Share

Doa untuk Suami

Auteur: Atieckha
last update Dernière mise à jour: 2025-08-31 03:03:36

“Dandi sampai heran, karena Raja makannya hanya roti di sekolah, Bu,” ucap Mbak Siti saat makan siang bersama majikannya di meja makan keluarga Atmaja.

Awalnya Mbak Siti sempat canggung duduk di meja yang sama dengan Darren dan Nayla. Tapi sejak pindah ke rumah itu, Nayla selalu meyakinkan bahwa dia sudah dianggap keluarga. Darren pun kerap menegaskan hal yang sama. Walaupun di awal sempat menolak karena merasa posisinya hanya sebagai pembantu rumah tangga, lama-lama Mbak Siti mulai terbiasa. Hanya saja, sesekali rasa kikuk itu masih muncul.

“Oh ya? Dia bawa bekal sendiri apa belanja di kantin, Mbak?” tanya Nayla penasaran. Dia menyandarkan punggung di kursi, menatap Mbak Siti dengan raut wajah antusias.

Jujur saja, Nayla makin tertarik ingin tahu soal teman putranya itu. Nama Dandi mulai sering terdengar di telinganya. Apalagi setelah Darren sempat cerita kalau Dandi sebenarnya hanya ingin dekat dengan Raja. Sayangnya Raja justru mengabaikan, membuat Dandi mencari cara lain untuk men
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Diana Susanti
aamiin,,, moga mereka yg berniat jahat akan kena karma nya sendiri
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Gairah Panas Atasan Mantan   Bahagia

    Marcella membeku di tempat. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya—Bayu, lelaki yang selama tiga tahun terakhir selalu setia menemaninya, kini berlutut di hadapannya sambil memegang cincin.Degup jantungnya seperti berlari kencang, membuat dadanya terasa sesak. Mulutnya terbuka, tapi tak ada kata yang keluar selain helaan napas pendek. “Sa–sayang” hanya itu yang sanggup ia ucapkan.Air matanya langsung menggenang. Ia menutup mulut dengan tangan, tubuhnya sedikit bergetar. Tidak pernah sedikit pun ia membayangkan malam yang terlihat biasa ini berubah jadi momen yang begitu besar. Tiga tahun bersama Bayu, ia memang sering berharap suatu hari akan ada lamaran. Tapi saat benar-benar terjadi, semua bayangannya hilang. Yang tersisa hanya rasa haru yang membuat tenggorokannya tercekat.“Ya ampun…” ucapnya lirih, hampir tak terdengar. “Aku nggak nyangka sama sekali.”Matanya menatap cincin itu dengan kabur karena air mata, lalu kembali pada wajah Bayu yang menatapnya dengan pen

  • Gairah Panas Atasan Mantan   Dilamar

    *RestoranBayu menggandeng tangan Marcella begitu mobilnya berhenti tepat di depan sebuah restoran yang berdiri megah di pusat kota. Lampu-lampu jalan memantulkan cahaya kuning yang hangat ke permukaan kaca restoran, membuat tempat itu terlihat semakin berkelas. Marcella sempat menoleh sekilas ke papan nama restoran yang terpampang besar di atas pintu masuk. Ia tahu restoran ini, karena sering mendengar teman-temannya bercerita betapa sulitnya memesan meja di sini. Biasanya restoran ini selalu penuh tamu, apalagi di akhir pekan. Tapi malam ini suasananya terasa berbeda. Dari luar, tidak terlihat banyak orang berlalu-lalang. Lobby depannya tampak lengang, hanya ada dua orang resepsionis yang berdiri rapi sambil menunduk sopan.Marcella memandang Bayu dengan sedikit heran. “Kok sepi banget ya, sayang? Biasanya kan rame,” gumamnya pelan, seolah takut suaranya terdengar orang lain.Bayu hanya menoleh sekilas, lalu tersenyum tipis sambil meremas lembut jemarinya. “Masa sih? Biasa aja kok.

  • Gairah Panas Atasan Mantan   Ngedate

    Darren masuk ke dalam kamarnya menemui sang istri yang sedang ngambek. Wajahnya terlihat lelah setelah seharian bekerja, namun tetap berusaha tersenyum.“Sayang, maafkan aku, sayang,” ucap Darren sambil meletakkan tas kerjanya di atas meja. Istrinya, sedang duduk di sofa kamar mereka di lantai dua dengan tangan terlipat di dada, wajahnya cemberut jelas sekali kalau dia sedang tidak mau diajak bicara. Darren harus menemukan cara untuk membuat hati istrinya kembali luluh. Dia tidak mau kalau Nayla sampai lama-lama emosi karena itu bisa saja terganggu untuk janin mereka. Tanpa Nayla ketahui suaminya sudah mencari tahu di internet tentang kehamilan dari usia muda sampai jelang melahirkan. Sebagai suami dia juga harus menjaga emosi sang istri. Semua lengkap ada di internet.“Aku cuma minta satu biji buah mangga. Kamu malah belikan aku empat boks. Kamu ini bikin aku emosi terus, Mas,” jawab Nayla dengan suara yang meninggi.Darren menghela napas, berusaha menenangkan diri. Dia tahu betul i

  • Gairah Panas Atasan Mantan   Ngidam

    “Apa kamu tidak berniat pergi ke luar negeri untuk mengajak anak kita ke sini?” tanya Bima.Pertanyaan itu membuat Maria terdiam lama. Pandangannya jatuh pada meja kaca di depan sofa. Bayangan wajah kecil yang pernah ia lahirkan kembali muncul jelas di kepalanya. Hatinya terasa diremas tangan tak kasat mata hingga membuat dadanya sesak. Nasibnya begitu malang. Sejak awal, ia memang terpaksa menyerahkan buah hatinya kepada keluarga besarnya. Keputusan itu bukan lahir dari kerelaan, melainkan Ia tak bisa mengajak buah hatinya hidup di dalam penjara.Bima memandangi perempuan itu dengan saksama. Wajah Maria tampak pucat, matanya berkaca-kaca. Bima tahu luka itu belum pernah sembuh. Maria menarik napas berat, seolah setiap kata yang hendak ia ucapkan adalah sebuah beban yang begitu berat untuk ia pikul. Andai saja dulu dirinya tidak kabur dan mengikuti permintaan Maria. Mungkin sekarang dia dan Darren sudah hidup bahagia. Bukan Nayla yang di samping pria itu. Semua yang terjadi dalam h

  • Gairah Panas Atasan Mantan   Sudah Tersusun Rapi

    Di sisi lain, tepatnya di sebuah apartemen mewah dengan dinding kaca tinggi yang langsung menghadap ke jalan utama kota, Bima dan Maria duduk berhadap-hadapan di ruang tamu. Suasana ruangan tampak dingin meski lampu temaram berwarna kuning menyala, menimbulkan bayangan samar di wajah keduanya.“Apa dia mengenalmu?” tanya Bima, menatap Maria tajam. Suaranya terdengar sangat pelan tapi jelas kalau dia benar-benar penasaran menunggu jawaban Maria.Yang dimaksud Bima tentu saja Mbak Siti, pengasuh Raja, yang tadi ditemui Maria di sekolah.Maria bersandar santai, meski matanya menyimpan sorot licik. “Kayaknya tidak. Aku menyamar menggunakan rambut palsu. Aku juga pakai kacamata, bahkan aku menambahkan tahi lalat di pipiku. Aku sangat yakin dia tidak mengenal suaraku. Mungkin karena dulu kami hanya pernah bertemu sekali, itu pun hanya sebentar,” jawabnya dengan santai.Bima menghela napas berat, lalu menyeringai tipis. “Lalu menurutmu, apa kita bisa segera menjalankan aksi kita kali ini? Ja

  • Gairah Panas Atasan Mantan   Doa untuk Suami

    “Dandi sampai heran, karena Raja makannya hanya roti di sekolah, Bu,” ucap Mbak Siti saat makan siang bersama majikannya di meja makan keluarga Atmaja.Awalnya Mbak Siti sempat canggung duduk di meja yang sama dengan Darren dan Nayla. Tapi sejak pindah ke rumah itu, Nayla selalu meyakinkan bahwa dia sudah dianggap keluarga. Darren pun kerap menegaskan hal yang sama. Walaupun di awal sempat menolak karena merasa posisinya hanya sebagai pembantu rumah tangga, lama-lama Mbak Siti mulai terbiasa. Hanya saja, sesekali rasa kikuk itu masih muncul.“Oh ya? Dia bawa bekal sendiri apa belanja di kantin, Mbak?” tanya Nayla penasaran. Dia menyandarkan punggung di kursi, menatap Mbak Siti dengan raut wajah antusias.Jujur saja, Nayla makin tertarik ingin tahu soal teman putranya itu. Nama Dandi mulai sering terdengar di telinganya. Apalagi setelah Darren sempat cerita kalau Dandi sebenarnya hanya ingin dekat dengan Raja. Sayangnya Raja justru mengabaikan, membuat Dandi mencari cara lain untuk men

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status