Share

128. Rencana

Author: NARA
last update publish date: 2025-08-11 22:14:49

Mama Ika kini duduk di kursi samping ranjang perawatan dimana Bela kini sudah berada, lalu menatap menantu tercintanya tersebut yang masih terus terisak.

Air mata Bela mengalir tanpa henti, membasahi kedua pipinya yang pucat. Sambil menatap langit-langit putih polos, ia mengulang-ulang dalam pikirannya kalimat yang baru saja ia dengar dari dokter, bayinya sudah tiada, dan rahimnya tak lagi bisa mengandung.

"Ini tidak adil, Ma. Ini sama sekali tidak adil," suara Bela pecah, setiap kata terasa s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
jamie
zian setan jantan. bela sama mama ika pula setan betina. semuanya jahat
goodnovel comment avatar
Juhaina R
mantu smaa mertua smaa gila nya ...
goodnovel comment avatar
Siti Untari
ayo thor up, sdh kutunggu lhooo
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Sahabat Suamiku   303. Luar Negeri

    Untuk pertama kalinya Lili ingin melawan sang suami dan berpihak pada sang putri, tapi itu semua malah menjadi bomerang untuk Leo.Karena sejak malam itu, sang papa tidak mengijinkan Leo keluar dari dalam rumah dengan alasan apapun. Sampai-sampai dokter kandungan Leo datang ke rumah untuk pemeriksaan rutin.Begitupun dengan Damian, hingga detik ini belum sama sekali bertemu dengan Leo. Meskipun segala cara sudah dilakukannya, tapi tidak membuahkan hasil, karena papa mertuanya itu seolah tahu pergerakannya. Lili masuk ke dalam kamar, dimana Leo sedang duduk sambil termenung. "Maafkan mama sayang," kata Lili mendekati sang putri dan duduk disampingnya. "Sejak malam itu, kamu sama sekali tidak bisa keluar dari rumah."Leo tidak menimpali yang ada menatap pada sang mama. "Ma, aku dengar hari ini papa akan pergi sampai malam?" tanyanya."Benar,""Ini kesempatan aku untuk keluar dari rumah Ma.""Bagaimana caranya sayang, cctv ada dimana mana. Dan papa kamu terus mengawasi dimanapun dia bera

  • Gairah Sahabat Suamiku   302. Melawan

    Leo benar-benar tidak tenang sejak tadi. Deretan toko barang mewah yang ia masuki bersama sang mama sama sekali tidak mampu menarik perhatiannya. Gaun-gaun mahal, sepatu berkilau, tas bermerek, semuanya terasa kosong. Hatinya hanya tertuju pada satu hal, Damian sang suami.Ia berjalan di samping Lili dengan senyum yang dipaksakan, sesekali mengangguk ketika sang mama bertanya pendapatnya. Padahal pikirannya sibuk menyusun rencana kabur. Ia harus menemui Damian. Apa pun caranya."Sayang, sekarang kita makan ya," ajak Lili lembut sambil menggandeng tangan putrinya menuju sebuah restoran mewah di sudut pusat perbelanjaan itu.Leo menurut, meski langkahnya terasa berat. Restoran itu dipenuhi lampu gantung kristal dan alunan musik piano yang lembut. Semua tampak hangat dan elegan, bertolak belakang dengan kegelisahan di dalam dada Leo."Duduklah, sayang." Lili menarik kursi untuknya.Leo duduk, tapi kedua matanya terus bergerak, memperhatikan pintu keluar, lorong menuju toilet, bahkan pint

  • Gairah Sahabat Suamiku   301. Sia-sia

    Angin sore berembus pelan di belakang rumah kayu, menggerakkan ujung-ujung kelopak bunga yang tumbuh dengan tertata indah. Tempat itu adalah tempat favorit Leo, tempat ia biasa duduk sambil membaca, atau sekadar memandangi langit dengan senyum kecil yang selalu membuat Damian merasa dunia ini baik-baik saja.Kini Damian duduk sendirian di bangku kayu yang mulai rapuh, punggungnya bersandar lemah pada dinding rumah kayu itu. Sudah berhari-hari ia selalu diusir secara halus oleh Papa mertuanya dengan tegas melarangnya menemui Leo, bahkan sekadar melihat dari jauh pun tidak diizinkan.Jadi Damian memilih bertahan di sini di rumah kayu, tempat favorit sang istri.Tatapannya kosong, tertuju pada hamparan bunga warna-warni di depannya. Ia hafal betul kebahagiaan Leo ketika berada di taman.Senyum tipis terukir di bibir Damian, tapi matanya justru memanas.Keindahan taman kecil itu sama sekali tidak mampu menenangkan hatinya. Hatinya terasa kosong, seperti rumah tanpa cahaya. Ia tidak bisa m

  • Gairah Sahabat Suamiku   300. Semua Tentang Damian

    Langit sore terlihat pucat dari balik jendela kamar Leo. Tirai tipis yang tertiup angin membuat cahaya masuk dengan lembut, tapi tidak cukup untuk mengusir sesak di dadanya. Sudah seminggu ia kembali dari rumah sakit, dan selama itu pula ia merasa seperti tahanan di rumahnya sendiri.Lio benar-benar menepati ucapannya. Ia tidak membiarkan Damian datang menjenguk saat Leo masih dirawat. Bahkan setelah dokter memperbolehkan pulang, Lio langsung membawa Leo ke rumah orang tuanya, bukan ke rumah suaminya.Setiap kali Leo memohon, jawabannya selalu sama, tidak.Di ruang keluarga, suasana terasa jauh lebih tegang daripada biasanya."Sayang, kamu jangan seperti ini pada putri kita," ucap Lili pelan. Ia duduk di samping suaminya yang tampak tenang membaca majalah, seolah tidak ada masalah besar yang sedang terjadi dalam keluarga mereka.Lio menutup majalah itu dengan suara cukup keras. Ia menoleh pada istrinya dengan sorot mata penuh ketegasan. "Seperti ini? Apa kamu ingin aku membiarkan Leo

  • Gairah Sahabat Suamiku   299. Tidak Pantas

    Dari ranjang perawatannya, Leo menatap lurus ke arah pintu kamar ruang perawatan rumah sakit yang tertutup rapat. Suara langkah kaki dan gumaman pelan terdengar samar dari luar. Ia tahu siapa yang ada di sana. Suaminya, dan papanya. Dua pria yang sedang membicarakan rumah tangganya, apalagi setelah pengakuan Damian yang membuatnya tidak bisa berpikir.Hati Leo gelisah. Dada Leo terasa sesak, bukan karena kondisi fisiknya yang sedang tidak baik-baik saja, tapi karena rasa takut akan apa yang sedang dibicarakan di luar sana. Ia mengenal papanya. Jika sudah marah, tak ada yang bisa menghentikannya.Leo menyingkirkan selimut perlahan. Tangannya meraih tiang infus di samping ranjang, lalu dengan hati-hati menurunkan kaki ke lantai yang dingin."Sayang, mau ke mana?" tanya Lili, yang sejak tadi duduk setia di kursi dekat ranjang."Aku ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan, Ma." jawab Leo pelan, tapi tegas. Tatapannya tidak lagi kosong, kini dipenuhi tekad untuk tahu apa yang terjadi

  • Gairah Sahabat Suamiku   298. Aku Tidak Bisa

    Damian menoleh pada Lio papa mertuanya yang berjalan mendekat, suasana yang tegang, kini menjadi mencekam.Damian menatap mertuanya yang kini berdiri di hadapannya, dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan, campuran kecewa, marah, dan sesuatu yang lebih dalam, rasa dikhianati."Katakan, apa kamu mengenal Luna?" tanya Lio, suaranya rendah namun bergetar menahan emosi, ketika mengingat nama seseorang dari masa lalunya.Damian menelan ludah. Nama itu seperti duri yang kembali menusuk luka lama. Ia mengangguk pelan. "Iya, Pa.""Dan yang baru papa dengar, apa benar? Kamu…" Kalimat itu terhenti di tenggorokan Lio, tidak sanggup baginya meneruskan ucapan.Wajah pria paruh baya itu menegang. Selama ini ia mengenal Damian sebagai pria sopan, pekerja keras, dan sangat mencintai Leo. Tapi kabar tentang masa lalu itu menghantam kepercayaannya tanpa ampun, dan benar-benar membuatnya kecewa.Damian menunduk, Rasa bersalah menyesakkan dadanya. "Maafkan aku, Pa."Bugh!Tinjuan Lio mendarat keras di

  • Gairah Sahabat Suamiku   261. Layani Aku

    Leo benar-benar enggan membuka kedua matanya, jika bukan karena suara lembut sang mama yang membangunkan tidurnya. Seandainya ia bisa memilih, Leo ingin terus tenggelam dalam tidur tanpa akhir, tidur yang membuatnya bebas dari kenyataan, bebas dari rasa sakit yang telah menghancurkan hatinya, bebas

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Gairah Sahabat Suamiku   237. Benar-benar Hancur

    "Pulanglah," pinta Papa Hasan dengan suara tegas namun tetap berusaha tenang. Ia menatap Romi yang berdiri di hadapannya, dengan wajah lelah namun masih menyimpan harapan."Pa, aku ingin bicara dengan Devi," kata Romi, mencoba menahan amarah dan kekecewaan yang masih tersisa setelah perseteruannya

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Gairah Sahabat Suamiku   241. Berbohong

    Bukannya pergi, Romi malah mendekati Rama. Ia melangkah cepat, penuh amarah, lalu menarik kerah baju yang dikenakan kakaknya itu dengan kasar. Rama yang semula duduk di pinggiran tempat tidur terpaksa bangkit berdiri, menatap Romi dengan tatapan yang tetap tenang meski rahangnya mengeras menahan di

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Gairah Sahabat Suamiku   239. Pengaman

    Setelah memberi susu pada putri kecilnya dan memastikan bayi mungil itu telah terlelap dengan tenang di dalam buaiannyq, Lili menarik napas panjang. Matanya menatap lembut ke wajah putrinya yang masih begitu mengemaskan.Setelah memastikan sang putri tidur dengan lelap, Lili keluar dari kamarnya. I

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status