Home / Romansa / Gairah Sahabat Suamiku / 264. Mengatur Pernikahan

Share

264. Mengatur Pernikahan

Author: NARA
last update Last Updated: 2025-12-03 23:56:36

King terus mengetuk kaca mobil tempat Leo duduk, napasnya memburu karena dari tadi ia sudah mengejar mobil itu sejak keluar dari area parkir kafe. King tidak tahu mobil siapa yang dinaiki Leo, tapi nalurinya langsung menuntunnya untuk mengikuti. Ada rasa cemas yang menekan dadanya, terutama setelah melihat Leo melangkah cepat masuk ke mobil bersama pria yang sana sekali tudak King kenal.

"Leo, buka." pinta King sambil kembali mengetuk kaca dengan sedikit lebih keras.

Dari dalam mobil, Leo menghela nafas panjang. Dan tidak berselang lama, kaca jendela itu akhirnya ia turunkan, memperlihatkan wajah Leo yang sudah terlihat lelah menghadapi dunia.

"Kak King, ada apa?" tanya Leo singkat.

Namun, bukannya langsung menjawab, King lebih dulu menatap pria yang duduk di kursi pengemudi, pria asing bagi King. Sorot mata King memeriksa, waspada, dan penuh pertanyaan.

"Aku tadi lihat kamu naik mobil ini, Leo." jawab King jujur. "Jadi aku mengikuti kamu. Oh ya… siapa dia?" tanyanya sambil menunjuk D
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sahabat Suamiku   285. Usulan

    Damian sama sekali tidak mampu memusatkan perhatiannya pada layar laptop di hadapannya, semua pekerjaannya begitu kacau.Kedatangan Luna secara tiba-tiba ke kantornya tadi, membuat pikirannya kacau, dadanya terasa sesak, dan kepalanya berdenyut nyeri.Bayangan wajah Luna yang dingin dan penuh ancaman kembali terlintas jelas di benaknya. Wanita itu tidak datang untuk berbasa-basi. Ia datang menagih janji keji yang pernah Damian sepakati dalam kondisi terdesak. Janji untuk menghabisi Leo, istrinya sendiri, sesuai kesepakatan awal mereka."Arghhhh!" Damian bangkit dari kursinya dan memukul meja kerja sekuat tenaga hingga beberapa berkas berhamburan ke lantai. Napasnya memburu, rahangnya mengeras menahan amarah dan putus asa. Ia merasa seperti binatang yang terjebak dalam perangkapnya sendiri."Tidak, aku tidak akan menghabisi istriku. Tidak!" teriak Damian dengan suara parau. Tangannya gemetar, dadanya naik turun dengan cepat. Leo adalah cahaya dalam hidupnya, satu-satunya alasan ia

  • Gairah Sahabat Suamiku   284. Buronan

    "Siapa Anda?" tanya Leo dengan nada waspada ketika membuka pintu. Jantungnya berdegup lebih cepat saat melihat seorang wanita berpenampilan elegan berdiri di depan pintu rumahnya.Tatapan wanita itu tajam, seolah sedang memastikan sesuatu, atau seseorang.Lalu wanita itu tersenyum tipis. "Apa aku boleh masuk?" tanyanya lembut.Leo tidak menimpali ucapannya, yang ada langsung mengernyit. Ia yakin belum pernah melihat wanita tersebut sebelumnya. Tangannya refleks menggenggam daun pintu lebih erat. "Maaf, tidak bisa." jawab Leo akhirnya. "Anda siapa?" tanya lagi. Ada rasa tidak nyaman yang tiba-tiba menjalar di benak Leo, seolah instingnya memperingatkan sesuatu."Aku akan memberi tahu, tapi aku ingin masuk." pinta wanita tersebut. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Luna, yang akhirnya bisa menemukan rumah tinggal Damian dan juga Leo.Belum sempat Leo menutup pintu sepenuhnya, langkah kaki cepat terdengar dari belakang. Seorang perempuan lain muncul, ekspresinya dingin dan tegas. "T

  • Gairah Sahabat Suamiku   283. Menarik Ucapanku

    Malam yang dingin seolah tidak terasa bagi dua anak manusia yang sedang berada di dalam sebuah kamar. Udara kamar terasa hangat oleh napas mereka yang memburu, oleh dua hati yang baru saja saling mendekat setelah sekian lama menjaga jarak. Peluh membasahi tubuh keduanya, bukan hanya karena aktivitas yang sejak tadi terjadi, melainkan juga karena gejolak perasaan yang tidak lagi bisa dibendung.Hampir tiga puluh menit mereka larut dalam kebersamaan di atas ranjang, hingga akhirnya kesadaran perlahan kembali menyapa, setelah keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan.Ada keheningan yang menggantung, bukan canggung, melainkan penuh makna. Leo berbaring memejamkan mata, dadanya naik turun tidak beraturan, masih merasakan sisa kenikmatan yang terjadi.Ia sendiri terkejut pada dirinya, pada kenyataan bahwa ia telah menikmati setiap sentuhan Damian, sesuatu yang sebelumnya selalu ia hindari.Ia ingat bagaimana ia menjaga jarak dengan sang suami, membangun dinding dingin antara dirinya

  • Gairah Sahabat Suamiku   282. Menunggu

    Selama menjadi istri Damian, tidak pernah Leo menantikan kepulangan sang suami seperti malam ini. Dimana Leo benar-benar menantikan kepulangan Damian, yang sampai jam sepuluh malam belum juga pulang.Biasanya, Damian pulang cepat atau larut, baginya sama saja. Pernikahan mereka sejak awal memang bukan pernikahan yang ia inginkan.Namun, malam ini berbeda.Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, sementara Damian belum juga pulang. Leo beberapa kali melirik layar ponselnya, berharap ada pesan masuk atau panggilan dari sang suami. Sebelumnya, Damian memang sempat mengirim pesan singkat, mengatakan akan pulang terlambat karena ada urusan kantor. Leo menerima pesan itu tanpa bertanya lebih lanjut.Tapi entah kenapa, kini hatinya terasa tidak tenang.Beberapa kali jari Leo melayang di atas layar ponsel, ingin menekan nama Damian dan menghubunginya. Namun, niat itu selalu ia urungkan. Selama ini, tidak pernah Leo lebih dulu menghubungi Damian. Selalu Damian yang mencarinya,

  • Gairah Sahabat Suamiku   281. Ancaman

    "Sudah aku bilang, jangan pernah gunakan hati dalam melakukan apapun, bodoh!" seru perempuan di hadapan Damian dengan suara tajam dan penuh amarah.Damian tidak memberikan respons. Rahangnya mengeras, sementara pandangannya justru menyapu ruangan kosong itu, seolah mencari celah untuk melarikan diri dari kenyataan yang pasti akan menyesakkan untuk ia terima.Bau parfum mahal bercampur dengan udara dingin ruangan itu membuat kepalanya terasa berdenyut."Lihat aku, Damian!" bentak perempuan itu lagi.Tangannya yang terawat, dipenuhi cincin berkilau, mencengkeram dagu Damian dengan kasar, memaksanya untuk melihat dirinya.Damian akhirnya menatap wajah perempuan tersebut, perempuan bernama Luna. Usianya memang tidak lagi muda, tetapi kecantikannya terjaga sempurna. Kulitnya tampak halus, riasannya tebal namun presisi, dan aura glamor menyelimutinya.Namun di balik itu, mata Luna dingin, tajam, dan penuh kebencian yang tidak pernah padam."Ingat tugasmu apa, kan?" tanya Luna dengan senyum

  • Gairah Sahabat Suamiku   280. Mimpi

    "Jangan pernah tinggalkan aku, Damian."Damian yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur, terus menatap pada Leo dengan senyum terus terukir di kedua sudut bibirnya.Bagaimana tidak, niat hati ingin membangunkan Leo karena jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dan Damian sudah memasak untuk sarapan.Damian di kejutkan dengan Leo yang masih terlelap, tapi mulutnya terus berbicara. Mengenai dirinya, seolah-olah Leo sedang mengungkapkan isi hati padanya.Niat awal ingin membangunkan Leo, kini Damian urungkan. Dan lebih memilih mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari bibir Leo, yang membuat hatinya berdebar tidak karuan.Jika Leo mengatakan dengan sadar, sudah pasti Damian akan jungkir balik. Karena akhirnya sang istri membalas persaanya, hal yang memang diinginkan Damian.Sampai akhirnya, satu tangan Damian ia ulurakan. Merapikan rambut Leo yang sedikit berantakan."Semoga kamu dapat mengatakan hal tersebut, saat kamu sadar Leo. Dan kita akan menjalani rumah tangga layaknya sep

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status