Share

4. Mendadak Dilamar

Author: Aprillia D
last update Last Updated: 2025-12-27 18:09:34

Laura berusaha bangkit dari jatuhnya. Tatapannya masih mengarah ke Lucky dengan pandangan tidak percaya. "Lucky, kamu dorong aku?"

Belum dua puluh empat jam mereka berkenalan, tapi dia sudah menemukan satu kebusukan pria yang tampak sempurna itu. Kasar pada perempuan.

Melihat ekspresi Laura yang menyedihkan, Lucky jadi tidak enak hati. "Maaf, aku nggak bermaksud. Cuman, ya, makanya jangan sekali-kali lagi kamu menggoda aku seperti barusan." Lucky menatap Laura tajam. "Aku nggak suka. Dan aku lebih nggak suka dipaksa atau diatur oleh siapa pun."

Laura terdiam mendengarnya. Dia duduk dipinggir kasur. Dia akui apa yang dia lakukan salah di mata pria itu. Harusnya dia tak memaksa. Laura hanya tidak menyangka ternyata Lucky benar-benar tidak tertarik menyentuh dirinya. Dasar pria aneh!

Laura mengangguk. "Baiklah, aku nggak akan melakukannya lagi kalau kamu nggak suka. Maafkan aku." Gadis itu memalingkan wajahnya ke lain arah. Ini pengalaman pertama baginya. Tidak ada laki-laki yang menolaknya seperti ini.

"Tolong, jangan paksa aku terus untuk menyentuhmu," ucap Lucky sekali lagi. "Dan aku lebih suka kamu pakai pakaian yang lebih sopan, jadi cepat ganti pakaianmu. Aku mau tidur sekarang." Lucky lalu berdiri, berjalan ke arah kasurnya yang di ujung, berjauhan dari Laura.

"Tapi aku nggak punya baju yang sopan seperti yang kamu maksud, bajuku cuman ini." Laura menenteng mini dress tanpa lengannya itu.

"Iya, pakai aja, itu lebih baik daripada yang kamu pakai sekarang."

Laura masih belum mengerti kenapa pria itu bersikap demikian padanya. Namun, dia menuruti kemauan pria itu. Dalam hati dia terus saja merutuk, tak habis pikir dengan sikap aneh pria yang baru dikenalnya itu.

"Oke, aku udah berganti pakaian sesuai yang kamu mau," ucap Laura yang berjalan mendekati Lucky, wanita itu duduk di samping Lucky. "Tapi aku mau tanya satu hal."

Lucky menoleh. "Apa?"

"Apa tujuan kamu membawaku ke hotel ini? Kenapa kamu membayarku mahal tapi kamu nggak mau menyentuhku, kenapa?" Laura tak sabar ingin mendengar jawabannya.

"Tujuanku membayarmu mahal bukan untuk menidurimu," jawab pria itu terlihat santai sembari melepas jam di pergelangan tangannya.

Bola mata Laura membola. Dahinya mengernyit samar. Dia mencoba menebak di dalam hati, tapi rasanya dia tidak menemukan jawaban yang pas. "Lalu buat apa?"

Lucky menoleh membuat mereka bertatapan. "Buat meminangmu."

Lagi-lagi mata Laura kian membelalak. "Meminangku?"

Lucky menaruh jam tangannya di atas nakas samping tempat tidur. Lalu kembali menatap Laura. "Iya, aku ingin menikahimu. Dan aku baru akan menidurimu setelah kamu menjadi istriku."

Laura menggeleng tegas.

"Kenapa? Kamu nggak percaya aku ingin menikahimu? Apakah kamu nggak ingin jadi istri pemuda yang tampan sepertiku?" Lucky menyeringai. Lalu dia mengambil sebuah benda dari dalam saku celananya, yaitu berupa kotak cincin. Pria itu lantas membuka kotak cincin itu dan menunjukkannya di hadapan Laura. "Ini aku persembahkan untuk kamu, Laura Cantikku."

Laura mematung tidak percaya melihat cincin yang mengkilap dalam kotak itu. Jangan tanya harganya, siapa pun yang melihatnya pasti bisa tahu harga cincin itu tidak main-main. Cincin itu sangat mahal dan begitu menggiurkan Laura. Cincin itu benar-benar tipenya. Ingin rasanya Laura merampas cincin itu sekarang juga. Tapi ...

Laura kembali mengalihkan pandangan pada Lucky yang menunggu jawabannya. Pria ini benar-benar aneh. Baru beberapa menit yang lalu dia bersikap kasar, lantas sekarang tiba-tiba meminang? Ini semua sungguh tidak masuk akal.

Laura menggeleng tegas. "Pria kayak kamu nggak mungkin mau menikahi gadis sepertiku. Itu semua cuman omong kosong. Katakan apa sebenarnya maumu?" tantang Laura.

Tapi Lucky terlihat santai saja. "Kenapa nggak mungkin? Kamu cantik, bahkan sangat cantik. Pria mana yang bisa menolakmu?" Lucky masih terlihat santai seolah tidak menyembunyikan apa pun.

Bukankah barusan pria itu menolak dirinya? Lalu sekarang kenapa bicara demikian? Sikap dan perkataannya tidak sinkron.

Laura tertawa culas. "Apakah kamu pikir pria tertarik dengan wanita cuman karena kecantikannya? Apa lagi nggak ada cinta di antara kita, bagaimana mungkin kamu bisa menikahi gadis yang baru kamu kenal? Dan apakah kamu pikir aku mau menerima lamaranmu yang penuh kepalsuan ini? Kamu aja barusan mendorongku dengan kasar. Lalu tiba-tiba kamu mau aku menerima lamaranmu. Apakah aku terlihat seperti perempuan bodoh?" Laura mengangkat sebelah alisnya.

"Soal itu aku minta maaf. Aku nggak bermaksud, maafkan aku, Laura." Lucky terlihat menyesal.

Peristiwa pilu yang pernah Laura alami di masa lalu mengajarkannya bahwa laki-laki baik dan tulus itu ternyata hanyalah dongeng. Laura tahu mungkin pria di hadapannya ini ingin mempengaruhinya untuk suatu hal yang dia tidak tahu atau berusaha memanipulasinya. Atau bahkan menipunya. Laura tidak akan terperdaya.

Mendengar Laura tak menjawabnya, Lucky tersenyum dan kembali bicata. "Kamu benar, memang nggak ada cinta di antara kita, tapi aku percaya kamu gadis yang layak untuk dicintai. Dan aku merasa kamulah satu-satunya perempuan yang layak untuk jadi pendampingku. Lagipula cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Kuharap kamu percaya itu."

Laura menggeleng, lagi dan lagi. "Aku nggak sudi menikah sama kamu!" Gadis itu lalu memalingkan wajahnya ke lain arah.

Lucky mendekatkan diri pada Laura dan berbisik di telinga gadis itu. "Aku tahu kita nggak saling cinta, tapi pernikahan ini bisa saling menguntungkan kita, kalau kamu mau percaya padaku."

Kalimat itu serta-merta membuat Laura kembali menoleh, menatap Lucky, membuat mereka saling tatap dari jarak yang sangat dekat. "Apa maksud kamu?"

"Aku tahu kamu nggak nyaman dengan pekerjaan kamu selama ini, kan? Aku bisa membantumu keluar dari dunia gelapmu ini kalau kamu bersedia menikah denganku. Atau bahkan mungkin kamu sudah bisa keluar dari pekerjaan kotor ini sebelum kamu menjadi istriku," jelas Lucky dalam keadaan mereka masih di posisi yang sama.

Jantung Laura tiba-tiba berdebar kencang mendengar tawaran itu. Jujur, tawaran itu adalah mimpinya. Keluar dari pekerjaan gelap ini adalah mimpinya sejak dulu, tapi dia tidak pernah tahu bagaimana caranya. Tidak mudah keluar dari pekerjaan ini begitu saja. Mami Berliana sesungguhnya tidak semanis yang terlihat. Dan hari ini semesta seakan membantunya menemukan jalan keluar yang selama ini dia nanti. Semuanya terasa seperti mimpi yang tiba-tiba terwujud meskipun dia baru mendengar kata-kata dan niat dari pria itu.

Tapi ... tidak! Laura tetap tidak mau percaya. Bagaimana jika pria ini berbohong padanya? Laura sendiri bahkan tidak tahu seperti apa watak pria ini. Mereka baru saja kenal hari ini. Dan sikap pria itu yang mendorongnya barusan. Dia tidak akan pernah melupakan itu sampai kapan pun. Dan sekarang pria itu malah melamarnya? Semua ini tidak masuk akal. Dan Laura tidak mau mempercayainya begitu saja.

Melihat Laura yang masih belum percaya padanya, Lucky kembali meyakinkan. "Aku akan membantumu untuk itu asal kamu bersedia menikah denganku dan kamu membantuku untuk meyakinkan keluargaku bahwa kamu adalah pasanganku. Sebelum menikah, kita harus bertunangan dulu. Aku harus segera punya pasangan dan aku harap kamu mau menolongku."

Laura menyimpulkan pria ini mungkin sedang dijodohkan oleh keluarganya, tapi dia tidak mau sehingga dia memilih mencari pasangan palsu untuk menghindari perjodohan itu. Ya, memang terdengar sama-sama menguntungkan. Tapi ....

Laura tetap menggeleng. "Aku tetap nggak bisa menerima lamaranmu. Lagipula bagaimana jika Mami tahu kalau kamu nggak menyentuhku padahal kamu sudah membayar mahal. Kalau Mami tahu apa yang sebenarnya terjadi, Mami pasti memarahiku habis-habisan." Laura terlihat takut dan kepikiran, Lucky bisa membaca itu.

Pria itu tersenyum. "Kamu tenang aja, Mami nggak akan tahu apa aja yang kita lakukan kalau nggak ada yang bocor. Malam ini kita tetap menghabiskan malam bersama sampai besok pagi. Kita tetap stay di kamar ini dan aku nggak akan menyentuhmu."

Laura tiba-tiba teringat sesuatu. Sejak tadi dia perhatikan dari bicaranya, pria di hadapannya ini seakan banyak tahu hal tentangnya. Salah satunya pria itu tahu bahwa dirinya sejak lama ingin keluar dari pekerjaan sebagai wanita penghibur.

"Kamu tahu tentang aku yang ingin keluar dari pekerjaan ini dari mana?" Laura menatap Lucky nanar.

Pria itu tersenyum penuh enigma. "Aku bahkan mengetahui semua tentang dirimu, Laura Minora alias Lidya Graceva."

Untuk kesekian kalinya, Laura dibuat terkejut. Pria itu memanggilnya Lidya Graceva, nama kecilnya, yang mana sedikit sekali orang yang mengetahui nama kecilnya. Dari mana pria itu tahu nama kecilnya?

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    5. Pria Limited Edition yang Aneh

    "Siapa kamu? Dari mana kamu tahu nama kecilku?" desak Laura semakin tak sabar. Dalam hatinya bertanya-tanya sebenarnya siapa pria ini? Apakah pria ini bagian dari keluarganya di masa lalu? Tapi bagaimana bisa? Siapa dia sebenarnya?"Seperti yang aku bilang tadi, aku tahu semua tentang kamu, Laura Minora." Lagi dan lagi Lucky tersenyum penuh enigma."Siapa kamu?" tanya Laura sekali lagi."Aku Lucky Aditya, seorang pewaris tunggal dari keluarga terpandang dan berkuasa, seorang pria yang tampan dan baik hati." Lucky memuji dirinya, wajahnya terlihat bangga di depan Laura yang justru menatapnya sengit."Maksudku bukan itu! Jawab aku dengan serius dan jujur?!" bentak Laura kesal. Namun, Lucky kini malah berdiri berjalan ke arah kamar mandi. Dia tidak menghiraukan Laura. Hal itu membuat Laura makin sengit. Laura tetap bertanya sambil memandangi kemana pun pria itu pergi. "Kenapa kamu bisa tahu nama kecilku dan segala hal tentangku yang seharusnya orang lain nggak tahu?! Kamu pasti bukan o

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    4. Mendadak Dilamar

    Laura berusaha bangkit dari jatuhnya. Tatapannya masih mengarah ke Lucky dengan pandangan tidak percaya. "Lucky, kamu dorong aku?"Belum dua puluh empat jam mereka berkenalan, tapi dia sudah menemukan satu kebusukan pria yang tampak sempurna itu. Kasar pada perempuan. Melihat ekspresi Laura yang menyedihkan, Lucky jadi tidak enak hati. "Maaf, aku nggak bermaksud. Cuman, ya, makanya jangan sekali-kali lagi kamu menggoda aku seperti barusan." Lucky menatap Laura tajam. "Aku nggak suka. Dan aku lebih nggak suka dipaksa atau diatur oleh siapa pun."Laura terdiam mendengarnya. Dia duduk dipinggir kasur. Dia akui apa yang dia lakukan salah di mata pria itu. Harusnya dia tak memaksa. Laura hanya tidak menyangka ternyata Lucky benar-benar tidak tertarik menyentuh dirinya. Dasar pria aneh!Laura mengangguk. "Baiklah, aku nggak akan melakukannya lagi kalau kamu nggak suka. Maafkan aku." Gadis itu memalingkan wajahnya ke lain arah. Ini pengalaman pertama baginya. Tidak ada laki-laki yang menola

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    3. Awal Berjumpa

    Malam itu Laura sudah bersiap sangat cantik. Dia memakai dress mini tanpa lengan yang bagian bawah bajunya mengembang. Warna hitam yang dia kenakan menyatu dengan warna kulitnya yang sangat putih. Rambutnya yang ikal dan pirang tampak lebih bervolume dari biasanya. Make-up di wajahnya juga pas dengan warna lipstik merah menyala. High heels warna hitam metalik yang dia kenakan membuat kakinya makin jenjang.Gadis cantik itu melangkah dengan anggun ke arah ruang tamu. Seorang pria tampan yang cirinya persis seperti yang disebutkan oleh maminya telah menunggunya. Dia hanya bisa melihat pria itu dari samping, tapi dia yakin pria itu lah orang yang dimaksud. Dan ketika langkahnya semakin dekat, dia menyapa pria itu. Seketika pria itu menoleh mendengar namanya disebut. Semringah di wajahnya langsung terbit melihat kecantikan wanita di hadapannya. "Hai, kamu Laura?" tanyanya memastikan dengan senyum lebar tak lepas dari wajahnya. Sementara Laura malah terdiam melihat ketampanan pria itu da

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    2. Bertemu Pria Asing

    "Jangan, Om, jangan! Tolong! Tolong!" Laura menjerit sekuat tenaga, berharap ada orang lewat yang bisa menolongnya. Meskipun rasanya mustahil karena malam terlalu larut. Sejak tadi hanya keheningan yang mengisi tempat ini.Mendengar teriakkan tolong itu, Dion pun berhenti. Dia menatap Laura tidak habis pikir. "Kenapa kamu harus teriak segala, sih, Laura. Seakan-akan saya ini penjahat. Kalau ada yang dengar terus saya digebuk bagaimana?" Laura menatap Dion takut-takut dan sedikit merasa bersalah. Melihat reaksi Dion barusan, perasaannya sedikit lega. "Aku nggak mau, Om. Aku udah mau pulang!" Laura setengah frustrasi. "Buka kunci pintunya, Om, atau aku akan teriak lagi."Pria tua itu menghela napas, tampak menyerah. Dengan tampang kesal dan terpaksa pria itu membuka kunci pintu mobil.Laura menatapnya agak merasa bersalah. "Makasih, Om. Maaf sebelumnya. Aku turun dulu, ya, sekali lagi terima kasih udah ngantarin." Dengan cepat Laura membuka pintu mobil itu dan turun dari sana, berlari-

  • Gairah Membara si Kupu-kupu Malam    1. Aktivitas Laura

    "Kamu kenapa, Honey?" Suara berat khas pria menyadarkan Laura yang sejak tadi tampak gelisah. Gadis yang berbaring tanpa busana dan hanya berbalut selimut itu memang tidak bisa tidur, sejak tadi dia hanya bolak-balik badan. Dia menoleh menatap pria yang juga berbaring di sampingnya dengan agak terkejut. Pasalnya sejak tadi pria itu sudah tidur nyenyak. Laura mengernyit heran. "Om kenapa bangun?" Pria yang lebih tua dua puluh tahun darinya itu mengalihkan posisi baringnya, menatap Laura penuh cinta yang diam-diam membuat Laura mual. "Om tiba-tiba kebangun, liat kamu gelisah aja dan belum tidur. Ada apa, hmm?" Pria itu lantas mengulurkan tangan panjangnya yang masih tampak kekar, menarik bahu mulus Laura yang terekspos. Laura pun berbaring manja di dada bidang pria itu, mereka sama-sama tidak mengenakan pakaian. "Aku nggak bisa tidur lagi, Om. Aku mau pulang," bisiknya sambil mengusap bulu-bulu halus di dada bidang pria itu. "Kan besok pagi pulangnya, Honey. Ini udah malam. Sekara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status