Share

bab 59

Author: Addarayuli
last update Last Updated: 2025-12-29 20:03:53

Tiara dan Andito berlari tergopoh-gopoh masuk ke kantor polisi di tengah malam. Mereka terkejut saat mendapat telepon dari pihak kepolisian jika putri mereka terlibat kecelakaan dan diserahkan ke kantor polisi oleh warga setempat.

"Pak, dimana putri saya?" Tanya Andito dengan nada panik.

"Ada di dalam tuan. Mari." Ucap salah satu polisi.

Tiara dan Andito kemudian mengikuti polisi tadi masuk ke sebuah ruangan. Disana, Nozela duduk dengan kepala tertunduk dengan tangan saling bertaut satu sama lain.

"Nozela." Panggil Andito.

Nozela mendongak dengan air mata yang berderai membasahi pipinya.

"Papah." Ucap Nozela serak.

Andito segera memeluk putrinya dengan erat, Tiara tak sanggup menahan air matanya. Dia mengelus punggung bergetar putrinya.

"Tenang ya sayang, mamah papah disini." Tiara berusaha menenangkan Nozela.

"Ojel takut." Lirih Nozela.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sahabatku   bab 75

    Nozela keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, ditanganya terdapat handuk kecil yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya. Dia duduk didepan meja rias lalu mengambil hair dryer dan mulai mengeringkan rambutnya. Gadis cantik itu mengeringkan rambut sambil sesekali bernyanyi kecil, hari ini senyumnya tak pernah luntur dari bibirnya karena akan mneghadiri pameran buku yang salah satunya ada penulis favoritnya. Drrtt...drrttt.. Nozela menoleh ke belakang saat mendengar getaran ponslenya, dia meletakkan alat pengering rambutnya kemudian bangkit dari duduknya untuk mengambil ponselnya. Dia melebarkan senyumnya saat melihat nomor sahabatnya yang menghubunginya lewat panggilan video. Dia lekas menggeser icon hijau pada layar ponselnya dan tak lama muncul wajah Thalia. "Udah habis mandi aja nih." "Iya nih Tha, gue udah nggak sabar buat nanti." "Lo jadi berangkat sendiri Jel?" Noze

  • Gairah Sahabatku   bab 74

    "Gimana kabar orang tua kamu Liam?" tanya Andito. "Baik kok Om, mereka tadi baru aja berangkat ke luar kota karena adik mama sakit." jawab William. "Sakit? Terus kenapa lo disini dan nggak ikut mereka?" tanya Nozela tak habis pikir. Ketiga orang yang ada dimeja makan kompak menatap ke arah William. Dan yang ditatap hanya santai saja sambil melanjutkan makannya. "Mereka ngabarin dadakan san kebetulan gue diluar Jel, paling besok gue nyusul mereka." "Maaf ya besok om tante nggak bisa jenguk om kamu, kami juga ada acara." jawab Tiara. "Mama papa mau pergi?" tanya Nozela sambil menatap kedua orang tuanya secara bergantian. Andito mengangguk. "Iya sayang, kebetulan papa ada perjalanan bisnis dua hari. Kamu nggak papa kan di rumah sendiri?" Mulut Nozela terbuka lebar dengan mata sedikit terbelak, disaat liburan seperti ini dia justru harus di rumah sementara semua orang

  • Gairah Sahabatku   bab 73

    Drrtt..drrtt... William merogoh saku celananya saat merasakan ponselnya bergetar, dia menghentikan langkahnya kemudian mengambil ponselnya. Tertera nama Aluna dilayar ponselnya, dia pun segera mengangkat panggilan dari adiknya itu. "Halo Lun." "Halo kak, kakak dimana?" "Ini mau pulang dari apart Clarissa, emang kenapa?" "Kita mau jenguk paman, kakak mau ikut nggak? Kita mau berangakt sekarang soalnya." "Kenapa mendadak sih?" "Ya jangan salahin Luna dong, salahin paman yang tiba-tiba sakit." "Aluna." William terkekeh pelan saat mendengar suara mamanya menegur adiknya disebrang telepon. "Kalian duluan aja, besok kakak nyusul. Kirim alamat rumah sakitnya aja." "Oke deh, tapi kata mama kakak harus tidur di rumah nggak boleh kelayapan kemana-mana." "Kakak udah dewasa kalo Luna lupa." "Mah, kak Liam ngeyel." "Tck, iya ya. Kakak tidur di

  • Gairah Sahabatku   bab 72

    Ckit. William menghentikan mobilnya di basement apartemen Clarissa, dia mematikan mesin mobilnya lalu melepas sabuk pengamannya. Dia menatap ke samping dimana kekasihnya sedang merajuk sambil bersedekap dada. Dia menghela nafas panjang lalu membantu kekasihnya melepaskan sabuk pengaman. William mengulurkan tangannya lalu menyentuh dagu Clarissa. Plak."Apaan sih? Aku kesel sama kamu." Clarissa menampik tangan William dengan kasar lalu keluar dari mobil. Dia lekas berjalan menuju lift meninggalkan William. William menghembuskan nafas kasar, dia bergeggas ikut keluar dari mobil kemudian menyusul kekasihnya. "Cla, tunggu Cla." Saat pintu lift hendak tertutup, William mengulurkan tangannya hingga pintu tak jadi tertutup dan masuk ke dalam. "Kamu jangan narah dong. Itu cuma es krim aja Cla." "Jangan marah kamu bilang?" lirih Clarissa. William menyugarkan rambutnya ke be

  • Gairah Sahabatku   bab 71

    "Oke selesai, terima kasih untuk hari." Mery langsung menghampiri Leon dan membantu melepaskan jaket yang sedang dipakainya, mereka keluar dari studio kemudian masuk ke ruang make up. "Setelah ini apa lagi kegiatanku Mer?" tanya Leon. "Tidak ada, besok siang kita harus kembali ke luar kota lagi untuk event." jawab Mery sambl membantu Leon membersihkan make up. Terdengar suara hembusan nafas dari mulut Leon, pria tampan itu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan matanya. Tubuhnya terasa lelah harus bolak balik luar kota, mungkin saat semester enam nanti dia akan hiatus dari dunia modelingnya dan akan fokus kuliah terlebih dahulu. Dia tak ingin pendidikannya terganggu seperti semester-semester sebelumnya. Leon membuka matanya, dia menatap Mery yang sedang membuang sampah. "Apa ponselku ada pesan Mer?" Mery menoleh ke belakang. "Entah, aku juga belum m

  • Gairah Sahabatku   bab 70

    "Makasih ya seharian ini udah nemenin aku."Clarissa bergelayut manja dilengan William, mereka baru saja keluar dari bioskop setelah selesai menonton film. Willam mengelus pucuk kepala Clarissa dengan lembut, mereka kemudian berjalan menuju parkiran."Masih mau kemana lagi?" tanya William."Kamu nggak capek?"William menggelengkan kepalanya pelan. "Enggak, aku udah janji sama kamu kalo seharian ini waktu aku buat kamu."Kata-kata itu membuat Clarissa melebarkan senyumnya, dia senang karena seharian ini mereka jalan tanpa ada gangguan sedikitpun. Entah itu telepon dari keluarga William atau pun dari Nozela. Clarissa merasa hari ini memang harinya bersama William."Aaa, makasih sayang." Clarissa langsung memeluk tubuh erat William."Sama-sama. Ya udah yuk masuk."Clarissa melepaskan pelukannya membuat William lekas membukakan pintu mobil untuk Clarissa kemudian keduanya langsung masuk ke dalam mobil. William mulai melajukan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status