Inicio / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 283 Fondasi yang Runtuh

Compartir

Bab 283 Fondasi yang Runtuh

Autor: Irbapiko
last update Fecha de publicación: 2026-03-20 08:00:06

"Pramono... b-b-bajingan itu beneran nekat, Bri?"

Suara Pak Broto bergetar hebat di lorong rumah sakit yang sepi, nyaris tertelan oleh deru mesin pendingin ruangan. Ia sempat terhenti sejenak, menatap bayangan lampu darurat yang memantul di lantai marmer—sebuah distraksi psikologis yang muncul akibat rasa takut yang memuncak—sebelum akhirnya jemarinya yang keriput meremas pinggiran kursi plastik hingga memutih. Brian tidak segera menjawab; ia hanya menatap layar ponselnya d

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 477 Pecahnya Tanda Tangan Digital

    "Mas Arya... kamu... jangan bilang kalau Slevia beneran memegang akta nikah siri masa lalu itu untuk mematikan seluruh fuso kita?!" raung Sonya memecah keheningan malam Marunda yang mencekam.Kegelapan total mendadak melanda rumah besar Marunda, membuat seluruh pasokan oksigen di sekitar meja makan seolah menguap."Jess, bagaimana mungkin kurator Jogja bisa melompati enkripsi gerbang dalam tanpa validasi manual dari pangkalan bawah?" tanya Brian, suaranya bergetar hebat akibat panik.Jessy meraba permukaan meja jati dalam kegelapan untuk mencari gawai satelitnya. "Seseorang dari dalam sudah memecah tanda tangan digital milik Baskoro Junior, Brian. Seluruh sistem keamanan kita dilewati sepihak!" desis Jessy menatap layar gawai yang mendadak berpendar kuning.'Sialan, aset trust anakku beneran dalam bahaya besar malam ini. Birokrasi perbankan ini beneran bajingan,' umpat Brian dalam batinnya.Arya melangkah dengan postur tegap yang dominatif di tenga

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 476 Sanggahan di Meja Makan

    "Mas Arya... kamu... jangan bilang kalau Slevia beneran memegang akta nikah siri masa lalu itu untuk mematikan seluruh fuso kita?!" raung Sonya memecah keheningan malam Marunda yang mencekam.Deggg...Arya tidak segera menjawab, dia langsung menarik kemeja taktisnya dari atas kursi dengan gerakan kilat."Tenangkan dirimu, Sonya, dilarang ada air mata sebelum kita melihat fisik draf klaim itu secara langsung," ucap Arya, suaranya berat memancarkan aroma kayu gaharu yang menekan udara.Sonya bergerak satset memakai jubah tidurnya, mengabaikan sisa kehangatan intim yang baru saja menguap dari ranjang sutra mereka.'Sialan, si Slevia Jogja beneran menusuk dari belakang saat draf dana trust anakku sedang diuji kliring,' umpat Sonya dalam batinnya yang kembali membara.Kini, langkah kaki mereka berdua bergegas menuruni tangga menuju ruang makan utama rumah besar Marunda.Di bawah pendar lampu kristal yang temaram, seluruh tim solid

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 475 Otoritas dan Kehangatan Kamar

    "Mas Slamet! Pintu depan digedor, draf perintah penangkapannya beneran muncul di layar!" jerit Cindy, mukanya pucat pasi menatap monitor Kuningan.Deggg...Slamet tidak bergerak dari posisinya, rahangnya mengeras sempurna menatap tiga pria berjas hitam di balik kaca."Aa... anu, Tuan Slamet, ka-kami diperintah membawa Anda untuk klarifikasi berkas manifes logistik Jogja," ucap pria terdepan setelah memaksa masuk."Kalian dilarang menyentuh dokumen apa pun di atas meja ini, keluar sekarang juga!" bentak Slamet, suaranya berat memancarkan wibawa pangkalan.Cindy langsung menyambar gawai satelitnya, mengetik pesan darurat terenkripsi untuk dikirim langsung ke kediaman utama Marunda.Kini, di kamar utama rumah besar Marunda, Sonya Fast baru saja meletakkan botol susu Anya Baswira dengan jemari yang gemetar hebat.Lampu indikator merah di dinding kamarnya berkedip cepat, menandakan adanya intrusi darurat dari Kantor Kuningan.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 474 Aroma Kopi Kuningan

    Suara tawa lirih Mawar dari pengeras suara dinding tiba-tiba mati total, meninggalkan kesunyian yang mencekam di ruang tengah rumah besar.Deggg...Cindy yang sedang berdiri di dekat meja pantri langsung meremas kain lap rajut dengan jemari gemetar."Mas Slamet, be-beneran suara ketawa tadi itu berasal dari pemancar ilegal di pangkalan bawah Marunda?" tanya Cindy, suaranya parau menahan panik.Slamet tidak langsung menjawab, dia hanya berdiri kaku sembari menatap tajam ke arah pintu keluar paviliun."Kamu dilarang banyak tanya urusan sinyal, Cindy, tugasmu siang ini hanyalah menyelesaikan berkas pajak logistik di Kuningan," ucap Slamet dengan nada kaku yang membangun tembok es pembatas.'Sialan, musuh sudah mengacak-acak dokumen yayasan, si Cindy malah panik duluan kayak orang melihat hantu,' gerutu Slamet dalam batinnya yang mulai gusar.Kini, langkah kaki Slamet bergerak satset menuju mobil operasional pangkalan tanpa memed

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 473 Draft di Balik Meja Kerja

    Suara tawa dari pengeras suara telepon genggam itu mendadak terputus, menyisakan bunyi dengung panjang yang monoton.Deggg...Napas Brian tercekat di tenggorokan, matanya menatap kaku ke arah layar gawai yang baru saja menggelapkan seluruh sistem komunikasi Kuningan."Jess, be-beneran tadi itu suara Kalila Baskoro?" tanya Brian, suaranya gemetar dengan pupil mata melebar sempurna karena panik.Jessy tidak langsung menjawab, jemarinya yang lentik masih gemetar halus saat memegangi tepi meja kerja jati."Nomor satelitnya terenkripsi dari jaringan privat Singapura, Brian, ta-ta-tapi bagaimana mungkin dia bisa muncul sekarang?" bisik Jessy, wajahnya pucat pasi menahan beban kebingungan.'Sialan, urusan klaim biometrik anak belum beres, sekarang kakak perempuan yang hilang malah ikut mengunci brankas,' keluh Brian dalam batinnya.Kini, Brian bergerak satset menghampiri meja server utama untuk memeriksa kembali aktivitas pemutakhir

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 472 Kliring yang Tertunda

    Deggg...Layar monitor di ruang kerja Yayasan Kuningan mendadak berkedip, menampilkan status penonaktifan hak suara yang dikirim langsung oleh sistem perbankan pusat."Sialan, mereka benar-benar memutus akses veto saya!" maki Brian, tangan kanannya menghantam permukaan meja kerja dengan keras.Brakkkk…!Jessy yang berdiri di samping suaminya langsung menarik napas dengan tersengal-sengal.Pupil matanya melebar drastis, menatap baris kode kliring internasional yang mendadak berubah status menjadi pendanaan ilegal."Brian, ta-ta-tapi bagaimana bisa kementerian keuangan langsung menyetujui pembekuan dana abadi tanpa persidangan?" tanya Jessy, suaranya parau menahan panik."Arimbi Jogja memakai memo saksi kunci dari manajer senior kita, Jess, itu yang bikin posisi administrasi kita langsung mati suri," desis Brian sembari menyapu keringat dingin di dahinya.'Hadeuhhh… baru juga mau bernapas lega sete

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 88 Antara Nyawa dan Harga Diri

    Udara di ruang kerja Sonya mendadak terasa tipis. Arya berdiri mematung di tengah ruangan yang berantakan, menggenggam kertas ancaman berwarna merah itu hingga remuk di tangannya. Di luar, suara kepanikan staf IT yang mencoba menyelamatkan server masih terdengar samar, namun bagi Arya, dunia seol

    last updateÚltima actualización : 2026-03-22
  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 181 Cakrawala Cinta di Pulau Dewata

    Pagi itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai disambut dengan langit biru bersih tanpa awan. Aroma dupa dan semilir angin laut yang khas langsung menyapa Brian dan Jessy saat mereka melangkah keluar dari pintu kedatangan domestik. Satu minggu setelah acara aqiqah Anya Baswira di Jakarta, akhirnya pasangan

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 116 Ledakan Gairah di Apartemen Bobi

    Suasana di dalam kamar utama apartemen Sudirman itu terasa begitu pekat oleh aroma gairah yang menyesakkan. Begitu mereka melewati ambang pintu, Bobi tidak membiarkan waktu terbuang percuma. Dengan gerakan yang sigap namun tetap terkendali, ia mengangkat tubuh Jessy dan merebahkannya di atas ranj

    last updateÚltima actualización : 2026-03-24
  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 74 Kartu As di Balik Kemudi

    Malam itu, setelah kepergian Pak Baskoro yang bak badai, rumah mewah tersebut terasa sangat sunyi. Sonya masih terduduk di sofa, menatap potongan-potongan cek sepuluh miliar yang berserakan di lantai. Baginya, potongan kertas itu adalah simbol hancurnya jembatan antara dirinya dan sang ayah.

    last updateÚltima actualización : 2026-03-21
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status