Share

bab 3

Author: Addarayuli
last update Last Updated: 2025-11-12 20:13:45

Pagi ini, Nozela berangkat ke kampus bersama dengan Aluna. Dia sengaja berangkat bersama dengan Aluna karena William menjemput Clarissa. 

"Thanks ya Lun."

"Sama-sama kak, kalo gitu Luna berangkat dulu. Bay kak Ojel."

Nozela melambaikan tangannya, dia pun segera masuk kedalam fakultasnya.

"Thalia udah berangkat belum ya?"

Nozela melipir pergi ke taman kampus lalu duduk di sebuah kursi, dia mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan ke Thalia.

"Zel."

Nozela mendongak lalu tersenyum saat melihat Leon berdiri dihadapannya.

"Leon." lirih Nozela.

"Boleh duduk?"

Nozela mengangguk, dia lekas menggeser duduknya. Leon pun segera duduk disebelah Nozela.

"Sendirian aja, Thalia kemana?"

"Nggak tahu, kayanya belum berangkat. Tumben kamu berangkat pagi?"

Leon mengangguk. "Ada sesuatu yang mau aku omongin ke kamu Zel."

"Soal?"

Leon mengedarkan pandangannya, di taman itu cukup sepi dan hanya ada beberapa orang saja disana. Tatapannya kembali menoleh ke arah Nozela, gadis cantik yang selama beberapa bulan terakhie ini dia kagumi. Tangannya teragkat kemudian meraih jemari Nozela.

"Le." Nozela terkejut saat tangannya digenggam oleh Leon.

"Zel, ada sesuatu yang mau aku omongin ke kamu. Ini tentang kita."

Deg...deg..

Jantung Nozela berdetak kencang, dia gugup dan sedikit salah tingkah saat tangannya digenggam oleh Leon.

"Aku....sebenernya udah lama suka sama kamu Jel."

"What? Jangan bilang Leon mau nembak gue lagi?" batin Nozela kesenengan.

Wajah Nozela sudah bersemu merah, sekuat tenaga dia berusaha menahan rasa salah tingkahnya. Sesekali dia menundukkan wajahnya mencoba mneghindari tatapan Leon.

"Zel."

"Iya?" jawab Nozela sambil mendongak.

"Kamu mau kan jadi pacar aku?"

"Aaaaa akhirnya Leon nembak gue juga. Astaga mimpi apa gue semalam bisa ditembak Leon sepagi ini?" batin Nozela senang.

"Zel? Gimana, kamu mau kan jadi cewek aku?" tanya Leon sekali lagi.

Nozela menganggukan kepalanya sambil tersenyum, dna hal itu membuat Leon senang.

"Makasih Zel."

Tanpa sadar Leon memeluk tubuh Nozela dengan erat, meski di taman itu tak banyak orang namun tetap saja ada yang melihat mereka dan diam-diam memfoto mereka.

Tak jauh dari posisi dua orang yang sedang dimabuk asmara, seorang gadis berdiri dibelakang mereka sambil memegang tali tasnya dengan erat. Dia tak salah mendengar apa yang baru saja mereka bicarakan, Nozela baru saja menerima Leon sebagai kekasihnya.

Siang harinya saat jam kuliah selesai, Nozela Leon dan Thalia berjalan bersama menuju parkiran. Saat sampai di parkiran saat itu juga sebuah mobil hitam berhenti didepan mereka. William keluar dari mobil lalu menghampiri mereka. Dia menatap Nozela dan Leon yang nampak sanagt dekat.

"Mau jemput Clarissa?" tanya Nozela.

William mengangguk. "Iya."

"Maaf ya Zel aku nggak bisa anterin kamu pulang, habis ini aku masih ada kerjaan."

"Nggak papa kok."

"Liam."

Mereka seua menoleh saat mendengar suara nyaring Clarissa yang memanggil William.

Drrtt...drrttt...

Ponsel Nozela bergetar disaku celananya, dia mengambil ponselnya dan melihat nomor mmanya yang menghubungi dirinya.

"Halo mah."

"APA? SMOOKY SAKIT?'

"Oke Ojel pulang sekarang."

"Kenapa Jel?" tanya William.

"Smooky sakit, gue harus cepet pulang."

"Tapi aku nggak bisa anterin kamu Zel."

"Masuk mobil, gue anterin." ucap William.

"Liam." tegur Clarissa tak setuju.

Nozela segera berlari masuk ke dalam mobil William dia sangat khawatir dengan keadaan anjingnya. Dia bahkan melupakan pacar barunya dna juga sahabatnya.

"Ayo Cla."

William menarik tangan Clarissa lalu masuk ke dalam mobil, dia mengemudikan mobilnya meninggalkan kampus menuju rumah Nozela.

"Sial, cowok itu lagi." batin Leon kesal.

Sampai di rumah Nozela, Nozela segera berlari menuju kandang anjingnya lalu mengambil smooky yang terlihat lemas. Dan disini lah mereka berada sekarang, didalam mobil William yang suasananya begitu sunyi. Clarissa melirik sekilas ke arah Nozela yang duduk di kursi belakang bersama anjingnya.

"Emang anjing lo sakit apa, Zel?" tanya Clarissa, berusaha memasang nada basa-basi.

"Mana gue tau. Orang baru mau dibawa ke dokter," jawab Nozela tanpa sedikit pun melirik ke arah Clarissa.

Clarissa menggeram kesal mendengar jawaban Nozela.

"Dasar cewek gatel. Awas aja lo kalau sampai macam-macam sama William," batin Clarissa geram, sementara jemarinya terkepal erat untuk menahan rasa tidak suka yang mulai memuncak.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di klinik dokter hewan, Nozela lekas membawa anjingnya menuju ke ruanagn dokter.

"Lama banget sih, Liam. Aku capek nih," keluh Clarissa.

"Sebentar Cla, Ojel juga belum keluar." jawab William.

Clarissa memasang wajah kesal, dia menyandarkan tubuhnya sambil bersedekap dada.

"Jangan cemberut dong, Cla," ujar William sambil mencolek pipi Clarissa.

"Tck, jangan pegang-pegang."

Clarissa menepis tangan William dengan raut wajah cemberut. Meski begitu, sudut matanya menangkap tawa kecil William yang menyebalkan. Wajahnya tampak ceria, seolah-olah tak merasa bersalah sama sekali.

"Sayang, jangan ngambek dong," ucapnya sambil tersenyum.

"Mau apa? Nanti aku turutin," tanyanya dengan nada serius bercampur santai.

Clarissa melirik William dari sudut matanya, perlahan mulai merasa tergoda oleh tawaran kekasihnya.

"Beneran mau diturutin?" tanya Clarissa.

"Iya beneran, janji deh."

"Yakin?"

William merangkul pudak kekasihnya sambil membisikkan sesuatu. "Yakin sayang."

"Ehem"

Clarissa dan William sepontan menoleh saat mendengar suara deheman keras, Nozela berdiri di samping mereka entah sejak kapan.

"Nanti lagi pacarannya, anterin gue pulang. Smooky butuh istirahat." Ucapnya lalu pergi.

William meraih jemari Clarissa lalu mengenggamnya. "Kita anterin Ojel pulang dulu."

Clarissa mengangguk. Mereka keluar dari klinik kemudian mengantarkan Nozela pulang.

"Gimana si beagle?" Tanya William.

"Cuma flu biasa." Jawab Nozela.

"Thanks udan anterin." Ucap Nozela saat mobil William berhenti di halaman rumahnya.

"Kaya sama siapa aja lo. Kalo gitu gue duluan, mau anter Clarissa."

Nozela mengangguk lalu melambaikan tangannya. "Babay Clarissa, makasih lo ya udah ngaterin gue sama smooky."

Clarissa tersenyum dengan wajah tertekan dan terpaksa.

"Sama-sama Nozela. Gue pulang dulu ya, semoga smooky cepet sembuh." ucap Clarissa penuh penekanan.

"Oke, hati-hati ya kalian."

"Sialan, wajahnya ngeledek banget sih. Ihhhhh, nyebelin." Batin Clarissa kesal.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Jaehyun Jung
nozela nih jg ga tau batas, udh tau tmnnya udah punya pacar masih aja ganggu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Sahabatku   bab 136

    William terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa sedikit pusing. Dia mendesis pelan dan saat hendak mengangkat tanganya, dia tersadar jika ada sesuatu yang menindihnya. Dia menoleh kesamping dimana Clarissa sedang tidur dilengannya dengan pulas.Perlahan William menarik tangannya agar tidak membangunkan Clarissa, dia bangkit dari tidurnya lalu mengambil segelas air diatas nakas dan meminumnya. Dia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas nakas lalu menyalakannya. Matanya terbelak saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari kedua sahabatnya."Tumben mereka spam telepon."William mencoba mengingat-ingat kejadain tadi, namun dia hanya ingat saat datang ke apartemen kekasihya lalu minum hingga dia kehilangan kesadaran. Dia menghela nafas panjang saat ponslenya dalam mode silent.Ting.Ponsel dalam gengamannya berdenting, dia melihat sebuah pesan masuk dari sahabatnya.Lego: (send pict) ini akibat lo abaikan telepon kita.W

  • Gairah Sahabatku   bab 135

    "Gimana, diangkat nggak?" tanya Lego.Archen menghela nafas pelan, dia menjauhkan teleponnya dari telinga lalu menggeleng pelan. Lego ikut menghela nafas kasar, mereka sudah beberapa kali mencba menghubungi sahabatnya namun William tak mengangkat panggilan mereka.Archen menyimpan ponselnya ke saku celana, dia menatap Lego lalu menganggukkan kepalanya. Mereka lalu masuk ke dalam mobil, Lego mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan apartemen miliknya."Lo yakin kita pergi tanpa William?" tanya Lego."Mau gimana lagi, dia aja nggak angkat telepon gue." jawab Archen."Lagi sama ceweknya kali, biasanya kan Clarissa suka gitu."Archen mengangguk mengiyakan. "Dia selalu ngelarang-larang Liam pergi sama kita."Lego tetawa pelan, dia sangat menyayangkan sikap William yang sangat bucin dengan kekasihnya hingga tak memiliki banyak waktu untuk mereka. Mereka bedua bukan sekali dua kali meraskan ini, maka dari itu mereka kerap mengeje

  • Gairah Sahabatku   bab 134

    Drrtt...ddrrttt...Thalia menoleh saat ponselnya bergetar disebelahnya, dia menatap layar ponselnya yang terdapat nama Leon."Ngapain dia telepon gue?"Dengan cepat Thalia mengangkat panggilan dari Leon."Halo.""Lo dimana?""Gue di kost, ada apa?""Bisa ketemu?"Thalia terdiam, untuk apa Leon mengajaknya bertemu di jam sekarang."Gue jemput sekarang."Tut."Eh Le, Leon."Thalia menatap layar ponsel yang panggilannya sudah terputus, dia menghela nafas panajng karena tiba-tiba Leon hendak menjemput tanpa persetujuannya. Dia menatap jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam."Ngapain dia mau ketemu gue? Apa mau bahas masalah Ojel lagi?"Thalia mulai bertanya-tanya untuk apa Leon mengajaknya bertemu, terakhir kali mereka membahas masalah dia dan Nozela. Dan saat di perpustakaan tadi dia bahkan tidak tahu apa yang dibahasnya dengan Nozela.Waktu semakin

  • Gairah Sahabatku   bab 133

    Plak!"Aw, sakit Jel. Lo main tangan mulu dari tadi." ucap William sambil mengelus keningnya yang baru saja ditabok Nozela."Masih mending gue cuma nabok kening lo ya, bukan mulut lo.""Tapi gue beneran Jel." ucap William berubah serius.William menatap kedua bola mata Nozela dengan intens tanpa berkedip sama sekali, beberapa kali tatapanya mengarah ke bibir sahabatnya yang memerah. Perlahan William mencondongkan tubuhnya ke depan hingga mereka berdekatan.Jantung Nozela berdetak dua kali lebih cepat, ditatap William seperti ini membuatnya semakin gugup dan takut. Dengan jarak sedekat ini dia bisa merasakan hembusan nafas William mengenai wajahnya. Nozela semakin deg-degan saat tangan William meraih tangannya dan mengelus punggung tangannya."William nggak beneran kan?" batin Nozela takut.Nozela takut pasalnya bibirnya masih bengkak, jika William melakukannya lagi, dia tak bisa membayngkan akan seperti apa bentuk bibirnya.Waj

  • Gairah Sahabatku   bab 132

    Leon terdiam sambil menatap lurus kedepan, satu tangannya berada didagunya, hembusan nafas kasar terus keluar dari hidung mancungnya. Perasaannya gelisah sejak meninggalkan kampus tadi, dia tak bisa terus seperti in, merasakan ketidaknyamanan karena hubungannya yang sudah berkakhir meski dia belum menyetujui untuk putus dengan Nozela.Cahaya matahari sore menembus kaca mobilnya dan sedikit menyilaukan mata, namun itu bukan apa-apa dibandingkan dengan perasaannya yang kacau balau saat ini. Tangan kirinya mengenggam setir mobil dengan kencang hingga urat-uratnya terlihat jelas."Aku udah cantik belum, Le?"Hening....Clarie yang duduk dikursi sebelah Leon seketika menoleh, dia mengerutkan keningnya saat Leon hanya diam saja tanpa merespon dirinya. Dia memasukkan kembali alat makeupnya lalu mneyentuh lengan Leon.Leon terkejut, dia menoleh dan mendapati Clarie sedang menatapnya dengan tatapan bingungnya."Ada apa Clarie?""Kamu ngelamun

  • Gairah Sahabatku   bab 131

    "Kamu kenapa cemberut terus dari tadi?""Nggak papa."Clarissa menolehkan wajahnya ke samping lalu menatap keluar jendela. Sambil bersedekap dada dia terus mengerucutkan bibirnya bahkan sejak tadi dia terkesan cuek dengan William.Sambil fokus pada jalanan didepannya, William meraih tangan Clarissa lalu mengenggamnya erat."Kenapa, coba cerita sama aku." ucap William lembut.Clarissa tersenyum tipis selama beberapa detik, namun setelahnya dia berdehem pelan untuk meredakan senyumnya lalu menoleh ke arah William."Janji nggak marah?"Willim menoleh ke arah kekasihnya lalu mengangguk sambil tersenyum."Iya sayang, janji.""Ada apa? Kayanya serius banget."Sebelum bercerita, Clarissa menarik nafas dalam lalu menghembuskannya panjang. Dia kembali memasang wajah sendu dan dengan bibir mengerucut."Sebenarnya aku tadi didorong Nozela."Ckit!William menghentikan mobilnya secara mendadak saking

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status