menghampiri kasurnya saat dia sedang tidur nyenyak? Bagaimana jika pria itu justru melakukannya ketika dirinya sedang tidur?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    5. Pria Limited Edition yang Aneh

    "Siapa kamu? Dari mana kamu tahu nama kecilku?" desak Laura semakin tak sabar. Dalam hatinya bertanya-tanya sebenarnya siapa pria ini? Apakah pria ini bagian dari keluarganya di masa lalu? Tapi bagaimana bisa? Siapa dia sebenarnya?"Seperti yang aku bilang tadi, aku tahu semua tentang kamu, Laura Minora." Lagi dan lagi Lucky tersenyum penuh enigma."Siapa kamu?" tanya Laura sekali lagi."Aku Lucky Aditya, seorang pewaris tunggal dari keluarga terpandang dan berkuasa, seorang pria yang tampan dan baik hati." Lucky memuji dirinya, wajahnya terlihat bangga di depan Laura yang justru menatapnya sengit."Maksudku bukan itu! Jawab aku dengan serius dan jujur?!" bentak Laura kesal. Namun, Lucky kini malah berdiri berjalan ke arah kamar mandi. Dia tidak menghiraukan Laura. Hal itu membuat Laura makin sengit. Laura tetap bertanya sambil memandangi kemana pun pria itu pergi. "Kenapa kamu bisa tahu nama kecilku dan segala hal tentangku yang seharusnya orang lain nggak tahu?! Kamu pasti bukan o

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    4. Mendadak Dilamar

    Laura berusaha bangkit dari jatuhnya. Tatapannya masih mengarah ke Lucky dengan pandangan tidak percaya. "Lucky, kamu dorong aku?"Belum dua puluh empat jam mereka berkenalan, tapi dia sudah menemukan satu kebusukan pria yang tampak sempurna itu. Kasar pada perempuan. Melihat ekspresi Laura yang menyedihkan, Lucky jadi tidak enak hati. "Maaf, aku nggak bermaksud. Cuman, ya, makanya jangan sekali-kali lagi kamu menggoda aku seperti barusan." Lucky menatap Laura tajam. "Aku nggak suka. Dan aku lebih nggak suka dipaksa atau diatur oleh siapa pun."Laura terdiam mendengarnya. Dia duduk dipinggir kasur. Dia akui apa yang dia lakukan salah di mata pria itu. Harusnya dia tak memaksa. Laura hanya tidak menyangka ternyata Lucky benar-benar tidak tertarik menyentuh dirinya. Dasar pria aneh!Laura mengangguk. "Baiklah, aku nggak akan melakukannya lagi kalau kamu nggak suka. Maafkan aku." Gadis itu memalingkan wajahnya ke lain arah. Ini pengalaman pertama baginya. Tidak ada laki-laki yang menola

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    3. Awal Berjumpa

    Malam itu Laura sudah bersiap sangat cantik. Dia memakai dress mini tanpa lengan yang bagian bawah bajunya mengembang. Warna hitam yang dia kenakan menyatu dengan warna kulitnya yang sangat putih. Rambutnya yang ikal dan pirang tampak lebih bervolume dari biasanya. Make-up di wajahnya juga pas dengan warna lipstik merah menyala. High heels warna hitam metalik yang dia kenakan membuat kakinya makin jenjang.Gadis cantik itu melangkah dengan anggun ke arah ruang tamu. Seorang pria tampan yang cirinya persis seperti yang disebutkan oleh maminya telah menunggunya. Dia hanya bisa melihat pria itu dari samping, tapi dia yakin pria itu lah orang yang dimaksud. Dan ketika langkahnya semakin dekat, dia menyapa pria itu. Seketika pria itu menoleh mendengar namanya disebut. Semringah di wajahnya langsung terbit melihat kecantikan wanita di hadapannya. "Hai, kamu Laura?" tanyanya memastikan dengan senyum lebar tak lepas dari wajahnya. Sementara Laura malah terdiam melihat ketampanan pria itu da

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    2. Bertemu Pria Asing

    "Jangan, Om, jangan! Tolong! Tolong!" Laura menjerit sekuat tenaga, berharap ada orang lewat yang bisa menolongnya. Meskipun rasanya mustahil karena malam terlalu larut. Sejak tadi hanya keheningan yang mengisi tempat ini.Mendengar teriakkan tolong itu, Dion pun berhenti. Dia menatap Laura tidak habis pikir. "Kenapa kamu harus teriak segala, sih, Laura. Seakan-akan saya ini penjahat. Kalau ada yang dengar terus saya digebuk bagaimana?" Laura menatap Dion takut-takut dan sedikit merasa bersalah. Melihat reaksi Dion barusan, perasaannya sedikit lega. "Aku nggak mau, Om. Aku udah mau pulang!" Laura setengah frustrasi. "Buka kunci pintunya, Om, atau aku akan teriak lagi."Pria tua itu menghela napas, tampak menyerah. Dengan tampang kesal dan terpaksa pria itu membuka kunci pintu mobil.Laura menatapnya agak merasa bersalah. "Makasih, Om. Maaf sebelumnya. Aku turun dulu, ya, sekali lagi terima kasih udah ngantarin." Dengan cepat Laura membuka pintu mobil itu dan turun dari sana, berlari-

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    1. Aktivitas Laura

    "Kamu kenapa, Honey?" Suara berat khas pria menyadarkan Laura yang sejak tadi tampak gelisah. Gadis yang berbaring tanpa busana dan hanya berbalut selimut itu memang tidak bisa tidur, sejak tadi dia hanya bolak-balik badan. Dia menoleh menatap pria yang juga berbaring di sampingnya dengan agak terkejut. Pasalnya sejak tadi pria itu sudah tidur nyenyak. Laura mengernyit heran. "Om kenapa bangun?" Pria yang lebih tua dua puluh tahun darinya itu mengalihkan posisi baringnya, menatap Laura penuh cinta yang diam-diam membuat Laura mual. "Om tiba-tiba kebangun, liat kamu gelisah aja dan belum tidur. Ada apa, hmm?" Pria itu lantas mengulurkan tangan panjangnya yang masih tampak kekar, menarik bahu mulus Laura yang terekspos. Laura pun berbaring manja di dada bidang pria itu, mereka sama-sama tidak mengenakan pakaian. "Aku nggak bisa tidur lagi, Om. Aku mau pulang," bisiknya sambil mengusap bulu-bulu halus di dada bidang pria itu. "Kan besok pagi pulangnya, Honey. Ini udah malam. Sekara

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status