Share

Bab 353. Cinta Segitiga

Penulis: Kak Gojo
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-16 14:47:37

Juan langsung memutar otak begitu pembicaraan mulai menjurus ke arah pernikahan. Ia tahu betul ibunya tidak akan berhenti jika tidak segera dipotong.

"Aduh... aduh, Ma! Perutku... tiba-tiba perih," rintih Juan sambil memegang sisi perutnya yang diperban, wajahnya ia buat seolah-olah sedang menahan sakit luar biasa.

Sontak saja, Selena langsung bereaksi. Wajahnya berubah pucat karena cemas sekaligus panik. Ia segera mendekat dan memeriksa posisi duduk Juan. “Bagian mana yang perih? Aku panggilka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Emak Chua Aya
juan oh juan jgn menyesal nntiya kmu,, syukur ad selena yg suka sama kmu
goodnovel comment avatar
Kak Gojo
masa sih kak, bab selanjutnya aku panjangin ya
goodnovel comment avatar
Anita Nouval
knp makin lama cerita nya pendek banget sich,Agak kecewa aja biasanya panjang ceritanya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 17. Bertemu Bagas

    Kenzi terpaku. Di tengah riuh tepuk tangan dan hamburan confetti yang jatuh di rambutnya, ia tidak bisa memalingkan wajah dari sosok pria di barisan depan. Pria itu mengenakan setelan jas abu-abu gelap yang sangat mahal, berdiri tepat di samping ayahnya sambil tersenyum tipis ke arah panggung."Kenapa, Zi? Tegang gitu mukanya, kayak lihat hantu,” bisik Kenza pelan, menyenggol lengan Kenzi agar adiknya sadar mereka masih jadi pusat perhatian.Kenzi tidak menjawab. Jantungnya berdegup kencang. Ia ingat betul siapa pria itu— pria yang pernah jalan bersamanya, menghabiskan waktu semalaman sebagai sepasang kekasih dan berakhir asing di pagi harinya."Ayo, turun. Papa sudah kasih kode," tarik Kenza pelan.Begitu mereka turun dari tangga panggung, pria itu langsung melangkah mendekat sebelum Sean sempat membuka suara."Selamat ulang tahun, Kenza, Kenzi," sapa pria itu dengan suara berat yang tenang namun berwibawa. Ia mengulurkan tangan, menatap Kenzi dengan sorot mata yang sulit diartikan.

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 16. Sweet Seventen

    "Selamat ulang tahun, anak-anak Mama. Kenza, Kenzi... Semoga kalian semakin cerdas, menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan selalu berbakti kepada orang tua, ya," ucap Elyssa dengan nada haru seraya memeluk kedua anak kembarnya secara bergantian.Hari ini, Kenza dan Kenzi resmi menginjak usia tujuh belas tahun.Sebelum rutinitas sarapan dimulai, Sean dan Elyssa sengaja memberikan kejutan kecil berupa kue ulang tahun sederhana. Mereka ingin memberikan momen kekeluargaan yang hangat, sebelum perayaan besar yang lebih formal yang akan digelar malam nanti di hotel."Ayo, tiup lilinnya dulu," ujar Sean menimpali, sambil meletakkan kue itu di tengah mereka.Kenza dan Kenzi meniup lilin serempak. Api lilin pun padam dalam sekali tiup.Sean mengusap punggung Kenza dan Kenzi dengan bangga, lalu menyuruh mereka duduk untuk sarapan.Kini, mereka semua telah duduk mengelilingi meja makan. Mereka menikmati sarapan sembari berdiskusi soal perayaan ulang tahun nanti malam."Mama sudah sortir daft

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 15. Kenzi Ketahuan

    Pintu terbanting terbuka, membentur dinding dengan suara keras yang memecah keheningan malam. Cahaya redup dari koridor langsung menyeruak masuk, membelah kegelapan kamar Kenzi.Kenzi tersentak hebat. Ia melempar ponselnya ke sembarang arah di atas kasur dan menarik selimut hingga menutupi dadanya dengan gerakan panik. Napasnya masih memburu, namun kali ini bukan karena gairah, tapi karena terkejut melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.Kenza berdiri di sana dengan wajah yang luar biasa dingin. Tangannya masih memegang kenop pintu, sementara matanya menyapu ruangan sebelum akhirnya terkunci pada wajah pucat Kenzi."Kenza! Kamu apa-apaan sih?! Masuk gak ketuk pintu!" teriak Kenzi, suaranya melengking tinggi.Kenza tidak langsung menjawab. Ia melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan tenang dan langsung menyalakan lampu. Cahaya terang seketika menyengat mata.“Za, kenapa dinyalain sih? Silau tau!” gerutu Kenzi. Matanya dibuat mengerjap, seolah-olah ia baru saja terbangun

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 14. Suara Desahan

    Sore itu, di halaman belakang, Siren menghampiri Bi Sumi yang sedang duduk beristirahat sambil memijat kakinya yang tampak bengkak."Nek..." panggil Siren pelan. Ia duduk di samping neneknya, meremas jemarinya sendiri.Bi Sumi menoleh, tersenyum tulus meski wajahnya tampak sangat lelah. "Kenapa, Nduk?”Siren menghela napas, suaranya nyaris berbisik. "Tadi di sekolah... guru bilang minggu depan ada ujian praktikum kimia dan biologi. Siren harus bayar biaya alat dan bahan, Nek. Paling lambat lusa."Gerakan tangan Bi Sumi terhenti. Wajah senjanya seketika berubah muram. Ia menunduk, menatap telapak tangannya yang kasar. "Berapa, Nduk?""Tiga ratus ribu, Nek."Bi Sumi terdiam cukup lama. "Nduk... Nenek belum pegang uang sebanyak itu. Kita kan baru kerja di sini, gak enak kalau Nenek mau kasbon sama Pak Sean atau Bu Elyssa. Tabungan Nenek yang kemarin juga sudah habis.”Siren menggigit bibir bawahnya. Ia sudah menduga jawaban itu, tapi tetap saja rasanya sesak.Bi Sumi kembali menambahkan,

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 13. Mulai Berfantasi

    Malam semakin larut, sudah saatnya Siren mengerjakan tugas dari Kenzi. Ia menoleh ke samping, dilihatnya Bi Sumi sudah benar-benar terlelap dengan napas yang terdengar berat dan teratur.Dengan gerakan pelan, Siren pun beranjak dari kasur dan duduk di kursi kayu depan meja belajar kecil di sudut ruangan.Ia menyalakan lampu belajar yang memancarkan sinar redup kekuningan. Siren lalu memasang headset ke telinganya agar suara film nanti tidak mengusik tidur neneknya, kemudian ia menyalakan ponsel pemberian Kenzi.Begitu video pertama diputar, Siren tertegun. Awalnya semua tampak normal, seperti film romantis biasa; sepasang kekasih sedang bercanda mesra di sebuah apartemen mewah. Namun, baru berjalan dua menit, adegan itu berubah drastis. Sentuhan dan ciuman di layar ponsel mulai terasa terlalu kasar dan sangat intim.Siren terbelalak. Wajahnya seketika terasa terbakar. "Ini bukan film romantis..." bisiknya dengan suara tercekat.Saat adegan di video itu melangkah semakin jauh ke arah y

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 12. Melapor ke Sean

    Sore itu, udara terasa gerah saat Siren baru saja menginjakkan kaki di rumah setelah pulang sekolah.Tanpa membuang waktu, ia bergegas mengganti seragamnya dengan pakaian rumahan yang lebih santai, lalu menghampiri Bi Sumi yang tampak sibuk menyiram deretan tanaman di halaman samping."Biar aku saja, Nek," ujar Siren lembut sambil mengambil alih selang air tersebut.Bi Sumi mengangguk, memberikan senyum tipis sebelum berjalan masuk untuk mengerjakan tugas rumah yang lain.Belum lama Siren menyiram tanaman, mobil Sean terlihat memasuki halaman rumah.Jantung Siren seketika berdegup kencang. Ia berpikir bahwa inilah saat yang tepat untuk ngomong.Meski ancaman Kenzi terus membayangi pikirannya, Siren merasa tidak sanggup lagi memikul rahasia itu sendirian.Baginya, Sean dan Elyssa wajib tahu apa yang sebenarnya terjadi pada putri mereka, apa pun risikonya nanti.Siren pun mematikan air dan menyusul masuk ke dalam rumah.Ternyata Sean hanya mampir sebentar untuk mengambil dokumen yang te

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status